Kidung Asmarandana

Kumpulan puisi spiritual dan kisah tentang Sufi

SAJAK EMPAT BARIS NOMER DUA PULUH ENAM

Mereka yang menyerahkan “Aku” dan “Kami” dan berdiri dalam kebenaran sejati
Akan selalu bersatu dengan Saqi sang penyaji anggur dari Sang Yang Kekasih yang tiada bandingnya
Seperti lilin, mereka membakar diri untuk memberikan cahaya
Mengilhami mereka yang mencari kemurnian dan ketulusan sejati

* * * * *

Engkau mengundang kami kedalam persemayamanmu
Dan kami menceritakan kepadamu apa yang telah engkau ketaui
Walaupun kelihatannya engkau sebagai kekasih
Namun sesungguhnya engkau adalah Pecinta sejati, dan kami hanyalah orang orang yang kebingungan

* * * * * *

Untuk hidup dalam ketulusan, pengabdian dan kemurnian
Untuk berserah diri kepada Sang Yang Kekasih dengan penuh keiklasan
Pemabuk yang tersayang menasehatiku sebagai berikut:
Dalam Cinta, jadilah seekor foniks, si burung api yang membumbung ke angkasa

* * * * *

Selama engkau terikat pada diri sendiri
Engkau tidak akan mencapai pada para pecinta yang sakit cinta
Jalan “kehilangan” tidak akan mengantarkanmu kepada mereka orang orang yang tercerahkan
Sampai dengan engkau merasakan, mengalami dan menjalani cinta abadi didalam kehidupan

Yang akan menghantarkanmu pada pencapaian tujuan dan bergabung dengan para rendan si pemabuk cinta

* * * * *

Memandang diri sendiri telah menjadi penutup dan penghalang bagi engkau dan aku
Jauh dari nafas cinta adalah suatu siksaan bagi engkau dan aku
Hingga sampai kita saling mencintai tanpa “Engkau” dan “Aku”
Dengan demikian, kita akan memusnahkan ombak dan gelembung “Engkau” dan “Aku”

Alireza Nurbakhsh
Banbury, 27 Januari 2025

Related posts