Jangan pergi, ‘Duh Kekasihku yang Tercinta —
Aku akan mengorbankan hati dan jiwaku hanya untukmu
Datanglah dan duduklah bersamaku sebentar saja, O’ Cahaya Bulanku
Tanpamu aku tidak memerlukan dunia ini
Dalam kehancuran, tanpa cintamu
Aku tidak tau tentang wacana yang lainnya
Aku tidak tau apapun selain dirimu
Hatiku menjunjung tinggi cintamu,
Wajahmu yang cantik jelita memenuhi pikiranku
Apabila aku sampai berpikir yang lainnya,
Aku sangat menyesalkan pemikiran itu
Aku bersumpah dihadapanmu
Aku tidak punya siapa siapa selain engkau di dunia ini,
Aku tidak ingin selain engkau
Aku bukan ini, aku bukan itu; Engkau adalah jiwaku dan belahan jiwaku
Saat menjelang fajar wajahmu yang cantik jelita muncul didalam lubuk hatiku:
Lihatlah mataku yang banjir air mata,
Aku masih mabuk dari kegembiraan melihat wajahmu yang cantik jelita
Engkau, dengan tatapanmu yang mempesona,
Telah menjadikanku sebagai Majnunmu
Matamu yang tajam dan memabukkan,
Telah menjadikanku kebingungan
Dan hanya kehancuranlah yang tertinggal
‘Wahai engkau, yang paling berharga didalam jiwaku,
Datanglah dan duduklah disampingku
Engkau yang telah menganugrahkan pancaran cahaya gemerlap kepadu:
Aku adalah Raja Sulaiman di alammu.
Alireza Nurbakhsh — Paris, 17 Desember 2023


