Malam telah tiba, wahai sang penyaji anggur(sagi)
Tuangkanlah anggurmu cangkir demi cangkir
Cintaku saat ini adalah api yang akan membakar kedua-duanya, kedai anggur maupun gudang anggur
Aku menangkap sekilas tatapan mata Sang penyaji anggur saat dia bergerak dengan kaki peraknya
Aku akan mengingat kisah tentang kegilaan sakit asmaraku yang disebabkan oleh matanya yang memabukkan
Aku harus membersihkan semua noda selain darinja
Dengan ciuman dari bibirnya yang semerah anggur,
Aku harus menyerahkan keberadaan jati diriku
Dan mencari wajah Sang Yang Kekasih yang cantik mempesona
Sambil meraung dan menjerit, aku akan mencekal rambutnya
Hingga Sang Yang Kekasih mengikat hatiku yang tergila-gila dengan rantai ikal rambutnya
Katakan kepada orang yang bingung dan cendekiawan yang penuh gaya, bahwa cangkirmu pecah berkeping-keping
Aku tidak mau kelicikan, pergilah jauh jauh bersama orang asing
Aku akan menutupi langit dengan kecantikan
Sang Yang Terkasih yang seperti gelombang gelora awan
Agar turun hujan cahaya cintanya untuk semua hati yang hancur
Nurbakhsh, habiskan anggurmu- cukup dengan dongeng dongeng !
Sang Penyaji anggur (Sagi) sedang bersamamu
Pandangannya yang sekilas penuh dengan cinta kepadamu