Kidung Asmarandana

Kumpulan puisi spiritual dan kisah tentang Sufi

SAJAK EMPAT BARIS NOMER DUA PULUH SATU

Kita harus meninggalkan “Kami” dan “Aku” untuk sejenak
Dan bebas dari belenggu akal, harus menyerah kepada ketidak warasan dan atau kegilaan
Kita harus mengorbankan hati dan agama demi rambut panjang Sang Yang Kekasih,
dan tewas larut didalam cinta

* * * * *

Tidak ada jalan lain, kecuali jalan hati dan cinta seorang kekasih
Tidak ada Raja, namun Yang satu ini akan membawamu jauh dari dirimu sendiri
Kita telah bertemu banyak orang Sakti dan orang pandai di dunia ini
Mereka sungguh sangat berpengetauan, namun tidak satupun bangun kesadarannya

* * * * *

Di lembah cinta, tidak ada apapun kecuali kemurnian
Juga, tidak ada sesuatupun namun hanya membiarkan punahnya jatidiri dan lenyapnya segala perbuatan yang salah
Ini adalah bukan tempat tinggal bagi sembarang orang nakal ataupun orang jahil
Maka, ingatlah, jangan kesana tanpa ketulusan

* * * * *

Kita semua datang dari “ketiadaan”, dan akan hilang dalam “ketiadaan”
Kita menghabiskan waktu mengejar khayalan dan impian maya
Mengetaui bahwa, semua perbuatan kita didunia ini menuju ketiadaan
Maka, lebih baik menapak dijalan dengan cinta kepada Sang Yang Kekasih Tercinta

* * * * *

Akhirnya, cahaya kecantikanku, si pembunuh para pecinta, datang kepadaku
Dia merampok hatiku, agamaku, segala penalaranku dan kepercayaanku
Dia berkata “Engkau tidak tau, kepada siapa telah engkau serahkan hatimu!
Aku lebih kecil daripada ketiadaan, namun lebih besar dari dunia dan seluruh isinya

Alireza Nurbakhsh
London, 20 November 2024

Related posts