Hanya Keindahan Semata

Written by

in

Puisi Spiritual

Sejak aku memulai perjalanan di jalan
Cintamu
Semua kelihatan indah dimataku
Yang burukpun kelihatan cantik
Taman ini tidak ada kehijauan sebelumnya
Namun sekarang seperti surga di langit

Engkau berjalan kearahku dengan anggun
Seanggun cemara,
Dengan rambut seharum kasturi
Kau uraikan harumnya gulungan rambutmu,
Dan hatiku hilang karenamu,
dan sakit cintakupun tumbuh

Ketika matamu yang memabukkan menggoda mereka yang jatuh cinta kepadamu,
Engkau melemparkan pandanganmu yang menghidupkan di dalam hatiku –
Hingga mencapai penglihatan, sehingga aku bisa menyaksikan betapa rupawannya wajahmu
Kecerdasan akal muncul dengan pola baru, yang menjauhkan aku dari kemabukan
Namun cintamu menghancurkan rencananya dan membuatnya bersembunyi dengan penuh kehinaan

Engkau samodra yang pemurah, aku gurun pasir yang tandus dan haus
Aku harus menghilang untuk menjadi engkau sepenuhnya, seperti setetes air yang menjadi samodra.

Bunga mawar tumbuh didataranmu dan memamerkan wajahnya yang cantik jelita
Namun dikala wajahmu hadir malam ini,
Inti keindahan terpampang

Mengapa bertanya tentang datang dan perginya penganugrah cahaya kepada jiwa la datang dengan hati penuh kegembiraan dan pergi untuk menetap bersamamu