Kidung Asmarandana

Kumpulan puisi spiritual dan kisah tentang Sufi

BAWALAH AKU PERGI

Duh Sagi, sang penyaji anggur,
Tuangkanlah anggur dan buatlah aku melupakan ke “Akuan” dan “kekitaan”,
Berikanlah kepedihan asmara dan ijinkanlah aku tinggal di pertapaan ajaib dengan hati yang gembira.

Duh Sang kekasihku tercinta,
Aku terjerat dalam libatan ikal rambutmu.
Bukalah jaringan rambutmu dan bebaskanlah aku,
Sehingga aku bisa bebas menjadi milikmu.

Oh penyanyi, bagaimana kalau nada nada ceria dari petikan Saz’ dan kecapi?
Tolong tumbangkanlah segala kekwatiran,
Dan anugrahkanlah kebahagiaan serta semangat api gelora jiwa.

Cintamu adalah berita yang menggembirakan dimanapun hadirnya,
Oh angin pagi yang sumilir,
Bawalah cerita tentang Sheerin untuk Farhad.

Walaupun semua tidak akan menjadi buruan Sang kekasih,
Satu saat biarkanlah burung hati menangkap mata sang pemburu lagi dan lagi.

Mata Sang Kekasih yang sedang dalam khayali,
Meninggalkan hatiku dalam kehancuran.
Oh teman, berdoalah,
Katakanlah kepada Sang Kekasih tercinta,
Untuk menghentikan wahana yang tak tertahankan beratnya.

Saat kehilangan kesadaran,
Nurbakhsh berkata kepada kekasihnya yang tercinta: “Bukalah penutup wajahMu, dan buatlah aku melupakan segala galanya kecuali CintaMu”.

Alireza Nurbakhsh — Banbury, 8 Februari 2023

Related posts