Kidung Asmarandana

Kumpulan puisi spiritual dan kisah tentang Sufi

SANG AHLI GAIB MAJUS

Sang Ahli gaib Majus menyantapku dalam apinya hingga aku terbakar sepenuhnya.
Sehingga aku tidak sadar akan diriku sendiri
Dan tidak tau apapun kecuali Cinta

Kekasihku tercinta berkata kepadaku tentang Kecantikan Pemberian Tuhan
Sehingga cinta menjadi suasana batinku dan semua yang aku ucapkan.

Pendakwah agama berbicara hanya tentang kemarahan Tuhan,
Karena hanya sifat inilah yang dapat mereka lihat,
Aku kehilangan hatiku; Aku hanya membaca buku tentang keanggunannya.

Sejak dari pertama saat aku melihat mata bunga Narsisnya yang memabukan
Aku membuat sumpah pengabdian
Dan itu tercetak dalam jiwaku

Saqi Sang Penyaji anggur, pergi ke bejana tempat penyimpanan anggur
Dan memanggilku untuk berada disebelahnya
Seluruh jiwaku dan seluruh ragaku dipadamkan oleh cinta.

Di dalam kedai asmara, aku pasrahkan diriku kepada Kekasihku yang penuh kebajikan
Dia melucuti segala galanya yang ada padaku
Dengan panah dari matanya

Aku menghabiskan hidupku sebagai abdi Sang Ahli Gaib Majus,
Beliau menganugrahkan Cahaya kepadaku di candi api hatiku.

Alireza Nurbakhsh — Banbury, 10 Oktober 2024

Related posts