Kidung Asmarandana

Kumpulan puisi spiritual dan kisah tentang Sufi

SAJAK EMPAT BARIS NOMOR DUA PULUH TUJUH

Perlihatkan wajahmu, dan aku akan mengorbankan hidupku
Aku akan menjadi seperti bunga mawar, yang meluruhkan kelopaknya dikakimu
Engkau tidak tertarik sama sekali kepadaku, itu katamu
Apabila aku engkau hancurkanpun, aku tidak akan melawan

* * * *

Cinta yang mengalir didalam darah hatiku
Adalah tanda mata dari Sang Yang Kekasih, dan itu untuk mencintai
Aku terus bertahan mengangkat cangkirku yang kosong untukNya
Walaupun aku tau bahwa banyak orang yang bersumpah menyerahkan hatinya kepadaNya

* * * * *

Ikutilah jalan kesucian, bukan jalan perhitungan seperti jual beli dan pertukaran
Berusahalah bekerja untuk memberantas kebencian daripada mengumpulkan buku
Berapa lama engkau akan mencemaskan tengtang masa lalu dan masa depan?
Hidup terus berlalu, namun engkau masih tidur nyenyak

* * * * *

Apabila engkau berniat untuk berjalan pada jalan ke-satria-an dan kebajikan
Serta jalan pemaaf, pemurah hati dan beramal
Lakukanlah kebaikan, cinta dan kasih sayang, penuh Welas asih serta dermawan
Bersikaplah adil, namun jangan mengharapkan perlakuan yang sama

* * * * *

Sang Yang Terkasih memanahku dengan anak panah dari busur panah alisnya
Aku kehilangan hatiku karena dia Sang Yang Terkasih berlari kencang dari segala arah menuju kepadaku
Cintanya telah membuat hatiku berpuing-puing – bahw itu benar adanya
Aku harus membangun kembali hatiku yang hancur dengan CintaNya

Alireza Nurbakhsh
10 Februari 2025

Related posts