Kategori Puisi: Puisi Spiritual

  • Kecantikan Pemberian Tuhan

    Semalam suntuk, matanya yang menggoda telah ditujukan kehatiku

    Dia merebut agama dan kepercayaanku, dan menjarah hatiku yang sedang kasmaran

    Dia membawa mangkuk gambaran dunia dan secawan anggur semerah batu delima

    Di mangkuk itu la menjunjung wajahnya sendiri yang rupawan menawan

    Siapapun yang melihat kecantikan pemberian
    Tuhan itu, akan terbebaskan dari dirinya sendiri

    Dan seperti diriku sendiri, rela memberikan dunia dan akerat, dan pemikiran tentang
    "Aku" dan" Kita".
    Dia memberikan cinta dan membuka rahasia gaib hanya dengan lirikannya
    Dia membangkitkan banyak orang dengan nafasnya yang sehangat Jesus

    Aku berkata kepadanya " Aku sangat merindukanmu, duduklah bersamaku wahai kekasihku yang tercinta ".

    Dia menjawab " Siapapun yang meminta sesuatu dari kekasihnya itu bukan Pecinta sejati".

    Aku berkata " Tanpamu, hari ini maupun besuk tidak lagi ada kenikmatan ".
    Dia menjawab " Seorang Pecinta sejati tidak berbicara tentang hari esuk ".

    Aku kembali berkata " Engkau tau siapa yang telah memberi cahaya kepadaku …?.
    Dia menjawab " Ya, aku tau. la begitu diliputi cinta yang luar biasa kepadaku, sehingga ia mohon pertolongan dari Tuhan".

  • Bagamana Aku Tau

    Bagaimana aku tau, mengapa aku menjadi benar benar gila kepada Cinta, atau
    Kenapa aku tersihir oleh cintamu siang dan malam

    Bagaimana aku tau, mengapa aku hilang dalam gulungan ombak rambutmu
    Matamu yang memabukkan telah menimpaku
    Dan aku menjadi terpesona

    Bagaimana aku tau, mengapa aku menjadi pengembara yang kebingungan
    Dalam menapak di jalanmu
    Aku telah menjadi bola api yang berputar seperti matahari di cakrawala

    Mengapa engkau bertanya kepadaku bagaimana aku bisa menjadi buta, tuli dan bisu
    Aku telah melihat wajahmu yang cantik jelita
    Dan menjadi tidak bisa ditanya lagi
    Engkau bertanya lagi, mengapa aku tidak lagi ingat akan diriku sendiri
    Bagaimana aku tau" mengapa",
    Aku saat ini sedang mabuk asmara oleh cintamu

    Orang yang berakal sehat mengira bahwa aku hanya sedih semata
    Namun adalah kepedihan cintamu yang menyebabkan hatiku menjadi berdarah

    Aku mengerti bahwa engkau menganugrahkan cahaya kepadaku siang dan malam
    Pencerahan yang engkau anugrahkan
    Telah membuatku tanpa pamrih, lupa akan kepentinganku sendiri,
    dan tergila gila dengan cinta kepadamu

  • Tidak Akan Pernah

    Aku tidak akan pernah bernafas tanpa Cinta dari Sang Yang Kekasih Tercinta
    Nafasku adalah hadiah tanda cinta darinya,
    Hal itu tidak akan ada jalan lainnya

    Para cendekiawan tidak menyadari penampilan Sang Yang Kekasih yang nakal saat berjalan ke perguruan tinggi
    Kemungkinannya, mereka tidak akan pernah terpikat oleh matanya yang memabukkan

    Wahai sang penyaji anggur (sagi) tuangkanlah anggur yang membakar jiwa untukku
    Duh' Sang Yang Pemberi Hidup,
    Sakitnya cintaku, tidak akan pernah ada yang bisa melampui sakit ini – tidak akan pernah bisa

    Tuangkanlah anggur yang semerah batu delima,
    Dan aku akan mengorbankan hidupku kepadamu
    Belajar dan jubah keimanan tidak akan membuat siapapun merah merona karena mabuk

    Yang Juwitaku yang penggoda, datang kepadaku dengan penuh keanggunan,
    Orang lain tidak akan pernah menjadi tergila- gila seperti aku, oleh kecantikan wajah Sang
    Yang Kekasih Tercinta

    Lagu lagu kerinduan pemusik bergema di tempat pertemuan para pecinta dan para kekasih
    Tidak akan pernah ada lagi tarian dan keramaian seperti ini dibawah surga yang berputar

    Dia Sang Yang Terkasih, akan menganugrahkan cahaya kepada jiwaku dimana saja dan disetiap saat
    Cintanya tidak akan pernah meninggalkan hatiku

  • Kisah Tentang” Cinta”

    Saat sedang merindukanmu, aku duduk dan mulai bercerita
    Mabuk karena cintamu, aku bercerita sambil menguraikan air mata

    Setiap malam aku minum bergelas-gelas anggur dalam mengenang cintamu
    Guna menghapus dan mencabut jalan kealiman palsu

    Aku harus meninggalkan kota kecerdasan yang tidak jujur dan suka menipu, dan menuju ke alam hati
    Disana aku akan mengangkat panji -panji cinta

    Aku adalah burungmu, engkau beri aku sayap- sayapku dan juga bulu – buluku
    Aku terjerat oleh rambutmu, kemudian engkau mulai menerbangkanku dengan dirimu sendiri

    Ketika wajahmu yang juwita tercermin dalam samangkuk anggur
    Aku terbakar seperti lilin oleh panasnya lirikan matamu

    Aku akan mengingat kisah tentang cintamu untuk kerumuman pengunjung kedai minum
    Dan pergi kekawasanmu yang anggun mempesona
    Demi untuk mengorbankan hidupku

    Nada cintamu selalu bersamaku
    Engkau anugrahkan aku dengan cahaya yang keanggunannya tiada hentinya

  • Api Asmara

    SANG YANG KEKASIHKU TERCINTA

    Kekasihku tercinta masuk, mengambil secawan anggur dan,
    Dan menawarkan kepadaku, berkata "
    Minumlah, karena anggur, mengakhiri hari- hari yang penuh penderitaan".

    Aku meminum dua tegukan dari batu merah delima bibirnya
    Cintanya muncul dihatiku dan memeluk jiwaku

    Penyanyi mulai melantunkan lagu pemujaan akan kecantikan wajah Sang kekasih yang
    Juwita,
    Dan hatiku diberi semangat baru untuk cinta dan mencintai

    Saat aku melihat kepang rambutnya terlepas,
    Gairah hati menyalakan api asmara kekasihku tercinta di jiwaku

    Ketika anggur yang bening itu memabukkan jiwa mereka
    Kumpulan para Pecinta melingkari Sang Yang
    Kekasih seperti cincin

    Dalam keinginan untuk melihat kiblat penggoda yang indah menawan,
    Hatiku yang seperti burung melompat jauh dari jatidiriku dan melonjak terbang menuju
    Sang Yang Kekasih Tercinta

    Karena kemurahanNya, Sang Yang Kekasih
    Tercinta menganugrahkan cahaya hati di dalam pertemuan para pecinta dan menyatakan " Hanya saat ngengat terbang masuk didalam kobaran api, maka ia benar benar mengerti api sejati".

  • Api Sang Yang Kekasihku Tercinta

    Kekasihku tercinta masuk, mengambil secawan anggur dan,
    Dan menawarkan kepadaku, berkata "
    Minumlah, karena anggur, mengakhiri hari- hari yang penuh penderitaan".

    Aku meminum dua tegukan dari batu merah delima bibirnya
    Cintanya muncul dihatiku dan memeluk jiwaku

    Penyanyi mulai melantunkan lagu pemujaan akan kecantikan wajah Sang kekasih yang
    Juwita,
    Dan hatiku diberi semangat baru untuk cinta dan mencintai

    Saat aku melihat kepang rambutnya terlepas,
    Gairah hati menyalakan api kekasihku tercinta di jiwaku

    Ketika anggur yang bening itu memabukkan jiwa mereka
    Kumpulan para Pecinta melingkari Sang Yang
    Kekasih seperti cincin

    Dalam keinginan untuk melihat kiblat penggoda yang indah menawan,
    Hatiku yang seperti burung melompat jauh dari jatidiriku dan melonjak terbang menuju
    Sang Yang Kekasih Tercinta

    Karena kemurahanNya, Sang Yang Kekasih
    Tercinta menganugrahkan cahaya hati di dalam pertemuan para pecinta dan menyatakan " Hanya saat ngengat terbang masuk didalam kobaran api, maka ia benar benar mengerti api sejati".

  • Hanya Keindahan Semata

    Sejak aku memulai perjalanan di jalan
    Cintamu
    Semua kelihatan indah dimataku
    Yang burukpun kelihatan cantik
    Taman ini tidak ada kehijauan sebelumnya
    Namun sekarang seperti surga di langit

    Engkau berjalan kearahku dengan anggun
    Seanggun cemara,
    Dengan rambut seharum kasturi
    Kau uraikan harumnya gulungan rambutmu,
    Dan hatiku hilang karenamu,
    dan sakit cintakupun tumbuh

    Ketika matamu yang memabukkan menggoda mereka yang jatuh cinta kepadamu,
    Engkau melemparkan pandanganmu yang menghidupkan di dalam hatiku –
    Hingga mencapai penglihatan, sehingga aku bisa menyaksikan betapa rupawannya wajahmu
    Kecerdasan akal muncul dengan pola baru, yang menjauhkan aku dari kemabukan
    Namun cintamu menghancurkan rencananya dan membuatnya bersembunyi dengan penuh kehinaan

    Engkau samodra yang pemurah, aku gurun pasir yang tandus dan haus
    Aku harus menghilang untuk menjadi engkau sepenuhnya, seperti setetes air yang menjadi samodra.

    Bunga mawar tumbuh didataranmu dan memamerkan wajahnya yang cantik jelita
    Namun dikala wajahmu hadir malam ini,
    Inti keindahan terpampang

    Mengapa bertanya tentang datang dan perginya penganugrah cahaya kepada jiwa la datang dengan hati penuh kegembiraan dan pergi untuk menetap bersamamu

  • Kebun Apel

    Hari ini kebun apel terasa seperti ciuman
    Sang yang Kekasih
    Warnanya yang semerah mawar mengingatkan aku pada rona merah pipi
    Sang Yang Kekasih hatiku

    Di persemayaman kecantikan kita yang sangat berharga dan tidak terkekang,
    Aku melihat seorang pecinta yang mengorbankan dirinya sendiri menuju Taman
    Bunga Mawar

    "Apa yang terjadi?" Mengapa begitu gila dan dalam kebingungan ?" Aku bertanya
    "Pencerahan untuk menjunjung Sang Yang
    Kekasih telah memanggilku", dia menjawab

    Samodra cinta kita adalah seperti laut yang bergolak
    Siapapun yang tenggelam di dalamnya akan mempunyai sebuah hati yang merupakan rahasia gaib Sang Yang Maha Sakral

    Aku bukan yang hanya satu-satunya terjerat siang dan malam oleh belahan rambut panjangnya
    Siapapun yang melihat matanya yang nakal, dapat membuktikan bahwa menjadikan diri terjebak adalah satu-satunya pilihan

    Aku melihat seorang penasihat pandai dan berakal yang menolak adanya kepedihan di dalam cinta,
    Terpana, dan mengembara di dataran kegilaan cinta

    Nurbakhsh memasuki kedai minum dari dunia kemanunggalan jati
    Banyak cerita yang dapat ia disampaikan tentang keributan yang disebabkan oleh bibirNya yang manis
    Alireza Nurbakhsh
    Banbury, 14 Juli 2023

  • Jalan Cinta

    Semalam, di dalam Candi Majuz, aku dalam kekaguman, saat sekali lagi menyaksikan uraian ikal rambutmu

    Sepertinya cinta telah menyalibku dengan panjang rambutmu,
    Aku hilang dalam ikal rambutmu dan tiada sesuatupun tersisa dari diriku

    Aku kira karena engkau telah menjeratku
    Engkau akan memudahkan jalanku
    Semua perkiraanku ternyata tidak satupun terjadi, seperti desahan diwaktu fajar

    Aku adalah pengembara di wilayahMu
    Ketika aku menyadari bahwa,
    Ada jalan menuju ambang kecantikanMu melalui Jalam " Cinta "

    Engkau melihatku sekejap dan berkata beberapa rahasia dengan penuh samaran halus
    Kata-kataMu yang anggun semanis gula nektar

    Ketika bayangan perawakanMu tercetak dalam badanku
    Aku memahami bahwa segala sesuatu selain
    Cinta adalah kekosongan dan Khayalan belaka

    Aku tidak mempunyai keinginan apapun apabila Sang Yang Kekasih menganugrahkan cahaya
    Semalam, kegembiraan yang tiada tara di dalam candi Majuz, disebabkan hanya oleh sekejap pandangan matanya.

  • Kemurnian Sang Ahli Gaib Guru Majuz

    Kemurnian sang ahli gaib Guru Majuz telah membuatku tertarik kepada Cinta
    Dia berkata padaku untuk membasuh rasa malu di kedua mata yang dikarenakan telah melihat kejahatan

    Dia melanjutkan, tanamlah bibit cinta dan kesetiaan di kebun mawar hati
    Dan memahami bahwa " merasa tersinggung' adalah sangat bertentangan dengan" sifat sifat Kesatrian".

    Datanglah di wilayah kecantikan Sang Yang
    Kekasih
    Dan jadikanlah tempat itu relung doamu
    Bebas dari jeratan tipuan hawa napsu dan pemujaan terhadap diri sendiri

    Bacalah kata-kata dari Sang Yang penuh rahmat, terukir diatas batu tulis hatimu
    Dan petiklah beberapa bunga ketika meliwati taman Sang Yang Kekasih yang Maha Suci

    Tuangkan anggur murni cinta dan kasih sayang kedalam mangkuk " kesalahan"
    Sekarang saatnya untuk minum, kasmaran dan hilang ingatan karena' terpikat' .atau
    'Tendi"

    Sang kekasih yang jail dan nakal dan tiada taranya, berkata seperti ini pada pertemuan
    'orang orang yang telah terpikat ' atau' rendan':" Aku menjadi pemandu "di jalan kebenaran sejati " dengan jalan memuja berhala".

    Betapa sangat mengagumkan bahwa lampu kedai minum memberikan cahaya kepada seluruh dunia dan menunjukkan jalan cinta dan kebebasan