Aku telah menghabiskan hidupku selamanya mencintai Kekasih Hatiku Tercinta;
Katakan, apabila ada pekerjaan yang lebih baik dari itu di seluruh dunia ini.
Temanku semua, apabila engkau tidak beruntung untuk menemukan cinta seorang kekasih
Letakkan semuanya sekarang juga dan pergilah mencari kekasih hatimu
Bagaimana engkau tau darimana engkau datang dan kemana engkau akan pergi?!
Ketauilah ini; bahwa cintalah yang pada akhirnya menarikmu kearahnya
Aku katakan sesungguhnya; bahwa engkau tidak akan menemukan kepuasaan dan keberhasilan
Apabila engkau tidak menemukan teman yang rupawan dan menawan serta cocok didunia ini
Teruslah mencari seperti •burung derkuku• dan tetaplah menunggu dipintunya Sang Yang Kekasih Tercinta,
Tetaplah dalam pencarianmu, lihatlah kekanan dan kekiri, dalam kerinduan kepadanya memanggil SANG YANG KEKASIH TERCINTA dengan nyanyian “Der Ku Ku ku” Der Ku Ku ku”: “dimana” “dimana”.
Hingga Sang Yang Kekasih Tercinta melirik padamu,
Mungkin engkau beruntung dan terjerat oleh rambut panjang Sang Yang Terkasih Tercinta
Sang Yang Kekasih Tercinta menganugrahkanku cahaya dalam jiwaku
Membuat jiwaku terlontar terbang keatas
Untuk bertemu dengan Kekasihku tercinta yang semanis gula dan cantik jelita rupawan menawan.
Alireza Nurbakhsh — Banbury, 12 May 2023
Catatan kaki penulis:
Menurut Wikipedia, burung derkuku dikeramatkan di India sebagai dewa kerinduan dan Dewa keinginan: Kamadeva. Sedangkan di Jepang, burung derkuku lambang cinta yang tidak dibutuhkan. Burung jantan dan betina mengeluarkan suara yang lembut “ku ku, ku ku” berulang ulang. Burung jantan yang tidak atau belum menemukan pasangannya bernyanyi “Ku Ku, Ku Ku” untuk menarik lawan jenis dan jodohnya. Sedangkan burung betina menyanyi “Ku Ku” terus menerus saat sedang bercinta.
Burung derkuku didalam budaya Jawa melambangkan: ketentraman dan kebahagiaan, serta keamanan dan dipercaya membawa keberuntungan.


