Semalam, di dalam Candi Majuz, aku dalam kekaguman, saat sekali lagi menyaksikan uraian ikal rambutmu
Sepertinya cinta telah menyalibku dengan panjang rambutmu,
Aku hilang dalam ikal rambutmu dan tiada sesuatupun tersisa dari diriku
Aku kira karena engkau telah menjeratku
Engkau akan memudahkan jalanku
Semua perkiraanku ternyata tidak satupun terjadi, seperti desahan diwaktu fajar
Aku adalah pengembara di wilayahMu
Ketika aku menyadari bahwa,
Ada jalan menuju ambang kecantikanMu melalui Jalam " Cinta "
Engkau melihatku sekejap dan berkata beberapa rahasia dengan penuh samaran halus
Kata-kataMu yang anggun semanis gula nektar
Ketika bayangan perawakanMu tercetak dalam badanku
Aku memahami bahwa segala sesuatu selain
Cinta adalah kekosongan dan Khayalan belaka
Aku tidak mempunyai keinginan apapun apabila Sang Yang Kekasih menganugrahkan cahaya
Semalam, kegembiraan yang tiada tara di dalam candi Majuz, disebabkan hanya oleh sekejap pandangan matanya.