Kategori Puisi: Puisi Spiritual

  • Penjarah Hati

    Dimana penjarah hati malam ini ?
    la bersikap dingin dan tidak peduli sepanjang malam

    Aku merindukan si penjarah hati dengan penuh kemesraan
    Walaupun dia mengejar hati dan agamaku malam ini
    Hanya dengan sebuah lirikan, dia mencuri hatiku
    Betapa aku sangat merindukan kepedihan karena cintanya malam ini !

    Segala pemikiran selain membayangkan wujud wajahnya yang sangat rupawan menawan, akan merupakan suatu kesalahan besar malam ini

    Apabila aku terbunuh oleh cintanya saat ini,
    Demi Tuhan, memang sangat pantas dan benar adanya

    Duh penggoda hati yang genit dan kemayu
    Aku duduk penuh penantian dan harapan akan kedatanganmu malam ini

    Dia Sang Yang Terkasih menganugrahkan cahaya dihatiku dan dihatimu:
    Maka berhentilah bertanya " Dimanakah Sang
    Yang Terkasih?" Malam ini.

    Alireza Nurbakhsh
    22 Mei 2023, Banbury.

  • Duri Dan Mawar

    Apabila engkau tidak melihat dirimu sendiri sebagai Duri, engkau tidak akan berubah menjadi Mawar
    Apabila engkau tidak menganggap dirimu sendiri" bukan apapun ", hatimu tidak akan berubah menjadi samodra

    Dunia akan terlihat buruk bagimu, apabila engkau dikuasai oleh kepentingan dan memusatkan diri sendiri
    Tanpa mengosongkan jati dirimu, dunia tidak akan kelihatan indah dimatamu

    Guru Ruhani kami, saat dalam pertemuan di
    Kedai Kehancuran, berkata bahwa
    "Orang yang memusatkan kepentingan diri sendiri, tidak akan terpanah asmara di dalam pesta kita ".
    Pinjamlah mata Sang Yang Kekasih yang menyalakan jiwa dengan cinta
    Bawalah cahaya untuk matamu
    Dan berilah matamu penglihatan

    Tawarkanlah dirimu sepenuhnya demi Cinta dari Sang Yang Kekasih didalam hatimu
    Pertukaran itu akan memberikanmu
    Kebahagiaan abadi

    Duh' keindahan yang tiada taranya, perlihatkan wajahmu, dan lepaskanlah kedua jalinan rambutmu
    Untuk menciptakan teriakan kegembiraan dan keramain di Jalur Cinta

    Sang Yang Kekasih yang meletakkan keberadaan jati diri di suluh api
    Tidak akan menerima apapun kecuali Cinta

    Sang Yang Kekasih menganugrahkan cahaya dihati
    Yang membuat" orang yang tidak percaya yang "khusus", Yang hanya percaya kepada
    Cinta

  • Hati Yang Tergila- Gila

    Malam telah tiba, wahai sang penyaji anggur(sagi)
    Tuangkanlah anggurmu cangkir demi cangkir
    Cintaku saat ini adalah api yang akan membakar kedua-duanya, kedai anggur maupun gudang anggur

    Aku menangkap sekilas tatapan mata Sang penyaji anggur saat dia bergerak dengan kaki peraknya

    Aku akan mengingat kisah tentang kegilaan sakit asmaraku yang disebabkan oleh matanya yang memabukkan

    Aku harus membersihkan semua noda selain darinja
    Dengan ciuman dari bibirnya yang semerah anggur,
    Aku harus menyerahkan keberadaan jati diriku
    Dan mencari wajah Sang Yang Kekasih yang cantik mempesona

    Sambil meraung dan menjerit, aku akan mencekal rambutnya
    Hingga Sang Yang Kekasih mengikat hatiku yang tergila-gila dengan rantai ikal rambutnya

    Katakan kepada orang yang bingung dan cendekiawan yang penuh gaya, bahwa cangkirmu pecah berkeping-keping
    Aku tidak mau kelicikan, pergilah jauh jauh bersama orang asing

    Aku akan menutupi langit dengan kecantikan
    Sang Yang Terkasih yang seperti gelombang gelora awan
    Agar turun hujan cahaya cintanya untuk semua hati yang hancur
    Nurbakhsh, habiskan anggurmu- cukup dengan dongeng dongeng !
    Sang Penyaji anggur (Sagi) sedang bersamamu
    Pandangannya yang sekilas penuh dengan cinta kepadamu

  • Jalan Melaksanakan

    CINTA DAN KASIH SAYANG

    Aku tidak akan menjadi seseorang yang akan merebut dan mematahkan jalinan cinta dan kasih sayang
    Dan menghindar dari Sang Yang Kekasih yang sangat berharga, yang telah lama menderita

    Apabila Sang Yang Kekasih menyuruhku pergi dari pertapaan keindahannya
    Aku akan memohon lagi kepadanya
    Di ambang pintu cintanya

    Aku dibebaskan dari rambut panjangnya,
    Namun terjebak oleh mabuk matanya yang seperti bunga Narsis

    Hatiku telah tertangkap oleh matanya yang nakal –
    Oh', Aku tersesat, apa yang harus aku lakukan?.

    Untuk melihatnya, aku akan pergi jauh di atas batas khayalanku
    Tidak perlu minta petunjuk dari para penujum
    Aku tidak mempunyai keraguan sama sekali

    Walaupun jalan sangat panjang, dan musuh hatiku menanti saat untuk menyerang
    Aku akan ber-renang dengan penuh semangat di dalam hati yang seperti samodra tiada batas

    Saat aku melepaskan jati diriku
    Dan menyaksikan semua polanya didalam hatiku
    Aku akan mempelajari jalan dan cara cara untuk melaksanakan cinta

    Betapa lembutnya bulan-
    Seperti keindahan yang melekat ke
    Nurbakhsh
    "Aku berencana untuk mengungkapkan kemurahan cinta dari Sang Yang Kekasih
    Tercinta yang tidak terlihat"

  • Kidung Kasmaran

    Datanglah kekedai minum apabila engkau mencari Sang Yang Kekasih Tercinta
    Dan duduklah tanpa sadar akan dirimu sendiri
    Mengingat hanya Kesucian Sang Yang Kekasih
    Tercinta.

    Engkau akan dihidupkan kembali dalam cinta di Sanggar Suci Sang Yang Kekasih Tercinta
    Ketika Dia Sang Yang Kekasih meremas, mengadoni tanah liat dalam dirimu dan membentuk menjadi sebuah cawan

    Penjelmaan wajah Sang Penyaji anggur dan keluhurannya yang tiada bandingnya
    Akan membebaskan dirimu dari akal, dan membuatmu gila dalam cinta

    Minum seteguk anggur bening Sang kekasih
    Akan membebaskan dari dirimu sendiri dan engkau akan menyanyikan kidung kasmaran
    Menari berputar putar mengelilingi kobaran apiNya dengan penuh kegembiraan
    Engkau akan memasuki apinya seperti ngengat

    Ketika hatimu lepas landas membumbung seperti rajawali
    Engkau akan terbang menuju gunung penghapusanNya
    – sekarang engkau telah tiba di" rumah "

    Tidak ada jejak apapun dari Sang Yang
    Penganugrah Cahaya terlihat pada para penguni kedai minum
    Dia, Sang Yang Pemberi Cahaya, tersembunyi dari kita, diantara puing puing, seperti harta karun

  • Layak Untuk Dicintai

    Aku ingin sekali duduk disampingmu saat fajar menjelang
    Dan menghujani wajahmu yang bersinar seperti bulan purnama dengan ciuman

    Dan berkata, " Wahai engkau yang menjadikan setiap hati dan agama terbelah,
    Engkau tidak menanyakan apapun tentang orang yang mencintaimu –
    Adat apakah ini?.

    Bingung, aku berlari kesegala arah mencari matamu yang seperti bunga Narsis yang memabukkan
    Tidak ada seorangpun yang merasakan kehilangan seperti aku karena cintamu

    Walaupun aku telah menyerah pada lengkungan busur alismu yang menghancurkan keimanan
    Demi para dewa, aku pantas untuk menerima cinta dan kasih sayangmu,
    Walaupun hanya sekejap saja

    Apabila engkau memandangku dengan cinta yang lembut penuh kasih sayang
    Maka akan tidak ada lagi tersisa tentang jati diriku, namun hanya Cinta

    Walaupun tidak ada sesuatu apapun
    Namun wajahmu hadir didunia wujud
    Engkau tetap tersembunyi
    Apabila tidak ada mata yang bisa melihat

    Tidak ada penggoda hati sepertimu dialam keberadaan
    Engkau adalah permata bagi kami
    Dan engkau menganugrahkan cahaya pada hati di seluruh dunia

  • Kecantikan Pemberian Tuhan

    Semalam suntuk, matanya yang menggoda telah ditujukan kehatiku

    Dia merebut agama dan kepercayaanku, dan menjarah hatiku yang sedang kasmaran

    Dia membawa mangkuk gambaran dunia dan secawan anggur semerah batu delima

    Di mangkuk itu la menjunjung wajahnya sendiri yang rupawan menawan

    Siapapun yang melihat kecantikan pemberian
    Tuhan itu, akan terbebaskan dari dirinya sendiri

    Dan seperti diriku sendiri, rela memberikan dunia dan akerat, dan pemikiran tentang
    "Aku" dan" Kita".
    Dia memberikan cinta dan membuka rahasia gaib hanya dengan lirikannya
    Dia membangkitkan banyak orang dengan nafasnya yang sehangat Jesus

    Aku berkata kepadanya " Aku sangat merindukanmu, duduklah bersamaku wahai kekasihku yang tercinta ".

    Dia menjawab " Siapapun yang meminta sesuatu dari kekasihnya itu bukan Pecinta sejati".

    Aku berkata " Tanpamu, hari ini maupun besuk tidak lagi ada kenikmatan ".
    Dia menjawab " Seorang Pecinta sejati tidak berbicara tentang hari esuk ".

    Aku kembali berkata " Engkau tau siapa yang telah memberi cahaya kepadaku …?.
    Dia menjawab " Ya, aku tau. la begitu diliputi cinta yang luar biasa kepadaku, sehingga ia mohon pertolongan dari Tuhan".

  • Bagamana Aku Tau

    Bagaimana aku tau, mengapa aku menjadi benar benar gila kepada Cinta, atau
    Kenapa aku tersihir oleh cintamu siang dan malam

    Bagaimana aku tau, mengapa aku hilang dalam gulungan ombak rambutmu
    Matamu yang memabukkan telah menimpaku
    Dan aku menjadi terpesona

    Bagaimana aku tau, mengapa aku menjadi pengembara yang kebingungan
    Dalam menapak di jalanmu
    Aku telah menjadi bola api yang berputar seperti matahari di cakrawala

    Mengapa engkau bertanya kepadaku bagaimana aku bisa menjadi buta, tuli dan bisu
    Aku telah melihat wajahmu yang cantik jelita
    Dan menjadi tidak bisa ditanya lagi
    Engkau bertanya lagi, mengapa aku tidak lagi ingat akan diriku sendiri
    Bagaimana aku tau" mengapa",
    Aku saat ini sedang mabuk asmara oleh cintamu

    Orang yang berakal sehat mengira bahwa aku hanya sedih semata
    Namun adalah kepedihan cintamu yang menyebabkan hatiku menjadi berdarah

    Aku mengerti bahwa engkau menganugrahkan cahaya kepadaku siang dan malam
    Pencerahan yang engkau anugrahkan
    Telah membuatku tanpa pamrih, lupa akan kepentinganku sendiri,
    dan tergila gila dengan cinta kepadamu

  • Tidak Akan Pernah

    Aku tidak akan pernah bernafas tanpa Cinta dari Sang Yang Kekasih Tercinta
    Nafasku adalah hadiah tanda cinta darinya,
    Hal itu tidak akan ada jalan lainnya

    Para cendekiawan tidak menyadari penampilan Sang Yang Kekasih yang nakal saat berjalan ke perguruan tinggi
    Kemungkinannya, mereka tidak akan pernah terpikat oleh matanya yang memabukkan

    Wahai sang penyaji anggur (sagi) tuangkanlah anggur yang membakar jiwa untukku
    Duh' Sang Yang Pemberi Hidup,
    Sakitnya cintaku, tidak akan pernah ada yang bisa melampui sakit ini – tidak akan pernah bisa

    Tuangkanlah anggur yang semerah batu delima,
    Dan aku akan mengorbankan hidupku kepadamu
    Belajar dan jubah keimanan tidak akan membuat siapapun merah merona karena mabuk

    Yang Juwitaku yang penggoda, datang kepadaku dengan penuh keanggunan,
    Orang lain tidak akan pernah menjadi tergila- gila seperti aku, oleh kecantikan wajah Sang
    Yang Kekasih Tercinta

    Lagu lagu kerinduan pemusik bergema di tempat pertemuan para pecinta dan para kekasih
    Tidak akan pernah ada lagi tarian dan keramaian seperti ini dibawah surga yang berputar

    Dia Sang Yang Terkasih, akan menganugrahkan cahaya kepada jiwaku dimana saja dan disetiap saat
    Cintanya tidak akan pernah meninggalkan hatiku

  • Kisah Tentang” Cinta”

    Saat sedang merindukanmu, aku duduk dan mulai bercerita
    Mabuk karena cintamu, aku bercerita sambil menguraikan air mata

    Setiap malam aku minum bergelas-gelas anggur dalam mengenang cintamu
    Guna menghapus dan mencabut jalan kealiman palsu

    Aku harus meninggalkan kota kecerdasan yang tidak jujur dan suka menipu, dan menuju ke alam hati
    Disana aku akan mengangkat panji -panji cinta

    Aku adalah burungmu, engkau beri aku sayap- sayapku dan juga bulu – buluku
    Aku terjerat oleh rambutmu, kemudian engkau mulai menerbangkanku dengan dirimu sendiri

    Ketika wajahmu yang juwita tercermin dalam samangkuk anggur
    Aku terbakar seperti lilin oleh panasnya lirikan matamu

    Aku akan mengingat kisah tentang cintamu untuk kerumuman pengunjung kedai minum
    Dan pergi kekawasanmu yang anggun mempesona
    Demi untuk mengorbankan hidupku

    Nada cintamu selalu bersamaku
    Engkau anugrahkan aku dengan cahaya yang keanggunannya tiada hentinya