Saat sedang merindukanmu, aku duduk dan mulai bercerita
Mabuk karena cintamu, aku bercerita sambil menguraikan air mata
Setiap malam aku minum bergelas-gelas anggur dalam mengenang cintamu
Guna menghapus dan mencabut jalan kealiman palsu
Aku harus meninggalkan kota kecerdasan yang tidak jujur dan suka menipu, dan menuju ke alam hati
Disana aku akan mengangkat panji -panji cinta
Aku adalah burungmu, engkau beri aku sayap- sayapku dan juga bulu – buluku
Aku terjerat oleh rambutmu, kemudian engkau mulai menerbangkanku dengan dirimu sendiri
Ketika wajahmu yang juwita tercermin dalam samangkuk anggur
Aku terbakar seperti lilin oleh panasnya lirikan matamu
Aku akan mengingat kisah tentang cintamu untuk kerumuman pengunjung kedai minum
Dan pergi kekawasanmu yang anggun mempesona
Demi untuk mengorbankan hidupku
Nada cintamu selalu bersamaku
Engkau anugrahkan aku dengan cahaya yang keanggunannya tiada hentinya