Kidung Asmarandana

Kumpulan puisi spiritual dan kisah tentang Sufi

SAJAK EMPAT BARIS NOMER DUA PULUH DELAPAN

Ketika hati berputar mengelilingi penggairah hati
Peredarannya seperti sebuah planet mengelilinggi matahari
Yang bebas dari keaneka ragaman dan hiruk pikuk keriuhan keberadaan
Dan mengelilingi cinta yang berkilau indah seperti percikan api

* * * * *

Adalah hal yang tidak mungkin untuk menyadari kebenaran sejati tanpa melakukan usaha dan pengorbanan
Atau menjadi seperti cahaya yang membelah kegelapan
Hidup sangatlah singkat dan waktu sangatlah berharga
Kita harus mempercepat kebajikan, selama akhir dari perjalanan belum kelihatan

* * * * *

Setetes air hujan, anugrah Tuhan
Mengendarai angin dengan penuh kegembiraan menuju lautan
Menyatu dengan samodra, hilang tanpa bekas
Semua pada akhirnya akan kembali kepada sumbernya

* * * * *

Mereka tidak kasmaran, karena hati mereka tidak tergugah oleh gairah cinta
Dan tidak menghabiskan siang dan malamnya dalam kegelisahan kepedihan cinta
Walaupun engkau bernasehat untuk melawan cinta dengan ratusan alasan
Bagi seorang yang sedang kasmaran, wajah Sang Yang Kekasihlah hanya bukti yang diperlukan

* * * * *

Aku harus tidak akan meminta apapun kepada Sang Yang Kekasih, aku berjanji pada diriku sendiri
Dan aku tidak akan melakukan sesuatu apapun, tanpa kelalain, semua yang tidak disukai oleh Sang yang Terkasih
Sang Yang Kekasih datang padaku “Kamarilah Kekasih ku sepanjang waktu”.
Sampai kapan engkau akan terus berkata seperti ini “Aku harus akan” dan “Aku tidak akan?”

Alireza Nurbakhsh
Banbury, 27 February 2025

Related posts