Kata Pengantar
Kata Pengantar
Hanya Allah Yang Maha Mutlak atas segala-galanya.
Pengertian Sufi di dalam Tarekat Tasawuf Nimatullahi adalah orang yang menjalani kehidupan sebagai suatu perjalanan spiritual melalui jalan cinta, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT guna mencapai kemanunggalan dengan Sang Yang Maha Wujud.
Untuk mencapai kemanunggalan, mencintai dengan mutlak terhadap Sang Yang Maha Tunggal adalah satu-satunya pendekatan yang memungkinkan kemanunggalan kawulo Gusti tercapai.
Mencintai dengan mutlak kepada Sang Yang Pencipta merupakan cerminan dari dasar penciptaan itu sendiri, yaitu CINTA. Hanya atas dasar semata Allah menciptakan manusia beserta seluruh jagad raya dan seisinya hingga langit tingkat tujuh. Semua ciptaan selain manusia khusus ditujukan sebagai sarana penunjang kehidupan manusia di dunia. Tujuan utamanya adalah agar manusia bisa menikmati kehidupan di dunia penuh dengan kenyamanan. Semua sarana penunjang itu dipersiapkan demi kenyamanan dan kelangsungan ras manusia hidup di bumi.
CINTA Tuhan Allah Sang Yang Maha Pencipta dan Maha Tunggal Mutlak kepada manusia ciptaan-Nya adalah awal dari segala ciptaan itu sendiri. Contohnya bumi dan jagad semesta diciptakan berjuta-juta tahun sebelum penciptaan manusia itu sendiri.
Melalui pendekatan Sifat Sang Yang Mutlak yang abadi, sakral, dan penuh kerahasiaan. Juga karena sifat keberadaan wujud mutlak Sang Yang Pencipta yang juga berada di dunia kasat mata melalui bukti keberadaan atas segala ciptaan akan alam semesta serta alam gaib tingkat tujuh (Ibnu Al-Arabi – Javad Nurbakhsh), maka hanya melalui pendekatan spiritual-lah satu-satunya jalan sebagai pendekatan atas kesakralan dan keabadian sifat wujud Yang Maha Mutlak.
Sedangkan untuk mampu merasakan dan melihat keberadaan dan kehadiran wujud mutlak Sang Yang Pencipta yang Maha Tunggal, Allah SWT, di dunia fana, Sufi Nimatullahi menggunakan CINTA sebagai jalan yang memungkinkan untuk mencapai kemanunggalan, dalam arti bisa merasakan dan melihat keberadaan dan kehadiran Sang Yang Maha Mutlak pada setiap ciptaan-Nya. Termasuk di sini manusia, hewan, alam semesta, dan alam gaib tingkat tujuh.
Di dalam Sufi Nimatullahi ada dua jalan untuk mencapai kemanunggalan, yaitu diejawantahkan melalui pengabdian kepada seluruh ciptaan, dengan tujuan akhir terwujudnya kemanunggalan karsa kawula Gusti.
Konsep cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan melalui pengabdian kepada segala ciptaan adalah dasar konsep kemanunggalan pada Tarekat Tasawuf Nimatullahi. Konsep ini berdasarkan konsep "kesatuan atau kemanunggalan wujud" yang disampaikan oleh Ibnu Al-Arabi, yang menyatakan bahwa semua ciptaan bersumber dari satu sumber, Yang Pencipta yang Maha Tunggal, Allah SWT.
Sebagaimana disampaikan oleh Dr. Djavad Nurbakhsh dalam penjelasannya tentang landasan dasar pembelajaran etika spiritual dalam Sufi Nimatullahi, yaitu Kesatuan Wujud atau unity of being, dengan penjelasan sebagai berikut: segala perbedaan apa pun yang terlihat dengan mata dan dapat dirasakan oleh panca indra, maupun yang tidak bisa dilihat dengan mata dan dirasakan, pada dasarnya berasal dari sumber yang sama, yaitu Allah SWT.
Sehingga segala tingkah laku dan perbuatan dalam hidupnya dipersembahkan hanya kepada Sang Yang Maha Pencipta Yang Maha Tunggal. Persembahan hidup kepada Sang Yang Maha Tunggal bukan hanya sekadar menjalani kehidupan itu sendiri, namun sebagai bentuk pengabdian tulus ikhlas yang diejawantahkan, bukan sekadar untuk bertahan hidup dan menjalankan kehidupan apa adanya, namun memandang kehidupan sebagai suatu anugerah, di mana kehadiran dan keberadaannya menjadi ada karena atas dasar CINTA Sang Yang Tercinta semata.
Kumpulan puisi spiritual Dr. Alireza Nurbakhsh merupakan catatan perjalanan spiritual cinta sang penulis kepada Penciptanya. Semoga dengan membaca puisi indah karangan Dr. Alireza Nurbakhsh, Tuhan akan menganugerahkan cinta di dalam hati kita. Cinta sakral pantas dipersembahkan kepada Sang Yang Sakral itu sendiri, yaitu Gusti Allah Sang Yang Maha Tunggal, Maha Pengasih, Maha Penyayang.
Hanya Gusti Allah yang Maha Mutlak atas segala-galanya.