Aku ingin sekali duduk disampingmu saat fajar menjelang
Dan menghujani wajahmu yang bersinar seperti bulan purnama dengan ciuman
Dan berkata, " Wahai engkau yang menjadikan setiap hati dan agama terbelah,
Engkau tidak menanyakan apapun tentang orang yang mencintaimu –
Adat apakah ini?.
Bingung, aku berlari kesegala arah mencari matamu yang seperti bunga Narsis yang memabukkan
Tidak ada seorangpun yang merasakan kehilangan seperti aku karena cintamu
Walaupun aku telah menyerah pada lengkungan busur alismu yang menghancurkan keimanan
Demi para dewa, aku pantas untuk menerima cinta dan kasih sayangmu,
Walaupun hanya sekejap saja
Apabila engkau memandangku dengan cinta yang lembut penuh kasih sayang
Maka akan tidak ada lagi tersisa tentang jati diriku, namun hanya Cinta
Walaupun tidak ada sesuatu apapun
Namun wajahmu hadir didunia wujud
Engkau tetap tersembunyi
Apabila tidak ada mata yang bisa melihat
Tidak ada penggoda hati sepertimu dialam keberadaan
Engkau adalah permata bagi kami
Dan engkau menganugrahkan cahaya pada hati di seluruh dunia