Kekasihku tercinta masuk, mengambil secawan anggur dan,
Dan menawarkan kepadaku, berkata “Minumlah, karena anggur, mengakhiri hari-hari yang penuh penderitaan”.
Aku meminum dua tegukan dari batu merah delima bibirnya
Cintanya muncul dihatiku dan memeluk jiwaku
Penyanyi mulai melantunkan lagu pemujaan akan kecantikan wajah Sang kekasih yang Juwita,
Dan hatiku diberi semangat baru untuk cinta dan mencintai
Saat aku melihat kepang rambutnya terlepas,
Gairah hati menyalakan api kekasihku tercinta di jiwaku
Ketika anggur yang bening itu memabukkan jiwa mereka
Kumpulan para Pecinta melingkari Sang Yang Kekasih seperti cincin
Dalam keinginan untuk melihat kiblat penggoda yang indah menawan,
Hatiku yang seperti burung melompat jauh dari jatidiriku dan melonjak terbang menuju Sang Yang Kekasih Tercinta
Karena kemurahanNya, Sang Yang Kekasih Tercinta menganugrahkan cahaya hati di dalam pertemuan para pecinta dan menyatakan “Hanya saat ngengat terbang masuk didalam kobaran api, maka ia benar benar mengerti api sejati”.
Alireza Nurbakhsh
Banbury, 7 Mei 2023


