Puisi Spiritual Nimatullahi406 halaman, A5

Di kotak cetak pilih Simpan sebagai PDF, atur Margin: Tidak ada, nyalakan Grafik latar belakang, dan matikan Header dan footer. Lihat hasilnya di PDF dengan tampilan dua halaman.

Puisi Spiritual Nimatullahi

Kumpulan puisi, sajak, dan kisah sufi

Pemimpin dan Pemandu Spiritual Sufi Nimatullahi Global

Kata Pengantar

Kata Pengantar

Hanya Allah Yang Maha Mutlak atas segala-galanya.

Pengertian Sufi di dalam Tarekat Tasawuf Nimatullahi adalah orang yang menjalani kehidupan sebagai suatu perjalanan spiritual melalui jalan cinta, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT guna mencapai kemanunggalan dengan Sang Yang Maha Wujud.

Untuk mencapai kemanunggalan, mencintai dengan mutlak terhadap Sang Yang Maha Tunggal adalah satu-satunya pendekatan yang memungkinkan kemanunggalan kawulo Gusti tercapai.

Mencintai dengan mutlak kepada Sang Yang Pencipta merupakan cerminan dari dasar penciptaan itu sendiri, yaitu CINTA. Hanya atas dasar semata Allah menciptakan manusia beserta seluruh jagad raya dan seisinya hingga langit tingkat tujuh. Semua ciptaan selain manusia khusus ditujukan sebagai sarana penunjang kehidupan manusia di dunia. Tujuan utamanya adalah agar manusia bisa menikmati kehidupan di dunia penuh dengan kenyamanan. Semua sarana penunjang itu dipersiapkan demi kenyamanan dan kelangsungan ras manusia hidup di bumi.

CINTA Tuhan Allah Sang Yang Maha Pencipta dan Maha Tunggal Mutlak kepada manusia ciptaan-Nya adalah awal dari segala ciptaan itu sendiri. Contohnya bumi dan jagad semesta diciptakan berjuta-juta tahun sebelum penciptaan manusia itu sendiri.

Puisi Spiritual Nimatullahi2
Kata Pengantar

Melalui pendekatan Sifat Sang Yang Mutlak yang abadi, sakral, dan penuh kerahasiaan. Juga karena sifat keberadaan wujud mutlak Sang Yang Pencipta yang juga berada di dunia kasat mata melalui bukti keberadaan atas segala ciptaan akan alam semesta serta alam gaib tingkat tujuh (Ibnu Al-Arabi – Javad Nurbakhsh), maka hanya melalui pendekatan spiritual-lah satu-satunya jalan sebagai pendekatan atas kesakralan dan keabadian sifat wujud Yang Maha Mutlak.

Sedangkan untuk mampu merasakan dan melihat keberadaan dan kehadiran wujud mutlak Sang Yang Pencipta yang Maha Tunggal, Allah SWT, di dunia fana, Sufi Nimatullahi menggunakan CINTA sebagai jalan yang memungkinkan untuk mencapai kemanunggalan, dalam arti bisa merasakan dan melihat keberadaan dan kehadiran Sang Yang Maha Mutlak pada setiap ciptaan-Nya. Termasuk di sini manusia, hewan, alam semesta, dan alam gaib tingkat tujuh.

Di dalam Sufi Nimatullahi ada dua jalan untuk mencapai kemanunggalan, yaitu diejawantahkan melalui pengabdian kepada seluruh ciptaan, dengan tujuan akhir terwujudnya kemanunggalan karsa kawula Gusti.

Puisi Spiritual Nimatullahi3
Kata Pengantar

Konsep cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan melalui pengabdian kepada segala ciptaan adalah dasar konsep kemanunggalan pada Tarekat Tasawuf Nimatullahi. Konsep ini berdasarkan konsep "kesatuan atau kemanunggalan wujud" yang disampaikan oleh Ibnu Al-Arabi, yang menyatakan bahwa semua ciptaan bersumber dari satu sumber, Yang Pencipta yang Maha Tunggal, Allah SWT.

Sebagaimana disampaikan oleh Dr. Djavad Nurbakhsh dalam penjelasannya tentang landasan dasar pembelajaran etika spiritual dalam Sufi Nimatullahi, yaitu Kesatuan Wujud atau unity of being, dengan penjelasan sebagai berikut: segala perbedaan apa pun yang terlihat dengan mata dan dapat dirasakan oleh panca indra, maupun yang tidak bisa dilihat dengan mata dan dirasakan, pada dasarnya berasal dari sumber yang sama, yaitu Allah SWT.

Sehingga segala tingkah laku dan perbuatan dalam hidupnya dipersembahkan hanya kepada Sang Yang Maha Pencipta Yang Maha Tunggal. Persembahan hidup kepada Sang Yang Maha Tunggal bukan hanya sekadar menjalani kehidupan itu sendiri, namun sebagai bentuk pengabdian tulus ikhlas yang diejawantahkan, bukan sekadar untuk bertahan hidup dan menjalankan kehidupan apa adanya, namun memandang kehidupan sebagai suatu anugerah, di mana kehadiran dan keberadaannya menjadi ada karena atas dasar CINTA Sang Yang Tercinta semata.

Puisi Spiritual Nimatullahi4
Kata Pengantar

Kumpulan puisi spiritual Dr. Alireza Nurbakhsh merupakan catatan perjalanan spiritual cinta sang penulis kepada Penciptanya. Semoga dengan membaca puisi indah karangan Dr. Alireza Nurbakhsh, Tuhan akan menganugerahkan cinta di dalam hati kita. Cinta sakral pantas dipersembahkan kepada Sang Yang Sakral itu sendiri, yaitu Gusti Allah Sang Yang Maha Tunggal, Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Hanya Gusti Allah yang Maha Mutlak atas segala-galanya.

Puisi Spiritual Nimatullahi5
Tentang Penulis Buku: Dr. Alireza Nurbakhsh

Tentang Penulis Buku: Dr. Alireza Nurbakhsh

Pemimpin dan Pemandu Spiritual Sufi Nimatullahi Global

Pemimpin Tarekat Tasawuf Nimatullahi Era Digital

Dr. Alireza Nurbakhsh adalah Pemimpin Sufi Nimatullahi Global sejak tahun 2008 hingga saat ini. Beliau juga pengembang Pusat Pendidikan Spiritual Sufi Nimatullahi Global yang berpusat dan berkedudukan di Khaniqah London dan Banbury, Oxford.

Mengenal Dr. Alireza Nurbakhsh lebih dalam

Dr. Alireza Nurbakhsh menjadi pemimpin Nimatullahi Sufi Order sejak 10 Oktober 2008, menggantikan Dr. Javad Nurbakhsh, ayahandanya yang meninggal pada hari tersebut. Dr. Alireza Nurbakhsh diangkat sebagai pemimpin Nimatullahi memenuhi keinginan terakhir dari ayahandanya, Dr. Javad Nurbakhsh.

Di bawah kepemimpinannya, Nimatullahi Sufi Order berkembang ke Asia, Eropa Timur, Australia, dan Amerika Selatan. Khaniqah-khaniqah baru bermunculan di wilayah tersebut.

Di samping pendirian Khaniqah di beberapa wilayah, Dr. Alireza Nurbakhsh juga mengedepankan pengabdian sosial dan pelayanan kepada masyarakat menjadi pengejawantahan etika moral Nimatullahi Sufi Order.

Puisi Spiritual Nimatullahi6
Tentang Penulis Buku: Dr. Alireza Nurbakhsh

Riwayat Hidup

Dr. Alireza Nurbakhsh berprofesi sebagai Notaris dan saat ini berkedudukan di London dan Banbury. Di samping latar pendidikan sebagai seorang Notaris, beliau juga seorang philosopher. Beliau mendapat gelar Ph.D. di bidang Philosophi dari Wisconsin, Madison University, USA, tahun 1988.

Beliau mendapatkan gelar sarjana Philosophy dari Melli University setelah menyelesaikan pendidikan setingkat SMA di Tehran, Iran, Albert High School 1973.

Dr. Alireza Nurbakhsh lahir pada tanggal 12 Agustus 1955 di kota kecil dekat Barn. Beliau pindah ke Khaniqah di Tehran hingga tahun 1977, saat meninggalkan Iran.

Riwayat Pendidikan Spiritual

Selama tinggal di Khaniqah di Tehran sejak umur dua tahun hingga remaja, beliau belajar Khorasanian Chivalry (Javanmardi) dari guru spiritual Sheikh Khobari. Beliau adalah Sufi yang paling setia dan penuh pengabdian kepada ayahandanya. Dr. Alireza Nurbakhsh masuk resmi menjadi Sufi pada Nimatullahi Sufi Order pada saat umur 18 tahun.

Puisi Spiritual Nimatullahi7
Tentang Penulis Buku: Dr. Alireza Nurbakhsh

Atas permintaan ayahandanya, Dr. Alireza Nurbakhsh kembali ke London setelah meraih gelar Ph.D. dan memulai penerbitan Sufi Journal. Dalam waktu yang sama beliau mengambil gelar Notaris di London di samping menjadi Sheikh pada London Khaniqah.

Pengurus Tarekat Tasawuf Nimatullahi Indonesia

R.ay San Gayatri Putri Yuwana adalah pendiri dan pengurus Tarekat Tasawuf Nimatullahi Indonesia. Silakan ke Halaman Pendiri Tarekat Tasawuf Nimatullahi Indonesia untuk selengkapnya.

Referensi

Nimatullahi Sufi Order, Master of the Nimatullahi Sufi Order, London.
Wikipedia – Dr. Alireza Nurbakhsh, Master of Nimatullahi Sufi Order.

Puisi Spiritual Nimatullahi8
Tentang Penerjemah

Tentang Penerjemah

R.Ay San Gayatri Putri Yuwana

R.Ay San Gayatri Putri Yuwana adalah penanggung jawab Tarekat Tasawuf Nimatullahi Indonesia, yang salah satu kegiatannya adalah Meditasi spiritual lintas agama dan kepercayaan.

Di samping itu, beliau adalah editor jurnal Sufi “Etika Spiritual” yang mulai terbit pada September 2026, serta pendiri Yayasan Widyo Suwarno, yayasan yang bergerak di bidang pendidikan masyarakat, terutama etika spiritual dan budi pekerti.

Riwayat Singkat

R.Ay San Gayatri Putri Yuwana adalah seorang ibu dan nana, di samping sebagai pemerhati masalah sosial dan pekerja aktif di bidang sosial di UK dan di Indonesia.

Lahir: Delanggu, Klaten, 14 Juli 1964.
Ibu dari Tias dan George Taylor, serta Eyang bagi Grace, Beatrix, dan Alex, dari keluarga Simon Cheverst dan Tias Taylor.
Ayah: Alm. Widyo Suwarno.
Ibu: Alm. Yunani.
Saudara: 9 bersaudara.

Puisi Spiritual Nimatullahi9
Tentang Penerjemah

Riwayat Pendidikan

SD N Boto 1
SMP N 1 Delanggu
SMA N 1 Kartasura
Sekolah Bintara Polisi Wanita Angkatan 7, 1983
Sekolah Bahasa Hankam jurusan Bahasa Inggris, 1992–1994
Sekolah Perwira Polisi Wanita Angkatan 17, 1995
Sekolah Guru dan Pengajar Bahasa Inggris, Sekolah Bahasa Hankam, 1996
Kursus Bahasa Inggris British Council, 1996

Master of Business and Administration, Huddersfield University Business School, 1996–1999.
M.Phil. on Economics, Newcastle University, 1999–2001, di bawah supervisor Dr. Ivan Weir dan Dr. David Barlow.
Program Doktor, Fakultas Philosophi dan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, 2008–2010, di bawah bimbingan Prof. Dr. Mubyarto dan Prof. Dr. Damarjati Supadjar.
Department of Philosophy, Post Graduate – doctorate programme, Leeds Metropolitan University, 2011–2013, di bawah bimbingan The Reverend Prof. Dr. Robinson.

Puisi Spiritual Nimatullahi10
Tentang Penerjemah

Riwayat Pekerjaan

Kepolisian RI, 1982 – mengundurkan diri 1998
Yayasan Scope-UK, Kepala Cabang Scope Harrogate, North Yorkshire, England, 2003
Yayasan Sue Ryder Care-UK, Kepala Cabang Knaresborough, England, 2003–2008
Yayasan Mind-UK, Kepala Cabang Harrogate, England, 2010–2011
Yayasan Breast Cancer UK, Kepala Cabang London, 2014
Yayasan Victoria Housing, Kepala Cabang South West London, 2015
Yayasan Shelter-UK, Kepala Cabang Hammersmith, London, 2016
Yayasan Cancer Research-UK, Kepala Cabang Muswell Hill, North London, 2017–2022
Yayasan Age-UK, Kepala Cabang Shoreham by Sea, 2022
Yayasan Richard House Hospice, Kepala Cabang East London, 2022–2023
Yayasan British Heart Foundation, Kepala Cabang East Ham, London, 2023–2024

Riwayat Pengabdian sebagai Relawan

Yayasan Nimatullahi, London, 2024 – sekarang
Yayasan Widyo Suwarno, 2005 – sekarang

Puisi Spiritual Nimatullahi11
Daftar Isi

Daftar Isi

Kidung Asmarandana22

‘Buah Cinta’23
” HARI BARU ” PARA PECINTA24
AKU ADALAH ENGKAU26
Aku Cinta Kepadamu28
Aku Harus Berbuat30
Alasan Yang Tidak Bisa Ditekuk32
Anggur Cinta33
Anting Anting Pengabdian34
APAKAH ADA? TIDAK ADA36
Apakah Engkau Tau?37
Api Asmara39
Api Sang Yang Kekasihku Tercinta41
Arti Diriku42
Autumn Morning Dew44
Bagamana Aku Tau46
BAHASA CINTA DAN KASIH SAYANG48
Puisi Spiritual Nimatullahi12
Daftar Isi
Baik Dan Buruk49
Batu Api Cinta50
BAWALAH AKU PERGI52
Bawalah Aku Pergi I 241001 20472354
Berputar Di Hati56
Bersatu Dalam Keberagaman58
Betapa Menajubkan60
Betapa Menakjubkan62
Blooming Roses This Autumn63
Bondi Beach Australia64
Buah Cinta66
Bumi Yang Asing67
Bumi yang Asing 241001 210417(1)69
Butterfly71
Cerita Tentang Seorang Laki Laki73
CINTA77
Cinta Di Dalam Kehancuran79
Datanglah81
Debu Diatas Jalan Cinta83
Di Antara Jajaran Para Pecinta85
Dia Telah Muncul86
Duka, Hatiku88
Puisi Spiritual Nimatullahi13
Daftar Isi
Duri Dan Mawar89
Engkau Dan Aku91
Gambaran Didalam Hati92
Guru Ahli Cinta Dan Kasih Sayang94
HADIR DI DALAM KETIDAK HADIRAN96
Hanya Keindahan Semata97
Hatiku Yang Bergelora Cinta99
Hati Yang Bergelora100
Hati Yang Tergila- Gila101
Hidup dalam Saat103
Hilang Kesadaranku Di Dalam104
Hujan106
Hujan Belas Kasihan107
IJINKANLAH109
In Love111
Jalan Cinta115
JALAN LURUS116
Jalan Melaksanakan117
Jangan Pergi119
Juru Bicara Cinta121
Kasmaran Yang Abadi123
Keanggunan Sang Yang Kekasih124
Puisi Spiritual Nimatullahi14
Daftar Isi
KEBENARAN SEJATI YANG126
Kebun Apel127
Kecantikan Beraroma Kesturi129
Kecantikan Pemberian Tuhan130
Kedipan Asmara Sang Kekasih132
Kedipan Asmara Sang Yang Tercinta134
Keindahan Gunung Sedona135
Keindahan Yang Tak Berhias137
KEINGINAN HATI138
Kekasih Yang139
Kemurnian Hati140
Kemurnian Sang Ahli Gaib Guru Majuz142
Kepastian Hati144
Kerajaan Cinta149
Kerinduan151
Kidung Kasmaran152
Kisah-Kisah Sufi154
Kisah Para Sufi159
Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh163
Kisah Tentang” Cinta”170
Kisah tentang Cinta171
Kisah Tentang Seorang Pecinta Yang172
Puisi Spiritual Nimatullahi15
Daftar Isi
Kita Tidak Tau Yang Lainnya175
Kuangkat Cawan Sebagai Persembahan Rasa Syukurku177
Layak Untuk Dicintai179
Lenyap181
Mandalaning Gusti183
Manungalling Kawula Gusti185
Manusia Sautuhnya187
Manusia Seutuhnya 241003 160500188
MENCINTAI SANG YANG CANTIK JELITA189
Mengenang Kekasih Yang Tiada Taranya191
Miracle Of Your Love193
N # | Ara R196
Nafas Demi Nafas Menuju Kedai199
Neither Dying Nor Living201
Oalandar202
Obat Nafsu Angkara204
Pembebasan205
Pembeli Sang Yang Kekasih Tercinta207
PENAKLUK HATI208
Pencarian210
Pencerahan212
Puisi Spiritual Nimatullahi16
Daftar Isi
Pengabdian Cinta214
Pengakuan Palsu216
Pengorbanan Diri Seorang Kekasih218
Penjarah Hati219
Penjual Anggur Belahan Jiwaku220
Penjual Anggur Terkasih221
Perayaan Tahun Baru Para Kekasih222
PERJANJIAN CINTA224
Persemayaman Keindahan226
PESAN CINTA228
Pesta Kemanunggalan230
Pesta Kemanunggalan Jati 240915 065259232
Rindu Untuk Melihatmu234
Saat235
Sang Ahli Gaib Guru Majus236
Sang Ahli Gaib Majus238
SANG YANG KEKASIH240
Sang Yang Kekasih Dengan242
Sang Yang Kekasih Yang Sangat244
Searching For God245
Sebuah Pendekatan Baru247
Sekilastatapan249
Puisi Spiritual Nimatullahi17
Daftar Isi
Setelah Engkau Dan Aku250
Siapa Aku251
Subuah Pendekatan Baru253
Sumber Air254
Sumpah Dan Janji Cinta255
Terbakar Habis, Meleleh Lenyap257
Terbiasa Dengan Cinta259
Tewas Karena Cinta261
The Dangling Tears On The Eyelashes262
The Drop Of Rain Water264
The Wine-Seller Master266
TIDAK269
Tidak Ada Yang Lainnya270
Tidak Akan Pernah272
Untuk Mencapai274
WAJAH MILIK TEMAN276
Wajah Teman278
WAKTU BERLALU279
When I See Your Beautiful Face281
Puisi Spiritual Nimatullahi18
Daftar Isi

Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris283

Aku Harus Berbuat284
Api Sang Yang Kekasihku Tercinta286
Bencana Dari Memusatkan287
Hati Yang Bergelora289
Kekasih Yang290
Nafas Demi Nafas Menuju Kedai291
Sajak Empat Baris293
Sajak Empat Baris 2295
Sajak Empat Baris 8297
Sajak Empat Baris Nomer299
Sajak Empat Baris Nomer 10301
Sajak Empat Baris Nomer Dua Belas303
Sajak Empat Baris Nomer Dua Puluh305
Sajak Empat Baris Nomer Empat Belas307
Sajak Empat Baris Nomer Enam Belas309
Sajak Empat Baris Nomer Lima Belas311
Sajak Empat Baris Nomer Sebelas313
Sajak Empat Baris Nomer Tiga Belas315
Sajak Empat Baris Nomor 8317
Puisi Spiritual Nimatullahi19
Daftar Isi
Setelah Engkau Dan Aku319
Sumpah Dan Janji Cinta320

Kumpulan Kisah tentang Sufi322

Cerita Tentang Seorang Laki Laki323
Cermin Kecaman Diri327
Di Antara Jajaran Para Pecinta332
Hati Yang Bergelora333
Ibunda Parvaneh334
Kepastian Hati339
Kisah Para Sufi344
Kisah Pertapa Sakti Dan Wanita Yang349
Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh354
Kisah Seorang Yang Telah360
Kisah tentang Pelajaran Cinta Sejati364
Manusia Seutuhnya 241003 160500370
Mengenang Kekasih Yang Tiada Taranya371
Oalandar373
Penari yang Mempesona375
Qalandar: Guru Manunggaling Jati380
Sang Ahli Gaib Guru Majus382
Puisi Spiritual Nimatullahi20
Daftar Isi
Sebuah Pendekatan Baru (1)383
Suara Sapi dalam Pikiran385
Sumpah Seorang Pembersih Jalan388
Ujian Hati392

Lainnya397

HATI YANG BERGELORA398
Kisah Para Sufi399
Puisi Spiritual Nimatullahi21

Kidung Asmarandana

144 puisi

22
Kidung Asmarandana

‘Buah Cinta’

Semalam,
Di wilayahnya kedai minum,
Aku mengalami pertemuan yang sangat luar biasa.
Aku melihat wajah yang sangat cantik jelita dan aku jatuh cinta seratus kali dan selamanya.

Sangat beruntung mereka yang hidup dan nafasnya hanya untuk Sang Kekasih yang tercinta dan yang tiada bandingnya.

Siapapun yang memegang dengan sia sia harapan untuk bersatu dengannya, hidup dalam ketidak tauan akan wajahnya yang gaib.

Kedai Minum menghargai dan menghormatiku, karena cintaku kepadaMu.
Itu adalah buah dari kesulitan yang bertahun tahun..
Walaupun pengawas dan penguji yang mementingkan diri sendiri menunjuk kekuranganku,
Kesalahan penilaiannya disebabkan oleh matanya yang melihat hanya pada diri sendiri.

Saat melihatku, Guru Besar Majuz menyambutku dengan gembira dan berkata" Mari masuklah, Kekasihmu ada di dalam rumah".

Nurbakhsh telah tenggelam dalam lautan kehancuran,
Sebaliknya, semua saingannya takut akan gencarnya hantaman ombak, terjebak di pantai.

Alireza Nurbakhsh,
Banbury
22 Februari 2023.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi23
Kidung Asmarandana

” HARI BARU ” PARA PECINTA

Hari ini 'Hari Baru" temanku :' Nowruz "
Marilah menari dalam Kerinduan Cinta
Tangisan Cinta kita dan kedalaman cinta kita telah membuat hari ini sungguh berarti
Hari Baru kita, Nowruz kita, perayaan yang penuh berkah
Debu penderitaan di wajah kita ditiup oleh angin lembut beraroma harum bunga mawar

Saat kita dalam kemabukan, kita harus
MINUM,
itu adalah titah cinta,
Di kedai minum Sang ahli Majuz

Mengingat teman yang halus lemah lembut,
Kita sebaiknya merayakan dan bergembira disetiap nafas kita
Hari kita dan keadaan kita akan di rubah menjadi hamparan cinta yang tiada bandingnya

Kita harus membersihkan diri kita dari kebencian,
Mandi di sungai Cinta dan persahabatan
Kita harus memulai lagi perjalanan di
Jalan Cinta yang indah

Kita harus mendekati kiblat kebajikan dan keindahan dengan senyum gembira
Dan mengusir kepedihan serta kedukaan di hati kita yang penuh kemurungan, dengan bara cinta

Puisi Spiritual Nimatullahi24
Kidung Asmarandana

” HARI BARU ” PARA PECINTA (lanjutan)

Dimana mana adalah pertemuan kemesraan, sorak kegembiraan, kebahagiian yang luar biasa, serta saat yang sangat menggembirakan bagi para pecinta

Kita harus menghilang disamodra cinta yang tanpa dasar dan tak terbatas
Dengan hati penuh kebahagiaan

Aku telah menghabiskan waktuku dengan anggur
dan dengan Sang Yang Kekasih Tercinta di dalam Cinta yang termashyur
Aku dua-duanya, Laila dan Majnun,
Dan aku memberikan cahaya untuk kepentingan semua

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 18 Maret 2022
Puisi Spiritual Nimatullahi25
Kidung Asmarandana

AKU ADALAH ENGKAU

Pada suatu malam, Sang Yang Kekasih
Tercinta, yang kucintai melebihi jiwaku sendiri, mengetuk pintu
Siapa engkau? Aku adalah dirimu sendiri
"Kecantikan Yang Sejati" dia menjawab

Kekasihku, bagaimana mungkin engkau adalah aku dan aku adalah engkau ? Aku bertanya
"Bukalah mata hatimu sayangku, dan lihatlah, itu adalah engkau sendiri, yang bertingkah laku terpuji, " dia menjawab

Selama beberapa tahun, aku kehilangan diriku sendiri saat mencari diriku sendiri
Dengan cintamu, aku menemukan diriku didalam kebenaran sejati
Aku bersihkan semua noda tentang
"Engkau" dan "Aku" dari hatiku, dengan polesan mengingatmu setiap saat.
Aku melihat engkau di dalam diriku sendiri
Aku adalah Engkau, tanpa pertanyaan.

Kekasihku, aku tidak ingin hidup ini tanpa engkau,
Tidak ada harapan dan keinginan, namun hanya engkau didalam hatiku

Puisi Spiritual Nimatullahi26
Kidung Asmarandana

AKU ADALAH ENGKAU (lanjutan)

Duhai ' Sang Yang Kekasihku yang tiada bandingannya dan hanya satu -satunya,
Engkau yang bersemayam didalam hatiku,
Datanglah, dan akan kuceritakan semua kisah tentang cintaku kepadamu

Kita adalah dua tetes air yang menyatu dalam samodra cinta abadi:
Dua menjadi satu dengan Penganugrah cinta yang lemah lembut, Pengasih dan
Penyayang.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 18 February 2022
Puisi Spiritual Nimatullahi27
Kidung Asmarandana

Aku Cinta Kepadamu

Tanpa kepura-puraan dan dengan setulus hati dan jiwaku,
Ratusan ribu kali, Aku mencintaimu
Seumur hidupku Aku cinta kepadamu

Aku tidak ingat apapun, hanya engkau satu satunya yang aku ingat
Baik waktu malam maupun saat fajar menjelang pagi, Aku cinta kepadamu

Disini, disana dan disetiap tempat,
Didataran tinggi dan di taman taman bunga mawar, aku cinta kepadamu

MengingatMu sepanjang hidupku dan setiap saat adalah sangat menakjubkan,
Baik dimusim Dingin maupun di musim
Semi, Aku cinta kepadamu
Darimu kegenitan dan pandangan asmaramu
Dariku, kebutuhanku dan Kerinduanku
Tanpa mengharapkan apapun dan dengan ribuan ciuman mesra,
Aku cinta kepadamu

Wahai' Engkau yang membawa kebahagian dan kegembiraan pada setiap jiwa
Wahai" engkau, yang menjadi obat bagi semuanya
Aku bernyanyi dengan penuh kegembiraan, Aku Cinta Kepadamu

Puisi Spiritual Nimatullahi28
Kidung Asmarandana

Aku Cinta Kepadamu (lanjutan)

Didalam perjudian orang orang yang penuh cinta dan kasih sayang, kehilangan segala-galanya adalah tujuan utama
Wahai' Harapan bagi mereka yang mengharapkan kehilangan segala- galanya, Aku Cinta Kepadamu

Engkau berikan keberadaan jati- diriku kepada angin dengan rambutmu yang ikal acak-acakan
Duhai" penganugrah cahaya atas mereka yang berharga
Aku Cinta Kepadamu

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 14 January 2022
Puisi Spiritual Nimatullahi29
Kidung Asmarandana

Aku Harus Berbuat

SESUAI YANG DIA INGINKAN

Aku harus menjaga diriku tertutup dari semua penglihatan
Aku harus mengejawantahkan cinta diseluruh kaki langit

Alasan dan kebijaksanaan tidak mempunyai tempat di kedai minum
Aku harus menjelaskan dan menerangkan hanya tentang cinta dimana saja

Kekasihku yang cantik jelita,
Menembakkan panahnya dengan pandangan matanya
Menusuk hati dan jiwaku

Aku harus menyerahkan hatiku kepadanya sebagai sasaran yang mudah

Demi untuk mendapatkan ijin masuk kekediaman Suci untuk Keagungan dan
Kemurnian

Apapun yang dia perintahkan aku akan melaksanakannya
Apabila Kekasih pujaanku menghukumku dan menyuruhku pergi
Aku akan bersujud didepannya dalam debu
Aku tidak akan membangkang ataupun menangis

Puisi Spiritual Nimatullahi30
Kidung Asmarandana

Aku Harus Berbuat (lanjutan)

Namun apabila dia memanggilku ke pintunya dengan lirikannya yang penuh kasih sayang
Aku akan berdiri dalam sembahyang sakral
Di lenkungan kedua alisnya

Sang Yang Kekasih telah melepaskan cadar yang menutupi matanya yang seperti bunga
Narsis, juga yang menutupi rambutnya yang ikal berombak kepada kita
Aku harus melepaskan kembali burung yang berada di hatiku untuk terbang melayang lagi di langitnya

Nurbakhsh sedang mabuk dan mulai menari berputar putar dan menyanyi
Apabila Sang Yang Kekasih memanggilku ke kediaman sucinya, aku akan meniggalkan badanku dan hidup ini

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaMontreal, 21 September 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi31
Kidung Asmarandana

Alasan Yang Tidak Bisa Ditekuk

Teman,
Dunia ini sedang bergejolak.
Sangat sulit dimengerti, mengapa manusia menolak memilih jalan damai dan tentram.
Mungking alasannya adalah ketamakan dan keinginan akan kekuasaan disertai dengan nafsu yang tak terkendali.
Kelinci disebelah rumah kita juga tamak.
Namun tidak bisa mencabut dan menghancurkan kebun sayur kita, walaupun dengan segala akal dan daya upayanya.

Hanya dengan 'Cinta' nafsu yang tak terkendali bisa terobati.
Hanya dengan kasih sayang kecerdasan yang merusak menjadi bermanfaat dan kepandaian yang menghancurkan menjadi berguna.

Kita mengutamakan persaudaraan dalam mengatasi permusuhan.

Marilah semuanya kita undang untuk hadir dalam pesta " Cinta
Kebaikan dan kasih sayang ". Yang berlangsung dimana mana.

Alireza Nurbakhsh
London 15 February 2024

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi32
Kidung Asmarandana

Anggur Cinta

Wahai penyaji anggur jiwaku, jangan tuangkan apapun kecuali anggur cinta
Dan ijinkanlah tempat tidurku hanya berada disampingmu

Bawalah aku ke kedai minum dan tuangkanlah anggur yang paling ampuh
Yang Merah dan pahit rasanya- jangan tawarkan aku buku-buku dan ceramah- ceramah

Walaupun apabila pada suatu saat nanti akal dan kecederdasanku yang ikut campur tangan akan menjadi subuah pertanyakan,
Abaikanlah aku dan jangan menjawab apapun

Aku tidak kuat bertahan terpisah darimu di dunia ini
Janganlah menghukumku ataupun marah apabila aku memanggilmu
Aku berhenti berbicara untuk duduk didekatmu
Namun engkau pergi lagi- janganlah membuatku dalam penderitaan dan kesengsaraan

Engkau adalah air bagi kehidupanku
Kesegaran kecantikan yang abadi
Aku datang kepadamu dengan bibir yang kering, janganlah menunjukkan khayalan tentang lautan kepadaku

Semalam dalam perjalanan menuju kedai
Minum,
Sang Yang Terkasih menganugrahkan cahaya dan berkata kepadaku:
Wahai Sagi, penyaji anggur jiwaku, jangan menuangkan apapun namun hanya' anggur cinta '

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 14 Februari 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi33
Kidung Asmarandana

Anting Anting Pengabdian

KEPADA SANG MAHA GAIB
RAJA MAJUS

Ketika Sang Yang Terkasih hadir didalam hatiku, pencerahan membuatku hilang kesadaran
Sang Kekasih mengetahui bahwa aku telah mengerahkan segala apa yang ada pada diriku di jalanNya

Wacana cinta Sang penggugah hati membangkitkan gelora asmara
Aku menjaga untuk tetap berdiam diri, membiarkan hatiku mendengarkan suaranya

Ketika cinta yang datang dari wajahNya yang cantik jelita menyala didalam hatiku yang kasmaran
Sepanjang malam, aku gelisah seperti deburan ombak
Banyak yang berkunjung ke kedai minum, tetapi kembali jadi linglung, bingung, pusing dan haus
Atas rahmat Sagi Sang penyaji anggur, aku terus minum anggurnya yang jernih dan murni

Anggur dari bibirnya yang merah delima seperti batu rubi, menelan hati dan jiwaku,
Semalam aku dipapah dari pertemuan benar benar mabuk berat

Puisi Spiritual Nimatullahi34
Kidung Asmarandana

Anting Anting Pengabdian (lanjutan)

Sekolah Asmara itu liar dan riuh, tetapi
Anting anting pengabdian kepada Sang Ahli
Gaib Raja Majuz menghiasi telingaku

Sang Yang Kekasihku tercinta adalah penganugrah cahaya
Dia adalah pembeli, dan aku akan menjual diriku kepadanya, hanya dengan pandangan sekilasnya yang menggoda
Alireza Nurbakhsh
Toronto, 1 Oktober 2023

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi35
Kidung Asmarandana

APAKAH ADA? TIDAK ADA

Apakah ada wajah yang secantik wajahMu? Tidak ada!
Apakah ada jalan lain menujuMu selain jalan cinta? Tidak ada !

Ada air kehidupan dan kemabukan di bibirMu
Apakah ada yang seindah rambutmu yang ikal mayang bergelombang? Tidak ada!
Diseluruh alam kecantikan gaib
Apakah ada mata nakal seperti milikMu?
Tidak ada !

Bukankah ada api cinta di hati para pecinta dan kekasih? Benar !
Apakah ada keinginananmu untuk menjadi penyebar dan pemuka agama?
Tidak ada !

Seorang pecinta tidak akan pernah disibukkan oleh dirinya sendiri
Apakah ada yang lebih berharga dari pada kebingungan dalam perjalananmu
? Tidak ada !

CintaMu tidak mungkin bisa disampaikan dengan kata-kata
Apakah ada yang bisa menceritakan kisah cintamu lebih bagus dariku? Tidak ada !

Duhai' bulanku yang bercahaya terang benderang, terimalah
Apakah ada penganugrah cahaya seperti wajahMu? Tidak ada

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 4 February 2022
Puisi Spiritual Nimatullahi36
Kidung Asmarandana

Apakah Engkau Tau?

Apakah Engkau tau?
bahwa dalam kerinduanku kepadaMu,
Aku kebingungan karena Engkau?
Bahwa aku mencintaiMu dan aku adalah milikMu?

Apakah Engkau tau?
bahwa aku menghabiskan hari hariku menanyakan tentang Engkau kemanapun aku pergi?

Apakah Engkau tau ?
bahwa selama aku masih hidup,
Aku akan melaksanakan dengan sepenuh hati semua perintahMu
Dan menepati sumpahku kepadaMu

Apakah Engkau tau?
bahwa, ketika aku melihatMu,
Aku merasa sangat bahagia dan musnah semua kepedihan di dalam hatiku

Puisi Spiritual Nimatullahi37
Kidung Asmarandana

Apakah Engkau Tau? (lanjutan)

Apakah Engkau tau?
bahwa dimanapun aku berada
Menjadi tamuMu membuatku senang dan puas karena cukup segala-galanya

Apakah Engkau tau?
Aku Engkau berikan kepada angin
Dan menghancurkanku dengan gelombang rambutMu

Apakah Engkau tau?
Aku terbakar habis seperti lilin
Dan akan memberikan cahaya penerangan
Selama aku menjadi kekasihMu

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 28 April 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi38
Kidung Asmarandana

Api Asmara

SANG YANG KEKASIHKU TERCINTA

Kekasihku tercinta masuk, mengambil secawan anggur dan,
Dan menawarkan kepadaku, berkata "
Minumlah, karena anggur, mengakhiri hari- hari yang penuh penderitaan".

Aku meminum dua tegukan dari batu merah delima bibirnya
Cintanya muncul dihatiku dan memeluk jiwaku

Penyanyi mulai melantunkan lagu pemujaan akan kecantikan wajah Sang kekasih yang
Juwita,
Dan hatiku diberi semangat baru untuk cinta dan mencintai

Saat aku melihat kepang rambutnya terlepas,
Gairah hati menyalakan api asmara kekasihku tercinta di jiwaku

Puisi Spiritual Nimatullahi39
Kidung Asmarandana

Api Asmara (lanjutan)

Ketika anggur yang bening itu memabukkan jiwa mereka
Kumpulan para Pecinta melingkari Sang Yang
Kekasih seperti cincin

Dalam keinginan untuk melihat kiblat penggoda yang indah menawan,
Hatiku yang seperti burung melompat jauh dari jatidiriku dan melonjak terbang menuju
Sang Yang Kekasih Tercinta

Karena kemurahanNya, Sang Yang Kekasih
Tercinta menganugrahkan cahaya hati di dalam pertemuan para pecinta dan menyatakan " Hanya saat ngengat terbang masuk didalam kobaran api, maka ia benar benar mengerti api sejati".

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 7 Mei 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi40
Kidung Asmarandana

Api Sang Yang Kekasihku Tercinta

Kekasihku tercinta masuk, mengambil secawan anggur dan,
Dan menawarkan kepadaku, berkata "
Minumlah, karena anggur, mengakhiri hari- hari yang penuh penderitaan".

Aku meminum dua tegukan dari batu merah delima bibirnya
Cintanya muncul dihatiku dan memeluk jiwaku

Penyanyi mulai melantunkan lagu pemujaan akan kecantikan wajah Sang kekasih yang
Juwita,
Dan hatiku diberi semangat baru untuk cinta dan mencintai

Saat aku melihat kepang rambutnya terlepas,
Gairah hati menyalakan api kekasihku tercinta di jiwaku

Ketika anggur yang bening itu memabukkan jiwa mereka
Kumpulan para Pecinta melingkari Sang Yang
Kekasih seperti cincin

Dalam keinginan untuk melihat kiblat penggoda yang indah menawan,
Hatiku yang seperti burung melompat jauh dari jatidiriku dan melonjak terbang menuju
Sang Yang Kekasih Tercinta

Karena kemurahanNya, Sang Yang Kekasih
Tercinta menganugrahkan cahaya hati di dalam pertemuan para pecinta dan menyatakan " Hanya saat ngengat terbang masuk didalam kobaran api, maka ia benar benar mengerti api sejati".

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 7 Mei 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi41
Kidung Asmarandana

Arti Diriku

Jika aku duduk bersamamu walaupun hanya sekejap, aku hanyalah sebuah kata tanpa arti
Engkau memberi arti keberadaanku hanya apabila aku menjunjung parasmu didalam hatiku

Engkau tidak memerlukan apapun dariku
Namun aku sangat membutuhkan indahnya kedua matamu:
Engkau menatapku, saat engkau berkehendak mengambil hidupku yang berharga dengan sekilas tatapanmu

Engkau tebarkan aku kepada tiupan angin malam ini
Dengan rambutmu yang bergelombang dan beraroma harum kasturi
Wahai hatiku dan agamaku,
Apapun yang membahagiakanmu adalah benar dan tak ada salahnya
Engkau akan membebaskan aku dari diriku sendiri, ketika aku datang kepintumu
Sebagai cendera mata cintamu,
Aku akan memetik bunga mawar dari taman bungamumu

Mengapa engkau bercerita kepadaku tentang mereka yang kehilangan hatinya karena wajahmu yang cantik jelita?
Aku telah menyerahkan jiwaku kepadamu-
Datanglah sekarang, wahai Cinta lamaku

Meskipun engkau menginginkanku tanpa mengharapankan apapun,
Aku tidak bisa menolong diriku sendiri dari kegilaan karena cinta,

Puisi Spiritual Nimatullahi42
Kidung Asmarandana

Arti Diriku (lanjutan)

Duh Sang Yang Kekasih Tercinta,
Tataplah wajahku- Aku didepanmu
Sangat memerlukanmu

Engkau adalah arti jati diriku
Duh' Kekasihku Tercinta
Aku tidak ingin arti yang lain selain dirimu
Engkau menganugrahkan cahaya dalam hatiku.
Engkau adalah cahaya lilin disampingku

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 22 Juli 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi43
Kidung Asmarandana

Autumn Morning Dew

Love, wherever appears, itis beautiful
Do you see the Autumn dew this morning
My sweet beloved?

On the leaves, on the grass, on the petal flower , on the weed, on the daisy
And all places and surfaces
Where purity is guarded

Its spark awakening the soul
Its clarity shooting the mind
Its lLuminous light evoking the spirit
Its green and yellow rays revitalising the body

Sweet beloved,
Wake up and admire the dew this morning
The dew are the jewel of nature this
Autumn
Its beauty enchanted the heart
Whom have been captivating by
The Beauty of the Beloved

The dew is expression of love beauty from the Beloved to all for all
Not in Phobos or Farfarout planet
But here in our planet Eart
Where purity still exists
The dew and the universe all but token of love from The Beloved

Puisi Spiritual Nimatullahi44
Kidung Asmarandana

Autumn Morning Dew (lanjutan)

As delicate as can be, as insignificant as can be
Appearing in unassuming places and surfaces
but its lLuminosity bearing the medal of purity
Andits spark brings joy to those who sees with adoring eye to the Beloved
What's more better than be the dew
Itis not how long but how we can guard
Our purity and bring joy to all..
Ya Hagg

Anna San
Shoreham by Sea, 15 October 2024
10.05 am

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi45
Kidung Asmarandana

Bagamana Aku Tau

Bagaimana aku tau, mengapa aku menjadi benar benar gila kepada Cinta, atau
Kenapa aku tersihir oleh cintamu siang dan malam

Bagaimana aku tau, mengapa aku hilang dalam gulungan ombak rambutmu
Matamu yang memabukkan telah menimpaku
Dan aku menjadi terpesona

Bagaimana aku tau, mengapa aku menjadi pengembara yang kebingungan
Dalam menapak di jalanmu
Aku telah menjadi bola api yang berputar seperti matahari di cakrawala

Mengapa engkau bertanya kepadaku bagaimana aku bisa menjadi buta, tuli dan bisu
Aku telah melihat wajahmu yang cantik jelita
Dan menjadi tidak bisa ditanya lagi
Engkau bertanya lagi, mengapa aku tidak lagi ingat akan diriku sendiri
Bagaimana aku tau" mengapa",
Aku saat ini sedang mabuk asmara oleh cintamu

Puisi Spiritual Nimatullahi46
Kidung Asmarandana

Bagamana Aku Tau (lanjutan)

Orang yang berakal sehat mengira bahwa aku hanya sedih semata
Namun adalah kepedihan cintamu yang menyebabkan hatiku menjadi berdarah

Aku mengerti bahwa engkau menganugrahkan cahaya kepadaku siang dan malam
Pencerahan yang engkau anugrahkan
Telah membuatku tanpa pamrih, lupa akan kepentinganku sendiri,
dan tergila gila dengan cinta kepadamu

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 9 Agustus 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi47
Kidung Asmarandana

BAHASA CINTA DAN KASIH SAYANG

Tikus yang berdiam di rumah kita selalu bisa menemukan keju
Dimanapun kita sembunyikan

Namun, tikus-tikus tersebut tidak bisa belajar tentang bilangan prima
Karena mereka hanya memiliki pengertian yang terbatas

Jika mahkluk dari luar angkasa benar benar akan datang ke bumi,
Sarana berhubungan dan cara bicara mereka pastilah diluar nalar kita,
Kita perbandingkan keadaan tersebut seperti tikus yang berdiam di rumah kita.

Bahasa akal dan nalar sangatlah terbatas dan selalu berubah-ubah
Ada sebagian yang mempunyai kelebihan pemahaman,
ada beberapa yang hanya mampu memahami sebagian saja
ada pula yang hanya mampu memahami yang penting- penting saja dan banyak pula yang tidak bisa memahami sama sekali

Namun demikian, semua mahkluk baik manusia, tikus maupun mahkluk luar angkasa- memahami akan bahasa Cinta dan Kasih Sayang
Tanpa saling bertutur sapa

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 8 Januari 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi48
Kidung Asmarandana

Baik Dan Buruk

Aku telah menyerah pada pencarian baik dan buruk
Sekarang aku ahli dalam cinta

Mengapa pergi untuk mencari kebaikan dan kejahatan di dunia ini ?
Carilah cinta dimanapun dan carilah seoramg kekasih

Dengan cinta dalam hatimu engkau akan melihat kebaikan di segala macam yang kelihatan jelek

Keburukan, kecantikan, kebaikan dan kejahatan
Tergambarkan dalam setiap waktu siang dan malam

Apabila sesuatu di dunia ini kelihatan buruk atau baik,
Itu karena dilihat hanya dengan mata telanjang , temanku

Inti keberadaan, diluar batas pemikiran kita
Kebaikan dan Kejahatan tidak mempunyai tempat pada rahasia gaib diluar nalar kita

Dia adalah penganugrah cahaya dan
Diluar batas pemikiran kita
Dia telah menghancurkan hatiku,
Sabar dan tenang.

Alireza Nurbakhsh
Banbury
25 Nopember 2023

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi49
Kidung Asmarandana

Batu Api Cinta

Duh Batu api Cinta, nyalakan aku dan bakarlah aku.
Hancurkanlah dan lemparkanlah ke dalam jilatan api,
Segala apapun yang masih melekat di dalam " ke" Aku" an ku.

Menyelamlah kedalam jiwaku
Dan jadikanlah hatiku api yang berkobar kobar.

Aku tidak sanggup lagi dengan penundaan
Janganlah menunda lagi hingga besuk

Duh' Kekasih yang Ahli Pemanah,
Bidikkanlah panah dari matamu.
Untuk menembus segala pemikiranku dengan anak panah lirikan asmaramu.
Berapa lamakah aku akan menjadi sandera di rambut panjangmu
Bingung dan linglung dikarenakan oleh sehelai rambutmu ?
O' Burung bulbul yang sedang bernyanyi,
Ajarilah aku ketabahan dan kesabaranmu

Duh' Pemberi Hidup yang lemah lembut,
Duh' Sang penyaji anggur (Sagi) di kedai minum kehancuran,
Buatlah aku mabuk berat dan nyalakanlah hatiku
Karena kemurahan dan kebaikan hati

Puisi Spiritual Nimatullahi50
Kidung Asmarandana

Batu Api Cinta (lanjutan)

Berikanlah kembali semangkuk kegembiraan
Dan buatlah aku mabuk lagi
Ketika aku memiliki cinta di hatiku,
Malam dan siangku seperti" Hari Yang Baru"
Norooz) bagiku

Duh ' Pemberi Penerang Hati,
Cukupkanlah dengan gambaran yang samar
Tidak ada satupun kenangan yang berharga untuk disimpan
Kecuali Cinta Sang Yang Kekasih Tercinta

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 18 September 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi51
Kidung Asmarandana

BAWALAH AKU PERGI

Duh Sagi, sang penyaji anggur,
Tuangkanlah anggur dan buatlah aku melupakan ke" Akuan" dan " kekitaan',
Berikanlah kepedihan asmara dan ijinkanlah aku tinggal di pertapaan ajaib dengan hati yang gembira.

Duh Sang kekasihku tercinta,
Aku terjerat dalam libatan ikal rambutmu.
Bukalah jaringan . rambutmu dan bebaskanlah aku,
Sehingga aku bisa bebas menjadi milikmu.

Oh penyanyi, bagaimana kalau nada nada ceria dari petikan Saz ' dan kecapi?.
Tolong tumbangkanlah segala kekwatiran,
Dan anugrahkanlah kebahagiaan serta semangat api gelora jiwa.

Cintamu adalah berita yang mengembirakan dimanapun hadirnya,
Oh angin pagi yang sumilir,
Bawalah cerita tentang Sheerin untuk
Farhad.

Walaupun semua tidak akan menjadi buruan Sang kekasih,
Satu saat biarkanlah burung hati menangkap mata sang pemburu lagi dan lagi.

Puisi Spiritual Nimatullahi52
Kidung Asmarandana

BAWALAH AKU PERGI (lanjutan)

Mata Sang Kekasih yang sedang dalam khayali,
Meninggalkan hatiku dalam kehancuran.
Oh teman, berdoalah,
Katakanlah kepada Sang Kekasih tercinta,
Untuk menghentikan wahana yang tak tertahankan beratnya.

Saat kehilangan kesadaran,
Nurbakhsh berkata kepada kekasihnya yang tercinta: " Bukalah penutup wajahMu, dan buatlah aku melupakan segala galanya kecuali CintaMu".

Alireza Nurbakhsh
Banbury
8 Februari 2023

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi53
Kidung Asmarandana

Bawalah Aku Pergi I 241001 204723

Duh Sagi, penyaji anggur,
Tuangkanlah anggur dan buatlah aku melupakan ke" Akuan" dan " kekitaan',
Berikanlah kepedihan asmara dan ijinkanlah aku tinggal di pertapaan ajaib dengan hati yang gembira.

Duh Sang kekasihku tercinta,
Aku terjerat dalam libatan ikal rambutmu.
Bukalah jaringan . rambutmu dan bebaskanlah aku,
Sehingga aku bisa bebas menjadi milikmu.

Oh penyanyi, bagaimana kalau nada nada ceria dari petikan Saz ' dan kecapi?.
Tolong tumbangkanlah segala kekwatiran,
Dan anugrahkanlah kebahagiaan serta semangat api gelora jiwa.

Cintamu adalah berita yang mengembirakan dimanapun hadirnya,
Oh angin pagi yang sumilir,
Bawalah cerita tentang Sheerin untuk
Farhad.

Walaupun semua tidak akan menjadi buruan Sang kekasih,
Satu saat biarkanlah burung hati menangkap mata sang pemburu lagi dan lagi.

Puisi Spiritual Nimatullahi54
Kidung Asmarandana

Bawalah Aku Pergi I 241001 204723 (lanjutan)

Mata Sang Kekasih yang sedang dalam khayali,
Meninggalkan hatiku dalam kehancuran.
Oh teman, berdoalah,
Katakanlah kepada Sang Kekasih tercinta,
Untuk menghentikan wahana yang tak tertahankan beratnya.

Saat kehilangan kesadaran,
Nurbakhsh berkata kepada kekasihnya yang tercinta: " Bukalah penutup wajahMu, dan buatlah aku melupakan segala galanya kecuali CintaMu".

Alireza Nurbakhsh
Banbury
8 Februari 2023

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi55
Kidung Asmarandana

Berputar Di Hati

"Kekasihku" yang tercinta telah mendirikan tendanya di sekitar para pecintanya.
Aku menghabiskan hari hariku siang dan malam berputar putar mengeliling kediaman "Yang terkasih".

Aku tidak haus akan anggur, dan tak ada keinginnan untuk melupakan diri sendiri dengan anggur,
Tidak ada kemaun untuk sembahyang maupun untuk mengheningkan cipta.
Dan aku tidak sedang menuju ke Mekkah,
"Dia Yang Terkasih", telah menjadi kiblatku kemanapun aku menoleh.

"Yang Terkasih", mengisharatkanku untuk datang mendekat.
Tetapi kemudian " Yang Terkasih" menolak dengan komentar yang pedas dan menyakitkan.
Dipanggil ataupun diusir,
Setapakpun "Aku tidak akan pernah meninggalkan "" Sang Terkasih yang
Tercinta".

Para kekasih berputar putar menari penuh kegembiraan dalam tarian
"Kemanunggalan",
Aku, disamping diriku sendiri mendengar
Suara cinta dan kasih sayang yang bergema.

Puisi Spiritual Nimatullahi56
Kidung Asmarandana

Berputar Di Hati (lanjutan)

Saat "Yang Terkasih" menampakkan
Wajahnya yang cantik jelita,
Saat itu" Yang terkasih", " merebut" hatiku,
Tiada lagi sisa sisa tentang jati diriku,
Nama" Yang Terkasihlah" satu satunya mantraku.

Membicarakan Cinta dengan lidah yang masih beragam tidaklah adil bagi Cinta.
Menyadari hal tersebut, aku malu dengan usahaku yang sia sia ini.

Hati Nurbakhsh telah menjadi kediaman dan candi" Kekasih yang Tercinta",
Aku telah menemukan" Sang Kekasih
Tercinta "dilubuk hatiku,
Aku tidak perlu lagi mencari yang lainnya.

Alireza Nurbakhsh, Banbury, 21 Desember
2022.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi57
Kidung Asmarandana

Bersatu Dalam Keberagaman

Manusia hidup dalam keberagaman,
Keberagaman dalam berpikir, berbudaya, dan tatanan susila.

Jalan itu lebih dari satu.
Untuk hidup,
Jalannya sebanyak jumlah manusia yang hidup.

Ada juga keberaragaman yang berbeda dari yang lainnya.
Yaitu kerbearagaman " Aku" dan " Kita":
"Mementingkan diri sendiri, rakus, dan keinginan untuk menjadi yang terkuat".

"Aku" dan "Kita" menjadikan orang bersikeras pada pendiriannya, pemikirannya, budayanya dan tingkah laku serta perbuatannya.
Awal mulanya dari perkataan : "Jalan pemikiranku dan pendapatku semua lebih baik dan lebih mendekat pada kebenaran".

Dan akhirnya berteriak :" Kalau ada yang berbeda pendapat dan pemikiran denganku,
maka mereka tidak berhak untuk hidup".

Kesatuan dan persatuan manusia,
Dilekatkan oleh rasa saling mencintai dan penerimaan apa adanya terhadap sesama manusia, serta kemauan untuk menolong satu sama lainnya.

Tanpa ada persatuan antar umat manusia,
Ke- akuan- dalam diri manusia akan membawa kehancuran.

Puisi Spiritual Nimatullahi58
Kidung Asmarandana

Bersatu Dalam Keberagaman (lanjutan)

Manusia menganggap bahwa, persatuan sesama manusia itu sendiri hanya dapat dicapai melalui permusuhan dengan yang lainnya.
"Kesatuan dan persatuan sukuku tergantung kepada kejatuhan sukumu".

Namun, musuh sebenarnya itu ada didalam diri kita sendiri.
Musuh kita bersembunyi namun musuh ini, penyebab dari semua perang dalam diri sendiri dan dengan yang lainnya.

Mungkin telah tiba saatnya,
Untuk umat manusia menapak di jalan menuju dunia " Kesatuan kebenaran
Sejati".

Yaitu melawan musuh yang ada didalam dirinya sendiri.
Dan membangun" Istana Persatuan Hati",
Yang dibangun dengan keberagaman agama?, pemikiran dan tata susila.
Mencintai sesama adalah satu satunya jalan untuk membelenggu dan mengalahkan musuh dari dalam diri sendiri.

Alireza Nurbakhsh, Los Angeles, 1 Juli
2024.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi59
Kidung Asmarandana

Betapa Menajubkan

Dia berjalan kearahku,
Dengan membawa semangkuk arak
Dan bertanya" Sampai berapa lama engkau akan terus memikirkan tentang dunia?".

Bangun dan sadarlah !.
Mari ikut kita dengan penuh kegembiraan , mengembara menapak di jalan lurus menuju ke "
Yang Maha Berharga".

Kita harus pergi mencari kekasih tercinta di alam kesengsaraan dengan iringan lagu lagu dari suling (Ney) dan kecapi (flute).
Kita harus terbebaskan dari diri sendiri dengan mengingat hanya
Dia, Sang Kekasih Tercinta.
Dan memanggil hanya namanya disetiap hembusan nafas kita.
Betapa Menabjubkan !!.

Hati akan dihidupkan kembali,
Dengan Sang Kekasih dalam setiap hembusan nafas kita,
Tidak ada seorangpun yang kehilangan kehidupan disini.
Kekuatan cahaya kehidupan selalu akan memancar

Puisi Spiritual Nimatullahi60
Kidung Asmarandana

Betapa Menajubkan (lanjutan)

Hati telah terikat oleh Sang Kekasih tercinta.
Besuk atau kemarin tidak ada bedanya.

Penyaji arak terus menerus menganugrahkan cahaya di setiap saat.
Dan mengatur kain keberadaan kita terbakar dalam api.

Alireza Nurbakhsh
Santa Fe, USA, 24 Juli 2024.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi61
Kidung Asmarandana

Betapa Menakjubkan

Dia berjalan ke arahku,
Dengan membawa semangkuk arak
Dan bertanya: "Sampai berapa lama engkau akan terus memikirkan tentang dunia?"

Bangun dan sadarlah!
Mari ikut kami dengan penuh kegembiraan, mengembara
menapak di jalan lurus menuju ke "Yang Maha Berharga".

Kita harus pergi mencari kekasih tercinta di alam kesengsaraan
dengan iringan lagu-lagu dari suling (Ney) dan kecapi.
Kita harus terbebaskan dari diri sendiri
dengan mengingat hanya Dia, Sang Kekasih Tercinta.
Dan memanggil hanya namanya di setiap hembusan nafas kita.

Betapa Menakjubkan!

Hati akan dihidupkan kembali,
Dengan Sang Kekasih dalam setiap hembusan nafas kita,
Tidak ada seorangpun yang kehilangan kehidupan di sini.
Kekuatan cahaya kehidupan selalu akan memancar.

Hati telah terikat oleh Sang Kekasih tercinta.
Besok atau kemarin tidak ada bedanya.

Penyaji arak terus-menerus menganugrahkan cahaya di setiap saat.
Dan mengatur kain keberadaan kita terbakar dalam api.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaSanta Fe, USA, 24 Juli 2024Kidung Asmarandana
Puisi Spiritual Nimatullahi62
Kidung Asmarandana

Blooming Roses This Autumn

Blooming Roses ithis Autumn
What a miracle,
Roses still Blooming this
Autumn
Despite the frost the storm and irregular sun shining.
But the moon keep watching with gentle embrace
It is The love from.the Beloved that keeps my roses blooming this Autumn
It musky fragrance declaring
The Beloved Grace and compassionate for all without end
Its delicate petal showing the exguisite trinket of beauty in every layer
And extention of unconditional love inside within
Those who can cappture His essence in this blooming musky fragrance Roses this
Autumn
Those who will be granted mercy and grace from the
Beloved own Roses garden
And lost self in absolute beauty in the presence of the
Beloved.

Anna San
Shoreham by Sea, 11
October 2024
08.56 am

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi63
Kidung Asmarandana

Bondi Beach Australia

It no longer place for leasure and pleasure today,
Buta monument of sadness and despair
That human failed to govern their own ego.

How I could relax on that beach again? I said
When its white sand tinted in red with innocent blood
Not one nor two but dozens

How I could feel relax on that beach again
When I would remember the horror of the terror that day ? 14 December 2025.

My heart in anguish of sadness and desperation remembering it all
The sadness of those who Ignorance to the humanity and life itself
The desperation of the world's occupant to listen and to obey:
The words of Holly Scriptures
"Donot break any heart, do not tinted the eart with blood, do not take what is not yours
Speak with the language of love .Spread kindness. And give joy and peace to all.

Bondi beach, today is a monument of sadness
Tomorrow is place to remember to enjoy life and to treasure what is provided with gratitude.

Puisi Spiritual Nimatullahi64
Kidung Asmarandana

Bondi Beach Australia (lanjutan)

Life is beautiful, every moment is precious
Spread the joy and loving kindness
And the World Wide Web will return it all to you
Bondi beach monument of leasure and pleasure once more again in the future

Ya Hagg
Anna Taylor
London, 15 December 2025
Journal Etika Spiritual 4th Edition

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi65
Kidung Asmarandana

Buah Cinta

Semalam,
Di wilayahnya kedai minum,
Aku mengalami pertemuan yang sangat luar biasa.
Aku melihat wajah yang sangat cantik jelita dan aku jatuh cinta seratus kali dan selamanya.

Sangat beruntung mereka yang hidup dan nafasnya hanya untuk Sang Kekasih yang tercinta dan yang tiada bandingnya.

Siapapun yang memegang dengan sia sia harapan untuk bersatu dengannya, hidup dalam ketidak tauan akan wajahnya yang gaib.

Kedai Minum menghargai dan menghormatiku, karena cintaku kepadaMu.
Itu adalah buah dari kesulitan yang bertahun tahun..
Walaupun pengawas dan penguji yang mementingkan diri sendiri menunjuk kekuranganku,
Kesalahan penilaiannya disebabkan oleh matanya yang melihat hanya pada diri sendiri.

Saat melihatku, Guru Besar Majuz menyambutku dengan gembira dan berkata" Mari masuklah, Kekasihmu ada di dalam rumah".

Nurbakhsh telah tenggelam dalam lautan kehancuran,
Sebaliknya, semua saingannya takut akan gencarnya hantaman ombak, terjebak di pantai.

Alireza Nurbakhsh,
Banbury
22 Februari 2023.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi66
Kidung Asmarandana

Bumi Yang Asing

Aku orang asing di bumi hitam ini,
Dimana jiwa yang terbiasa mesra denganku?.
Yang dengannya aku bisa membuka mata dalam cahaya.

Aku datang dari kota cahaya,
Diluar batas waktu dan tempat,
Yang mana Cinta adalah satu satunya pemandu dan dasar dari semua Tentang
Tuhan.

Mengapa engkau menanyakan tentang keberadaanku yang berlama lama dalam dunia kegelapan?
Dimana?- Kenapa? Bagaimana aku bisa tau ?!.
Semua itu adalah pertanyaan untuk para bijak.
Aku tahu ini,
Bahwa - Aku adalah dari zat yang sama dengan zat Tuhannya matahari dan rembulan yang terbenam dalam cinta.

Aku menyanyikan sajak dan puisi, aku merindukan rumahku.

Aku terpikat oleh rambut kusut yang ikal panjang keperakan dari kekasihku tercinta,
Yang membuatku
tidak bisa melihat awal dan
akhirnya.

Puisi Spiritual Nimatullahi67
Kidung Asmarandana

Bumi Yang Asing (lanjutan)

Pada suatu hari Tetua kedai menjelaskan kepadaku,
Bahwa sebaiknya aku tidak mengatakan apapun selain kata Cinta dan saat hilang ingatan hanya dalam kehadiran Guru pemandu yang penuh perhatian.
Oh Nurbakhsh,
Janganlah mengeluh pada Teman yang kebaikannya tiada taranya
"Tentang berada diluar tempatmu dan menjadi orang asing dibumi".

Alireza Nurbakhsh
Banbury
18 Januari 2023.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi68
Kidung Asmarandana

Bumi yang Asing 241001 210417(1)

Aku orang asing di bumi hitam ini,
Dimana jiwa yang terbiasa mesra denganku?.
Yang dengannya aku bisa membuka mata dalam cahaya.

Aku datang dari kota cahaya,
Diluar batas waktu dan tempat,
Yang mana Cinta adalah satu satunya pemandu dan dasar dari semua Tentang
Tuhan.

Mengapa engkau menanyakan tentang keberadaanku yang berlama lama dalam dunia kegelapan?
Dimana?- Kenapa? Bagaimana aku bisa tau ?!.
Semua itu adalah pertanyaan untuk para bijak.
Aku tahu ini,
Bahwa - Aku adalah dari zat yang sama dengan zat Tuhannya matahari dan rembulan yang terbenam dalam cinta.

Aku menyanyikan sajak dan puisi, aku merindukan rumahku.

Aku terpikat oleh rambut kusut yang ikal panjang keperakan dari kekasihku tercinta,
Yang membuatku
tidak bisa melihat awal dan
akhirnya.

Puisi Spiritual Nimatullahi69
Kidung Asmarandana

Bumi yang Asing 241001 210417(1) (lanjutan)

Pada suatu hari Tetua kedai menjelaskan kepadaku,
Bahwa sebaiknya aku tidak mengatakan apapun selain kata Cinta dan saat hilang ingatan hanya dalam kehadiran Guru pemandu yang penuh perhatian.
Oh Nurbakhsh,
Janganlah mengeluh pada Teman yang kebaikannya tiada taranya
"Tentang berada diluar tempatmu dan menjadi orang asing dibumi".

Alireza Nurbakhsh
Banbury
18 Januari 2023.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi70
Kidung Asmarandana

Butterfly

She was dancing among tree branches
In the dark of night
In silence and solitude,
And the moonlight
Enhanced the beauty of her dance

Now and then, getting tired,
She would rest on a doorway
Hoping for the door to open
So she could enter,
and delight the host

That night, each door she tried was shut
In anticipation, | watched
her elegant dance
And her flying from door to door

Until she came to my door
Which was open
She fluttered towards me
And landed on my shoulder
Love surged through me
Outwardly, she resembled a butterfly
Yet, no one knew the reality of her being.

Alireza Nurbakhsh
Banbury, January 24, 2025

Puisi Spiritual Nimatullahi71
Kidung Asmarandana

Butterfly (lanjutan)

KUPU-KUPU
Kupu kupu itu menari diantara cabang- cabang
Di kegelapan malam
Dalam keheningan dan kesendirian
Dan sinar bulan,
Menambah keindahan tariannya

Pada saat kelelahan,
Kupu-kupu itu beristirahat didepan pintu masuk
Berharap pintu akan terbuka
Sehingga ia bisa masuk dan menghibur tuan rumah

Malam itu, setiap pintu tertutup
Penuh harapan, aku melihat keindahan tariannya yang anggun
Dan melihat kupu-kupu itu terbang dari pintu ke pintu
Hingga kupu-kupu itu tiba di pintu rumahku yang sedang terbuka
la mengipas sayapnya terbang kearahku
Dan hinggap di pundakku

Cinta bergelegak menelusuri jiwaku

Penampakan wujud luar dia seperti seekor kupu-kupu

Namun tidak ada seorangpun yang mengetahui wujud sejati keberadaannya
Alireza Nurbakhsh
Banbury, 24 Januari 2025

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi72
Kidung Asmarandana

Cerita Tentang Seorang Laki Laki

YANG BURUK SIFAT DAN PERANGAINYA
DAN GURU ROHANI YANG BERWAWASAN
DAN MUMPUNI

Pada suatu ketika, ada seorang yang sangat mementingkan diri sendiri, tidak punya teman dan hidup dalam kesepian

Kelakuan buruk adalah cara hidupnya dan wataknya

la tidak melihat apapun kecuali keburukan la tidak mempunyai rasa cinta dan kasih sayang maupun persahabatan

la hanya melihat segala sesuatu dari ukuran ketidak baikkan
Pada siapa saja yang pernah bertemu dengan dia
Orang orang akan lari dari dia secepat angin
Dan hanya mempunyai kesan yang tidak baik tentangnya

Dia terperangkap sendirian dalam penjara yang dibuatnya sendiri selama beberapa tahun lamanya
Dan merasa sangat sedih serta merasa tidak berguna

Hingga pada suatu hari dia berkata pada dirinya sendiri,
Mementingkan diri sendiri adalah bukan tujuan hidup ini: lalu apa tujuan hidupku ini?.

"Aku harus menapak mengikuti arah jalan keruhanian ", akhirnya dia berkata pada dirinya sendiri

Puisi Spiritual Nimatullahi73
Kidung Asmarandana

Cerita Tentang Seorang Laki Laki (lanjutan)

"Aku harus menemukan satu jalan keruhanian yang menuju kepada kebenaran sejati dan menjadikan ku seorang yang tulus
Apa gunanya hidup apabila tiada harganya,
Selalu terperangkap dalam kelalain dan kepentingan diri sendiri"?!

Kemudian dia mulai mencari jalan kebenaran sejati dan menjajagi jalan keruhanian

Lelaki yang memusatkan dirinya sendiri itu mengemban tekat
Untuk mencari guru ruhaninya

Akhirnya seorang guru ruhani yang berwawasan dan mumpuni bersimpangan di jalannya
Dan melihat kesedihan yang disandang lelaki itu sebagai akibat dari sifat yang memusatkan pada dirinya sendiri

"Aku merasa sangat terganggu hanya dengan melihatmu!. Guru ruhani itu berkata kepada lelaki itu.
"Engkau tidak melihat siapapun tetapi hanya dirimu sendiri , engkau tidak sadar, pasti engkau sedang tidur ".
"Apakah engkau menginginkan untuk terbebaskan dari dirimu sendiri
Dan untuk dihidupkan kembali dalam air kehidupan ?"
Lelaki yang bersifat buruk dan yang gila pada dirinya sendiri itu menjawab, " Katakanlah kepadaku, bagaimana engkau bisa mengetaui perasaanku?"

"Keadaan batinmu kelihatan sangat nyata ", jawab Sang guru ruhani itu.
"Aku membaca nafsumu seperti sebuah buku yang terbuka

Puisi Spiritual Nimatullahi74
Kidung Asmarandana

Cerita Tentang Seorang Laki Laki (lanjutan)

Aku tau bagaimana mengobati kepedihanmu
Namun akan sulit untukmu, walaupun engkau menginginkan penyembuhan itu

Obatnya adalah mencintai yang lain,
Tapi engkau tidak akan bisa,
karena selama ini, nomer satu yang engkau cintai adalah dirimu sendiri

Bagaimana mungkin engkau akan bisa memberikan hatimu kepada seorang manusia
Apabila yang engkau lihat hanya kejahatan dan kebodohannya

Untuk belajar di jalan hati dan cinta
Engkau harus bepergian jauh tanpa batas dari dunia debu

Terimalah cinta tanpa prasangka:
Jika seekor anjing memberikan cinta,
Balaslah persahabatannya

Sebaiknya, carilah seekor anjing sebagai teman
Saling menemani dan menjadi satu hati

Anjing itu akan mengajarimu cinta yang tanpa pamrih
Yang akan merupakan bekal pada jalanmu dimasa depan

Dengan mengetahui bawha cinta seekor anjing itu tanpa mengharapkan imbalan dan balasan apapun
Tidak seperti manasia, yang mana cinta itu kadang hanya sebuah pertukaran belaka

Puisi Spiritual Nimatullahi75
Kidung Asmarandana

Cerita Tentang Seorang Laki Laki (lanjutan)

Disaat engkau bisa memahami apa dan bagaimana cinta itu dari seekor anjing
Maka engkau akan bisa menghidupkan jiwamu sendiri dengan cinta pada sesama manusia

Cintailah dan berbagi kasih sayang sebanyak mungkin kepada yang lain
Belajarlah rendah hati dan welas asih
Belajarlah untuk meninggalkan keberadaan jati dirimu sendiri

Mencintai adalah dasar utama kehidupan
Hidup tanpa teman, seperti kematian
Pilihlah persahabatan, dalam hidup yang pendek masanya ini
Karena cinta yang meneranngi hati melimpahkan cahaya kehidupan

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaToronto, 28 September 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi76
Kidung Asmarandana

CINTA

Hatiku menghargai semua tingkat perbedaan Cinta
Semuanya , Panggilan, mala petaka, dan kemurnian cinta

Sudah banyak penjelasan dan.penuturan tentang berbagai tingkat
Cinta
Namun hanya cinta itu sendiri yang dapat memberikan cahaya pada Kisah
Cinta

Cinta bersemayam tanpa batas waktu dan tempat
Dimana sang pecinta membangun gedung cinta yang megah
Cinta membakar semua nafsu dan keinginan serta pemikiran tentang "
Kita " dan " Aku"
Dengan demikian cinta mempertahankan keadaan " terus menerus akan kekurangan cinta '

Ketika Cinta memcuri didalam hati yang suci murni milik para pecinta yang telah kehilangan segala-galanya untuk Cinta,
Para pecinta itu akan menjadi asing dengan dirinya sendiri dan menjadi intim dan mesra dengan cinta itu sendiri

Puisi Spiritual Nimatullahi77
Kidung Asmarandana

CINTA (lanjutan)

Ngengat terbang terburu-buru menuju lidah api yang sedang menari
Ketika mendengar lagu dan panggilan
Cinta

Walaupun Cinta itu ada awalnya, namun tidak akan ber-akhir
Tidak ada seorangpun yang pernah melihat pantai Cinta yang Tiada Batas

Nurbakhsh, katakanlah dengan mudah
Bahwa tidak ada lagi pencarian maupun tujuan lainnya tetapi hanya Cinta
Seorang Pecinta Sejati, adalah sebuah keajaiban bagi Kapten Cinta

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 4 Maret 2022
Puisi Spiritual Nimatullahi78
Kidung Asmarandana

Cinta Di Dalam Kehancuran

Bunga teratai tumbuh di rawa-rawa
dan cinta muncul dalam kehancuran
Anggur menggelegak didalam tong
Dan hati bergolak saat kehadiran Sang yang sangat berharga

Para pecinta mengeluhkan perpisahan,
Kekasih menghindar dari pecinta yang masih belum matang
Bunga popi berdansa dengan angin, ketika lidah api menari bersama para ngengat

Bunga narsisis berbicara tentang dirinya sendiri, mereka yang sedang jatuh cinta memuja para kekasihnya
Para pertapa takut akan neraka, dan orang yang berakal takut menjadi gila

Para pendakwah agama mengetaui tentang surga,
Namun guru kami akrab dengan semangkuk anggur
Pendakwah mengejar khayalan,
guru kami sibuk dengan guci dan cawan

Puisi Spiritual Nimatullahi79
Kidung Asmarandana

Cinta Di Dalam Kehancuran (lanjutan)

Tertulis bahwa dunia ini muncul dalam enam hari dari ketiadaan,
Kekasih kita yang tercinta kita temukan didalam hati
Dan bukan di tempat yang aneh-aneh
Sebagaimana diceritakan dalam dongeng yang tidak berdasar

Mereka yang hidup penuh dengan keyakinan
Dan tidak pernah merasa ragu sedikitpun dalam hatinya
Bagaimana mereka bisa mengerti keadaan kita
Yang menjadi pengembara, dan yang telah hilang akalnya

Untuk melihat WajahMu dialam nuansa hati,
Duh ' sinar matahari yang bercahaya didalam jiwaku
Aku memberi cahaya pada setiap kekasih dan pecinta, dan menjadi hilang akal sendiri

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 5 Juni 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi80
Kidung Asmarandana

Datanglah

Datanglah, pemimpin kedai minum telah melempar daun pintu dan membuka pintu lebar lebar
Lihatlah, bagaimana dia telah merampok kesabaran hati kita dan membuatnya tenang lagi

Datanglah, pertemuan kita sedang gempar
Karena cintanya
Lihatlah, dia memperlihatkam wajahnya yang berkilau seperti bulan purnama lagi

Tidak ada lagi waktu untuk sakit kepala dan obrolan kepintaran
Datanglah, pecinta kebenaran sejati berkali lipat jumlahnya lagi

Silahkan masuk, sakit asmaramu akan tersembuhkan hanya dengan sekejap pandangan saja
Betapa mengagumkan! Penyembuh jiwa telah menyembuhkan
kepedihan hati karena terpisahkan.
Sekali lagi

Puisi Spiritual Nimatullahi81
Kidung Asmarandana

Datanglah (lanjutan)

"Rahasia tersembunyi" dari para pertapa
"dilepaskam dari keheningan"
Dari inti terdalam cahaya anggur,
hati mendengarkan lagi

Suara yang merdu bergema dari atas atap kedai minum
"Datanglah, penggoda hati yang tersayang telah mengarang lagu lagi ".

Hening, jauh dari keramaian dan diambang ketidak pedulian kegenitannya,
Pemberi cahaya terpikat oleh sang yang kekasih lagi.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury,7 Juli 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi82
Kidung Asmarandana

Debu Diatas Jalan Cinta

Ketika aku menyaksikan Engkau didalam diriku sendiri wahai Sang Yang Kekasih,
Aku menjadi gila dan kehilangan diriku sendiri
Aku menjadi debu diatas jalan cinta
Dan meninggalkan segala sesuatu

Pertama tama, hanyalah sebuah kerikil diatas jalan,
Kemudian, kilat dari tatapan matamu
Menyalakan hatiku dan aku menjadi bintang yang berputar

Ikal rambut panjangMu menjerat semua pengejawantahan tentang " Aku" dan " Kita"
Semua kearifan dan segala ilmu pengetahuan meninggalkan kepalaku,
Dan aku menjadi kasmaran dan terpesona

Di dalam mimpiku, aku mencuri mengecup bibirmu yang semanis gula
Aku menjadi mabuk dan terperangah , merah seperti bibirmu

Tidak ada yang lain selain engkau di dunia ini,
Namun "Aku" adalah cadar penutupku
Untuk menjelma menjadi dirimu, aku menjadi satu dengan namamu

Puisi Spiritual Nimatullahi83
Kidung Asmarandana

Debu Diatas Jalan Cinta (lanjutan)

Kecemburuan cintamu mengakar didalam jiwaku
Dan membakar semua yang ada selain dirimu
Aku terisi dengan cintamu yang selalu berkembang
Dan menjelma menjadi dirimu

Dahulu, aku seseorang yang penuh dengan pemikiran dan kecerdasan, mengabaikan cinta sang yang kekasih

Kemudian Dia menganugrahkan cahaya di dalam jiwaku dan aku menjadi "orang gila'.
Alireza Nurbakhsh,
London, 25 Juni 2023

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi84
Kidung Asmarandana

Di Antara Jajaran Para Pecinta

YANG KASMARAN
Engkau pasti terpesona oleh cinta seorang wanita cantik
dan menjadi seperti burung gila, terbang tinggi di angkasa
karena merindukannya.

Engkau harus mengambil piala dari tangannya
dan masyuk dalam asmara dengan kekasih hatimu itu

Orang yang berakal tidak akan pernah bisa memahami misteri cinta,
Engkau harus menjadi teman bagi orang yang gila asmara sakral
"Kita" dan "aku" adalah penghalang di jalannya.
Engkau harus menjadi ketiadaan dan mengosongkan diri dari "aku" dan "kita".

Melihat rambutnya bukan untuk semua orang.
Engkau harus terlebih dahulu bergabung dengan para pecinta yang terbakar api asmara sakral dan menjadi gila karenanya

Dia meminta kekasihnya segala- galanya, iman dan hati:
Engkau harus mempertaruhkan hidupmu dalam cinta
Nurbakhsh,
dalam kegembiraan dan terbebas dari diri berkata: Kamu harus menjadi debu di bawah kaki keindahan yang bercahaya

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 30 Oktober 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi85
Kidung Asmarandana

Dia Telah Muncul

Wahai sahabat,
Sang Yang Terkasih hadir bagai cahaya bulan la sudah lama tidur penuh kenyamanan, kemudian bangkit dari pembaringannya

Manis dan anggun,
Hadir dari belakang cadar
la keluar dari celah celah,
lengkungan alisnya bagaikan kubah

la bagaikan pohon cemara yang melambai
Penuh candaan dengan seratus kegenitan
Melihat kecantikannya,
Hatiku terbang tanpa kendali

Jiwaku terjun
kedalam lautan kebingungan
Mencari jejaknya.
Beruntung, aku diselamatkan dari pusaran
Dengan kasih sayang dan keanggunannya
Seratus pola muncul
dari bentuknya yang indah
Akalku berkeping dan aku
Tersesat dalam keajaiban.

Puisi Spiritual Nimatullahi86
Kidung Asmarandana

Dia Telah Muncul (lanjutan)

la melihat hati yang terpesona ini
dengan cinta
Dan matanya yang memabukkan
Menuangkan aliran anggur merah terbaik yang murni

Para teman dan pendamping kita
semua kasmaran
Mereka penuh kebahagiaan dengan cintanya
Dia Sang Yang Kekasih
menganugrahkan cahaya saat dia muncul laksana cahaya bulan

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 25 Agustus 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi87
Kidung Asmarandana

Duka, Hatiku

Wahai, kegilaan in, kekacauan di dalam hatiku!
Hatiku yang sedang kasmaran telah dilalap habis dalam apinya

Tertangkap seperti ditelan pusaran yang besar
Aku terus berputar disamodra hatiku

Tidak ada jalan kedepan tidak pula jalan kembali kebelakang
Aku pasrah pada nasibku,
Itulah jalan dalam.hatiku

"Hentikanlah kegilaan ini!"
Akalku meminta.
Bagaimana mungkin!
Akal tidak tau tentang Cintaku dan pergolakan di dalam hatiku
Wahai Sang Yang Kekasih Tercinta, kasihanilah jiwaku yang lelah ini
Berjalan di JalanMu, hatiku basah oleh darah
Duh Gusti, duka adalah hatiku

Engkau menjarah keberadaanku, namun aku tidak takut
Wahai Sang Yang Terkasih, datanglah,
Saksikan keberanian dan ketenangan di hatiku

Nurbakhsh, untuk apa tangisan itu ?- Cukup!
Sang yang Terkasih yang engkau cintai pasti bersemayam dihatimu

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 11 Juli 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi88
Kidung Asmarandana

Duri Dan Mawar

Apabila engkau tidak melihat dirimu sendiri sebagai Duri, engkau tidak akan berubah menjadi Mawar
Apabila engkau tidak menganggap dirimu sendiri" bukan apapun ", hatimu tidak akan berubah menjadi samodra

Dunia akan terlihat buruk bagimu, apabila engkau dikuasai oleh kepentingan dan memusatkan diri sendiri
Tanpa mengosongkan jati dirimu, dunia tidak akan kelihatan indah dimatamu

Guru Ruhani kami, saat dalam pertemuan di
Kedai Kehancuran, berkata bahwa
"Orang yang memusatkan kepentingan diri sendiri, tidak akan terpanah asmara di dalam pesta kita ".
Pinjamlah mata Sang Yang Kekasih yang menyalakan jiwa dengan cinta
Bawalah cahaya untuk matamu
Dan berilah matamu penglihatan

Tawarkanlah dirimu sepenuhnya demi Cinta dari Sang Yang Kekasih didalam hatimu
Pertukaran itu akan memberikanmu
Kebahagiaan abadi

Puisi Spiritual Nimatullahi89
Kidung Asmarandana

Duri Dan Mawar (lanjutan)

Duh' keindahan yang tiada taranya, perlihatkan wajahmu, dan lepaskanlah kedua jalinan rambutmu
Untuk menciptakan teriakan kegembiraan dan keramain di Jalur Cinta

Sang Yang Kekasih yang meletakkan keberadaan jati diri di suluh api
Tidak akan menerima apapun kecuali Cinta

Sang Yang Kekasih menganugrahkan cahaya dihati
Yang membuat" orang yang tidak percaya yang "khusus", Yang hanya percaya kepada
Cinta

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 4 September 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi90
Kidung Asmarandana

Engkau Dan Aku

Sepasang Burung putih
Berdua bersama
Saat Matahari tenggelam
Diatas keindahan samodra yang tenang.
Tak menyadari akan bintang bintang yang sedang tidur dibawah air
dan bintang bintang yang masih bercanda di angkasa
Yang terbang dengan santainya dan gembira menikmati
"keberadaannya sebagai ciptaan".

Aku ingin , kita seperti mereka juga
Saling berdampingan
Dalam saat saat keheningan
Tidak menyadari akan surga yang berputar
Untuk merasakan " cinta ".
Perjalanan denganmu
Ke galaxi yang tak terkira jaraknya
Dan disana menyatu menjadi bintang
Aku akan menjadi dirimu
Dan engkau menyatu denganku

Kemudian,
Di atas sepasang burung yang sedang kasmaran
Kita akan mengitari sepanjang jalan cinta
Dan merayakan cinta dan kebajikan

Alireza Nurbakhsh
Banbury
2/7 Agustus 2025

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi91
Kidung Asmarandana

Gambaran Didalam Hati

Dalam kerinduan aku berjalan melewati setiap gang mencariMu
Membayangkan Engkau didalam hatiku, kutinggalkan diriku sendiri

Karena hazrat yang tak terbendung untuk menyatu denganMu
Aku pergi mencariMu kemana -mana,
aku menjelahi setiap tempat,
dan mencari dari atas atap

Didalam ka'bah dan dikedai minum,
Mereka membicarakan sifat sifatMu
Aku mendengar tentangMu di Khanigah dan di candi Majuz

Pernah suatu waktu, aku mengukuti jalan akal dan nalar,
Cara cara berdebat, beralasan, dan penyelidikan berdasarkan alasan yang masuk akal

Dalam pencarian akan CintaMu,
Aku mengelilinggi yang dianggap berharga didunia ini, seperti kompas
Dan banyak mengalami banyak kesedihan dan kepedihan

Puisi Spiritual Nimatullahi92
Kidung Asmarandana

Gambaran Didalam Hati (lanjutan)

Aku kemudian mengabdi pada Guru ahli kedai kehancuran,
Dan minum dari Samodra Cinta dan Kasih
Sayang, menuruti petunjuknya

Aku mencari di setiap sudut,
namun tidak menemukan jejak apapun
dari gambaran yang aku lihat pertama kali di dalam hatiku

Dia Yang Maha Pemurah, menganugrahkan cahaya kepada kita semua walaupun kita tidak menyadari sama sekali
Rahmat dan hidayahnya membebaskanku dari segala khayalan dan angan-angan kosong

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 29 Mei 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi93
Kidung Asmarandana

Guru Ahli Cinta Dan Kasih Sayang

Walaupun keindahanNya jauh diluar pengertianku
la mencentak inti keberadaanku dengan cinta dari awal aku diciptakan

Setiap orang menerima dari Sang Yang
Pencipta sesuai kemampuannya.
Dan di surga yang berputar, cinta adalah bagianku terbanyak

Aku tidak akan terluka oleh kebencian dari manapun juga,
Dengan Kemurahan Sang Yang Terkasih, aku berenang di dalam lautan kebajikan

Kedai minum sudah buka, dan aku sibuk bekerja dalam urusan cinta
Mabuk dari bermangkuk-mangkuk anggur
Aku dengan gembira bercengkerema dengan siapapun juga

Walaupun Kadang menyaksikan Sang Yang
Terkasih,
Aku bersujud dihadapanNya pada saat bertapa:
Terpesona oleh kerupawananNya

Puisi Spiritual Nimatullahi94
Kidung Asmarandana

Guru Ahli Cinta Dan Kasih Sayang (lanjutan)

Di wilayah " ketidak hadiran diri sendiri " dan dengan Penggairah Hati yang cantik menawan,
Aku bebas dari ikatan diri sendiri dan petuah kebajikan

Sebagaimana penganugrah cahaya kepada jiwa,
Bersinar diseluruh dunia
Aku adalah guru ahli cinta dan kasih sayang
Atas anugrah cinta dan kemurahan dari
Sang Yang Teman Terkasih.
Alireza Nurbakhsh
London 26 April 2023

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi95
Kidung Asmarandana

HADIR DI DALAM KETIDAK HADIRAN

Engkau datang kepadaku disaat aku tidak berada dan bukan siapa siapa

Seakan akan engkau melihatku dari kejauhan
Dan duduk menunggu
Hingga" ke-Aku-anku" hilang musnah

Kemudian engkau datang dengan lembut didalam jiwa
Dan denganmu
Engkau membawa
Cendera Mata Cinta : Kemurnian dan
Kebenaran Sejati

Aku meminta kepadamu:
Tunjukkanlah segala bentuk pengejawantahan perwujudan kecantikanmu yang sejati
Yang akan membuat" ke-Aku-anku " musnah selama lamanya

Engkau berkata" Kecantikanku ada dimana mana, rubahlah cara pandang matamu untuk bisa melihatnya"

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 2 December 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi96
Kidung Asmarandana

Hanya Keindahan Semata

Sejak aku memulai perjalanan di jalan
Cintamu
Semua kelihatan indah dimataku
Yang burukpun kelihatan cantik
Taman ini tidak ada kehijauan sebelumnya
Namun sekarang seperti surga di langit

Engkau berjalan kearahku dengan anggun
Seanggun cemara,
Dengan rambut seharum kasturi
Kau uraikan harumnya gulungan rambutmu,
Dan hatiku hilang karenamu,
dan sakit cintakupun tumbuh

Ketika matamu yang memabukkan menggoda mereka yang jatuh cinta kepadamu,
Engkau melemparkan pandanganmu yang menghidupkan di dalam hatiku -
Hingga mencapai penglihatan, sehingga aku bisa menyaksikan betapa rupawannya wajahmu
Kecerdasan akal muncul dengan pola baru, yang menjauhkan aku dari kemabukan
Namun cintamu menghancurkan rencananya dan membuatnya bersembunyi dengan penuh kehinaan

Engkau samodra yang pemurah, aku gurun pasir yang tandus dan haus
Aku harus menghilang untuk menjadi engkau sepenuhnya, seperti setetes air yang menjadi samodra.

Puisi Spiritual Nimatullahi97
Kidung Asmarandana

Hanya Keindahan Semata (lanjutan)

Bunga mawar tumbuh didataranmu dan memamerkan wajahnya yang cantik jelita
Namun dikala wajahmu hadir malam ini,
Inti keindahan terpampang

Mengapa bertanya tentang datang dan perginya penganugrah cahaya kepada jiwa la datang dengan hati penuh kegembiraan dan pergi untuk menetap bersamamu

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 5 Agustus 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi98
Kidung Asmarandana

Hatiku Yang Bergelora Cinta

Hatiku bergelora melihat wajahnya yang cantik mempesona
Hati melanggar sumpahnya sendiri akan ketenangan
Aku menjadi budak cinta dan pemuja anggur dari bibirnya yang merah delima.

Dari seruputan yang pertama, Aku terpuruk, bingung, kehilangan kesadaran, kesana kemari, dan kehilangan akal.

Saat menjelang pagi, aromaNya tercium menyegarkan jiwaku
Aku lupa tentang diriku sendiri dan segala galanya.

Aku adalah seorang Kekasih aku tidak ada pilihan selain menanggung kekerasannya
Hatiku telah berlutut dibawah pedang kepedihan cinta sejak dari mulainya waktu.
Kekuatan cinta dan kegilaan menyerang hatiku
Dan gelombang rambutnya adalah tentara yang membendung jalan pikiran ku.

Senalam, pembunuh para kekasih dan pecinta- Guru kita- memberikan ceramah dalam pertemuan sebagai berikut
Siapa yang berteman dengan cinta
Akan dibebaskan dari kayalan dan angan angan kosong.

Nurbakhsh dengarkan panggilan San Yang
Terkasih dari setiap atom di hatimu
Dan Nurbakhsh meletus seperti balon menjadi satu dengan samodra.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 4 Nopember 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi99
Kidung Asmarandana

Hati Yang Bergelora

Hatiku bergelora melihat wajahnya yang cantik mempesona
Hati melanggar sumpahnya sendiri akan ketenangan
Aku menjadi budak cinta dan pemuja anggur dari bibirnya yang merah delima.

Dari seruputan yang pertama, Aku terpuruk, bingung, kehilangan kesadaran, kesana kemari, dan kehilangan akal.

Saat menjelang pagi, aromaNya tercium menyegarkan jiwaku
Aku lupa tentang diriku sendiri dan segala galanya.

Aku adalah seorang Kekasih aku tidak ada pilihan selain menanggung kekerasannya
Hatiku telah berlutut dibawah pedang kepedihan cinta sejak dari mulainya waktu.
Kekuatan cinta dan kegilaan menyerang hatiku
Dan gelombang rambutnya adalah tentara yang membendung jalan pikiran ku.

Senalam, pembunuh para kekasih dan pecinta- Guru kita- memberikan ceramah dalam pertemuan sebagai berikut
Siapa yang berteman dengan cinta
Akan dibebaskan dari kayalan dan angan angan kosong.

Nurbakhsh dengarkan panggilan San Yang
Terkasih dari setiap atom di hatimu
Dan Nurbakhsh meletus seperti balon menjadi satu dengan samodra.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 4 Nopember 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi100
Kidung Asmarandana

Hati Yang Tergila- Gila

Malam telah tiba, wahai sang penyaji anggur(sagi)
Tuangkanlah anggurmu cangkir demi cangkir
Cintaku saat ini adalah api yang akan membakar kedua-duanya, kedai anggur maupun gudang anggur

Aku menangkap sekilas tatapan mata Sang penyaji anggur saat dia bergerak dengan kaki peraknya

Aku akan mengingat kisah tentang kegilaan sakit asmaraku yang disebabkan oleh matanya yang memabukkan

Aku harus membersihkan semua noda selain darinja
Dengan ciuman dari bibirnya yang semerah anggur,
Aku harus menyerahkan keberadaan jati diriku
Dan mencari wajah Sang Yang Kekasih yang cantik mempesona

Sambil meraung dan menjerit, aku akan mencekal rambutnya
Hingga Sang Yang Kekasih mengikat hatiku yang tergila-gila dengan rantai ikal rambutnya

Puisi Spiritual Nimatullahi101
Kidung Asmarandana

Hati Yang Tergila- Gila (lanjutan)

Katakan kepada orang yang bingung dan cendekiawan yang penuh gaya, bahwa cangkirmu pecah berkeping-keping
Aku tidak mau kelicikan, pergilah jauh jauh bersama orang asing

Aku akan menutupi langit dengan kecantikan
Sang Yang Terkasih yang seperti gelombang gelora awan
Agar turun hujan cahaya cintanya untuk semua hati yang hancur
Nurbakhsh, habiskan anggurmu- cukup dengan dongeng dongeng !
Sang Penyaji anggur (Sagi) sedang bersamamu
Pandangannya yang sekilas penuh dengan cinta kepadamu

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 29 Juli 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi102
Kidung Asmarandana

Hidup dalam Saat

Nyanyian merdu burung-burung kecil di atas kepala
tiba-tiba memecahkan kereta pemikiranku
yang sedang galau dan penuh kekhawatiran.

Satu persatu renunganku terpuruk,
seperti gelas yang rawan pecah.
Aku tersadar bahwa segala sesuatu dan semua yang di sekelilingku
sedang berbicara denganku:
pohon apel, tupai, bahkan mangkuk-mangkuk pun berbicara kepadaku.
Aku terus berjalan dengan penuh kekaguman,
Betapa menakjubkan bahwa aku sedang mendengarkan
pesan yang sama dari segala arah.

Padamu teman-teman dan sahabatku,
Betapa cepat waktumu berlalu,
Dalam menggapai pemikiran yang tiada henti.

Sekarang, dengan cinta, pusatkanlah pemikiranmu pada pernafasanmu,
Dan hiduplah dalam "saat sekarang dan kini"
dengan seluruh serat-serat keberadaanmu.

Berikan cahaya dan bawalah kebahagiaan untuk semua,
Penuhlah dengan kasih dan sayang
Dan carilah cinta.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaKidung Asmarandana
Puisi Spiritual Nimatullahi103
Kidung Asmarandana

Hilang Kesadaranku Di Dalam

KEINDAHAN WAJAH SANG KEKASIH
YANG MEMPESONA DAN CANTIK
JELITA.
Aku mengingatmu dimanapun aku berada.
Hilang kesadaranku dalam keindahan karena kecantikan wajahmu.
Dengan cintamu , aku bahagia salamannya.
Aku adalah samodra yang murni.

Saat aku bersama penyaji anggur asmara yang sangat berharga di kedai cinta,
Tak ada seorangpun menjadi sia sia dan terpanah asmara seperti aku ini Layaknya.

Tidaklah mengapa, apabila engkau hadir atau tidak di dalam hatiku.
Aku akan tetap mengabdi kepadamu dengan setulus hatiku.
Aku tidak akan pernah memutuskan tali asmara terhadapmu.

Walaupun aku hanya terbaik dalam menyajikan masalah dihadapanmu,
Namun hatiku sekali lagi menapak kembali dalam gairah pesona keindahan dan kebahagiaan bersamu.

Duhai penyanyi para pemuja,
Petiklah dawai "kehilangan jati diri":
“Dimana aku saat ini?"," Mengapa aku ada disini?", disini, bukan lagi menjadi kekwatiranku.
Cintamu telah mengembalikan candi api asmara didalam hatiku.
Dalam kasih sayang dan dalam cinta,
Aku dipenuhi dengan lagu lagu cinta sepanjang malam.

Puisi Spiritual Nimatullahi104
Kidung Asmarandana

Hilang Kesadaranku Di Dalam (lanjutan)

Kembalilah kepadaku,
Oh Juwitaku terkasih,
Hanya engkau sumber kemakmuran dan summer segala pesona yang mampu menghilangkan kesadaranku.
Saat Engkau menganugrahkan
Cahaya Sucimu",
Tiada lagi " Aku" dan Kita.
Dan aku manunggal dengan " Gusti".

Alireza Nurbakhsh, Paris, 16
Desember2023.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi105
Kidung Asmarandana

Hujan

Ada guntur dan kilat saat itu
Dan hujan mulai turun
Cinta muncul ditempat itu
Dan menangkap hatiku dalam badainya

Beberapa tetes air hujan jatuh di bibirku
Harum rambutnya berputar di kepalaku

Hujan musim Semi membuatku mabuk
Dan membungkus jiwaku dalam kegilaan

Cinta membuat hati yang gila ini mengeluh
Dan mulai menyanyikan lagu lagu pengabdian dan kesetiaan

Hatiku Rindu kepadanya, si juwita,
Dan disamping dirinya sendiri dalam keabadian
Mulai menari, dan badanku mulai berputar
Api dari hati yang berkobar dalam cinta
Menyala di kepalaku di dadaku, menelanku

Penganugrah Cahaya kita,
Dalam keadaan benar benar mabuk berat
Meninggalkan tempat dan pindah tinggal bersama Sang Yang Kekasih Tercinta

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 1 Agustus 2003
Puisi Spiritual Nimatullahi106
Kidung Asmarandana

Hujan Belas Kasihan

Jika pikiranku
Terjerat ditengah tengah gegernya dunia yang gelisah
Sehingga seperti burung yang terkurung
Di tengah hujan badai pikiran yang mengelegar
Jadilah diri ini keheningan yang membawa kedamaian
Dan bebaskan dari belenggu dari diri sendiri

Jika aku hilang tersesat
Di dalam kegelapan lorong ilmu pengetauan
Mengembara tanpa arah, tanpa tujuan dan tanpa cahaya
Jadilah diri ini cahaya
Yang cahayanya menyalakan lantera jiwaku
Untuk menunjukkan aku kepada Kebenaran
Sejati

Jika hatiku menjadi sekeras batu
Dan tidak tergugah oleh hembusan lembut cinta

Jadilah diri ini hujan deras yang menyirami
Dan membantu tumbuh dan berkembang
Bunga Cinta
Di hatiku yang kering kerontang

Puisi Spiritual Nimatullahi107
Kidung Asmarandana

Hujan Belas Kasihan (lanjutan)

Jika aku, bagai orang yang tidak mampu membela diri sendiri
Merayap ke sudut
Karena rasa takut
Jadikan diri ini tempat pengungsian
Dan peluklah aku dalam lembutnya pelukanmu
Yang lebih hangat dari segala harapan

Jika nafsu yang buta
Menggelapkam mata hatiku
Jadikan diri ini cinta yang membangunkan kesadaranku
Dan biarkanlah aku terbang kepadamu
Seperri seekor burung Phoenix
Alireza Nurbakhsh
London, 9 July 2025

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi108
Kidung Asmarandana

IJINKANLAH

Ijinkanlah aku duduk denganMu, berhadapan saling bertatap muka, sebentar saja
Dan untuk memetik bunga mawar merah dari taman wajahMu yang indah menawan

Untuk menggantungkan hatiku pada sebuah gulungan ikal rambutMu
Dan menjaga rahasia gaib akan cinta
Seseorang yang sangat berharga dimataMu

Untuk minum anggur merah yang jernih dari bibirMu yang merah delima
Dan untuk menghancurkan- keberadaan jati diriku dengan kapak yang runcing
Seperti Farhad,
Duhai' Shireen kekasih hatiku, Sang
Yang Cantik Manis pujaanku

Aku tidak percaya pada apapun selain dua buah lengkung busur alisMu
Berapa lamakah engkau akan terus menanyakan tentang kepercayaanku kepadaMu ?

Puisi Spiritual Nimatullahi109
Kidung Asmarandana

IJINKANLAH (lanjutan)

Denganmu, aku membubung terbang ke
Surga yang tertinggi
Tanpa Rahmat dan kasih sayangMu, aku akan menderita dan miskin kemanapun aku pergi

Wahai inti dari kemabukanku di dunia ini
Walaupun aku tidak sesuatu apapun,
Namun bersamaMu aku lebih agung dari hidup itu sendiri
Setiap saat, atas kedermawananMu,
Engkau menganugrahkan cahaya kepadaku
Aku tidak akan menetap dimanapun kecuali di debu pintu rumahMu.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi110
Kidung Asmarandana

In Love

To be in love with you is beholding the secret of love itself
In the moment of Your absolute love,
Anna is in the moment of incomparable peace and in imaginable deep serenity with you, My Sweet Beloved.

Sweet Beloved, The most Glorious the most Precious, The absolute love Beauty
The blazing flame of desire in searching you, to be with you, to be hold by you,
Extinguished by divine love you bestowed to Anna.

Sweet Beloved,
After burning in love, left nothing but love to him,
You delivered Anna in the Ocean of your love mercy and becoming one existence in your love
United with you in loving you timelessly

Oh Sweet Beloved,
how I remember the journey to the union
For there was no station to rest
But loving him only unconditionally,

Puisi Spiritual Nimatullahi111
Kidung Asmarandana

In Love (lanjutan)

forgot the world and its business,
remembered only You,
My tongue is only calling your name,
My heart, fluctuated in extacy deeply in love with you
My mind occupied with the thought of being with you in love.
remember none but you bestowed Anna with the knowledge of
your merciful, your compassionate, your grace your endless blessings and bounty, your forgiving, your benevolent, your grace, your magnificent creations, your glorious existence in every of your creation
Universe andit all content and billions galaxies above that still a secret
But most of all : your manifestation of your divine love : human self: the true wonder of your creation,
Every soulin human holding your breath of love
Sharing the sacredness of your being
The Beloved is also the Lover.
True manifestation of your divine love.

All but all, the universe and billions galaxies out there, all but all your gift of love to your very own beloved, human is.

Puisi Spiritual Nimatullahi112
Kidung Asmarandana

In Love (lanjutan)

Sweet beloved, how Anna would complain of being miskin
knowing your glorious love for Anna and forall is most precious than any treasure on earth
How Anna could complain of having no abode nor the trade of the world?
When Anna seeing your absolute love beauty in this glorious blooming Dahlia this Autumn
And you bestowed yet again the secret knowledge of the world and the universe and allit contents in one glance

khow longer needs millions books nor explanations,
The knowledge is granted here in Anna heart,
When you know love, you know the secret of the creation.

Oh The Bestower of life, the Bestower of
Ligt,
Your unimaginable beauty, your Divine love,
Impossible to write
On any available paper nor pen in this world
Nor does on every screen and in any available memory digitally

Your beauty is bounless and timeless
Your beauty is the remedy for all sickness
Your beauty is cure for all broken
Your divine love is eternal light
A torch to whom seeking
A beacon towhom searching
Your Divine love is the only refuge in this world and here after
Your divine love defined my being.

Puisi Spiritual Nimatullahi113
Kidung Asmarandana

In Love (lanjutan)

Sweet Beloved,
Anna becoming muted by The Beloved divine revelation of love
Be hold by Love Beauty of her beloved,
Silent is her present,
For the heart has been occupied by The
Beloved Self

How Anna would remember the world and its business
When the ultimate absolute love is residing in her heart.
No longer Anna but The Beloved alone she remembers

In enchanting peace, in wonderful silent
Every time any time, anywhere everywhere
She only remembers her Beloved.

His love silenced her thoughts, His Love muted her words,
No longer Anna exists, but her Beloved alone : The Most Glorious Lord, Most compassionate most merciful most benevolent, The greatest of all.
The only Treasure, the only Being
Ya Hagg
Shoreham by Sea
04.48 18 October 2024
Anna San Taylor

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi114
Kidung Asmarandana

Jalan Cinta

Semalam, di dalam Candi Majuz, aku dalam kekaguman, saat sekali lagi menyaksikan uraian ikal rambutmu

Sepertinya cinta telah menyalibku dengan panjang rambutmu,
Aku hilang dalam ikal rambutmu dan tiada sesuatupun tersisa dari diriku

Aku kira karena engkau telah menjeratku
Engkau akan memudahkan jalanku
Semua perkiraanku ternyata tidak satupun terjadi, seperti desahan diwaktu fajar

Aku adalah pengembara di wilayahMu
Ketika aku menyadari bahwa,
Ada jalan menuju ambang kecantikanMu melalui Jalam " Cinta "

Engkau melihatku sekejap dan berkata beberapa rahasia dengan penuh samaran halus
Kata-kataMu yang anggun semanis gula nektar

Ketika bayangan perawakanMu tercetak dalam badanku
Aku memahami bahwa segala sesuatu selain
Cinta adalah kekosongan dan Khayalan belaka

Aku tidak mempunyai keinginan apapun apabila Sang Yang Kekasih menganugrahkan cahaya
Semalam, kegembiraan yang tiada tara di dalam candi Majuz, disebabkan hanya oleh sekejap pandangan matanya.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 9 June 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi115
Kidung Asmarandana

JALAN LURUS

Jalan in sangat menantang
Bagi seseorang yang selalu melihat ke
Masa depan
Dan bagi mereka yang terpuruk didalam masa lalu

Masa depan tidak akan pernah datang dan masa lalu tidak bisa dibalik kembali

Kita harus mengetuk pintu
Dan berjalan pada Jalan Lurus
Kita harus bertanya
Dan mendengarkan jawabannya

Walaupun jawaban selalu diberikan dalam bahasa yang sederhana kepada kita
Namun kita memilih untuk mengabaikannya

Jawabannya adalah disini
"Padasaatini".

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 24 Desember 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi116
Kidung Asmarandana

Jalan Melaksanakan

CINTA DAN KASIH SAYANG

Aku tidak akan menjadi seseorang yang akan merebut dan mematahkan jalinan cinta dan kasih sayang
Dan menghindar dari Sang Yang Kekasih yang sangat berharga, yang telah lama menderita

Apabila Sang Yang Kekasih menyuruhku pergi dari pertapaan keindahannya
Aku akan memohon lagi kepadanya
Di ambang pintu cintanya

Aku dibebaskan dari rambut panjangnya,
Namun terjebak oleh mabuk matanya yang seperti bunga Narsis

Hatiku telah tertangkap oleh matanya yang nakal -
Oh', Aku tersesat, apa yang harus aku lakukan?.

Untuk melihatnya, aku akan pergi jauh di atas batas khayalanku
Tidak perlu minta petunjuk dari para penujum
Aku tidak mempunyai keraguan sama sekali

Puisi Spiritual Nimatullahi117
Kidung Asmarandana

Jalan Melaksanakan (lanjutan)

Walaupun jalan sangat panjang, dan musuh hatiku menanti saat untuk menyerang
Aku akan ber-renang dengan penuh semangat di dalam hati yang seperti samodra tiada batas

Saat aku melepaskan jati diriku
Dan menyaksikan semua polanya didalam hatiku
Aku akan mempelajari jalan dan cara cara untuk melaksanakan cinta

Betapa lembutnya bulan-
Seperti keindahan yang melekat ke
Nurbakhsh
"Aku berencana untuk mengungkapkan kemurahan cinta dari Sang Yang Kekasih
Tercinta yang tidak terlihat"

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 7 September 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi118
Kidung Asmarandana

Jangan Pergi

Jangan pergi, 'Duh Kekasihku yang Tercinta-
Aku akan mengorbankan hati dan jiwaku hanya untukmu
Datanglah dan duduklah bersamaku sebentar saja, O' Cahaya Bulanku

Tanpamu aku tidak memerlukan dunia ini
Dalam kehancuran, tanpa cintamu
Aku tidak tau tentang wacana yang lainnya
Aku tidak tau apapun selain dirimu

Hatiku menjunjung tinggi cintamu,
Wajahmu yang cantik jelita memenuhi pikiranku
Apabila aku sampai berpikir yang lainnya,
Aku sangat menyesalkan pemikiran itu
Aku bersumpah dihadapanmu

Aku tidak punya siapa siapa selain engkau di dunia ini,
Aku tidak ingin selain engkau
Aku bukan ini, aku bukan itu jEngkau adalah jiwaku dan belahan jiwaku

Puisi Spiritual Nimatullahi119
Kidung Asmarandana

Jangan Pergi (lanjutan)

Saat menjelang fajar wajahmu yang cantik jelita muncul didalam lubuk hatiku:
Lihatlah mataku yang banjir air mata,
Aku masih mabuk dari kegembiraan melihat wajahmu yang cantik jelita

Engkau, dengan tatapanmu yang mempesona,
Telah menjadikanku sebagai Majnunmu

Matamu yang tajam dan memabukkan,
Telah menjadikanku kebingungan
Dan hanya kehancuranlah yang tertinggal

"Wahai engkau, yang paling berharga didalam jiwaku,
Datanglah dan duduklah disampingku
Engkau yang telah menganugrahkan pancaran cahaya gemerlap kepadu
Aku adalah Raja Sulaiman di alammu.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaParis, 17 Desember 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi120
Kidung Asmarandana

Juru Bicara Cinta

Cintamu memenuhi hatiku dengan keributan, dan menjadikan hatiku penuh dengan keramain seperti burung

Walaupun aku dengan tiba tiba tertangkap dalam jeratmu
Aku senang bahwa engkau membiarkan aku terbang bebas kemanapun

Banyak yang cantik cantik di kota ini
Namun aku tidak pernah melihat yang secantik dan yang sejelita dirimu

Aku berdiri dalam doa
pada setiap hembusan nafasku,
Aku menggenggam wajahmu
Aku tidak mempunyai kiblat selain
Lengkungan alis mataku
Aku begitu menyatu dengan engkau siang dan malam
Sehingga membuatku tidak bisa erat maupun mesra dengan yang lainnya

Ketika aku engkau panggil keatas atapmu,
Yang mulia yang tiada tara harganya,
Aku mulai bernyanyi seperti
burung Derkuku, dimana?! dimana ? !

Puisi Spiritual Nimatullahi121
Kidung Asmarandana

Juru Bicara Cinta (lanjutan)

Cintamu telah membasahi hatiku dengan darah
Aku telah menjadi Juru Bicara pada sekolah cintaMu

Engkau menganugrahkan cahaya tanpa ikatan apapun
ataupun mengharapkan balasan apapun

Aku mendambakan hanya dirmu
Aku hanya memanggilmu -
Kemanapun aku pergi

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaNew York, 19 October 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi122
Kidung Asmarandana

Kasmaran Yang Abadi

Hatiku tidak akan pernah menyimpan cinta selain cintamu.
Di hadapanmu, kesedihan apapun tak mempengaruhiku.

Dia yang memuji cahaya sebagai pembimbing intelek
Tidak tahu apa pun tentang rasa kasmaran yang kita rasakan

Dan dia yang mencarimu di Kabah
Hatinya buta dan tidak memiliki api cinta

Sang mullah begitu tersesat dalam prinsip dan dogma agama, sehingga ia tidak bisa berjalan di jalan yang dicintainya.

Karena wajahmu bersinar di hatiku, ia takkan pernah pergi ke pintu lain

Seorang kekasih pernah bertanya kepada guru kami, "Di manakah
Khanegah yang tidak memiliki pintu?"

Wahai penyanyi, petiklah melodi dalam mahur
Dalam Kedai cinta ini, tak menyimpan gairah dan semangat

Hatiku hanya menyimpan cintamu,
Selama kau memberikan cahaya padaku seperti matahari

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 22 Oktober 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi123
Kidung Asmarandana

Keanggunan Sang Yang Kekasih

Kekasihku memilik Rahmat dan berkat, belas kasih sayang dan kedermawanan yang tiada bandingnya
Sehingga Sang Kekasih menerima dengan iklas semua penceleaan yang ditujukan kepadanya

Seseorang yang telah mempertaruhkan hidupnya seperti ngengat,
Tidak kwatir akan datangnya banjir sampah dan kotoran disamodranya

Pengabdi di kedai minum di negara kami ternama sebagai orang yang sedang mabuk
Karena mereka menjalani pengabdian "tanpa henti atau terus menerus ' di ambang debu sang ahli Majuz.

Karena seorang pecinta terdiam dan terpesona oleh wajah Sang Yang Kekasih,
Dia berbicara melalui hati dengan kekasihnya dan hanya mempunyai sedikit kata untuk diucapkan

Hanya dia yang bebas dari jaridirinya dan mengalami ketidak hadiran akan dirinya sendiri
Akan mencapai Kerajaan Hati dan mencapai
Lahan Kemanunggalan yang keistimewaannya tiada bandingnya

Puisi Spiritual Nimatullahi124
Kidung Asmarandana

Keanggunan Sang Yang Kekasih (lanjutan)

"Gembira' adalah milik para pengabdi di Kedai
Minum
Yang telah menyerahkan kedua-duanya, hati dan agamanya kepada Sagi sang penyaji anggur
Kerena dia telah menjadi sesat karena cinta dan memuja sang kekasih yang seperti berhala penyembahan

Wahai ' teman, janganlah pernah kehilangan harapan di pintu Sang Yang Juwita
Karena Sang Yang Kekasihku tercinta adalah penganugrah cahaya
Dan sangat dermawan tanpa mengharapkan apapun sebagai balasan

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 29 Juni 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi125
Kidung Asmarandana

KEBENARAN SEJATI YANG

TERSEMBUNYI

Aku- Kulit, daging dan tulang
Engkau- Kebenaran Sejati didalam Jiwa dan Ruh

Aku- bayangan, khayalan dan kekacauan
Engkau- Suci Murni dan Rahmat yang tiada batas

Aku- kebingungan, cinta pada diri sendiri dan bangga diri
Engkau-Cinta penuh kasih sayang, kedermawanan yang tak terbatas, serta kesabaran yang tiada bandingnya kepadaku

Betapa mengagumkan bahwa Engkau ada didalam diriku
Tersembunyi dan tak terlihat

Dan aku, seumur hidupku berusaha untuk menyingkap rahasiaMu
Agar Engkau menggantikan keberadaanku
Sehingga hanya Engkau yang menetap dan hadir didalam keberadaanku

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 16 Januari 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi126
Kidung Asmarandana

Kebun Apel

Hari ini kebun apel terasa seperti ciuman
Sang yang Kekasih
Warnanya yang semerah mawar mengingatkan aku pada rona merah pipi
Sang Yang Kekasih hatiku

Di persemayaman kecantikan kita yang sangat berharga dan tidak terkekang,
Aku melihat seorang pecinta yang mengorbankan dirinya sendiri menuju Taman
Bunga Mawar

"Apa yang terjadi?" Mengapa begitu gila dan dalam kebingungan ?" Aku bertanya
"Pencerahan untuk menjunjung Sang Yang
Kekasih telah memanggilku", dia menjawab

Samodra cinta kita adalah seperti laut yang bergolak
Siapapun yang tenggelam di dalamnya akan mempunyai sebuah hati yang merupakan rahasia gaib Sang Yang Maha Sakral

Puisi Spiritual Nimatullahi127
Kidung Asmarandana

Kebun Apel (lanjutan)

Aku bukan yang hanya satu-satunya terjerat siang dan malam oleh belahan rambut panjangnya
Siapapun yang melihat matanya yang nakal, dapat membuktikan bahwa menjadikan diri terjebak adalah satu-satunya pilihan

Aku melihat seorang penasihat pandai dan berakal yang menolak adanya kepedihan di dalam cinta,
Terpana, dan mengembara di dataran kegilaan cinta

Nurbakhsh memasuki kedai minum dari dunia kemanunggalan jati
Banyak cerita yang dapat ia disampaikan tentang keributan yang disebabkan oleh bibirNya yang manis
Alireza Nurbakhsh
Banbury, 14 Juli 2023

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi128
Kidung Asmarandana

Kecantikan Beraroma Kesturi

Kecantikan yang beraroma kesturi tiba di pintu rumahku" Siapa engkau dan mengapa engkau disini?" Aku bertanya

"Aku adalah angin, bumi, air dan api
Aku adalah pemandu cinta didunia yang gelisah

Ketika aku menembakkan anak panah dari busur kelembutan
Aku memabukkan,
Membakar habis semua ketidak nyamanan dan kehilangan kesadaran

Aroma rambutku menggapai jauh dan luas
Membasuh kepedihan hati
Dan membersihkan debu di sepasang mata

Aku membuat orang yang tulus menjadi mabuk
Dan merampasmu dari semua pilihan

Penyakit asmaraku diketaui tidak ada obatnya
Aku merubah hati menjadi darah,
Seperti padang bunga tulip merah " dia berkata

Aku dibunuh oleh cinta diwilayah gaib
Aku memberikan cahaya pada para hati
dan kegelapan malam

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaMontreal, 25 September 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi129
Kidung Asmarandana

Kecantikan Pemberian Tuhan

Semalam suntuk, matanya yang menggoda telah ditujukan kehatiku

Dia merebut agama dan kepercayaanku, dan menjarah hatiku yang sedang kasmaran

Dia membawa mangkuk gambaran dunia dan secawan anggur semerah batu delima

Di mangkuk itu la menjunjung wajahnya sendiri yang rupawan menawan

Siapapun yang melihat kecantikan pemberian
Tuhan itu, akan terbebaskan dari dirinya sendiri

Dan seperti diriku sendiri, rela memberikan dunia dan akerat, dan pemikiran tentang
"Aku" dan" Kita".
Dia memberikan cinta dan membuka rahasia gaib hanya dengan lirikannya
Dia membangkitkan banyak orang dengan nafasnya yang sehangat Jesus

Aku berkata kepadanya " Aku sangat merindukanmu, duduklah bersamaku wahai kekasihku yang tercinta ".

Puisi Spiritual Nimatullahi130
Kidung Asmarandana

Kecantikan Pemberian Tuhan (lanjutan)

Dia menjawab " Siapapun yang meminta sesuatu dari kekasihnya itu bukan Pecinta sejati".

Aku berkata " Tanpamu, hari ini maupun besuk tidak lagi ada kenikmatan ".
Dia menjawab " Seorang Pecinta sejati tidak berbicara tentang hari esuk ".

Aku kembali berkata " Engkau tau siapa yang telah memberi cahaya kepadaku ...?.
Dia menjawab " Ya, aku tau. la begitu diliputi cinta yang luar biasa kepadaku, sehingga ia mohon pertolongan dari Tuhan".

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 2 Mei 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi131
Kidung Asmarandana

Kedipan Asmara Sang Kekasih

TERCINTA

Bangunlah kembali hatiku yang hancur dengan kedipan asmara
Masuklah kedalam lubuk hatiku
Dan jadilah penguasanya

Selamatkanlah aku dari kehiruk pikukan dunia , Aku sudah lelah

Panggilah aku untuk dirimu sendiri, dengan sekilat pandangan dari sudut matamu.

Bawalah Aku jauh dari diriku sendiri
Dengan sekilas pandangan yang menyihir dengan pesona

Kemudian bawalah aku ke tempat kedai minum dan jadikan hatiku sebagai modal berdagang

Puisi Spiritual Nimatullahi132
Kidung Asmarandana

Kedipan Asmara Sang Kekasih (lanjutan)

Apabila aku sampai bernafas beberapa kata tanpa Mu,
Berilah aku perintah untuk menyerah semua ucapan dan pidato serta ceramah ceramah

Peganglah aku erat erat dalam pelukanMu malam ini.
Dan rampoklah aku, dengan kegenitanMu.
Semua pengetauanku dan juga agamaku

Bakarlah sandang dan panganku dalam api cintaMu
Dan apabila logika menolak dan beralasan tidak pada tempatnya, gilaslah dengan besi.

Sebagaima Nurbakhsh, mencari kehendak dan hasrat dari Teman.
Dan sucikanlah hatimu dengan airmata cinta dan pencarian

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaWashington DC, 23 October 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi133
Kidung Asmarandana

Kedipan Asmara Sang Yang Tercinta

Sembuhkanlah hatiku dengan sebuah kedipan asmara
Masuklah kedalam lubuk hatiku dan jadilah yang berwenang disana

Amankan aku dari suara dan hiruk pikuknya dunia
Aku sudah lelah
Panggilah aku untuk dirimu sendiri
Dengan kilatan dari ujung matamu

Bawalah aku pergi dari diriku sendiri
Dengan sebuah lirikan yang menyihirkan
Kemudian bawalah aku ke kedai minum
Dan jadikan hatiku sebagai modal untuk berdagang

Apabila sampai aku bernafas dalam beberapa kata tanpa mengingatmu,
Berikanlah sabda kepadaku untuk menghentikan semua kata kata dan pembicaraanku

Peganglah erat erat aku dalam pelukanmu

Dan rampoklah semua agama dan segala pengetauanku dengan kegenitanmu

Bakarlah benang dan pakan untuk keberadaanku dalam api cintamu
Dan apabila akal yang tidak sehat melawan
Ringkuslah dengan besi bajamu

Sebagaima Nurbakhsh, mencari
Rasa hati dan gairah dari teman
Dan sucikanlah hatimu dan jiwamu
Dengan air mata cinta dan pencarian

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaWashington DC, 23 October 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi134
Kidung Asmarandana

Keindahan Gunung Sedona

Lapis demi lapis tanah liat merah saling bertumpuk setinggi langit.
Mataku terpesona akan keindahan warna merah tanah liat gunung ini yang
memancarkan kembali cahaya gemilang dari cahaya matahari.

Aku mengatakan pada diriku sendiri, betapa menakjubkan melihat keajaiban gunung ini.

Betapa indahnya perasaan bersatu dengan keindahan alam.
Betapa indahnya perasaan mengetaui penyebab warna merah gunung ini.
Betapa indahnya mengetaui kehidupan kita yang pendek dibandingkan dengan umur pegunungan Montana ini.

Karena sepanjang umur keberadaan bumi,
Mungkin hanya kita manusia diantara semua yang ada didunia yang mampu menghargai keindahan gunung ini.

Warna merah pegunungan itu bercerita tentang waktu.
Bermilyar milyar tahun yang lalu sebelum keberadaan kita.
Saat air masih menggenangi pegunungan ini dan segala yang memeluknya.

Dan milyatan tahun kemudian
Setelah kita,
Akan datang hari dimana pegunungan ini dan segala apa yang disekitarnya akan kembali tergenang oleh air.

Puisi Spiritual Nimatullahi135
Kidung Asmarandana

Keindahan Gunung Sedona (lanjutan)

Dan burung burung akan mengosongkan sarang sarangnya untuk digantikan oleh ikan ikan.

Aku mengatakan pada diriku sendiri, betapa menakjubkan melihat keajaiban gunung ini.
Betapa indahnya perasaan bersatu dengan keindahan alam.
Betapa indahnya perasaan mengetaui penyebab warna merah gunung ini.

Betapa indahnya mengetaui kehidupan kita yang pendek dibandingkan dengan umur pegunungan Sedona ini.

Karena sepanjang umur keberadaan bumi,
Mungkin hanya kita manusia diantara semua yang ada didunia yang mampu menghargai keindahan gunung ini.
Oleh : Alireza Nurbakhsh,
Santa Fe, Amerika Serikat, 21 Juli
2024.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi136
Kidung Asmarandana

Keindahan Yang Tak Berhias

Jika hatiku yang gelisah ini,
Dengan kata-kata yang lebih ringan dari udara,
Dan harapan seperti api yang padam - telah mengganggumu

Katakanlah padaku,
Agar aku dapat beristirahat dengan tenang
Dalam keheningan keindahanmu.

Namun, singkirkan mahkota bunga dari kepalamu,
Pejamkan matamu,
Sembunyikan bibirmu dalam selubung kegelapan malam
dan lihatlah,
Bahwa aku masih mencintaimu,

Wahai angin purba,
Jadilah seperti botol botol jamu,
Dan biarkan aroma cintanya
Memenuhi seluruh diriku.

Wahai siang dan malam,
Kau, yang berbagi senja,
Bawalah air mataku yang merah padanya
Sebagai bukti bahwa aku mencintainya -
Bukan untuk mawar
Bukan untuk hasrat
Bukan untuk kenikmatan
Hanya untuknya belaka

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 26 September 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi137
Kidung Asmarandana

KEINGINAN HATI

Aku mengatakan, bernyanyilah dari hati sanubari
Dan aku akan membentangkan sayapku lebar lebar terbang kepadamu

Aku akan jatuh dikakimu dengan air mata berlinang
Dan dengan kegembiraan yang tiada taranya aku akan Menyatakan bahwa engkau adalah Tuhanku

Untuk berepa lamakah engkau akan menganggapku sebagai orang asing?
Aku terbakar dalam api keterpisahan denganmu, Duhai' Temanku

Aku tidak bisa bernafas tanpamu walaupun hanya sekejap saja
Tanpa cintamu, aku akan terus menerus dalam kesengsaraan yang tiada putus

Tempatkanlah keberadaan wujudku didalam obor yang menyala
Aku akan gembira pada apapun yang kau pilih

Aku begitu gila tenggelam.dalam cintamu
Sehingga membuatku tidak sadar dimana aku berada

Ketika Sang yang Kekasih hatiku menganugrahkan cahaya kepadaku
Aku akan terbang melayang,
Karena kemudian aku akan menjadi seekor burung Garuda berapi
Alireza Nurbakhsh
Banbury, 1 Desember 2024

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi138
Kidung Asmarandana

Kekasih Yang

MEMPERTARUHKAN SEGALANYA

Apa hubungan antara kekasih yang mempertaruhkan segalanya dengan agama?
Kekasihnya telah menjadi apa pun yang ia cari dan semua yang ia ketahui.

Baginya, yang dicintai adalah semuanya,
Baik yang diperbolehkan maupun yang tidak.
Segala sesuatu selain yang dicintai, tidak sah baginya.
la terbakar cinta tiada henti - siang dan malam.
Jauh dari yang dicintai, bagaimana ia bisa menemukan kedamaian?

Ya Tuhan, tambahkanlah cintaku di setiap nafasku
Hingga aku terbebas dari dunia seratus ribu kali lipat

Tak ada yang terlintas di pikiran selain gambaran wajah manis kekasih,
di dunia ini dan di masa ini
Wahai kekasihku, berikanlah aku tekad untuk meninggalkan diriku sendiri
Sehingga aku menjadi dirimu seutuhnya

O'Nurbakhsh, agamaku adalah cinta - hanya cinta.
Aku tidak punya urusan dengan siapa pun kecuali melalui cinta.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 10 Oktober 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi139
Kidung Asmarandana

Kemurnian Hati

Bagi para musafir , pengembara cinta agar hati dipenuhi dengan cinta,
Kemurnian menjadi sarat utama untuk tiba di wilayah cinta Sang Yang Terkasih
Dan pemandu spiritualpun diperlukan.

Jalan mencapai Cinta Sang Yang Terkasih,
Penuh dengan bahaya dan jebakan,
Pada jalan " menghilangkan kepentingan diri sendiri" yang sangat menantang,
Kesetiaan yang tanpa batas sangatlah diperlukan

Kepada siapapun yang berkeinginan untuk mencintai semua mahkluk dan seluruh ciptaan Tuhan,
Hati yang penuh dengan cinta dan kerinduan akan Sang Yang Terkasih sangatlah diperlukan
Untuk melihat Matahari bersinar sebagai pengejawantahan keindahan Sang Yang
Terkasih-- Kekasih hati, Yang murni dan lemah lembut-- Penggairah hatipun diperlukan

Apabila ada yang berkeinginan untuk minum anggur bermangkuk mangkuk di kedai minum,
Kemesraan dengan wajah jelita sang ahli saji : Sagi pun diperlukan

Puisi Spiritual Nimatullahi140
Kidung Asmarandana

Kemurnian Hati (lanjutan)

Untuk ditangkap oleh tali laso rambut ikal
-Sang Yang Kekasih yang anggun,
Belitan pada plintiran rambut panjang
Sang Yang Terkasih pun diperlukan

Untuk memberikan cahaya di hati para pecinta,
Pada setiap hembusan nafas, dengan hati yang penuh luka, Keiklasan
dan ketulusan hati sangatlah diperlukan

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 5 April 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi141
Kidung Asmarandana

Kemurnian Sang Ahli Gaib Guru Majuz

Kemurnian sang ahli gaib Guru Majuz telah membuatku tertarik kepada Cinta
Dia berkata padaku untuk membasuh rasa malu di kedua mata yang dikarenakan telah melihat kejahatan

Dia melanjutkan, tanamlah bibit cinta dan kesetiaan di kebun mawar hati
Dan memahami bahwa " merasa tersinggung' adalah sangat bertentangan dengan" sifat sifat Kesatrian".

Datanglah di wilayah kecantikan Sang Yang
Kekasih
Dan jadikanlah tempat itu relung doamu
Bebas dari jeratan tipuan hawa napsu dan pemujaan terhadap diri sendiri

Bacalah kata-kata dari Sang Yang penuh rahmat, terukir diatas batu tulis hatimu
Dan petiklah beberapa bunga ketika meliwati taman Sang Yang Kekasih yang Maha Suci

Puisi Spiritual Nimatullahi142
Kidung Asmarandana

Kemurnian Sang Ahli Gaib Guru Majuz (lanjutan)

Tuangkan anggur murni cinta dan kasih sayang kedalam mangkuk " kesalahan"
Sekarang saatnya untuk minum, kasmaran dan hilang ingatan karena' terpikat' .atau
'Tendi"

Sang kekasih yang jail dan nakal dan tiada taranya, berkata seperti ini pada pertemuan
'orang orang yang telah terpikat ' atau' rendan':" Aku menjadi pemandu "di jalan kebenaran sejati " dengan jalan memuja berhala".

Betapa sangat mengagumkan bahwa lampu kedai minum memberikan cahaya kepada seluruh dunia dan menunjukkan jalan cinta dan kebebasan

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 4 Juli 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi143
Kidung Asmarandana

Kepastian Hati

Sebuah Kisah tentang Keraguan dan
Persahabatan
Oleh Dr. Alireza Nurbakhsh

Hampir sepanjang hidupnya, Ramin tinggal di bawah atap yang kokoh. Atap itu dibangun dari kepastian. Kepastian keyakinan, Kepastian penilaian,
Kepastian arah.

Setiap pagi, ia bangun dengan mengetahui di mana posisinya dan ke mana tujuannya. Dunia terasa teratur.
Tanah di bawah kakinya terasa kokoh.
Bahkan keraguannya, ketika muncul, terkendali dengan rapi.

Kemudian ia bertemu dengan Joseph, dan retakan kecil muncul di atap.
Joseph tidak bersuara keras, dan ia juga tidak berdebat dengan penuh semangat. la mengajukan pertanyaan lalu menunggu. la banyak membaca, sedikit berbicara, dan tampak tidak terganggu oleh ketidaktahuannya. Jika Ramin memberikan jawaban, Joseph memberikan jeda.

Awalnya, Ramin merasa hal ini meresahkan tetapi tidak berbahaya.
Seiring waktu, retakan itu semakin melebar.

Puisi Spiritual Nimatullahi144
Kidung Asmarandana

Kepastian Hati (lanjutan)

Selama berjalan-jalan panjang dan percakapan santai, Joseph berbicara tentang pikiran—bukan sebagai jendela menuju kebenaran, tetapi sebagai alat untuk bertahan hidup. Dia menunjukkan hal-hal kecil: bagaimana objek yang jauh tampak lebih dekat daripada sebenarnya, bagaimana rasa takut mempertajam persepsi bahkan ketika bahaya tidak ada.

Dia berhenti di jalan setapak.
"Indera kita melebih-lebihkan," katanya.
"Indera melindungi kita. Indera tidak mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi."

Malam itu, sambil terjaga, Ramin merasakan sesuatu yang asing—pusing samar, seolah-olah tanah di bawahnya telah bergeser. Tidak ada yang berubah, namun tidak ada yang terasa sepenuhnya kokoh.

Beberapa minggu berlalu.
Joseph berbicara lebih sedikit, tetapi keheningan lebih berpengaruh daripada kata-kata. Ramin mulai memperhatikan betapa cepatnya pikirannya menuju kesimpulan, betapa mudahnya pikirannya mengisi kekosongan dengan kepastian.

Puisi Spiritual Nimatullahi145
Kidung Asmarandana

Kepastian Hati (lanjutan)

Keyakinan muncul secara otomatis, seperti tarikan napas.
Suatu malam, Joseph berkata, "Kau tak pernah keluar dari pikiranmu. Semua yang kau ketahui datang sudah terbentuk."
Atapnya berderit.
Ramin merasakan keraguan bukan sebagai sebuah ide, melainkan sebagai sebuah sensasi—rasa sesak di dada, kekosongan yang tenang tepat di bawah tulang rusuk.
Kemudian, Joseph berbicara tentang benar dan salah—bukan dengan nada meremehkan, tetapi dengan lembut. Ia menyarankan bahwa nilai-nilai adalah kesepakatan, bukan absolut: bahwa dunia itu sendiri tidak mengeluarkan perintah apa pun.
"Dunia ini bungkam," katanya. "Kitalah yang berbicara ke dalamnya."

Malam itu, atapnya runtuh. Ramin mendapati dirinya berdiri di udara terbuka. Tanpa tempat berlindung.
Tanpa pijakan yang terasa aman. Dia mempertanyakan segalanya— keyakinan, pengetahuan, kewajiban— tetapi setiap jawaban lenyap segera setelah terbentuk. Dia mencoba hidup seperti ini, waspada dan skeptis, tetapi usaha itu membuatnya kelelahan.
Dia meleset dari atap.
la mencari sesuatu yang nyata —buku, diskusi, belajar disiplin ilmu tertentu— tetapi hanya menemukan lebih banyak pertanyaan.

Puisi Spiritual Nimatullahi146
Kidung Asmarandana

Kepastian Hati (lanjutan)

Akhirnya, ia beralih ke anggur, salah mengira , dikira anggur bisa melupakan sebagai kelegaan. Awalnya anggur menghangatkan tubuhnya. Kemudian meredam kebisingan. Akhirnya, anggur menggantikan pikiran sepenuhnya.
Joseph memperhatikan.
"Ini bukan tempat berlindung," katanya suatu kali sambil menyentuh kaca. "Ini hanya tempat untuk melupakan."
Ramin tersenyum tipis. "Melupakan saja sudah cukup." Bukan?

Suatu malam musim dingin, dingin yang menusuk dan tak kenal ampun, Ramin pingsan di jalan. Ketika ia terbangun, langit-langit di atasnya berwarna putih dan berdengung. Seorang dokter berbicara dengan lembut, tanpa emosi.
Hatinya telah gagal berfungsi. Waktu telah menyempit.
Joseph datang.
"Kau datang," kata Ramin. Suaranya terdengar datar. "Tidak ada orang lain yang datang."
Joseph duduk di sampingnya. "Aku di
SINI."
Ramin mengamatinya. "Kau meragukan segalanya," katanya. "Mengapa ini?"
Joseph tidak langsung menjawab. Dia meletakkan tangannya di pagar tempat tidur dan menatap Ramin—bukan sebagai masalah, bukan sebagai pertanyaan.
"Untuk hal-hal tertentu dalam hidup, kau tak butuh alasan," kata Joseph pelan. "Kau merasakannya sebelum memahaminya. Persahabatan adalah salah satunya. Cinta adalah yang lainnya."

Puisi Spiritual Nimatullahi147
Kidung Asmarandana

Kepastian Hati (lanjutan)

Ramin merasakan kehangatan menjalar di dadanya—tak terduga, stabil. Bukan kelegaan. Bukan harapan. Sesuatu yang lebih tenang.
"Kau telah merampas kepastianku," bisik
Ramin. "Namun ini tetap ada."
"Saya mempertanyakan atapnya," kata
Joseph. "Bukan apa yang ada di bawahnya."
Ramin mengulurkan tangannya.
Tangannya gemetar. Joseph meraihnya tanpa ragu-ragu.
Dunia tidak kembali pada maknanya.
Kebenaran tidak menjadi jelas. Kematian tidak mundur.

Namun dalam keheningan di antara mereka, sesuatu tetap teguh. Dan Ramin memahaminya bukan dengan pikirannya, yang tidak lagi mampu memegang kepastian, tetapi dengan sesuatu yang lebih dalam bahwa ketika setiap keyakinan lenyap, kehadiran tetap ada.

Beberapa kepastian tidak dapat dibangun. Kepastian itu hanya dapat disentuh.

Alireza Nurbakhsh,
London, 18 Desember 2025
Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dari naskah aslinya dalam bahasa Inggris.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi148
Kidung Asmarandana

Kerajaan Cinta

Dunia sedang dalam kekacauan
Kebohongan. memakai mahkota
Dan duduk di atas takhta manusia

Pikiran Baik, Kata-kata Baik, dan
Perbuatan Baik
Adalah tiga bintang yang diam
Tersembunyi di balik awan keburukan jiwa

Ahura Mazda, dewa tertinggi
Telah memanggil Spenta Mainyu yang baik hati kembali ke tempat
Suci cahaya

Dan Ahriman, roh jahat
Dengan pasukan Angra Mainyu, kegelapan dan tipu daya,
Telah menyerbu ladang hati manusia

Spenta Armaiti, yang harmonis
Berbalut jubah kerendahan hati dan kasih sayang
telah mundur, dan bumi,

Malu dengan kurangnya kebaikan
kita Bersembunyi di kosmos yang Sunyi.

Kekasihku,
Hakikat cinta dan keindahan,
Ada dalam tidur nyenyak-
Dan monster Ahriman memburunya

Puisi Spiritual Nimatullahi149
Kidung Asmarandana

Kerajaan Cinta (lanjutan)

Dalam mimpi, aku melihat kekasihku- Misteri keberadaan
Bersinar di matanya
Dia mengatakan:
Dunia selalu bergejolak Ahura
Maza dan Ahriman Adalah dua sisi mata uang yang sama
Tak satu pun bermakna tanpa yang lain
Jika yang satu diam, Yang lain akan mati tanpa suara

Berangkat menuju kerajaan cinta
Dimana batas-batas menghilang,
Dan manusia yang kosong dari dirinya, akan menjadi satu dengan semua

Di sana,
Baik dan jahat
Tidak akan punya tempat untuk berjalan
Saya bertanya:
Dimana jalannya?
Dia menjawab: Jadilah untuk orang lain
Dan cinta akan datang untuk membimbingmu
Menuju kerajaannya

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 8 Oktober 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi150
Kidung Asmarandana

Kerinduan

Api dari matamu yang memabukkan
Telah menelanku sepenuhnya

Dalam kegelisihan mendorong dan menarik cintatamu
Aku kehilangan hatiku
Lihatlah- aku telah membasuh tanganku sendiri
Untuk bisa melihat dan memandangmu

Dimana-mana kecantikan tidak terhitung
Mereka datang dan pergi
Mataku terus berjaga-jaga
Aku menghitung setiap nafas- menunggumu

Bara api cinta untuk wajahmu yang jelita
Telah menyalakan hati dan pikiranku
Untuk membakar segala sesuatunya selain engkau
Apabila wajah surgawimu
Muncul di depan mataku
Buah dari segala sesuatu yang aku lakukan seumur hidupku dan tujuan dari setiap nafasku
Akan terwujud sebagai berkat dan anugrah darimu

Wahai kecantikan yang menawan hati
Engkau tau sepenuhnya bahwa
Aku tidak mempunyai nafsu maupun keinginan apapun
Selain memandangmu

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 22 Februari 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi151
Kidung Asmarandana

Kidung Kasmaran

Datanglah kekedai minum apabila engkau mencari Sang Yang Kekasih Tercinta
Dan duduklah tanpa sadar akan dirimu sendiri
Mengingat hanya Kesucian Sang Yang Kekasih
Tercinta.

Engkau akan dihidupkan kembali dalam cinta di Sanggar Suci Sang Yang Kekasih Tercinta
Ketika Dia Sang Yang Kekasih meremas, mengadoni tanah liat dalam dirimu dan membentuk menjadi sebuah cawan

Penjelmaan wajah Sang Penyaji anggur dan keluhurannya yang tiada bandingnya
Akan membebaskan dirimu dari akal, dan membuatmu gila dalam cinta

Minum seteguk anggur bening Sang kekasih
Akan membebaskan dari dirimu sendiri dan engkau akan menyanyikan kidung kasmaran
Menari berputar putar mengelilingi kobaran apiNya dengan penuh kegembiraan
Engkau akan memasuki apinya seperti ngengat

Puisi Spiritual Nimatullahi152
Kidung Asmarandana

Kidung Kasmaran (lanjutan)

Ketika hatimu lepas landas membumbung seperti rajawali
Engkau akan terbang menuju gunung penghapusanNya
- sekarang engkau telah tiba di" rumah "

Tidak ada jejak apapun dari Sang Yang
Penganugrah Cahaya terlihat pada para penguni kedai minum
Dia, Sang Yang Pemberi Cahaya, tersembunyi dari kita, diantara puing puing, seperti harta karun

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 21 Mei 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi153
Kidung Asmarandana

Kisah-Kisah Sufi

PESTA KEKOSONGAN
Oleh Dr. Alireza Nurbakhsh
Terinspirasi dari sebuah kisah dalam
Mathnawi karya Rumi

"Para pecinta tidak mempunyai urusan dengan keberadaan. Mereka mendapatkan keberuntungan tanpa melakukan investasi, karena keuntungan mereka adalah Sang
Yang Kekasih itu sendiri." — Rumi

Sejak fajar, gerimis halus telah mengubah Place du Tertre, Paris, menjadi cermin yang bergetar.

Aroma batu basah menguak bagai dupa saat para pelukis melipat kuda- kuda lukis mereka dan para turis yang menghilang di balik payung.
Hanya satu orang yang bertahan.

Philip, seorang pematung yang pernah dipuja karena membentuk marmer menjadi cahaya, berdiri sendirian di tengah gerimis.

Puisi Spiritual Nimatullahi154
Kidung Asmarandana

Kisah-Kisah Sufi (lanjutan)

Bertahun-tahun sebelumnya, sebelum patung" David "karya
Michelangelo di Florence, ia merasakan keindahan menyambarnya bagai kilat. Sejak saat itu, ia mencoba mengukir pancaran cahaya yang sama ke dalam hidupnya sendiri.
Namun, keindahan tak membayar sewa. Kantongnya kosong, dan rasa lapar menggerogotinya pelan-pelan. la datang ke alun-alun dengan harapan bisa meminjam beberapa euro untuk membeli roti. Namun, saat berjalan-jalan di antara kios- kios, ia berhenti.
Seorang perempuan tanpa tangan sedang melukis seekor harimau dengan kakinya. Setiap goresannya terasa pasti dan bercahaya. Ia tampak bergerak dalam keheningan yang tak terlihat. Kerumunan bergumam iba dan kagum, tetapi ia berada di tempat lain.

Philip merasakan sesuatu yang terbuka di dalam dirinya—getaran pengenalan. Kekuatan yang sama yang pernah menggelegar dari
David kini mengalir melalui tindakan perlawanan yang tenang ini. Batas-batas rasa laparnya pun
Sirna.
Hujan semakin deras. Tanpa berpikir panjang, ia mengambil kain putih dari tasnya dan membentangkannya di atas batu-batu yang berkilauan.
Di atasnya ia meletakkan keranjangnya yang kosong, sebuah pengakuan akan kebutuhan sekaligus penyerahan diri.

Puisi Spiritual Nimatullahi155
Kidung Asmarandana

Kisah-Kisah Sufi (lanjutan)

Sesaat ia ragu-ragu, malu dengan absurditas yang ia rasakan dalam dirinya. Lalu, dorongan itu menguasainya.
Dia mulai berbalik.
Perlahan pada awalnya, lalu dengan lingkaran yang semakin lebar, lengannya terbuka seperti sayap.
Hujan membentuk jejak keperakan di wajahnya. Gerakannya semakin dalam, menjadi pusaran penyerahan diri. Tawa menggema di alun-alun: seseorang bertepuk tangan, yang lain bergabung. Tak lama kemudian, orang-orang asing pun ikut bersamanya—turis, musisi, pelukis— yang masing-masing terperangkap dalam arus kegembiraan yang tak terlihat.
Ketika hujan akhirnya reda, Philip berhenti. Yang lain pun pergi, senyum mereka masih tersisa bagai cahaya lilin seusai misa. la berlutut di samping kainnya yang basah kuyup dan keranjangnya yang kosong. Keheningan yang menyusul terasa begitu luas, bagai jeda setelah berdoa.

Puisi Spiritual Nimatullahi156
Kidung Asmarandana

Kisah-Kisah Sufi (lanjutan)

Seorang pria bermantel gelap menghampiri, ia seorang kritikus seni dari sebuah majalah ternama di
Paris. "Saya tidak mengerti," katanya. "Anda menari seolah-olah merayakan keajaiban. Tapi tidak ada apa-apa di sana."
AKU AKU AKU AKU
Do
turis, musisi, pelukis semuanya terperangkap dalam arus kegembiraan yang tak terlihat.
Ketika hujan akhirnya reda, Philip berhenti. Yang lain pun pergi, senyum mereka masih tersisa bagai cahaya lilin seusai misa. la berlutut di samping kainnya yang basah kuyup dan keranjangnya yang kosong. Keheningan yang menyusul terasa begitu luas, bagai jeda setelah berdoa.
Seorang pria bermantel gelap menghampiri—seorang kritikus seni dari sebuah majalah ternama di
Paris. "Saya tidak mengerti," katanya. "Anda menari seolah merayakan keajaiban. Tapi di kain
Anda tidak ada apa-apa—tidak ada roti, tidak ada anggur, tidak ada karya seni untuk dijual."
Philip mendongak. Tetesan air hujan berkilauan di janggutnya bagai bintang redup. "Hanya orang bodoh yang menari demi sesuatu yang bisa dihitung," katanya.
"Oh, ya?" sang kritikus tersenyum tipis. "Dan untuk apa orang bijak menari?"
"Untuk keindahan yang tak berwujud," jawab Philip. "Untuk yang tak terlihat yang menyehatkan jiwa."
"Dan bagaimana seseorang melihat yang tak terlihat?"

Puisi Spiritual Nimatullahi157
Kidung Asmarandana

Kisah-Kisah Sufi (lanjutan)

Tatapan Philip melembut.
"Untuk melihat keindahan, kau harus berdiri telanjang di hadapannya—tanpa sepengetahuanmu, tanpa harga dirimu, tanpa rasa laparmu. Ketika kau benar-benar hampa, cinta menyerang—dan kau lenyap."
la mengangkat kain putih itu, memerasnya pelan, dan mengamati air hujan mengalir di sela-sela jemarinya bagai cahaya cair. "Ini," bisiknya, "adalah pesta bagi mereka yang lapar. Hujan ini adalah roti kita."
Dari tepi alun-alun, seorang gadis kecil mendekat, memegang baguette. "Untuk makan malam
Anda, Tuan," katanya malu-malu.
Philip tersenyum.
"Aku sudah makan, sayang. Tapi kebaikanmu telah menyempurnakan pesta ini."

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 29 Oktober 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi158
Kidung Asmarandana

Kisah Para Sufi

CERMIN KECAMAN DIRI
Oleh Dr. Alireza Nurbakhsh

“Orang yang mengetahui kesalahannya sendiri lebih dekat dengan kebenaran daripada orang yang melihat kesalahan orang lain.”
- Bayazid Bastami

Sang profesor berdiri di hadapan para mahasiswanya, suaranya tenang dan penuh pertimbangan.
"Mengkritik gagasan dalam mengejar kebenaran itu satu hal," katanya, "menyalahkan, mencari kesalahan orang-orang yang memegangnya itu hal yang berbeda.
Yang pertama menuntun pada pemahaman, yang kedua pada kepahitan. Kita harus melakukan yang pertama jika kita ingin tumbuh dalam kebijaksanaan, dan menjauhi yang kedua, karena itu hanya melahirkan kesombongan dan permusuhan."

Kelas hening. lalu Margaret mengangkat tangannya. "Profesor, kebanyakan orang tidak memisahkan ide mereka dari identitas mereka. Ketika Anda mengkritik ide mereka, mereka menganggapnya sebagai kritikan yang ditujukan kepada pribadinya, kemudian membalas nya. Lalu, apa yang harus dilakukan?"

Sang Profesor tersenyum tipis.
"Menjadi manusia itu urusan yang rumit. Aku akan mengingatkan mereka bahwa aku hanya peduli pada kebenaran, bukan kepribadian mereka. Jika mereka tidak bisa membedakannya, aku akan berhenti berdebat. Tidak ada cahaya yang ditemukan dalam pertengkaran yang hanya memuaskan ego."

Puisi Spiritual Nimatullahi159
Kidung Asmarandana

Kisah Para Sufi (lanjutan)

Margaret mengangguk, tetapi merasa tidak yakin. la pernah mencoba ini dengan teman- temannya sebelumnya. Setiap diskusi berakhir dengan perasaan terluka dan keheningan yang panjang. Setiap kali, ia berkata pada dirinya sendiri bahwa ide-ide yang salah harus dilawan, bahkan dengan mengorbankan persahabatan.
Namun, setelah setiap pertengkaran, rasa sakit masih terasa di dadanya—beban berat kesepian dan keraguan.

Tahun demi tahun berlalu.
Pertanyaan itu tetap tak terjawab, hingga suatu sore memberinya pelajaran tak terduga.
Dia sedang mengunjungi seorang teman ketika seorang wanita tua mengetuk pintu, bertanya dengan lembut apakah dia boleh memarkir mobilnya di luar sebentar.
"Sama sekali tidak!" bentak temannya. "Beraninya kau bertanya seperti itu!"
Wanita itu tersenyum, tak tergoyahkan. "Maafkan aku," katanya lembut. "Aku tidak bermaksud merepotkanmu."
Margaret menyaksikan dengan takjub saat wanita itu berjalan pergi dengan ketenangan yang sama anggunnya seperti saat ia datang.
Rasa ingin tahu yang aneh muncul dalam dirinya. la pamit, bergegas keluar, dan menyusul orang asing itu.
"Permisi," katanya, sedikit terengah- engah. "Bolehkah aku ikut denganmu dan membantumu mencari tempat parkir?"
Wanita itu menoleh dengan senyum tenang. "Tentu saja."

Puisi Spiritual Nimatullahi160
Kidung Asmarandana

Kisah Para Sufi (lanjutan)

Mereka berjalan bersama dalam diam untuk beberapa saat. Akhirnya
Margaret berkata, "Aku kagum dengan ketenanganmu. Kau tidak tampak terganggu dengan nada bicara temanku yang kasar."
"Dia benar," jawab wanita itu lembut. "Aku memang mengganggunya. Kata-katanya mencerminkan perasaannya."

"Tapi bagaimana aku bisa tetap tenang jika diperlakukan tidak adil?
Ketika orang-orang berbicara seperti itu kepadaku, aku merasa terluka selama berhari-hari." Kata
Margaret.

Wanita itu menatapnya dengan tatapan lembut. "Ini buah dari latihan yang panjang," katanya.
"Bertahun-tahun saya mengamati ego saya sendiri dan belajar untuk tidak menurutinya. Jika Anda ingin bertoleransi terhadap orang lain, mulailah dengan melihat diri Anda sendiri dengan jernih. Bersikaplah kritis terhadap reaksi Anda sendiri— bukan dengan amarah, tetapi dengan kesadaran. Ketika Anda belajar memaafkan kelemahan Anda sendiri, kesalahan orang lain tidak lagi Mampu menyakiti Anda."

Mereka sampai di mobilnya. Ia menoleh ke Margaret dengan pancaran tenang yang seolah melembutkan suasana di sekitarnya.
"Ketika seseorang melemparkan api kepadamu," katanya, " Engkau boleh memilih menjadi kayu kering atau air. Jika engkau memilih api, api akan melahapmu, atau api itu akan mati di dalam dirimu jika engkau memilih air. Maka Jadilah air."
Wanita itu tersenyum, masuk ke mobilnya, dan melaju pergi.
Sementara Margaret berdiri di sendiri di tempat itu seolah-olah ada sesuatu dalam dirinya yang diam-diam berubah tempat.

Puisi Spiritual Nimatullahi161
Kidung Asmarandana

Kisah Para Sufi (lanjutan)

Malam itu, ia mendapakan dirinya tidak memikirkan kata-kata perempuan itu, melainkan kehadirannya: tenang, tanpa rasa waspada, tanpa jejak kebencian.
Seolah-olah ia telah bertemu seseorang yang hidup dalam ritme waktu yang berbeda.

Sejak hari itu, Margaret mulai mengarahkan kritiknya ke dalam dirinya sendiri dan mengamati gerak-gerik pikirannya, kejengkelan yang membumbung bagai asap, kesombongan tersembunyi yang terpendam karena merasa benar, dan sengatan penilaian yang cepat.

Perlahan-lahan, percakapannya melunak. la mengajukan lebih banyak pertanyaan, mendengarkan lebih lama, dan mendapati dirinya melihat bukan kesalahan, melainkan kisah—luka dan harapan—di balik perkataan orang lain.

Yang mengejutkannya, orang-orang mulai mendengarkannya juga.
Ketika ia sungguh-sungguh mencoba memahami, ia mendapati bahwa keyakinannya sendiri sering kali sirna. Di ruang yang ditinggalkan, sesuatu yang bercahaya mulai muncul— kejernihan yang tenang yang lahir dari belas kasih.

Bertahun-tahun kemudian, ketika dia sendiri menjadi profesor, dia sering mengatakan kepada para mahasiswanya:
“Bersikaplah kritis, tetapi mulailah dari diri Anda sendiri. Orang yang menaklukkan ego tidak lagi berdebat untuk menang,
tetapi untuk mengerti."

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 7 November 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi162
Kidung Asmarandana

Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh

KERAGUAN DENGAN SEORANG KEKASIH
DAN SANG YANG TERKASIH

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang yang sedang sakit cinta
Yang melimpah dalam cinta dan pengabdian
Dan tidak pernah menemui bencana maupun perselisihan

la mengosongkan tentang jati dirinya
Dan seluruh hidupnya sepenuhnya terisi hanya oleh Sang Yang Kekasih Tercinta
Mengingat dan menyebutkan namaNya terus menerus

Dia asing terhadap wacana alasan dan agama
Cinta Sang Yang Kekasih kepadanya
Telah merupakan zat keyakinannya

Ketidak hadiran akan jati dirinya sendiri adalah merupakan pokok dasar mencintai:
Hilang musnah, menyatu dengan Sang Yang
Kekasih dan mencintai dengan tulus iklas

Pada suatu hari, seorang cendekiawan yang penuh keyakinan akan ilmunya
Tiba dari tanah asing

Cendekiawan ini telah belajar tentang kearifan dari seorang guru yang ahli
Dan ia mencoba mencerahkan jiwanya sendiri dengan cahaya kearifan

Puisi Spiritual Nimatullahi163
Kidung Asmarandana

Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh (lanjutan)

la menoleh kedalam dirinya sendiri
Dan merenung dalam - dalam
Merenungkan tentang dunia keberadaan adalah menjadi pekerjaannya

Dia sadar akan dirinya sendiri
Bahwa dia mengamati jiwanya sendiri dengan penuh ketelitian
Seperti seorang dokter jiwa
Pada suatu hari, ia bertemu Seorang Kekasih yang sedang sakit asmara
Yang luruh punah jati dirinya, dilanda cinta, dan jiwa yang kebingungan

Si cendekiawan bertanya kepada pecinta, mengapa dia kelihatnnya sangat kacau.
"Mengapa engkau tidak sadar akan dirimu se diri dan sepertinya engkau dalam kebingungan?", ia bertanya.

"O' teman,
Tidak ada apapun pada diriku ini
Kecuali Kekasih yang Tercinta ", jawab si pecinta itu

"Kemanapun aku melihat, yang tampak hanyalah Sang Yang Kekasih Tercinta
Aku mabuk tergila-gila dilanda cinta ini.

Cendekiawan menjawab " Itu adalah jalan ketergantungan
Dan sebuah pendekatan pada keremajaan yang belum matang"

Puisi Spiritual Nimatullahi164
Kidung Asmarandana

Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh (lanjutan)

"Kekasihmu sekarang masih hidup,
Namun, saat dia meninggal dunia,
Hatimu akan terendam dalam darah

Engkau akan menanggung kesepian dan kepedihan, kata cendekiawan itu
Dan menanyakan" Dimana kekasihmu ?"

Engkau membuang waktumu, lebih baik pergilah mencari ilmu pengetauan yang berguna untuk hidup, lanjut cendekiawan itu.

Cinta tidak membawa apapun, tetapi hanya sakit kepala dan kesedihan belaka
Pendeknya, orang yang engkau cintai akan merampok hidupmu

Hiasilah hidupmu dengan kebijaksanaan
Yang akan membersihkan dan menjernihkan pikiranmu

Hilangnya jati dirimu dalam cinta adalah ketidakberdayaan
Dan ketiadaan akan dirimu adalah mati yang mendadak",
Cendekiawan itu melanjutkan petuahnya

Mengetaui cendikiawan itu berkotbah tanpa henti,
Sang Pecinta minta maaf dan berkata bahwa ia harus pergi segera

"Sang Yang Kekasihku Tercinta baru saja meninggalkan rumah, Aku harus berburu- buru pulang
Aku telah bertaruh hati dan jiwaku untuk cinta

Puisi Spiritual Nimatullahi165
Kidung Asmarandana

Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh (lanjutan)

Kata kata dan pembicaraan adalah kosong seperti angin
Pecinta adalah seseorang yang telah melemparkan jiwa dan raganya kedalam api cinta", kata yang Pecinta.

Cendikiawan berkata "Dimana sekarang
Kekasihmu itu?
Tuhan menjadi saksiku bahwa
Betapa aku ingin bertemu dengan kekasihmu

Maksud cendekiawan itu adalah untuk memberikan petuah kepada kekasihnya pecinta
Tentang pokok pokok kearifan yang tinggi
Disertai alasan dan penjabaran tentang kedua-duanya, baik yang tersembunyi
Maupun yang kasat mata

Pecinta menjawab, "Kalau begitu, Ikutilah aku kesana
Dan tunggulah hingga engkau dipanggil"

Pecinta dan cendikiawan alhi pemikir itu berjalan tergesa gesa seperti orang gila,
Melalui bentangan daratan yang kering menuju tempat dimana Sang Yang Kekasih itu bersemayam

Malam tiba, saatnya untuk istirahat dan tidur,
Cendikiawan itu langsung memilih tempat untuk menggeletakkan kepalanya

Puisi Spiritual Nimatullahi166
Kidung Asmarandana

Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh (lanjutan)

Menatap kelangit, ia melihat bintang yang lebih bersinar dari bintang yang lainnya

Tiba tiba dia melihat gambaran ibunya,
Bintang itu mirip seperti wajah ibunya

Mengingat ibunya dipadang pasir membuatnya bersedih
Kenangan akan cinta ibunya memberinya kepedihan

Saat menjelang pagi, kedua orang tersebut melanjutkan perjalanannya
Menuju ke kota dimana Sang Yang Kekasih itu berdiam

Akhirnya mereka tiba ditujuan,
Dan Sang Yang Kekasih muncul dipintu
"Siapa yang menemanimu wahai temanku terkasih ?", Sang Kekasih bertanya

"Dia seorang cendekiawan dari tanah seberang", Jawab pecinta itu

Pecinta itu bertekuk lutut bersujud dan mencium kaki Sang Yang Terkasih

Orang yang penuh kearifan itu pelan merayap kesudut dengan penuh kebingungan

Puisi Spiritual Nimatullahi167
Kidung Asmarandana

Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh (lanjutan)

" Tentang apa sebenarnya semua yang kau bicarakan ?" Suatu kali yang pecinta bertanya kepada cendikiawan
Namun lelaki pemikir itu menjawab " Pertama tama, terangkanlah siapa dirimu ".
Sang pecinta menunjuk keatas
"Apa yang engau lihat dilangit saat itu ?"

"Engkau melihat ibumu pada sebuah bintang dan kenangan akan cintanya membuatmu sedih?".

Si pemikir itu mulai gemetar dalam kebingungan
la kehilangan akal sehatnya dan menangis tersedu-sedu

"Itu adalah rahasia !" Kata cendekiawan itu
"Bagaimana engkau tau apa yang dipikirkan oleh orang lain?"

Aku tidak mengatakan kepada siapapun tentang hal itu, dan tidak seorangpun pernah mendengar dari ku sendiri?"

"Apa yang muncul dalam pikiran orang yang punya akal
Bukanlah suatu rahasia bagi orang yang punya hati", jawab sang pecinta

"Pergi dan belajarlah tentang rahasia cinta,
Anak Muda
Karena kepandaian akalmu akan membuatmu selalu ragu-ragu
Apa yang ada didalam cinta, terbaring terbuka untuk kita

Dan hatimu akan menyimpan beberapa rahasia

Puisi Spiritual Nimatullahi168
Kidung Asmarandana

Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh (lanjutan)

Pengetauan seorang Kekasih adalah tidak terbatas
Bagaimana mungkin akal bisa mencapai pengetauan yang tinggi tidak terbatas?"

Mendengarkan kata kata tersebut, cendekiawan itu semakin kagum " Cinta adalah Rahasia Gaib purbakala".
"Aku tidak tau Rahasia Gaib cinta Tuhan ini
Aku tidak melihat cinta itu, maupun kesucian dalam diriku

Walaupun aku mengikuti jalan akal dan pemikiran,
Mulai saat ini, aku tidak akan merendahkan kekuatan cinta lagi"

Setelah berkata begitu, cendekiawan itu mencium kaki Sang Kekasih
Dan pulang kembali kerumah dan kenegaranya

Mengetaui bahwa Cinta adalah Pemberi
Cahaya kepada kita
Tanpa Cinta didalam jiwamu, engkau tidak akan pernah tau siapa dirimu yang sejati

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 14 September 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi169
Kidung Asmarandana

Kisah Tentang” Cinta”

Saat sedang merindukanmu, aku duduk dan mulai bercerita
Mabuk karena cintamu, aku bercerita sambil menguraikan air mata

Setiap malam aku minum bergelas-gelas anggur dalam mengenang cintamu
Guna menghapus dan mencabut jalan kealiman palsu

Aku harus meninggalkan kota kecerdasan yang tidak jujur dan suka menipu, dan menuju ke alam hati
Disana aku akan mengangkat panji -panji cinta

Aku adalah burungmu, engkau beri aku sayap- sayapku dan juga bulu - buluku
Aku terjerat oleh rambutmu, kemudian engkau mulai menerbangkanku dengan dirimu sendiri

Ketika wajahmu yang juwita tercermin dalam samangkuk anggur
Aku terbakar seperti lilin oleh panasnya lirikan matamu

Aku akan mengingat kisah tentang cintamu untuk kerumuman pengunjung kedai minum
Dan pergi kekawasanmu yang anggun mempesona
Demi untuk mengorbankan hidupku

Nada cintamu selalu bersamaku
Engkau anugrahkan aku dengan cahaya yang keanggunannya tiada hentinya

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 18 Juli 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi170
Kidung Asmarandana

Kisah tentang Cinta

Saat sedang merindukanmu, aku duduk dan mulai bercerita
Mabuk karena cintamu, aku bercerita sambil menguraikan air mata

Setiap malam aku minum bergelas-gelas anggur dalam mengenang cintamu
Guna menghapus dan mencabut jalan kealiman palsu

Aku harus meninggalkan kota kecerdasan yang tidak jujur dan suka menipu, dan menuju ke alam hati
Disana aku akan mengangkat panji-panji cinta

Aku adalah burungmu, engkau beri aku sayap-sayapku dan juga bulu-buluku
Aku terjerat oleh rambutmu, kemudian engkau mulai menerbangkanku dengan dirimu sendiri

Ketika wajahmu yang juwita tercermin dalam semangkuk anggur
Aku terbakar seperti lilin oleh panasnya lirikan matamu

Aku akan mengingat kisah tentang cintamu untuk kerumunan pengunjung kedai minum
Dan pergi ke kawasanmu yang anggun mempesona
Demi untuk mengorbankan hidupku

Nada cintamu selalu bersamaku
Engkau anugrahkan aku dengan cahaya yang keanggunannya tiada hentinya

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 18 Juli 2023Kidung Asmarandana
Puisi Spiritual Nimatullahi171
Kidung Asmarandana

Kisah Tentang Seorang Pecinta Yang

MEMILIH TETAP MENJADI PECINTA DARIPADA
MENJADI YANG DICINTAI

Seorang pecinta bernafas dalam kenangan akan kekasihnya yang tercinta
Sepanjang hidupnya, hanya memikirkan kekasih hatinya tersayang

Setiap hari ia merintih karena terpisahkan
Matanya selalu berkaca -kaca dengan airmata

Keadaan dirinya seperti sebuah ngengat
la memutari dengan penuh kemabukan cahaya api lilin kekasihnya

la selalu dipenuhi kesibukan dengan cinta akan kekasihnya tersayang
la tidak mempunyai teman didunia ini maupun dihari nanti

Apabila dia ditanya bagaimana dia menjalani hidupnya
la akan menunjuk pada cinta dan pengabdian

Selalu dalam keadaan mencintai membahagiakan hatinya
la lupa segala-galanya, kecuali hanya sang kakasih tercinta

Cintanya semakin mendalam, dan ia sadar akan hatinya yang remuk redam
Karena rindu dari keterpisahan.
Penggoda hatinya mengaguminya dari jauh

Hingga pada suatu hari, seorang utusan pembawa pesan datang kepadanya
Untuk memberi tau bahwa kekasih hatinya telah tiada

Puisi Spiritual Nimatullahi172
Kidung Asmarandana

Kisah Tentang Seorang Pecinta Yang (lanjutan)

"latelah meninggalkan dunia ini, dunia yang tidak kekal ini", dia diberi khabar itu.
Tidak mempunyai siapapun, si pecinta merasa kesepian dan sendirian
Dia si pecinta melalui hari-harinya penuh dengan rintihan akan kekasih hatinya
Tidak memcari maupun peduli akan yang lainnya

Hidup menjadi tiada artinya bagi si pecinta
Tanpa sang kekasih yang dicintainya

Hidup tanpa cinta dari sang kekasih tercinta adalah tidak berharga, layaknya kematian
Apabila engkau tidak mempunyai orang yang engkau cintai, maka hidup akan hitam kelam, merana dan menderita

Hidupnya berlanjut seperti itu, hingga pada suatu hari
Si pecinta dikunjungi oleh seorang yang penuh kasih sayang dan penuh harapan

Pengunjung itu berkata kepada pecinta " Aku ini milikmu seluruhnya,
Aku telah menjadi bukan apg-apa dan siapa dan hidupku ini hanya untukmu ".

"Jadilah kekasihku yang tercinta, aku telah menyiapkan diriku
Karena, Aku dilahirkan untuk mengikuti jalan
Cintamu ".

Puisi Spiritual Nimatullahi173
Kidung Asmarandana

Kisah Tentang Seorang Pecinta Yang (lanjutan)

Si pecinta menjawab" Aku tidak tau bagaimana menjadi seorang kekasih yang dicintai oleh seseorang ".
Menjadi seorang kekasih yang dicintai dalam hidup ini adalah bukan sesuatu yang mudah

Cintaku kepada kekasihku tercinta telah membuatku diberi julukan orang gila
Siang dan malam aku memutari cahaya api lilinnya seperti sebuah ngengat

Aku hanya mampu membara hanya demi cinta untuk kekasihku tercinta
Seperti lilin, yang memberikan cahaya disekelilingku
Karena aku telah menyerahkan keberadaan jati diriku pada kaki kekasihku
Aku terbang kekediaman kekasihku dengan sayap hatiku yang patah

Benar bahwa aku sedang berada di puncak kehidupan,
saat aku memilih kekasihku tercinta satu- satunya
Diatas semua pekerjaan yang ada"

Aku datang sebagai wujud untuk cinta
Dan aku harus membumbung tinggi untuk mencapai kekasihku tercinta

Seseorang yang dicintai adalah hidup didalam hatinya
Dan bersinar seperti matahari di langit

Satu satunya yang dicintai tidak mempunyai nafsu dan keinginan
Dia adalah penganugrah cahaya yang tidak akan pernah punah

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 18 Agustus 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi174
Kidung Asmarandana

Kita Tidak Tau Yang Lainnya

Janji kesetiaan kita terhadap cinta berarti bahwa kita tidak tau siapapun namun hanya Yang
Kekasih Tercinta.

Kecuali Jalan setapak menuju rumah San Yang Terkasih dan Jalan lurus menuju Yang yang tercinta,
Kita tidak tau jalan yang lainnya.

Tanpa kepura puraan dan kesolehan palsu, dirumah para pemabuk cinta, kami semua kehilangan kesadaran.
Tidak mengetaui apapun tentang ketenangan dalam kesadaran.

Didalam pura " Sang Api Asmara!', kita kehilangan kesadaran
setelah minum anggur asmara yang disajikan oleh penyaji anggur asmara.yang sangat berharga.

Didalam pura Yang Api Asmara"..
Kita selalu bahagia,
Kita tidak pernah tau akan kesusahan maupun kesedihan dan kesengsaraan.

Walaupun kita telah berusaha keras melangkah dijalan lurus menuju kemanunggalan dengan Sang
Juwita Tunggal.

Namun kita mengerti bahwa tidak ada jalan lain kecuali metalui jalan kasih sayang dan kebajikannya yang mulialah untuk bisa manunggal jati dengan Sang Yang juwita tunggal.

Puisi Spiritual Nimatullahi175
Kidung Asmarandana

Kita Tidak Tau Yang Lainnya (lanjutan)

Siang dan malam kita selalu ditemani oleh Sang pengoda hati yang Mempesona.

Kita mengosongkan diri sendiri dari segala pengetauan,
Tidak tau apapun kecuali pengetauan tentang " Sang yang mempesona".

Segala apapun yang ada diseluruh dunia adalah bukti bukti kecantikan wajah Sang Yang Tercinta.
Tidak ada lagi yang bisa kita sampaikan. Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.

Apapaun cahaya yang telah dianugrahkan kepada cakrawala dan seluruh mahkluk hidup, kita tidak perduli.

Kita hanya peduli pada keindahan cahayaNya yang laksana cahaya matahari menerangi dunia

Kecuali keindahan cahaya matahari jati dirinya, kita tidak tau cahaya lainnya.

Oleh Dr. Alireza Nurbakhsh, San
Diego- USA,9 Juli 2024.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi176
Kidung Asmarandana

Kuangkat Cawan Sebagai Persembahan Rasa Syukurku

Malam datang kembali,
Dan aku kembali membuka pagiku dengan mengucapkan "Tobatku".
Dengan rasa syukur,
Aku menuju bejana dan mengangkat
Cawan sebagai persembahan puji syukurku.

Aku bersyukur bahwa cintaNya telah menduduki hatiku siang dan malam.
Kuterima dengan tulus: yang baik, yang buruk, yang tua dan yang muda dan semua yang ada di dunia ini.

Takdir menghamparkan permadani"
Kemusnahan diri" pada setiap orang.
Aku akan menghabiskan waktuku yang pendek ini dengan penuh kegembiraan dan
Cinta setulusnya hanya untuk" Kekasihku yang Tercinta".
Orang biasa dan pada umumnya mungkin akan bertanya dengan mengejek" Apa bukti tanda cintamu?".
"Api yang menyala terus menerus dalam hatiku" adalah bukti cintaku, dan
"Selama aku musnah terbakar
oleh panasnya api itu".

Dalam perjamuan para kekasih,
Guru penuntun kami berkata dengan sejujurnya dan tulus:" Aku tidak bisa menjabarkan cinta dengan kata kata".

Puisi Spiritual Nimatullahi177
Kidung Asmarandana

Kuangkat Cawan Sebagai Persembahan Rasa Syukurku (lanjutan)

Apabila tetua kedai nelihatku dengan penuh kasih sayang,
Beliau akan membuka mata hatiku,
Untuk menyangga kecantikan Sang Yang
Terkasih Tercinta.

Dia, Sang Yang Terkasih Tercinta adalah
Cahaya Kosmos,
Menganugrahkan cahaya dengan terangnya kepada siapa saja tanpa pengecualian.
Atas dasar Kasih dan sayangNya" serta kemurahanNya semata,
Aku menjadi cahaya dalam perkumpulan
Ini.

Alireza Nurbakhsh, Banbury, 2 Februari
2024.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi178
Kidung Asmarandana

Layak Untuk Dicintai

Aku ingin sekali duduk disampingmu saat fajar menjelang
Dan menghujani wajahmu yang bersinar seperti bulan purnama dengan ciuman

Dan berkata, " Wahai engkau yang menjadikan setiap hati dan agama terbelah,
Engkau tidak menanyakan apapun tentang orang yang mencintaimu -
Adat apakah ini?.

Bingung, aku berlari kesegala arah mencari matamu yang seperti bunga Narsis yang memabukkan
Tidak ada seorangpun yang merasakan kehilangan seperti aku karena cintamu

Walaupun aku telah menyerah pada lengkungan busur alismu yang menghancurkan keimanan
Demi para dewa, aku pantas untuk menerima cinta dan kasih sayangmu,
Walaupun hanya sekejap saja

Puisi Spiritual Nimatullahi179
Kidung Asmarandana

Layak Untuk Dicintai (lanjutan)

Apabila engkau memandangku dengan cinta yang lembut penuh kasih sayang
Maka akan tidak ada lagi tersisa tentang jati diriku, namun hanya Cinta

Walaupun tidak ada sesuatu apapun
Namun wajahmu hadir didunia wujud
Engkau tetap tersembunyi
Apabila tidak ada mata yang bisa melihat

Tidak ada penggoda hati sepertimu dialam keberadaan
Engkau adalah permata bagi kami
Dan engkau menganugrahkan cahaya pada hati di seluruh dunia

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 25 Agustus 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi180
Kidung Asmarandana

Lenyap

Kekasihku yang sedang kehilangan akal karena anggur
Meninggalkan kedai minum hari ini,
Hatiku, gila karena cinta, pergi mengikuti dia

Wajahnya adalah api yang membara
Dan hatiku yang bergelora
Melihat bara api berkobar kobar
Secepatnya medekatinya dengan semangat seperti ngengat

Badannya, indah seperti bulan, tersembunyi dipekatnya malam.
Ketika purnama muncul
Para wasis dan waskita, pertapa dan pe dita kehilangan hatinya

Pertapa menjadi terpesona oleh mata memabukkan bunga Narsis,

Dia mencuci jubah kesalehannya dengan minuman anggur - betapa dia benar benar kehilangan ingatan
ketika dia meninggalkan dirinya sendiri!

Puisi Spiritual Nimatullahi181
Kidung Asmarandana

Lenyap (lanjutan)

Aku menghabiskan hidupku membangun rumah kebijaksanaan
Tiba tiba tiupan dunia fana datang
Dan rumah kebijaksanaanku lenyap seketika

Setelah aku cium bibirnya yang basah oleh anggur,
Jiwaku, mengantung pada sehelai rambut,
Membiarkan pergi dengan penuh berterima kasih

Saat kehilangan ingatan karena anggur
Nurbakhsh berkata kepada seorang kekasih
"Hidupku telah aku habiskan dengan mencintai wajah kekasihku yang jelita".

Alireza Nurbakhsh,
London, 1 Nopember 2024

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi182
Kidung Asmarandana

Mandalaning Gusti

( KEKUASAAAN TUHAN)

Duh' Gusti Pemberi hidup,
Jangan biarkan kami bernafas tanpa cinta
Jangan biarkan kami.menghabiskan waktu didunia ini dalam kesusahan dan penderitaan

Sagi, sang penyaji anggur, perlihatkanlah kasih dan sayangmu,
Karena kami ini orang orang yang kekurangan
Tuangkanlah terus anggur ke cangkir kami hingga cinta menjadi pemimpin jalan kami

Kami selalu memanggilNya dimana saja dan kapan saja
Dengan harapan Sang Yang Kekasih Tercinta yang anggun akan hadir dihati kami seperti bulan purnama

Tidak ada seorangpun bisa memulai perjalanan ke wilayah Cinta Sang Yang
Kekasih Tercinta,
Hingga saat seseorang mendengar Panggilah dari Sang Yang Kekasih Tercinta dari segala jurusan

Puisi Spiritual Nimatullahi183
Kidung Asmarandana

Mandalaning Gusti (lanjutan)

Keinginan para pecinta hanyalah apapun yang menyenangkan Sang Yang Kekasih Tercinta
Apabila engkau melakukan pendekatan ini, engkau akan menemukan Sang Yang Kekasih
Tercinta bersemayam dihatimu

Alhi Guru Gaib memberi petuah kepada para rendan saat dalam pertemuan,
Berkata "Sang Yang Kekasih Tercinta, akan datang kepadamu ketika engkau menanggalkan jati dirimu ".

Walaupun jika engkau menutup seratus jalan menuju Bara Api Cinta

"Dia" adalah Cahaya dan Sang Yang
Penganugrah Cahaya , "Dia" akan menemukan jalan dengan cara yang lainya.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 17 Mei 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi184
Kidung Asmarandana

Manungalling Kawula Gusti

Aku mengingatmu dimanapun aku berada.
Hilang kesadaranku dalam keindahan karena kecantikan wajahmu.
Dengan cintamu , aku bahagia salamannya.
Aku adalah samodra yang murni.

Saat aku bersama penyaji anggur asmara yang sangat berharga di kedai cinta,
Tak ada seorangpun menjadi sia sia dan terpanah asmara seperti aku ini Layaknya.

Tidaklah mengapa, apabila engkau hadir atau tidak di dalam hatiku.
Aku akan tetap mengabdi kepadamu dengan setulus hatiku.
Aku tidak akan pernah memutuskan tali asmara terhadapmu.

Walaupun aku hanya terbaik dalam menyajikan masalah dihadapanmu,
Namun hatiku sekali lagi menapak kembali dalam gairah pesona keindahan dan kebahagiaan bersamu.

Duhai penyanyi para pemuja,
Petiklah dawai "kehilangan jati diri":
“Dimana aku saat ini?"," Mengapa aku ada disini?", disini, bukan lagi menjadi kekwatiranku.
Cintamu telah mengembalikan candi api asmara didalam hatiku.
Dalam kasih sayang dan dalam cinta,
Aku dipenuhi dengan lagu lagu cinta sepanjang malam.

Puisi Spiritual Nimatullahi185
Kidung Asmarandana

Manungalling Kawula Gusti (lanjutan)

Kembalilah kepadaku,
Oh Juwitaku terkasih,
Hanya engkau sumber kemakmuran dan summer segala pesona yang mampu menghilangkan kesadaranku.
Saat Engkau menganugrahkan
Cahaya Sucimu",
Tiada lagi " Aku" dan Kita.
Dan aku manunggal dengan " Gusti".

Alireza Nurbakhsh, Paris, 16
Desember2023.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi186
Kidung Asmarandana

Manusia Sautuhnya

Musim Gugur telah tiba,
Bunga bunga Mawar di kebun kita melepaskan kelopaknya satu demi satu,

Kelopak kelopak bunga jatuh ke tanah.

Hari berikutnya, penjaga kebun bunga memotong ranting dan cabangnya,
Dan ditumpuk diletakan diatas kelopak kelopak bunga yang jatuh.

Semua bagain dari bunga Mawar terhampar di atas tanah,
Sehingga bukan lagi sebuah kebun.bunga.

Keseluruhan selalu lebih besar dari pada jumlah bagiannya.

Begitu juga dengan manusia,
Ketika dipangkas kebahagian dan cintanya,
Seakan akan seperti badai angin ribut yang mencabik cabik badan seseorang dan melemparkan cabikan cabikan itu dengan sembarangan.
Sayang sekali, bukan lagi manusia seutuhnya.

Mempunyai telinga, mulut, hidung dan kaki tidak Sepenuhnya menjadikan manusia seutuhnya.
Manusia seutuhnya adalah seseorang yang hatinya dipenuhi akan kehangatan cinta dan suka cita.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 3 September 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi187
Kidung Asmarandana

Manusia Seutuhnya 241003 160500

Musim Gugur telah tiba,
Bunga bunga Mawar di kebun kita melepaskan kelopaknya satu demi satu,

Kelopak kelopak bunga jatuh ke tanah.

Hari berikutnya, penjaga kebun bunga memotong ranting dan cabangnya,
Dan ditumpuk diletakan diatas kelopak kelopak bunga yang jatuh.

Semua bagain dari bunga Mawar terhampar di atas tanah,
Sehingga bukan lagi sebuah kebun.bunga.

Keseluruhan selalu lebih besar dari pada jumlah bagiannya.

Begitu juga dengan manusia,
Ketika dipangkas kebahagian dan cintanya,
Seakan akan seperti badai angin ribut yang mencabik cabik badan seseorang dan melemparkan cabikan cabikan itu dengan sembarangan.
Sayang sekali, bukan lagi manusia seutuhnya.

Mempunyai telinga, mulut, hidung dan kaki tidak Sepenuhnya menjadikan manusia seutuhnya.
Manusia seutuhnya adalah seseorang yang hatinya dipenuhi akan kehangatan cinta dan suka cita.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 3 September 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi188
Kidung Asmarandana

MENCINTAI SANG YANG CANTIK JELITA

Aku tertawa dan menangis dalam cinta malam ini
Aku seperti angin musim Gugur yang kebingungan dan awan-awan yang menangis terisak di musim Semi

Kadang aku dimabukkan oleh wajah
Sang kekasih,
Musnah pada bibir dan ikal rambutnya
Pada waktu lain aku dipenuhi dengan rasa bahagia seperti burung yang sedang bernyanyi

Pejabat hukum memukulku dengan tongkat,
Memaksa aku untuk tidak mabuk lagi dan menegurku
"Apakah engkau tidak melihat bahwa aku adalah pejabat dan pembela hukum?"

Aku tidak ada pilihan,
Cintanya telah merampok hati dan agamaku
Aku membalas " Engkau tidak akan menderita apabila aku penuh kegembiraan dan hilang ingatan"

Aku tidak akan menyerahkan cinta, anggur dan kemabukan
Aku jatuh cinta pada Sang Yang Cantik
Jelita di negeri yang lembut karena mabuk

Selama ada kehidupan didalam tubuhku
Hatiku akan selalu bersama Sang Yang
Kekasih Tercinta
Cinta adalah agamaku, kepercayaanku adalah kepercayaan mereka yang mencintai

Puisi Spiritual Nimatullahi189
Kidung Asmarandana

MENCINTAI SANG YANG CANTIK JELITA (lanjutan)

Wahai Sagi sang penyaji anggur, engkau dan aku terikat oleh sumpah yang sama
Tolonglah, berilah aku anggur segera!
Jangan ditunda.
Banyak yang ingin aku katakan,
Kasmaran membuatku terdiam.

Temanku : menunda berbuat kebajikan adalah tidak adil
Aku adalah tamumu hari ini
Jangan sampai cangkir ku kosong

Tanpa cahaya dari wajah jelita Sang
Yang Kekasih Tercinta,
Aku adalah gurun pasir tandus
Ketika Sang Dla menganugrahkan cahaya kepadaku
Aku adalah jalan di dalam taman, penuh dengan bunga mawar

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 11 Maret 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi190
Kidung Asmarandana

Mengenang Kekasih Yang Tiada Taranya

Apakah engkau tau bahwa tanpamu
aku tidak mempunyai berita baru
Tidak ada api dalam hatiku, tidak ada semangat dan tidak ada kemauan

Hatiku yang sedang kasmaran
sudah tidak terhitung banyaknya berkata tentang cinta:
Tetapi semua kata kata adalah milikmu,
Aku tidak mempunyai keahlian maupun kepasihan.

Dengan engkau disampingku,
aku menepakkan sayapku dan terbang menuju ke kaisaran
Tanpamu Duh' Sagi' penyaji anggur dihatiku,
Aku tidak mempunyai bulu dan tidak mempunyai sayap

Buah cintamu adalah manis gula dan manisan segala buah sajian para dewa (ambrosia) untuk jiwaku:
Tanpamu aku tidak menghasilkan buah dikebun cinta dan kasih sayang

Kekasihmu-Tatapan yang membinasakan- yang membawa cahaya di mata hatiku,
Tanpa cahaya dari matamu aku tidak mempunyai penglihatan

Puisi Spiritual Nimatullahi191
Kidung Asmarandana

Mengenang Kekasih Yang Tiada Taranya (lanjutan)

Aku dulunya api, dan abuku telah diberikan kepada angin
Engkau telah menetap tinggal dalam hatiku dan sekarang tidak ada yang tersisa tentang keberadaanku

Engkau berkata " Oh, engkau telah menjadi cahaya lilin yang menerangi semua hati !"
Aku tidak mempunyai keberhasilan untuk diriku sendiri:
Engkaulah yang menganugrahkan cahaya dalam jiwaku,
Alireza Nurbakhsh
London, 10 Desember 2024

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi192
Kidung Asmarandana

Miracle Of Your Love

Your Divine Love my Precious Beloved,
Guiding me towards Your eternal light
Oh My most gracious Beloved, My most compassionate and merciful Lover
Your love alone my only sanctuary and ultimate safety

Your love my most Glorious Beloved and
Precious lover
Has protected me from cold of rough sleeping in London this season
And the disgrace that may occurred.
Whatamiracle AA AAA

My Sweet Glorious Beloved, The Almighty one the Merciful the compassionate lover,
Anna in awe and in endless gratitude
Knowing Your magnificent love,.
For this Anna, your lover,.
Out of love , you keep Anna warm here in
Yorkshire
What a miracle
AAAAAAA

Alloutbound traveling was void
For there is no longer lover in London, but here in Yorkshire

Live is about moving forward and enjoy the moment
Cold, harsh and bewildered was in the past
Should never been repeated again

Puisi Spiritual Nimatullahi193
Kidung Asmarandana

Miracle Of Your Love (lanjutan)

Today is about love triumph
In a place where only your love beauty is exists
You keep Anna warm with your love here in
Yorkshire
For Your Love is true and true for Anna safety and joy
For love is only safety and joy.
Today love is triumph
In ahouse where only kindness is the content
Today love conguered everything
Only peace and serenity remain
Joyful in contentment of knowing.
That Your love is safety net from all calamity
How blessed Anna for loving You truthfully
Oh my Sweet Precious Beloved, The most affectionate lover, what a miracle ALA

Your Love my Sweet Glorious Beloved, The compassionate Lover, The Forgiving Lord
Your love is Protection from all, safety alone the guarantee , the only sanctuary
From pre eternity to eternity and beyond
Where is love has no end nor beginning
And Anna in awe for your love miracle
And Anna offering her never end gratitude n
Ya Hagg

Puisi Spiritual Nimatullahi194
Kidung Asmarandana

Miracle Of Your Love (lanjutan)

Anna San Taylor
North Yorkshire
28 October 2024
18.43

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi195
Kidung Asmarandana

N # | Ara R

) DR Ea PP Aan Yi

Be ae Sea AA Peang
PROMISE OF LOVE

Those are the sky of Yorkshire this morning
My sweet beloved,

My Precious Beloved has reminded me again this morning,
About the promise | declared in Yorkshire.
To love you endlessly

Over a decade has passed,
Love has travel to unimaginable terrain
From mountain of sorrow to the joy of the spring meadow where love flower blossom splendidly
Beauty beyond imagination
Peace beyond comprehensionn,
the promise fulfilled, | thought.

Puisi Spiritual Nimatullahi196
Kidung Asmarandana

N # | Ara R (lanjutan)

But yet your handsome appearance, manifestation of the perfect of His creation
Depicting on the blue sky iin Yorkshire this
Morning,
The cloud formating the beauty of His creation
And your beautiful handsome face appears everywhere here this morning,
On my screen first then on the rose petal and on every leaves of this lace palm tree,
Everywhere | see only His Beloved beautiful handsome manifestation of His love exist

O', sweet beloved,
who could one refuses this bounty,
Being in the presence of His Own Beloved
Divine Reality,
Constantly, endlessly
No.longer realm time and space exist
Only The Beloved His Own divine love exist

The calculation of Man is with number, year,.day and time,
To worldly man all has price tag and countable
but remember this : but all that is countable is perishable.

The calculation of God is intangible immeasurably: only Love is the barometer
Priceless, immortal.
The only Treasure worth to keep.

Puisi Spiritual Nimatullahi197
Kidung Asmarandana

N # | Ara R (lanjutan)

Loving you is to love myself
Longing to you is longing for union.
Until the soul becoming free of entrapment of the body,
How would one can.declare self free from pre destiny ?
And Anna free from the promise to you?

Anna San
North Yorkshire
28 October 2024
10.25

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi198
Kidung Asmarandana

Nafas Demi Nafas Menuju Kedai

Napas demi napas, aku memasuki kedai tadi malam,
Cangkir demi cangkir,
dia menuangkan anggur cemerlang untukku

Di dalam cawan lain,
terbakarlah api yang ganas,
Berkali-kali aku meminum api itu, sebuah ritual kuno

Dengan satu ciuman manis, dia mencuri hatiku dan keyakinanku, dan dia mengunci jalanku.
Selangkah demi selangkah aku mencicipi anggur manisnya.
Doa sang guru Majusi,
kebaikan sang kekasih -
Cepat- cepat
aku sampai di pelataran agung

Di atas takhta cinta,
aku melihat kekasihku,
dia yang cantik jelita tak terbatas, tak terbatas - dia bagaikan taman abadi

Puisi Spiritual Nimatullahi199
Kidung Asmarandana

Nafas Demi Nafas Menuju Kedai (lanjutan)

Aku melarikan diri dari diriku sendiri dan melanjutkan perjalanan dengan langkah yang Bebas, sangat bebas, melalui tatapan belas kasih dan cahayaNya

Mengapa ragu,
bila Nurbakhsh -- seorang pengembara dan pencinta cinta —
Mati dan mati dalam cinta-
dengan kepastian,
di setiap saat?

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 3 November 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi200
Kidung Asmarandana

Neither Dying Nor Living

"Who is entering and burning in the greatest spire, neither dying nor living "
(Surah 87, The Ouran).
Dear Lord You alone knows what is declared and what is hidden
May You widen my knowledge and sharpen my intellect
Enlighten my thought and deepen my understanding to enable me to know comprehensively the true meaning of Your guidance
Dear Lord Most exalted One, Most Glorious
Most High , most benevolent one,
"Who is entering and burning in the greatest of the spire, neither dying nor living "
- Your humble servants who truthfully devoted to You through servitude to all of your creation ?
- Your humble servants who devoted their life for love ?
- Your humble servants who " remember only you, love no one but you, mad in love with you from head to toe, lost themselves in loving you, she or he neither dying.nor living in loving you while still in the realm of baga
For your Beauty has robbed her sanity
No longer worldly business she could remember
But Your divine love beauty that manifest in every of all of your creation.
She intoxicated by your unimaginable love
O' the Exalted One
The most Glorious, The most gracious Lord, the most Highest God
To you alone all will return.
Ya Hagg

Anna San TaylorDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaNorth Yorkshire, 1 November 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi201
Kidung Asmarandana

Oalandar

"GURU MANUNGGALING JATI "

Dahulu, ada seorang Oalandar, "dia adalah pengembara cinta dan guru Manunggaling
Jati" yang tidak mempunyai kediaman, selalu mengembara

Yang selalu bernyanyi sambil berjalan
Marilah temanku, kita menjalankan cinta dengan tulus dan sepenuh hati
Dan bangunlah untuk menolong sesamu dengan penuh keiklasan

Dia mempunyai suara yang hangat
Mengingatkanku kepada seorang darvish yang berkelana dimasa kecilku

Dia membawa tas kulit dan berkelana dari tempat satu ke tempat lainnya
Dia mengilhami siapa saja dengan suaranya yang penuh kasih sayang
Aku berkata kepadanya, Apa yang kau nyanyikan adalah indah, tetapi
Itu tentang cinta dan kasih sayang kepada sesama lainnya
Dan apabila berbicara tentang mereka yang hatinya murni,
Aku adalah seorang pencari kebenaran sejati
Tetapi engkau berbicara hanya tentang keindahan budi pekerti dan kasih sayang yang lumintu tiada henti

Puisi Spiritual Nimatullahi202
Kidung Asmarandana

Oalandar (lanjutan)

Dia menjawab, engkau tidak waras , wujud yang berakal,
Ketika aku berbicara tentang cinta
Aku mencari kebenaran sejati dalam wujud yang lain lainya
Kebenaran sejati dari para pecinta adalah Satu
Mereka melihat semuanya sebagai satu kesatuan
Dan satu untuk semuanya
Kemudian dia melanjutkan dengan lagunya
Kita menyadari akan arti kehidupan
Ketika kita membakar pamrih kita yang mementingkan diri sendiri kepada
obor kebenaran dan kebajikan
Dan menyerahkan cahaya diri untuk mencerahkan yang lainnya

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 1 Nopember 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi203
Kidung Asmarandana

Obat Nafsu Angkara

Teman,

Dunia ini sedang bergejolak.
Sangat sulit dimengerti, mengapa manusia menolak memilih jalan damai dan tenteram.

Mungkin alasannya adalah ketamakan dan keinginan akan kekuasaan
ditambah dengan nafsu yang tak terkendali.

Kelinci di sebelah rumah kita juga tamak.
Namun tidak bisa mencabut dan menghancurkan kebun sayur kita,
walaupun dengan segala akal dan daya upayanya.

Hanya dengan "Cinta" nafsu yang tak terkendali bisa terobati.
Hanya dengan kasih sayang kecerdasan yang merusak menjadi bermanfaat
dan kepandaian yang menghancurkan menjadi berguna.

Kita mengutamakan persaudaraan dalam mengatasi permusuhan.
Marilah semuanya kita undang untuk hadir dalam pesta
"Cinta, Kebaikan dan Kasih Sayang"
yang berlangsung di mana-mana.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 15 Februari 2024Kidung Asmarandana
Puisi Spiritual Nimatullahi204
Kidung Asmarandana

Pembebasan

Badai gemuruh ditengah keributan malam
Hembusan angin keras menabrak daun pintu ku
Pesan kemarahan,
Kemurkaan dan kekerasan akan waktu serta tempat

Didalam Lolongan angin
Suara pecah, kacau dan tidak berujung pangkal
Keluhan sedih
Dan tangisan kepedihan dari orang yang ditinggalkan

Dengan tangan yang gemetar,
ku buka pintu
Seorang laki-laki berdiri diseberang
la dari suku " yang lain "
Aku sebagai suku" Kita",
Tanpa sadar melangkah mundur
Tuhannya penuh dengan kemarahan dan dendam Tuhanku penuh kasih sayang
Dia lebih suka bebas berkehendak- Aku lebih cenderung pada tekad dan niat
Dia terbenam dalam penjelmaan baru-
Sedangkan aku menginginkan pemusnahan kepribadianku didalam kemutlakan
Warna kulitnya berbeda
Di telingaku, cerita tentang sukunya kedengarannya sungguh tidak nyaman

Puisi Spiritual Nimatullahi205
Kidung Asmarandana

Pembebasan (lanjutan)

Aku melangkah kesamping dan dia masuk
Di dalam hati nuraniku, aku mendengar suara" berbaik hatilah kepadanya '.
Dia baru menyadari bahwa aku datang dari
'Suku Kita' suku yang berbeda dengannya
Aku membaca keraguan dan kebingungan di matanya

Mata kami terkunci dalam tatapan
Tiba-tiba dari matanya yang terdalam
Aku menemukan persahabatan dan merasakan kebaikan hatinya
Aku menyadari bahwa dia adalah sama denganku, dan aku sama dengan dia
Bahwa kami berdua adalah dari suku yang sama
Suku manusia

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 1 Februari 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi206
Kidung Asmarandana

Pembeli Sang Yang Kekasih Tercinta

Semoga hidupku terkorbankan untuk manisnya gula bibirmu
Semoga hati dan jiwaku selama lamanya terpikat kepadaMu

Malam dan siang para pencintamu kumpul bersama
Berjaga jaga, mabuk dengan harapan untuk melihatmu

Bagaimana mungkin aku ingat diriku sendiri
Ketika aku menggenggam juwitanya wajahMu

Hatiku terendam dalam kerinduan kepadamu
Aku berharap bisa menciummu lagi

Engkau mencintai aku, tetapi dalam kehinaan
Aku duduk terperanggah bingung akan rencana dan gerakanmu
Burung bulbul muncul dari dunia marifat
Menyanyikan pesan indah darimu

Engkau menganugrahkan cahaya dan menerangi dunia
Aku telah menjadi pembelimu dengan segala keberadaanku

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBoston, 9 Oktober 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi207
Kidung Asmarandana

PENAKLUK HATI

Sekali lagi, sebuah lagu dari para penyanyi telah membuat dadaku terbakar
Aku sepenuhnya terlena oleh nyanyiannya
Dan hatiku dipoles dengan cinta

Nalar mengira itu bisa membendung
Jalannya Cinta,
Namun cinta membakar nalar dalam api
Dan merubahnya menjadi abu

Cinta adalah Penakluk hati,
Komandan kekuasaan Sang Yang
Terkasih, Cinta mengibarkan benderanya dengan penuh kemegahan di alam hati

Setiap orang jatuh cinta pada wajah juru
Minuman,
Namun mereka hanya menonjolkan sudut pandangannya sendiri
Diantara pemuja anggur, tidak ada seorangpun benar benar mengetauimu siapa engkau sesungguhnya

Puisi Spiritual Nimatullahi208
Kidung Asmarandana

PENAKLUK HATI (lanjutan)

Para pendosa yang tidak memiliki rasa takut, berkumpul di pusat perkumpulan para teman
Mereka yang memandang mataNya,
Hilang keberadaan jati dirinya dalam cinta

Aku bebas dari segala-galanya kecuali
Dia, Sang Yang Maha Tunggal
Dan penuh dengan ketenangan didalam mengingat Dia Sang Yang Maha Agung

Ratusan ribu syukur aku persembahkan kepada Sang Yang Maha Pengasih dan
Penyayang, karena aku telah dibebaskan dari semua keterikatan

Sungguh sayang, Nurbakhsh kini sendiri di tanah Cinta,
Walaupun demikian Sang Yang Terkasih yang Maha Elok selalu bersamaku, untuk menghiburku

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 21 Januari 2022
Puisi Spiritual Nimatullahi209
Kidung Asmarandana

Pencarian

Seseorang seharusnya tidak hanya duduk diam
Namun harus memulai suatu pencarian
Di-kedalaman lautan sanubari
Di-kedalaman terdalam akan keberadaan
Dimana Mutiara yang berharga ditemukan

Kebenaran sejati ada disana
Kecantikan ada disana
Cinta ada disana

Satu diperlukan untuk menjadi penyelam

Sungai yang mengalir
Ombak lautan
Angin sumilir dihutan kayu
Jangkrik jangkrik yang berisik
dan nyanyian burung kenari
Semua memanggilmu
Mereka semua berteriak
"Bangun!".

Puisi Spiritual Nimatullahi210
Kidung Asmarandana

Pencarian (lanjutan)

Berhentilah menatap pada kekosongan
Tidak ada hal baru akan ditemukan hanya dengan diam saja
Rawa-rawa pada akhirnya akan kering
Bangun dan bangkitlah
Perjalananmu yang tanpa akhir,
Dan memulai pada suatu pencarian

Alireza Nurbakhsh
London, 16 Januari, 2025

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi211
Kidung Asmarandana

Pencerahan

SANG AHLI SAJI: SAOI

Bangun, dan bawalah anggur - Cukup sudah dengan pengasingan diri yang
Muram

Marilah bergembira seperti gembiranya para pemabuk cinta dan gairahnya para pecinta

Di pertemuan para terbebaskan dari diri sendiri,
Cinta selalu ditampilkan dengan sepenuhnya
Keburukan tidak mempunyai tempat dalam kehadiran keindahan

Sagij ahli saji, memasuki kedai minum dengan semangkuk anggur
Dia datang seperti cemara yang anggun
Meluncur dengan kecantikan yang menawan

Ratusan rahasia gaib purbakala terpampang pada mataNya
Dia menelanjangi kerakusan dan sifat mementingkan diri sendiri, milik mereka yang masih sadar, belum mabuk akan cinta

Setiap ikalan rambutNya,
Adalah jerat bagi para pecinta yang penuh semangat
CintaNya telah menciptakan keributan dikedai minum

Puisi Spiritual Nimatullahi212
Kidung Asmarandana

Pencerahan (lanjutan)

Ketika Dia membuka bibirnya untuk berbicara,
Kata-katanya yang semanis madu merampok ratusan,
mereka yang berakal, pendiam dan penuh ketenangan
Tidak ada Kekasih didunia ini yang seperti
Sagi : "Ahli saji " di kedai minum
Yang menganugrahkan cahaya tanpa imbalan apapun,
Karena sifat kemurahanNya belaka dan tanpa mengharapkan apapun

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 30 Maret 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi213
Kidung Asmarandana

Pengabdian Cinta

Mengabdilah kepada cinta,
maka engkau akan hidup dalam cinta dan sebagai cinta itu sendiri.
Engkau akan terbebaskan dari pasungan dan keterikatan pada diri sendiri.
Engkau akan menjadi bunga mawar yang indah nan harum aromanya.

Apabila engkau ingin beruntung di dunia yang maya ini,
Maka, berikanlah hatimu kepada penjaga "Kedai Asmara".
Abdikan dirimu sepenuh hati dengan tulus ikhlas kepadanya.
Dan jadikanlah dirimu "abdi" yang setia.

Abdikan seluruh keberadaan jiwa dan ragamu kepada Sang Penggoda Hati,
Sebagai imbalan atas tatapan cintanya.
Dan engkau akan menjadi manusia yang "sejati".

Walaupun disebut "pecundang" dan "gagal" oleh semua orang tidaklah mengapa,
Asalkan engkau diterima oleh Sang Kekasih tercinta.

Tinggalkanlah segala kepercayaan dan ketidakpercayaan.
Dapatkanlah bulu-bulu dan sayap-sayap dari Sang Kekasih tercinta.
Dan jadilah burung yang terbang bebas.

Puisi Spiritual Nimatullahi214
Kidung Asmarandana

Pengabdian Cinta (lanjutan)

Apabila engkau pasrahkan dirimu di telapak kaki "penyaji arak",
Engkau akan menjadi pemenang dalam pertaruhan cinta
di antara para kekasihnya.

Saat aku duduk bersemedi,
Mengingat Sang Yang Terkasih,
Sang Hyang Kekasih menganugrahkan cahayanya,
dan memberikan ajaran serta amanahnya:
"Lakukanlah pengabdian dan kesetiaan dalam cinta,
maka engkau akan menjadi cinta yang hidup dan hidup dalam cinta."

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 19 Februari 2024Kidung Asmarandana
Puisi Spiritual Nimatullahi215
Kidung Asmarandana

Pengakuan Palsu

Seorang kekasih penyihir hati
Sedang kasmaran,
dan cantiknya seperti bulan purnama penuh
Datang kepintu rumahku
Pada suatu pagi saat subuh

Matanya hitam legam, rambutnya acak acakan
Dia akan mencuri hati siapa saja
Hanya dengan sekilas tatapan matanya

"Siape engkau wahai orang yang bijaksana ?", la bertanya
"Rajanya pemandu spiritual, Guru ahli gaib ?" Aku menjawab
la tertawa mendengar kata kata dan pernyataanku

"Wahai engkau,
Yang tersesat dan tenggelam dalam dosa
Apa yang engkau ketahui tentang Guru ahli gaib dan pemandu spiritual?"
Engkau yang terpesona pada diri sendiri dan kehilangan arah?"

Tinggalkan dirimu sendiri
dan pilihlah aku -
menjadi kekasihmu satu-satunya
Dan terbakarlah oleh cintaku kembali
Sekarang, dan nanti

Puisi Spiritual Nimatullahi216
Kidung Asmarandana

Pengakuan Palsu (lanjutan)

Serahkanlah keberadaan jati dirimu
Untuk ombak rambutku
Datanglah dengan dada penuh api dan helaan nafas".
Kutinggalkan jati diriku
menyerah menjadi Guru dan pemandu spiritual
Dia Sang Yang Terkasih,
Menganugrahkan aku cahaya
Seindah dan seterang bulan purnama

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 31 Agustus 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi217
Kidung Asmarandana

Pengorbanan Diri Seorang Kekasih

Walaupun hanya Setetes Kehadiran Cinta didalam jiwa
Akan menghidupkan kembali ruh dan membuatnya membumbung

Dimana-mana udara dipenuhi dengan aroma cinta dan kasih sayang,
Kekasihku sepanjang zaman telah kembali

Dia Sang Yang Terkasih adalah penenang jiwa ini,
dan dialah satu satunya yang sangat tersayang di dalam hatiku
Nafasnya adalah irama yang menentramkan hati

Pandangan sekilasnya memancarkan cahaya kemilau matahari
Dan dadanya adalah suaka semua rahasia
Si dia Sang Yang Terkasih, adalah Kemegahan dalam pertemuan para kekasih dan pecinta di seluruh dunia
Datang mengisi daya cinta, tidak terbelenggu oleh segala tata cara

Untuk menumpahkan darah para kekasih hingga kering kerontang
Dia Sang Yang Terkasih, datang dengan godaan yang mengundang

Melihatnya, Nurbakhsh menjadi mabuk
Dan menyerahkan seluruh jiwa raga serta hatinya,
Siap untuk mengorbankan hidupnya

Alireza Nurbakhsh,
London, 2 February 2025

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi218
Kidung Asmarandana

Penjarah Hati

Dimana penjarah hati malam ini ?
la bersikap dingin dan tidak peduli sepanjang malam

Aku merindukan si penjarah hati dengan penuh kemesraan
Walaupun dia mengejar hati dan agamaku malam ini
Hanya dengan sebuah lirikan, dia mencuri hatiku
Betapa aku sangat merindukan kepedihan karena cintanya malam ini !

Segala pemikiran selain membayangkan wujud wajahnya yang sangat rupawan menawan, akan merupakan suatu kesalahan besar malam ini

Apabila aku terbunuh oleh cintanya saat ini,
Demi Tuhan, memang sangat pantas dan benar adanya

Duh penggoda hati yang genit dan kemayu
Aku duduk penuh penantian dan harapan akan kedatanganmu malam ini

Dia Sang Yang Terkasih menganugrahkan cahaya dihatiku dan dihatimu:
Maka berhentilah bertanya " Dimanakah Sang
Yang Terkasih?" Malam ini.

Alireza Nurbakhsh
22 Mei 2023, Banbury.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi219
Kidung Asmarandana

Penjual Anggur Belahan Jiwaku

Kekasihku penjual anggur naik kuda di malam hari
Untuk merampas hatiku dan agamaku

Dia memberiku secangkir anggur dari guci
Keramat
Dan membuat ku meminumnya karena cinta akan kecantikannya

Aku benar benar mabuk berat karena cinta
Dan tidak mempunyai kepedulian tentang zaman kita

Aku tidak melihat diriku sendiri aku melihat dia satu satunya wujud yang ada
Tampak dalam segala bentuk dan wajah

Dia adalah kemanunggalan dari dua duanya kekasih dan Yang Terkasih
Yang jatuh cinta selamanya kepada dirinya sendiri

Siapa yang percaya pada pernyataan ini
Bahwa dalam cinta seorang pecinta adalah alasan belaka ?.

Tidak hanya Kekasih maupun yang dikasihi, bahkan cinta sekalipun
Tetap berada dalam lautan kasih karunia yang tiada batasnya

Nurbakhsh, mengapa masih terus bicara tentang cinta Sang Yang Kekasih
Ketika keberadaanmu tidak lebih tidak kurang hanyalah sebatas penalaran dan dongeng belaka?

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 20 Nopember 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi220
Kidung Asmarandana

Penjual Anggur Terkasih

Kekasihku penjual anggur naik kuda di malam hari
Untuk merampas hatiku dan agamaku

Dia memberiku secangkir anggur dari guci
Keramat
Dan membuat ku meminumnya karena cinta akan kecantikannya

Aku benar benar mabuk berat karena cinta
Dan tidak mempunyai kepedulian tentang zaman kita

Aku tidak melihat diriku sendiri aku melihat dia satu satunya wujud yang ada
Tampak dalam segala bentuk dan wajah

Dia adalah kemanunggalan dari dua duanya kekasih dan Yang Terkasih
Yang jatuh cinta selamanya kepada dirinya sendiri

Siapa yang percaya pada pernyataan ini
Bahwa dalam cinta seorang pecinta adalah alasan belaka ?.

Tidak hanya Kekasih maupun yang dikasihi, bahkan cinta sekalipun
Tetap berada dalam lautan kasih karunia yang tiada batasnya

Nurbakhsh, mengapa masih terus bicara tentang cinta Sang Yang Kekasih
Ketika keberadaanmu tidak lebih tidak kurang hanyalah sebatas penalaran dan dongeng belaka?

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 20 Nopember 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi221
Kidung Asmarandana

Perayaan Tahun Baru Para Kekasih

Duhai" penyembuh sakit asmara, sekarang adalah perayaan tahun baru,
Penuh hingar bingar karena api cintaMu,
Kami memutari apiMu seperti ngengat

Demi Cintamu, kami harus terbebaskan dari penjara penalaran yang sombong
Dengan penuh rasa syukur memasuki majelis pertemuan para pecinta yang gila cinta

Kita akan minum anggur semerah delima seperti para pemabuk,
Dan kau hidupkan kembali seperti bunga tulip, seperti pohon-pohon cemara dan padang rumput
Dengan nafas kehidupan baru
Orang- oramg yang berakal sibuk dengan perdebatan dan wacana,
Dan para pemuka agama sibuk bercerita dan berkotbah
Namun kita telah memilih sudut kedai
MINUM
Menemani para pecinta yang gila cinta

Tertegun akan kecantikan wajahMu,
Aku berputar seperti gilingan
RambutMu yang acak-acakan telah menjadi kediamanku
Rumah bagi semua pengembara

Puisi Spiritual Nimatullahi222
Kidung Asmarandana

Perayaan Tahun Baru Para Kekasih (lanjutan)

"Berkat dan Rahmat Baru" dari Sang
Yang Terkasih, tiba pada setiap hembusan nafas dijiwa kita
Kita adalah para musafir yang berjalan pada Jalan Cinta Sang Yang Terkasih yang sejati
Kita yang asing pada diri kita sendiri
Seperti pemberi cahaya pada para pecinta
Terbebaskan dari semua kepercayaan dan ketidak percayaan
Melangkahlah setapak keluar dari dirimu sendiri,
Dan engkau akan tiba di pertemuan para yang terbebaskan

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 19 Maret 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi223
Kidung Asmarandana

PERJANJIAN CINTA

Sebelum keabadian, kita mengikat janji cinta,
Engkau dan aku, menyatu seperti cahaya bulan purnama dan gunung gunung,
Engkau dan aku.
Pada saat jari jariku mengelus rambutmu yang indah mayang,
Aku salibkan dua duanya.: keyakinan dan kekhafiran.

Riwayat cintaku kepadamu ,diceritakan kembali disetiap pertemuan dan setiap perempatan serta pusat pusat lainnya,
Sejak kita membubarkan perkumpulan penyembah diri sendiri.

Aku telah menganggap setiap orang lebih baik dan lebih kuat daripada diriku sendiri.
Sejak aku meninggalkan pemikiran tentang diri sendiri dan kepentingan diri sendiri.

Aku menceritakan tentang kecantikanMu dimana saja dan dengan siapa saja.
Dan sekarang, para kyai pun ingin untuk menyaksikan kecantikanMu !!!

Puisi Spiritual Nimatullahi224
Kidung Asmarandana

PERJANJIAN CINTA (lanjutan)

Walaupun banyak yang tidak setia di jalanMu,
Aku tidak pernah melanggar sumpah dan tidak pernah mengingkari janji janjiku.

Aku adalah Pemberi Cahaya untuk semua orang di dunia yang sementara dan tidak kekalini
Sejak aku menyerahkan jati diriku di telapak kakimu.

Alireza Nurbakhsh,
Banbury, 15 Februari 2023.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi225
Kidung Asmarandana

Persemayaman Keindahan

Aku kehilangan hati dan agamaku diwilayahmu
Dimana aku menyandarkan kepalaku didalam persemayaman keindahanmu

Aku mohon petunjuk,
Duh ' Sumber kebahagiannku !.
Walaupun didalam gang cinta
aku telah membuang akal pikiran dan segala ilmu pengetauan,
namun jalan kedepan masih tetap tersembunyi

Ketika aku membuka mata hatiku pada kecantikan wajahmu
Duh ' bulanku yang bersinar terang
Aku lupa akan diriku sendiri dan melepaskan segala keinginan dan kepentingan untuk diri sendiri
Tetaplah terus menuangkan anggur yang semerah delima bibir penggoda cinta
Karena aku milik dari keyakinan yang sama dengan anggur yang memabukkan

Aku telah menyatakan persahabatanku kepadamu
dan aku sangat gembira
Aku menjaga sumpah dan janjiku dengan hati penuh suka cita

Puisi Spiritual Nimatullahi226
Kidung Asmarandana

Persemayaman Keindahan (lanjutan)

Aku tidak pernah melukai siapapun dalam hidup yang pendek ini
Aku mencintai seluruh dunia dan isinya
Karena aku dilahirkan dalam dan dari cintamu

Perlihatkanlah kasunyatan dirimu kepada pemberi cahaya jiwa
Demi cinta, aku telah menyerahkan keberadaan jaridiriku dalam wilayah cintamu
Alireza Nurbakhsh
Banbury, 14 Juni 2023

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi227
Kidung Asmarandana

PESAN CINTA

Mari kita hentikan pemikiran yang tiada hentinya,
Marilah kita kembali kejalan yang penuh kasih sayang dan kembali ke sang begawan yang akan menuntunmu ke"
Kedai Kehancuran",

Marilah kita hapuskan semua selain cinta dan kemurnian dalam setiap hembusan nafas kita.
Wahai' burung cinta yang merdu, nyanyikanlah dan tuturkanlah pesan cinta
Ini.

Kita semua dari dunia Cinta dan Cahaya,
Namun kita hilang terkubur didalam kegelapan diri sendiri.

Wahai' Surga Nirwana,
Bersinarlah cahaya gemilangmu.
Dan bawalah kedamaian

Kekasihku yang tersayang datang kepadaku dengan kegenitan yang mempesona,
Dan keserahkan hatiku sebagai " persembahan cinta".

Seandainya aku memiliki seribu nyawa kehidupan,
Aku akan korbankan semuanya untuk Sang
Yang Kekasih yang Tercinta.
Dia, "Sang Yang Kekasih Tercinta ",
Yang telah merampok keheninganku.

Puisi Spiritual Nimatullahi228
Kidung Asmarandana

PESAN CINTA (lanjutan)

Sahabatku, aku sedang kehilangan akal, dan aku haus akan" anggur".
Penyanyi, nyanykanlah lagu sendu, pemusik, petiklah nada nada miring,
Oh Penyaji anggur, bawalah secawan anggur kepadaku.

Para pendakwah agama terperangkap diantara keraguan dan kepastian tentang hukum agama.
Berikan mereka secawan anggur yang besar untuk melenyapkan semua permasalahanya.

Akan selalu ada pujaan baru yang menduduki khayalan dan impian.
Pertama- tama engkau harus menhancurkan segala pemujaan
apabila engkau mendambakan cinta menganugrahkanmu Cahaya.

Alireza Nurbakhsh, Banbury, 1 Januari
2023.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi229
Kidung Asmarandana

Pesta Kemanunggalan

Pesta" Kemanunggalan Jati".

Malam ini kekasih,
adalah malam dari kekasih untuk
Yang Terkasih.

Malam ini, marilah menari burputar putar seperti orang kehilangan kesadaran.

Malam ini,
Kita akan menari seperti orang kehilangan akal.
Kita menari di setiap sudut dan disetiap tempat.

Bayangan keindahan dan kecantikan wajah Sang Dia yang terkasih, tergambar dan terlihat di bebukitan dan di rerumputan.

Kita terpesona oleh kelembutan gelombang aroma dalam rempah rempah,
dan kelembutan gelombang wewangian dari kebun kebun bunga.

Dan kita berjalan terhuyung huyung dalam perjalanan dari wisma ke
"Kedai Kehancuran"

Saat para pemimpin agama menjaga sembahyang dan melafalkan doanya,
Kita menjaga " gelas anggur cinta kita ".

Didepan para penyaji di Kedai
Kehancuran,
Kita memuja Sang kekasih dengan lagu lagu pujaan nan ceria,
Saat kita mabuk dalam kemusnahan jatidiri.

Puisi Spiritual Nimatullahi230
Kidung Asmarandana

Pesta Kemanunggalan (lanjutan)

Malam ini kekasih,.
Kita merayakan kehadiran Sang
Kekasih tercinta.

Sang Dia, kekasih kita adalah cahaya yang gemerlapnya luar biasa indahnya.

Dan kita menari berputar mengelilingi Sang Dia, Kekasih
Tercinta.
Seperti layaknya rengat yang mengelilingi cahaya apinya.

Belum pernah terjadi sebelumnya, dimana di dalam kota hati nurani terjeratasmara dan kemiskinan seperti yang kita alami.

Yang dengan penuh kesabaran, membiarkan terbakar oleh api asmara disaat dalam kehadiran
Sang Kekasih tercinta.

Namun, apapun jua.
Kita tidak akan pernah putus harapan didunia yang tidak setia ini.
Selama Sang Pemberi cahaya hati dan jiwa tetap merupakan harta pusaka yang mulia yang tiada tara harganya didalam " reruntuhan".

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 27 November 2021
Puisi Spiritual Nimatullahi231
Kidung Asmarandana

Pesta Kemanunggalan Jati 240915 065259

Pesta" Kemanunggalan Jati".
Malam ini kekasih,
adalah malam dari kekasih untuk
Yang Terkasih.
Malam ini, kita akan menari burputar putar seperti orang mabuk,
Malamiini,
Kita akan menari seperti orang gila.
Kita menari di setiap sudut dan disetiap tempat.
Bayangan keindahan dan kecantikan wajah Sang Dia, tergambar dan terlihat di bebukitan dan di rerumputan.
Kita terpesona oleh kelembutan gelombang aromanya dalam rempah rempah,
dan kelembutan gelombang wewangian dari kebun kebun bunga.

Dan kita berjalan terhuyung huyung dalam perjalanan dari wisma ke kedai cinta.

Puisi Spiritual Nimatullahi232
Kidung Asmarandana

Pesta Kemanunggalan Jati 240915 065259 (lanjutan)

Saat para iMam menjaga sembahyang dan doanya,
Kita menjaga " gelas anggur cinta kita ".
Didepan para penyaji di kedai asmara,
Kita memuja Sang kekasih dengan lagu lagu ceria.
Saat kita mabuk dalam kemusnahan jatidiri.
Malam ini kekasih,.
Kita merayakan kehadiran Sang
Kekasih tercinta.
Sang Dia, kekasih kita adalah cahaya yang gemerlapnya luar biasa indahnya.
Dan kita menari berputar mengelilingi Sang Dia,
seperti rengat yang mengelilingi cahaya apinya.
Belum pernah terjadi sebelumnya, dimana di dalam kota hati nurani terdapat kasmaran dan kesengsaraan seperti yang kita alami.
Yang dengan penuh kesabaran, membiarkan hatinya terbakar oleh api asmara disaat dalam kehadiran
Sang Kekasih tercinta.
Namun, apapun jua.
Kita tidak akan pernah putus harapan didunia yang tidak setia ini.
Karena Sang Pemberi cahaya hati dan jiwa adalah tetap merupakan harta pusaka yang mulia yang tiada tara hargany di dalam" reruntuhan".

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi233
Kidung Asmarandana

Rindu Untuk Melihatmu

Datanglah, cintamu telah membawa kebahagiaan di hatiku
Dan bibirmu yang manis telah mengubahku menjadi Farhad

Datanglah, agar aku dapat tenggelam dalam tatapanmu.
Ketika engkau menghancurkanku,
aku kaupulihkan dan kembali menjadi utuh sepenuhnya

Aku mengikutimu
kemanapun engkau pergi
Engkau memburuku dan mengubahku menjadi seorang pemburu.

Aku membayangkan wajahmu yang menawan
Kerinduan untuk melihatmu telah membawa kebahagian ke hatiku.

Tadi malam engkau memberiku secangkir anggur yang menyala,
Seteguk,
dan aku mengalami kesatuan dari semua kualitas yang berbeda.
Kau bertanya padaku, "O kekasihku, apakah engkau merasa mengantuk?".

Godaanmu yang genit membuatku kehilangan akal dan berteriak
Kau bergoyang seperti pohon cemara dan merenggut hatiku

Aku mengitari keagunganmu seperti angin.
Kau menganugerahkan cahaya keagungan pada jiwaku.

Bahwa selalu bersamamu,
Dan setiap saat
Telah membebaskanku dari diriku sendiri

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 5 Oktober 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi234
Kidung Asmarandana

Saat

Nyanyian Merrdu burung burung kecil diatas kepala tiba- tiba menghentikan kereta pemikiranku yang sedang galau, dan oenuh kekwatiran.
Satu persatu renunganku terpuruk. seperti gelas.yang rawan pacah.
Aku tersadar bahwa segala sesuatu dan semua yang disekellilingku sedang berbicara dengan ku : pohon apple, tupai, bahkan mangkuk mangkuk pun berbicara kepadaku.
Aku terus berjalan dengan penuh kekaguman,
Betapa menabjubkan bahwa aku sedang mendengarkan pesan yang sama dari segala arah.
Padamu teman teman dan sahabatku,
Betapa cepat waktumu berlalu.
Dalam menggapai pemikiran yang tiada henti.
Sekarang, dengan cinta, pusatkanlah pemikiranmu pada pernafasanmu..
Dan hiduplah dalam " saat sekarang dan kini " dengan seluruh serat serat keberadaanmu.
Berikan cahaya dan bawalah kebahagian
Penuhlah dengan kasih dan sayang
Dan carilah cinta.
L

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi235
Kidung Asmarandana

Sang Ahli Gaib Guru Majus

Sang Ahli gaib guru Majus menyantapku dalam apinya hingga aku terbakar sepenuhnya.
Sehingga aku tidak sadar akan diriku sendiri
Dan tidak tau apapun kecuali Cinta

Kekasihku tercinta berkata kepadaku tentang
Kecantikan Pemberian Tuhan
Sehingga cinta menjadi suasana batinku dan semua yang aku ucapkan.

Pendakwah agama berbicara hanya tentang kemarahan Tuhan,
Karena hanya sifat inilah yang dapat mereka lihat,
Aku kehilangan hatiku, Aku hanya membaca buku tentang keanggunannya.

Sejak dari pertama saat aku melihat mata bunga Narsisnya yang memabukan
Aku membuat sumpah pengabdian
Dan itu tercetak dalam jiwaku

Puisi Spiritual Nimatullahi236
Kidung Asmarandana

Sang Ahli Gaib Guru Majus (lanjutan)

Sagi Sang Penyaji anggur, pergi ke bejana tempat penyimpanan anggur
Dan memanggilku untuk berada disebelahnya
Seluruh jiwaku dan seluruh ragaku dipadamkan oleh cinta.

Di dalam kedai asmara, aku pasrahkan diriku kepada Kekasihku yang penuh kebajikan
Dia melucuti segala galanya yang ada padaku
Dengan panah dari matanya

Aku menghabiskan hidupku sebagai abdi
Sang Ahli Gaib Guru Majus,
Beliau menganugrahkan Cahaya kepadaku di candi api hatiku.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 10 Oktober 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi237
Kidung Asmarandana

Sang Ahli Gaib Majus

Sang Ahli gaib Majus menyantapku dalam apinya hingga aku terbakar sepenuhnya.
Sehingga aku tidak sadar akan diriku sendiri
Dan tidak tau apapun kecuali Cinta

Kekasihku tercinta berkata kepadaku tentang
Kecantikan Pemberian Tuhan
Sehingga cinta menjadi suasana batinku dan semua yang aku ucapkan.

Pendakwah agama berbicara hanya tentang kemarahan Tuhan,
Karena hanya sifat inilah yang dapat mereka lihat,
Aku kehilangan hatiku, Aku hanya membaca buku tentang keanggunannya.

Sejak dari pertama saat aku melihat mata bunga Narsisnya yang memabukan
Aku membuat sumpah pengabdian
Dan itu tercetak dalam jiwaku

Puisi Spiritual Nimatullahi238
Kidung Asmarandana

Sang Ahli Gaib Majus (lanjutan)

Sagi Sang Penyaji anggur, pergi ke bejana tempat penyimpanan anggur
Dan memanggilku untuk berada disebelahnya
Seluruh jiwaku dan seluruh ragaku dipadamkan oleh cinta.

Di dalam kedai asmara, aku pasrahkan diriku kepada Kekasihku yang penuh kebajikan
Dia melucuti segala galanya yang ada padaku
Dengan panah dari matanya

Aku menghabiskan hidupku sebagai abdi
Sang Ahli Gaib Majus,
Beliau menganugrahkan Cahaya kepadaku di candi api hatiku.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 10 Oktober 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi239
Kidung Asmarandana

SANG YANG KEKASIH

YANG SEMANIS GULA MADU

Aku menemukan kenyataan bahwa tanganku hilang tanpa akhir pada belahan rambut ikal Sang Yang Kekasih
Berburu dengan bulu matanya yang melengkung seperti busur panah adalah cara Sang Yang Kekasih Tercinta

Berilah aku semangkuk anggur
Kekasihku telah mengirim pesan bahwa kita harus bersatu !
Bibirnya yang semerah anggur dan ikatan pada jalinan rambutnya sedang memanggilku

Walaupun Jalan menuju kepada Sang Yang
Kekasihku Tercinta memutar dan berbelok- belok, dan penuh dengan para penjegal dan rampok
Matanya yang mempesona berada dimana- mana, selalu menjagaku

Katakanlah kepada kekasih yang telah memikat hati " majelis " hanya dengan kedipan matanya yang genit
Bahwa panah yang mematikan yang ditujukan kepada para pecinta adalah pinjaman dari Alis Sang Yang kekasih yang Sejati

Puisi Spiritual Nimatullahi240
Kidung Asmarandana

SANG YANG KEKASIH (lanjutan)

Ikalan rambut yang berputar-putar milik
Malaikat Pelindungku
Telah menjarah hati dan agamaku

Kadang dia datang dengan kegenitan yang memikat,
Tetapi di lain waktu dia penuh kebanggaan diri dan kekerasan
Apapun yang dilakukan oleh bibir merekah
Kekasih, aku tidak akan terganggu
Nurbakhsh mendengar dari mulut pengembara yang gila
"Kegilaanmu datang dari manis madu bibirku".

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 8 Maret 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi241
Kidung Asmarandana

Sang Yang Kekasih Dengan

TANDA KECANTIKAN

Datanglah ! Mencintai wajahMu yang bersinar terang sudah cukup bagiku
Dijalan pengabdian, merindukan debu jalan menujuMu adalah cukup bagiku

Datanglah dan lihatlah keadaan hatiku,
Satu tatapan kilat dari wajahMu
sudah cukup bagiku

Duh, hatiku, mengapa engkau masih mengeluh tentang terpisahkan dengan sang yang kekasih?
Jangan kwatir, nama yang terukir atas namamu disana cukup untuk berlindung bagimu

Lepaskan jalinan rambutmu dan biarkan tersebar seperti setumpuk mawar
Ikal rambutmu yang sehitam malam,
Sebagai petunjuk di Jalanmu, sudah cukup bagiku

Datanglah kepadaku, wahai sang kekasih yang memiliki ' tanda kecantikan'
Airmata dikedua kelopak mataku cukup sudah kiranya sebagai bukti

Puisi Spiritual Nimatullahi242
Kidung Asmarandana

Sang Yang Kekasih Dengan (lanjutan)

Sang ahli penjual anggur berkata kepadaku
"Carilah Cinta,
Pojokan di Khanigah adalah cukup bagimu"

Anugrahkanlah Cahaya cinta dan Kasih
Sayang serta tanpa pamrih
Karena didunia dan hari nanti, harapanmu untuk segala kebaikan dan kasih sayang untuk semua,
Sungguh sudah cukup bagiku

Alireza Nurbakhsh,
London, 22 Juni 2023

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi243
Kidung Asmarandana

Sang Yang Kekasih Yang Sangat

ISTIMEWA TIADA BANDINGNYA

Betapa sangat beruntung mempunyai
Kekasih yang sungguh berharga tiada bandingnya
Bebas dari rasa sedih
dan memiliki dia sebagai pendamping

Termabukkan olehNya,
Hilang dalam mataNya yang memabukkan
Terbebaskan dari diri sendiri, ketidak kepercayaan dan agama

Dan membiarkan mata yang berbicara serta mengecup bibirnya yang basah-anggur merah, dan panas membara

Untuk mensucikan hati,
Menari saat matahari terbit
di depan pintu ahli bangunan cinta
Berdoa didalam relung alis doa Kekasih dihadapan Tuhan yang maha benar

Dia membuat dunia menderita sakit cinta, hanya dengan anggukan asmara.
Betapa anugrah yang penuh rahmat
Dari Kekasih yang penuh kasih sayang

Sungguh suatu kebahagian
Penganugrah cahaya dan kemurnian dari matahari
Kekasih yang sangat istimewa tiada bandingnya

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 19 Juni 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi244
Kidung Asmarandana

Searching For God

Some went to all places and in every nook and in every corner of the world to find
God

Some go to the church to the mosgue to the synagogue to the temple in order to.meet God

Do you know those are only first step on the path to God

In "the Conference of the Birds ",
only few finding the Nimrod
Those few whom engulfed by the fire of love
Lost themselves by the charm of eternal light beauty
Dear seekers and travelers
The first prereguisite on the path to God
To lost yourself and be no one and no body
Then entering to the realm of nothingness
When only love exist

The path to God is traveling inwardly
Defeating your own ego
Guarding your own self important along the journey
And let LOVE alone be your own guide

Traveling on the path of God is a journey of becoming no one no body and
Entering in the realm of nothingness

Puisi Spiritual Nimatullahi245
Kidung Asmarandana

Searching For God (lanjutan)

Not at the state or station but in the moment of absolute love constantly
Only with absolute purity of thought and the mind
and the heart torching by divine love
The state of unification maybe granted
Integrity of the soul with absolute being

You will find God nowhere else
But inside within you yourself
For the Beloved God residing within inside your heart
In the presence of LOVE

Anna San
Shoreham by Sea
13 October 2024
12.34

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi246
Kidung Asmarandana

Sebuah Pendekatan Baru

Sebuah Pendekatan Baru
Aku datang untuk mengaduk cinta didalam hati dan jiwa
Untuk membasuh bersih pola pemikiran diri sendiri dan membawa cinta kedalam hati

Aku datang untuk menyebarkan persahabatan, seperti hujan bunga mawar untuk menciptakan pendekatan baru
Yang akan menyegarkan jiwa.

Walaupun hanya ada keindahan
yang terlihat hanya melalui mata Tuhan.
Aku akan melihatnya bagus walaupun kelihatannya keburukan dimana saja.

Aku harus melarang akal didalam pikiran dengan seteguk anggur
Dan membuat keributan di kedai minuman dengan Kekasihku Yang tiada tara harganya disampingku.

Puisi Spiritual Nimatullahi247
Kidung Asmarandana

Sebuah Pendekatan Baru (lanjutan)

Aku akan membuat para kekasih hilang ingatan dengan cinta yang tiada terbatas
Dan membuat orang yang suka berpikir lupa akan dirinya sendiri dan penuh dengan gairah cinta

Apapun yang kau lihat adalah kebenaran sejati penampakan wajah Sang Yang
Kekasih: Aku datang untuk mengubah setetes air menjadi Samodra
Dengan cinta dari Sang Yang Tercinta yang tiada bandingan dan persamaannya

Aku memberikan cahaya kepada seluruh dunia hanya karena kemurahan dan cinta dari Sang Yang Kekasih Tercinta.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaWashington DC, 28 October 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi248
Kidung Asmarandana

Sekilastatapan

Tatapan kilat dari Bulan yang menumpahkan darah,
Menjadikan surga yang berputar terbakar dari ujung ke ujung

Tatapan sekilas mencari para kekasih dimanapun berada,
Untuk menjerat dan mengikat mereka dengan pesonanya.

Dia tidak akan mengatakan " Aku adalah
Tuanmu dan engkau adalah budakku".
Dia tidak akan menanyakan kepercayaan dan tingkat keyakinanmu.

Dia tidak akan menjadikan engkau ketakutan akan pembalasan,
Ataupun berbicara tentang surga, sungai sungai dan tempat pembuangan.
Dia mencari sebuah hati yang telah dirias dengan cinta kepada "Sang Yang Kekasih
Tercinta".
Hati yang halus merah merekah.

Ketika tatapan yang sekilas merasuki hati walaupun hanya sesaat,
Seketika itu juga, hati dipenuhi dengan cinta dari Sang Yang Tercinta.

Dengan setiap hembusan nafas, " Sang
Juwita" penumpah darah, menghapus semua kasanah yang ada selain " diri Sang
Juwita "itu sendiri dalam pikiran kita.
Dan menganugrahkan cahaya didalam jiwa kita.
Alireza Nurbakhsh, Banbury, 26 Januari

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi249
Kidung Asmarandana

Setelah Engkau Dan Aku

Setelah kita tiada,
Bintang-bintang akan tetap bersinar,
Lautan, takkan lupa pasang sSurutnya, dan angin akan membawakan lagunya melalui dedaunan seperti sebelumnya

Kematian,
Sebagai tirai terakhir kehidupan,
Dalam keheningannya berteriak:
Apapun yang kita harapkan untuk dicari esok hari, maupun apa yang kita lupakan kemarin, tidak ada artinya lagi.
Untuk hidup
Dalam mimpi masa lalu dan masa depan
Adalah bagaikan memegang koin tanpa kemurnian, yang tiada harganya

Hidup adalah
Berdetak hanya pada saat ini -
Dalam nafas cinta.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 29 Oktober 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi250
Kidung Asmarandana

Siapa Aku

Siapa aku? Gelembung terbentuk di lautan
Seseorang yang terpisahkan dari dirinya sendiri, yang melakukan perjalanan dengan mengingat Sang Teman terus menerus

Seseorang yang kasmaran akan cinta Sang
Yang Kekasih Tercinta, dan terbakar dalam api asmaraNya
Se-ekor burung yang tertangkap dalam jerat,
Yang sayapnya patah

Setumpuk abu di anglo pemanas , tetes-an air mata dari kedua mata
Desahan dari dada seoramg kekasih yang lelah terpesona

Seseorang yang telah mengungsi kesudut,
Jauh dari hiruk pikuk dan keramaian orang,
Yang telah melekatkan hatinya kepada keriting rambut Sang Yang Kekasih Tercinta yang mempesona.

Seseorang yang telah menyerahkan dirinya kepada Sang Yang Kekasih Tercinta disaat badai asmara
Yang banyak menanggung beban dalam melayani yang lain
Dan tidak pernah menyakiti hati siapapun

Puisi Spiritual Nimatullahi251
Kidung Asmarandana

Siapa Aku (lanjutan)

Seseorang yang melarikan diri dari orang orang yang pandai dan berakal,
dan memilih hidup dalam kesendirian
Yang terbebaskan dari percaya dan tidak percaya pada keyakinan, dan yang telah mencuci tangannya sendiri

Dan yang telah menyatu dengan cahaya dan menjadi Pemberi cahaya,
Seorang yang mengikatkan diri pada cinta dan duduk dengan penuh kedamaian

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 26 Mei 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi252
Kidung Asmarandana

Subuah Pendekatan Baru

Sebuah Pendekatan Baru
Aku datang untuk mengaduk cinta didalam hati dan jiwa
Untuk membasuh bersih pola pemikiran diri sendiri dan membawa cinta kedalam hati

Aku datang untuk menyebarkan petsahabatan, seperti hujan bunga mawar untuk menciptakan pendekatan baru
Yang akan menyegarkan jiwa.

Walaupun kecantikan itu hanya terlihat dengan melalui mata Tuhan.
Aku akan melihatnya bagus walaupun kelihatan buruk dimana saja.

Aku harus melarang akal didalam pikiran dengan seteguk anngur
Dan membuat keributan di kedai minuman dengan Kekasihku Yang tiada tara harganya disampingku.

Aku akan membuat para kekasih hilang ingatan dengan cinta yang tiada terbatas
Dan membuat orang yang suka berpikir lupa akan dirinya sendiri dan penuh dengan gairah cinta

Apapun yang kau lihat adalah kebenaran sejati penampakan wajah Sang Yang
Kekasih: Aku datang untuk mengubah setetes air menjadi Samodra
Dengan cinta dari Sang Yang Tercinta yang tiada bandingan dan persamaannya

Aku memberikan cahaya kepada seluruh dunia hanya karena kemurahan dan cinta dari Sang Yang Kekasih Tercinta.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaWashington DC, 28 October 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi253
Kidung Asmarandana

Sumber Air

Sumber air memancarkan air kelangit atas dengan tampilannya yang indah
Airnya kemudian menyirami bunga ditaman taman dan tanah di bumi

Aku hanyalah setetes air, Linglung dan bingung oleh karenamu
Cahayamu bersinar padaku dan membawaku keatas dan tidak terbatas

Dulu aku hidup segai sebuah gelembung didadamu
Lalu, kau terbangkan aku ke kerajaan langit dan kubah langit

Dalam perjalanan, cintamu berkembang dalam hatiku
Aku menghilang sedikit demi sedikit
Hinggga engkau menjelma hadir sepenuhnya
Setiap orang sibuk dengan dirinya sendiri
Dan memanjatkan doa doa pemujaan namamu yang sakral.
Namun aku melihat disana,
Hanya satu didunia wujud

Engkau mengusirku dari surga dan dari dunia dibawahnya
Engkau berkata kepadaku untuk pergi dan tingal dengan penuh kebahagiaan diatas busa lautan

Bagimu, untuk menganugrahkan cahaya kepadaku,
Harus tidak ada sisa sisa apapun tentang jati diriku
Engkau adalah sumber air: aku hanyalah setetes dalam cinta

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 14 Agustus 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi254
Kidung Asmarandana

Sumpah Dan Janji Cinta

Terikat oleh rambut panjang Sang Yang
Kekasih
Aku terbebaskan dari pemujaan terhadap diriku sendiri
Sagi" Penyaji Anggur " tuangkan anggur kepadaku dan tunjukkan rahasia akan keberadaan

"Dalam lingkaran cinta dan kasih sayang, menyombongkan diri adalah suatu penghujatan ",
Kata Guru Wali Pemandu orang orang yang sedang kasmaran mabuk cinta di tempat kami berkumpul

Kekasih Tercinta, yang seindah bulan purnama, duduk di kedai minum
Memegang Secawan Anggur, kehadiraNya dirasakan diseluruh tempat

Dengarkan apa yang dikatakan dan ketahuilah,
Saat engkau duduk bersama" Teman"
Engkau tidak berada diruangan lagi

Dalam Jalan Cinta, engkau akan dibebaskan dari dirimu sendiri
Ketika engkau mengabaikan dirimu sendiri
Engkau akan dibebaskan oleh cintanya

Puisi Spiritual Nimatullahi255
Kidung Asmarandana

Sumpah Dan Janji Cinta (lanjutan)

Mengapa keraguan ini masih ada?
Minum dan habiskan anggur milik Sang
Kekasih
Apabila engkau telah membuat janji dan sumpah Cinta kepada Sang Yang
Kekasih yang Maha Indah
Demi untuk menjaga pemberi cahaya jiwa - jiwa untuk terus bersinar padaku dengan cinta
Aku mengikat diriku dengan rambut panjang Sang Yang Kekasih yang
Sempurna
Dalam pemujaan cinta dan kebahagian tiada tara

Alireza Nurbakhsh
Banbury, 9 September 2025
Diterjemahkan oleh
Anna San Taylor
London 26 September 2025

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi256
Kidung Asmarandana

Terbakar Habis, Meleleh Lenyap

Cinta adalah suatu jalan yang penuh dengan tanjakan naik dan turun.
Siapapun yang menapak pada jalan tersebut akan terbakar habis dan lenyap meleleh.

Apabila seseorang yang sedang jatuh cinta dan kasmaran melihat dirinya dan kekasihnya, maka Sang Yang cinta akan bersembunyi dan akan sulit untuk didapat.

Celaan dari yang lain adalah beban yang dibawa terus oleh pecinta yang tulus,
Yang telah mengkosongkan jati dirinya dan penuh dengan kerinduan dan keinginan yang kuat.

Rahasia yang tersembunyi didalam hati dari yang pemurah hati,
Sebaikny hanya diutarakan kepada kekasih yang kita serahkan hati kita kepadanya.

Wajah yang menggambarkan kualitas hati yang sedang kasmaran,
Sangat sulit untuk dijelaskan-
Ini benar merupakan cerita yang panjang

Puisi Spiritual Nimatullahi257
Kidung Asmarandana

Terbakar Habis, Meleleh Lenyap (lanjutan)

Saat fajar, Pemilik Kedai asmara
berkata kepadaku," Mengertilah yang satu ini : Bahwa segala sesuatu selain cinta adalah maya atau tidak nyata."

Ketika Dia menganugrahkan cahaya,
Jangan menyalahkan dia yang kehilangan akal.
Kehilangan akalnya adalah anugrah dari
Sang Kekasih Tercinta,
Dan itu lebih baik dari pada doa ritual.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaSerikat, 16 Juli 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi258
Kidung Asmarandana

Terbiasa Dengan Cinta

Aku terbiasa dengan cintamu,
Aku tidak mengetahui selain itu.
Aku tidak akan menanyakan 'akal' tentang berita baru,
la tidak menyadari apa yang benar benar nyata itu.

"Mengapa engkau berbicara tentang rambut ikal mayang milik kekasihku wahai temanku yang menawan" ?.

Aku terpaku pada matamu yang membuatku lupa ingatan,
Mataku tidak akan mengembara lagi pada pandangan yang lain lainnya.

Mereka yang mengembara di dunia fana mengikuti hatinya,
Cintamu memanggilku.
Aku tidak akan takut akan bahaya yang mungkin datang.
Pensucianku dengan air dari perjamuan deberkati dan biberkahi oleh Sang Yang
Begawan, Majus yang Tertinggi.
Aku tidak akan lagi mengikuti kyai siapapun dan dimanapun.

Hati dan jiwaku telah termakan api kepedihan dan keterpisahan denganmu.
Aku tidak akan lagi pergi kemanapun tanpa dengan kekasihku yang penggoda.

Puisi Spiritual Nimatullahi259
Kidung Asmarandana

Terbiasa Dengan Cinta (lanjutan)

Jangan bertanya tentang ajaran tarekat suluk purba.
Karena dalam hidup yang hanya beberapa hari ini,
Hanya engkau arti dan tujuan hidupku.
Aku tidak akan mengikuti lembaran lembaran kosong.

Penganugrah surga nirwana telah membuat sumpah cinta dan pengabdian
"Aku tidak akan menyimpang dari jalan cintamu, walaupun sekejap saja".

Alireza Nurbakhsh, Banbury, 2 Desember
2023.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi260
Kidung Asmarandana

Tewas Karena Cinta

Aku harus segera pergi ketempat dimana engkau tinggal
Aku harus berbicara kepadamu dari hatiku

Karena cintamu telah menelan jiwaku di api cintamu yang pertama
Aku harus duduk dan bertatap muka denganmu

Cerita tentang panasnya api cintamu yang menghancurkan

Aku harus mendengar langsung dari dirimu sendiri

Ketika daya kecerdasan yang sombong menyerang
Aku harus berlindung pada keliman bajumu

Tanpa dirimu, aku hanya sebuah Kuncup yang belum mekar

Aku harus mekar dan berkembang seperti bunga mawar denganmu

Untuk menjadikan hati yang penuh kesadaran
Duhai Kekasihku tercinta,
Aku harus tertidur dan mabuk denganmu

Engkau menganugrahkan cahaya pada hatiku
Aku harus tewas, di Jalan Cinta ini.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 28 Agustus 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi261
Kidung Asmarandana

The Dangling Tears On The Eyelashes

Tears dangling on the eye lashes
O' Sweet Beloved,
My heart heavy with lLonging for union.with
You:
The Beloved God, The Exalted One, The
Highest God of all, The Merciful and compassionate absolute lover.

Day by day you disclose your secret beauty
For Anna to have absolute intimacy with You alone

"The pasture, you laid out, the black stable you built" ( Ouran:87), for Anna to settle with no boundaries but enjoy every moment of your love.
"Never regret' 1 Say

Not to be fear with worldly needs but to enjoy for free.
The Lord providence for all : the pasture land, the meadow and the black stable
Ultimate love token, gift of love from The
Beloved God, The most exalted, The Highest
God, Most benevolent dan glorious lover.
The One God,
Ultimate absolute lover !!

"Life is predestined" You said
"But guidance scatter as wide as the meadow
Benefitting who is searching for ".
For safely living while domiciling in the
'black stable '. You said.

Puisi Spiritual Nimatullahi262
Kidung Asmarandana

The Dangling Tears On The Eyelashes (lanjutan)

All guidance bare open scatter on the pasture land to whom seeking

Only those whose heart filled with longing and burnt by absolute love,
And lost itself existence
Could Reach the greatest spire of love.
An ultimate purification bestowed.
Love union granted.

My Soul dangling on the highest spire of The
Beloved Divine realm
"Half living half dying", as You said.

The black stable no longer fit to be my domiciliary,
But heavenly door not yet opened

The dangling tear on the eyelashes
Is the dangling soul between.heaven.and earth

Waiting for ultimate love union
On the highest spire of love eternally.
When Soul has reached ultimatate love purification

Ya Hagg
Anna San Taylor
North Yorkshire
30 October 2024
15.22

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi263
Kidung Asmarandana

The Drop Of Rain Water

Every human is like a drop of rain water
And the Ocean is the source of purification and union

Its origin is pure and Holly
So does every human

Some rain water fell on the mountain
Some fell down along the stream
Some dropped directly to the Ocean

Those rain water which fell directly to the
Ocean bear no struggle

Those rain water which fell into the stream bear the duty to guide and to lead

And those rain water which been dropped on the mountain and meadow has to endure various transformation and long journey to arrive back to the Ocean

First it has to pass the spring and the stream
Settle in the forest for a while
Before going down to the estuaries

Along the way to the Ocean
Some bring joy for drinking
Some bring sorrow with flooding

Some keeping its purity by staying at the spring and never leaving
Some venturing all places and shapes before vaporising

Puisi Spiritual Nimatullahi264
Kidung Asmarandana

The Drop Of Rain Water (lanjutan)

Fortune those who is in short and easy travel to the Ocean
Fortune those who safely arrived in the stream towards the Ocean
Fortune those who found away directly to the Ocean

And most fortune those with the longest perilous journey which safe arrived

But worry not,
All dropped will return back to the Ocean eventually

Regardless how long is the journey and how severe is the way
By the love of The Beloved
All dropped will be purified
By the mercy and the Beloved's grace
All will be united with the Beloved

Every drop of rain water all but all return to the Ocean: purified by love, united with love
Anna San
Shoreham by Sea, UK
12 October 2024
22.14

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi265
Kidung Asmarandana

The Wine-Seller Master

left the mosgue for the tavern last night

When Iwashed my cloak in wine, the master toasted, “to your health!”

The fire-worshiper sagi gave me fire

She said, “burn away your self-existence, your talents, your reasoning, and your sobriety”

“Abandon belief and unbelief, choose love above all

Although grace and help from her is necessary, exert yourself in attaining to her love”
“Not unless you abandon yourself to love, will you become alive like the friend

And be the light of hearts and the source of passion and fervor”

“Bring ardor to hearts, make a commotion of love in the world

Before death overtakes you and says “be silent”

As long as you have any breath left in your life

Keep the ring of her love in your ear, and your hand of devotion stretched out”

have no other concern in the world except the love for the beloved

The gracious wine-seller master bestows light on me

Puisi Spiritual Nimatullahi266
Kidung Asmarandana

The Wine-Seller Master (lanjutan)

Alireza Nurbakhsh

Banbury, January 19, 2025

GURU AHLI PENJUAL ANGGUR
Semalam, Aku meninggalkan masjid dan pergi kekedai minum

Ketika aku membasuh jubahku dengan anggur,
Guru ahli penjual anggur bersulang kepadaku " Untuk Kesejahteraanmu".

Sagi yang penyaji anggur penyembah api memhidangkan api kepadaku

Sang Sagi berkata" Bakarlah musnah keberadaan jati-dirimu, bakatmu, pemikiran dan penalaranmu, serta ketemtramanmu

Tinggalkan kepercayaan dan ketidak percayaan, pilihlah cinta diatas segalanya

Walaupun berkah dan pertolongan dari Sang
Maha Kasih sangat diperlukan, namun berusahalah untuk mendapatkan cintaNya

Terkecuali engkau meninggalkan dirimu sendiri demi cinta, engkau akan hidup seperti
“teman”.

Dan menjadi cahaya para hati, menjadi sumber semangat dan hasrat cinta

Puisi Spiritual Nimatullahi267
Kidung Asmarandana

The Wine-Seller Master (lanjutan)

Bawalah gairah cinta didalam hati, dan buatlah keramaian cinta di dunia,

Sebelum kematian menghampirimu dan berkata" Diamlah".

Selama nafas masih tinggal dalam hidupmu

Jagalah cincin cintaNya ditelingamu dan bentangkan lebar- lebar tangan pengabdianmu

Aku tidak peduli akan apapun di dunia ini, kecuali mencintai Sang Yang Kekasih Tercinta

Guru Ahli penjual Anggur yang Maha anggun menganugrahkan cahaya kepadaku

Alireza Nurbakhsh
Banbury, 19 Januari, 2025

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi268
Kidung Asmarandana

TIDAK

Tanpa cinta, tidak ada satupun yang menarik didunia ini
Hanya kesakitan, kepedihan dan kesengsaraan

Apabila engkau bernafas sesaat dalam cinta
Engkau akan kehilangan jati dirimu
Itu merupakan suatu pencapain keberhasilian

Seseorang yang hidup dalam cinta
Akan terjaga dan selamat dari tentara hawa nafsu yang mengepung

Seseorang yang memusatkan pada diri sendiri
Bukanlah pengembara didataran cinta
Sang Yang Kekasih menampakan diri dan mengejawantah disegala arah dan tempat serta dalam.berbagai wujud dan bentuk
Carilah cinta apabila engkau tidak bisa melihatnya

Apakah engkau melihat dirimu sendiri dan Sang Yang Kekasih?
Itu tidak bisa diterima di sekolah cinta

Bergembiralah dengan apapun yang dikehendaki oleh Sang yang Terkasih,
Suatu saat mungkin menyenangkan, dilain waktu tidak

Seseorang yang selalu kasmaran terhadap Sang Yang Kekasih
Mempunyai banyak bakat dan tidak tanpa keahlian
Ngengat terbakar habis demi cintanya kepada api lilin
Berita datang bahwa tidak ada lagi berita tentang Ngengat

Hatinya Nurbakhsh dipenuhi dengan cinta
Dikatakan bahwa tidak ada satupun tersisa tentang dirinya

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 28 Januari 2022
Puisi Spiritual Nimatullahi269
Kidung Asmarandana

Tidak Ada Yang Lainnya

Janji kesetiaan kita terhadap cinta berarti bahwa kita tidak tau siapapun namun hanya Yang
Kekasih Tercinta.

Kecuali Jalan setapak menuju rumah San Yang Terkasih dan Jalan lurus menuju Yang yang tercinta,
Kita tidak tau jalan yang lainnya.

Tanpa kepura puraan dan kesolehan palsu, dirumah para pemabuk cinta, kami semua kehilangan kesadaran.
Tidak mengetaui apapun tentang ketenangan dalam kesadaran.

Didalam pura " Sang Api Asmara!', kita kehilangan kesadaran
setelah minum anggur asmara yang disajikan oleh penyaji anggur asmara.yang sangat berharga.

Didalam pura Yang Api Asmara"..
Kita selalu bahagia,
Kita tidak pernah tau akan kesusahan maupun kesedihan dan kesengsaraan.

Walaupun kita telah berusaha keras melangkah dijalan lurus menuju kemanunggalan dengan Sang
Juwita Tunggal.

Namun kita mengerti bahwa tidak ada jalan lain kecuali metalui jalan kasih sayang dan kebajikannya yang mulialah untuk bisa manunggal jati dengan Sang Yang juwita tunggal.

Puisi Spiritual Nimatullahi270
Kidung Asmarandana

Tidak Ada Yang Lainnya (lanjutan)

Siang dan malam kita selalu ditemani oleh Sang pengoda hati yang Mempesona.

Kita mengosongkan diri sendiri dari segala pengetauan,
Tidak tau apapun kecuali pengetauan tentang " Sang yang mempesona".

Segala apapun yang ada diseluruh dunia adalah bukti bukti kecantikan wajah Sang Yang Tercinta.
Tidak ada lagi yang bisa kita sampaikan. Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.

Apapaun cahaya yang telah dianugrahkan kepada cakrawala dan seluruh mahkluk hidup, kita tidak perduli.

Kita hanya peduli pada keindahan cahayaNya yang laksana cahaya matahari menerangi dunia

Kecuali keindahan cahaya matahari jati dirinya, kita tidak tau cahaya lainnya.

Oleh Dr. Alireza Nurbakhsh, San
Diego- USA,9 Juli 2024.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi271
Kidung Asmarandana

Tidak Akan Pernah

Aku tidak akan pernah bernafas tanpa Cinta dari Sang Yang Kekasih Tercinta
Nafasku adalah hadiah tanda cinta darinya,
Hal itu tidak akan ada jalan lainnya

Para cendekiawan tidak menyadari penampilan Sang Yang Kekasih yang nakal saat berjalan ke perguruan tinggi
Kemungkinannya, mereka tidak akan pernah terpikat oleh matanya yang memabukkan

Wahai sang penyaji anggur (sagi) tuangkanlah anggur yang membakar jiwa untukku
Duh' Sang Yang Pemberi Hidup,
Sakitnya cintaku, tidak akan pernah ada yang bisa melampui sakit ini - tidak akan pernah bisa

Tuangkanlah anggur yang semerah batu delima,
Dan aku akan mengorbankan hidupku kepadamu
Belajar dan jubah keimanan tidak akan membuat siapapun merah merona karena mabuk

Puisi Spiritual Nimatullahi272
Kidung Asmarandana

Tidak Akan Pernah (lanjutan)

Yang Juwitaku yang penggoda, datang kepadaku dengan penuh keanggunan,
Orang lain tidak akan pernah menjadi tergila- gila seperti aku, oleh kecantikan wajah Sang
Yang Kekasih Tercinta

Lagu lagu kerinduan pemusik bergema di tempat pertemuan para pecinta dan para kekasih
Tidak akan pernah ada lagi tarian dan keramaian seperti ini dibawah surga yang berputar

Dia Sang Yang Terkasih, akan menganugrahkan cahaya kepada jiwaku dimana saja dan disetiap saat
Cintanya tidak akan pernah meninggalkan hatiku

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 26 Juli 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi273
Kidung Asmarandana

Untuk Mencapai

SANG YANG KEKASIH TERCINTA

Aku harus menjadi Cinta, aku harus Suci, untuk menjadi layak bagi Sang Yang Tercinta
Aku harus lenyap, aku harus menjadi bukan siapa siapa, untuk layak melihat Sang Yang
Kekasih Tercinta

Aku harus menjadi daya kekuatan pada setiap anggur
Aku harus menjadi mabuk disetiap tegukan
Aku harus bergelora dalam mencinta untuk layak akan bibirnya yang merah delima

Aku harus menjadi kekasih yang mengembara
Dan lenyap dalam dunia penderitaan
Aku harus menjadi debu, aku harus menjadi mengambang, partikel yang menari, untuk mencapai padang bunga

Aku harus menyerahkan akal dan berjalan di padang ketidak warasan dan kegilaan
Hingga aku tiba pada pintu milik temanku yang sangat penyayang

Rehasia apa? Teman yang mana? Rumah anggur apa? Cinta akan menuntunku keharta karun rahasia gaib

Puisi Spiritual Nimatullahi274
Kidung Asmarandana

Untuk Mencapai (lanjutan)

Aku akan menyeketsa keindahan wajah Sang
Yang Kekasih didalam jantungku dan menggambar didalam hatiku
Aku akan tetap gila dan tanpa pamrih serta tidak mementingkan diri sendiri untuk mencapai puncak kesadaran hati

Ketika Sang Yang Terkasih menganugrahkan cahaya dalam hatiku
Aku akan menerima dengan gembira dan mabuk karenanya
Aku akan menari dengan tangan terangkat melambai lambaikan, sampai dengan aku bersama dengan Sang Yang Terkasih
Alireza Nurbakhsh
Boston, 5 October 2024

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi275
Kidung Asmarandana

WAJAH MILIK TEMAN

Apabila Sang penyaji arak, Sagi, memperbolehkan aku masuk lagi,
Aku, akan seperti penyembah berhala,
Yang kehilangan keberadaan jati diri di telapak kakiNya.

Tujuanku menuju kedai asmara adalah untuk menyatakan sumpah
Untuk mengabdi kepada Yang
Terkasih dan berjanji akan memusatkan hatiku hanya kepada
"Wajah "Sang Yang Kekasih tercinta.

Memusatkan pandanganku hanya tertuju untuk wajah Temanku.
Aku harus menghilangkan segala pemikiran lainnya didalam hatiku.
Sampai dengan" Cinta" kembali memerintahkan seluruh hati dan jiwa.

Mabuk dikarenakan " Cinta".
Aku akan mencium wajahnya yang rupawan dan cantik jelita.
Bibirnya yang semerah delima, akan menjadi awal dan akhirku.

Puisi Spiritual Nimatullahi276
Kidung Asmarandana

WAJAH MILIK TEMAN (lanjutan)

Aku adalah burung Bulbul yang mempersilahkan cinta untuk datang.
Aku akan meninggalkan sarang keberadaanku.
Dan menggapai hanya kepada dunia
Sang Yang Kekasih Tercinta.
Aku akan hidup dan bernafas dalam cinta.
Keintimanku dengan Sang Yang
Kekasih Tercinta adalah keintiman seruling dengan pemainnya yang memberikan nafasnya.

Apabila" Sagi" Sang Penyaji arak, karena kemurahannya, menganugrahkan kembali cahaya kepadaku,
Aku akan menempatkan diriku di kaki Sang Kekasih tercinta.

Alireza Nurbakhsh
Banbury,20 Juni 2022.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi277
Kidung Asmarandana

Wajah Teman

Apabila Sang penyaji arak memperbolehkan aku masuk lagi,
Aku, akan seperti penyembah berhala,
Yang kehilangan keberadaan jati diri di telapak kakiNya.
Tujuanku menuju kedai asmara adalah untuk menyatakan sumpah
Untuk mengabdi kepada Yang
Terkasih dan berjanji akan memusatkan hatiku hanya kepada
"Wajah "Sang Kekasih tercinta.
Memusatkan pandanganku hanya tertuju untuk wajah Temanku.
Aku akan menghilangkan segala peminkiran lainnya didalam hatiku.
Sampai dengan " Cinta" kembali memerintahkan seluruh hati dan jiwa.

Mabuk dikarenakan " Cinta".
Aku akan mencium wajahnya yang rupawan dan cantik jelita.
Bibirnya yang semerah delima, akan menjadi awal dan akhirku.
Aku adalah burung yang mempersilahkan cinta untuk datang.
Aku akan meninggalkan sarang keberadaanku.
Dan menggapai hanya kepada dunia
Sang Kekasih Tercinta.
Aku akan hidup dan bernafas dalam cinta.
Keintimanku dengan Sang Yang
Kekasih Tercinta adalah keintiman seruling dengan pemainnya yang memberikan nafasnya.
Apabila Sang Penyaji arak , karena kemurahannya, menganugrahkan kembali cahaya kepadaku,
Aku akan menempatkan diriku di kaki Sang Kekasih tercinta.

Alireza Nurbakhsh
Banbury,20 Juni 2022.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi278
Kidung Asmarandana

WAKTU BERLALU

Habiskan waktumu dengan seorang kekasih hati: dunia ini akan berlalu.
Hidup yang sangat berharga ini sangat singkat dan akan bebas berlalu
Dan tidak dapat engkau tahan.

Engkau habiskan waktumu hilang dalam wacana dan pemikiran
Berapa lama engkau akan berkhayal tentang ini dan itu ?

Waktu akan terus berlanjut tanpa engkau dan aku,
Seperti karavan rombongan pedagang, hari-hari dan malam-malam kita, akan berlalu

Apabila engkau menghabiskan waktumu disini, didunia ini tanpa kekasih,
Sangat pasti bahwa, itu merupakan suatu kerugian bagimu

Waktunya untuk anggur , kegairahan dan kegilaan dalam cinta,
Carilah Sang Yang Kekasih Sejati,
Waktu terbang dengan cepat .l

Puisi Spiritual Nimatullahi279
Kidung Asmarandana

WAKTU BERLALU (lanjutan)

Duhai' rambut ikal mayang yang indah dan wajah yang cantik menawan,
Semua itu adalah rahasia gaib tersembunyi
Yang tidak akan diperlihatkan hanya dengan ceramah dan wacana

Hati kita adalah Candi Api CintaNya
Ada sebuah luka bakar yang tetap tersembunyi

Sang Yang Kekasih menganugrahkan cahaya pada hatiku yang lelah
Cahaya yang tidak dapat diuraikan dengan kata- kata dan tidak mungkin untuk dibayangkan

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 15 Maret 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi280
Kidung Asmarandana

When I See Your Beautiful Face

no longer affected by bad or good of this world
Kindness and cruelty no longer affect me

Entrap in this body
no longer feeling belonged to this galaxies
Stranger in foreign land,
Stranger by friend and countenance
Estranged by own land

My only intimacy is with you my sweet
Beloved
Free my soul from the bodily prison
And take me to your kingdom of love
In the camber of union

Anna no longer has attachments here on the realm of human
But you alone my Only wish of union.
Don't leave alone unattended by you
O'', my sweet Beloved
Stay permanently in my heart
Only you my only companion my Sweet
Beloved
Only you who can sustain me here with the wish for union.

Puisi Spiritual Nimatullahi281
Kidung Asmarandana

When I See Your Beautiful Face (lanjutan)

Sweet Beloved,
trust only you
Love only you
have no home but You
Anna never alone
When I saw your beautiful face
You are here residing in my heart
Permanently, my only home

Anna San
Yorkshire, 28 October 2024
11.20

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi282

Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

21 puisi

283
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Aku Harus Berbuat

SESUAI YANG DIA INGINKAN

Aku harus menjaga diriku tertutup dari semua penglihatan
Aku harus mengejawantahkan cinta diseluruh kaki langit

Alasan dan kebijaksanaan tidak mempunyai tempat di kedai minum
Aku harus menjelaskan dan menerangkan hanya tentang cinta dimana saja

Kekasihku yang cantik jelita,
Menembakkan panahnya dengan pandangan matanya
Menusuk hati dan jiwaku

Aku harus menyerahkan hatiku kepadanya sebagai sasaran yang mudah

Demi untuk mendapatkan ijin masuk kekediaman Suci untuk Keagungan dan
Kemurnian

Apapun yang dia perintahkan aku akan melaksanakannya
Apabila Kekasih pujaanku menghukumku dan menyuruhku pergi
Aku akan bersujud didepannya dalam debu
Aku tidak akan membangkang ataupun menangis

Puisi Spiritual Nimatullahi284
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Aku Harus Berbuat (lanjutan)

Namun apabila dia memanggilku ke pintunya dengan lirikannya yang penuh kasih sayang
Aku akan berdiri dalam sembahyang sakral
Di lenkungan kedua alisnya

Sang Yang Kekasih telah melepaskan cadar yang menutupi matanya yang seperti bunga
Narsis, juga yang menutupi rambutnya yang ikal berombak kepada kita
Aku harus melepaskan kembali burung yang berada di hatiku untuk terbang melayang lagi di langitnya

Nurbakhsh sedang mabuk dan mulai menari berputar putar dan menyanyi
Apabila Sang Yang Kekasih memanggilku ke kediaman sucinya, aku akan meniggalkan badanku dan hidup ini

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaMontreal, 21 September 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi285
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Api Sang Yang Kekasihku Tercinta

Kekasihku tercinta masuk, mengambil secawan anggur dan,
Dan menawarkan kepadaku, berkata "
Minumlah, karena anggur, mengakhiri hari- hari yang penuh penderitaan".

Aku meminum dua tegukan dari batu merah delima bibirnya
Cintanya muncul dihatiku dan memeluk jiwaku

Penyanyi mulai melantunkan lagu pemujaan akan kecantikan wajah Sang kekasih yang
Juwita,
Dan hatiku diberi semangat baru untuk cinta dan mencintai

Saat aku melihat kepang rambutnya terlepas,
Gairah hati menyalakan api kekasihku tercinta di jiwaku

Ketika anggur yang bening itu memabukkan jiwa mereka
Kumpulan para Pecinta melingkari Sang Yang
Kekasih seperti cincin

Dalam keinginan untuk melihat kiblat penggoda yang indah menawan,
Hatiku yang seperti burung melompat jauh dari jatidiriku dan melonjak terbang menuju
Sang Yang Kekasih Tercinta

Karena kemurahanNya, Sang Yang Kekasih
Tercinta menganugrahkan cahaya hati di dalam pertemuan para pecinta dan menyatakan " Hanya saat ngengat terbang masuk didalam kobaran api, maka ia benar benar mengerti api sejati".

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 7 Mei 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi286
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Bencana Dari Memusatkan

KEPENTINGAN DIRI SENDIRI

Aku adalah sebab dari segala ketidak beruntunganku dan masalah yang memusingkan

Semua kesulitan muncul dari dalam diriku sendiri yang paling dalam

Kutemukan diriku sendiri sebagai budak dari hawa nafsu ku sendiri saat aku memalingkan kepalaku

Namun, apabila aku melawan, aku akan jatuh pada posisi yang lebih buruk dari semula

Kadang aku merasa terangkat ke langit ketujuh
Saat aku berkata pada diriku sendiri " Engkau adalah yang terbaik selama ini".

Yang pasti, aku akan dalam bahaya

apabila aku terjebak oleh godaan itu.

Akal dan kecerdasan berbondong bondong datang membantu untuk mencoba membelenggu " Aku" dan " Kita".

Puisi Spiritual Nimatullahi287
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Bencana Dari Memusatkan (lanjutan)

Namun akal dan kecerdasan tidak berdaya
Bahkan malah berakhir menjadi sendera

Godaan dan keterpikatan menyebabkan kepedihan rasa pada semua

Tidak ada kedamaian dalam hati, ketika nafsu menyengatnya
Hanya dengan anugrah Nafas Cinta
segala momok dapat dimusnahkan

Aku memanjatkan doa kepada Sang Yang
Maha Gaib dan sakral untuk mendapatkan petunjuk
Juga dari para pemuka ahli Spiritual

Aku memberikan cahaya di dunia
Dan aku dalam Kasmaran yang abadi
Kepada Kecantikan Abadi

Aku menjadi bersinar oleh anugrah Cinta dari
Sang Yang Terkasih Abadi

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 16 Agustus 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi288
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Hati Yang Bergelora

Hatiku bergelora melihat wajahnya yang cantik mempesona
Hati melanggar sumpahnya sendiri akan ketenangan
Aku menjadi budak cinta dan pemuja anggur dari bibirnya yang merah delima.

Dari seruputan yang pertama, Aku terpuruk, bingung, kehilangan kesadaran, kesana kemari, dan kehilangan akal.

Saat menjelang pagi, aromaNya tercium menyegarkan jiwaku
Aku lupa tentang diriku sendiri dan segala galanya.

Aku adalah seorang Kekasih aku tidak ada pilihan selain menanggung kekerasannya
Hatiku telah berlutut dibawah pedang kepedihan cinta sejak dari mulainya waktu.
Kekuatan cinta dan kegilaan menyerang hatiku
Dan gelombang rambutnya adalah tentara yang membendung jalan pikiran ku.

Senalam, pembunuh para kekasih dan pecinta- Guru kita- memberikan ceramah dalam pertemuan sebagai berikut
Siapa yang berteman dengan cinta
Akan dibebaskan dari kayalan dan angan angan kosong.

Nurbakhsh dengarkan panggilan San Yang
Terkasih dari setiap atom di hatimu
Dan Nurbakhsh meletus seperti balon menjadi satu dengan samodra.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 4 Nopember 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi289
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Kekasih Yang

MEMPERTARUHKAN SEGALANYA

Apa hubungan antara kekasih yang mempertaruhkan segalanya dengan agama?
Kekasihnya telah menjadi apa pun yang ia cari dan semua yang ia ketahui.

Baginya, yang dicintai adalah semuanya,
Baik yang diperbolehkan maupun yang tidak.
Segala sesuatu selain yang dicintai, tidak sah baginya.
la terbakar cinta tiada henti - siang dan malam.
Jauh dari yang dicintai, bagaimana ia bisa menemukan kedamaian?

Ya Tuhan, tambahkanlah cintaku di setiap nafasku
Hingga aku terbebas dari dunia seratus ribu kali lipat

Tak ada yang terlintas di pikiran selain gambaran wajah manis kekasih,
di dunia ini dan di masa ini
Wahai kekasihku, berikanlah aku tekad untuk meninggalkan diriku sendiri
Sehingga aku menjadi dirimu seutuhnya

O'Nurbakhsh, agamaku adalah cinta - hanya cinta.
Aku tidak punya urusan dengan siapa pun kecuali melalui cinta.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 10 Oktober 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi290
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Nafas Demi Nafas Menuju Kedai

Napas demi napas, aku memasuki kedai tadi malam,
Cangkir demi cangkir,
dia menuangkan anggur cemerlang untukku

Di dalam cawan lain,
terbakarlah api yang ganas,
Berkali-kali aku meminum api itu, sebuah ritual kuno

Dengan satu ciuman manis, dia mencuri hatiku dan keyakinanku, dan dia mengunci jalanku.
Selangkah demi selangkah aku mencicipi anggur manisnya.
Doa sang guru Majusi,
kebaikan sang kekasih -
Cepat- cepat
aku sampai di pelataran agung

Di atas takhta cinta,
aku melihat kekasihku,
dia yang cantik jelita tak terbatas, tak terbatas - dia bagaikan taman abadi

Puisi Spiritual Nimatullahi291
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Nafas Demi Nafas Menuju Kedai (lanjutan)

Aku melarikan diri dari diriku sendiri dan melanjutkan perjalanan dengan langkah yang Bebas, sangat bebas, melalui tatapan belas kasih dan cahayaNya

Mengapa ragu,
bila Nurbakhsh -- seorang pengembara dan pencinta cinta —
Mati dan mati dalam cinta-
dengan kepastian,
di setiap saat?

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 3 November 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi292
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris

NOMER DUA PULUH SATU

Kita harus meninggalkan " Kami" dan " Aku" untuk sejenak

Dan bebas dari belenggu akal, harus menyerah kepada ketidak warasan dan atau kegilaan

Kita harus mengorbankan hati dan agama demi rambut panjang Sang Yang Kekasih,

dan tewas larut didalam cinta

Xx Xx Xx Xx Xx

Tidak ada jalan lain, kecuali jalan hati dan cinta seorang kekasih

Tidak ada Raja, namun Yang satu ini akan membawamu jauh dari dirimu sendiri
Kita telah bertemu banyak orang Sakti dan orang pandai di dunia ini

Mereka sungguh sangat berpengetauan, namun tidak satupun bangun kesadarannya

Xx Xx Xx Xx Xx

Di lembah cinta, tidak ada apapun kecuali kemurnian

Juga, tidak ada sesuatupun namun hanya membiarkan punahnya jatidiri dan lLenyapnya segala perbuatan yang salah

Puisi Spiritual Nimatullahi293
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris (lanjutan)

Ini adalah bukan tempat tinggal bagi sembarang orang nakal ataupun orang jahil

Maka, ingatlah, jangan kesana tanpa ketulusan
Kk Xk Xx Xx

Kita semua datang dari "ketiadaan", dan akan hilang dalam" ketiadaan "

Kita menghabiskan waktu mengejar khayalan dan impian maya

Mengetaui bahwa, semua perbuatan kita didunia ini menuju ketiadaan

Maka, lebih baik menapak dijalan dengan cinta kepada Sang Yang Kekasih Tercinta

Xx Xx Xx Xx Xx

Akhirnya, cahaya kecantikanku, si pembunuh para pecinta, datang kepadaku

Dia merampok hatiku, agamaku, segala penalaranku dan kepercayaanku
Dia berkata " Engkau tidak tau, kepada siapa telah engkau serahkan hatimu !

Aku lebih kecil daripada ketiadaan, namun lebih besar dari dunia dan seluruh isinya

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 20 November 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi294
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris 2

Apapun yang mengilhami cinta adalah keindahan
Ketika jiwa tergerakkan untuk mencari
Sang Yang Kekasih
Cinta terbang kepadanya sampai dengan
Sang Kekasih tercinta
Bernafas dalam jiwa ini dan manunggal jadi satu.

Kkkk

Walaupun di Surga aku akan sangat sedih apabila tanpa cintamu
Aku akan celaka kemanapun aku pergi, apabila tanpa mengingat wajahmu
Duh Kuncup dan musim Semi hidupku serta kebahagianku
Ijinkanlah aku duduk didekatmu
Meskipun aku meninggalkan diriku sendiri dan semua wacana
Dia masih belum berkenan untuk membuka rahasia tentang dirinya ataupun menampakan wajahnya kepadaku
Milik siapakah Sang Kekasih yang Tercinta ini? Aku berkata pada diriku sendiri
Aku adalah Kekasih untuk siapa saja yang tidak mempunyai keberadaan atas jati dirinya, Sang Kekasih menyatakan.

Puisi Spiritual Nimatullahi295
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris 2 (lanjutan)

Cintamu tiada kiranya memenui dadaku
Mengingatmu menciptakan keindahan di dalam pikiran ku
Pada hari hatiku tersucikan oleh cintamu
Saat ketika hatiku memeluk satu satunya wajahmu yang cantik jelita dalam pertapaan
Didalam mimpiku, Kekasihku yang mempesona menjelaskan
Hatiku yang sedang kasmaran dan dilanda cinta yang terbuka
Jangan dibuka rahasia hatiku, aku mohon dengan sangat
Sang kekasih membalas, Bukankah engkau yang tergila gila cinta kepadaku?.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 9 September 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi296
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris 8

Cinta ini bersemayam dihatiku

Anugrah dari Sang Yang Gaib adalah obat penyembuh

Kegilaan akan cinta dilautan keberadaan

Adalah merupakan awal dan akhirku

Pertama tama, Dia menangkapku dengan ikal rambut talinya

Kemudian Dia melepaskan ikatan rambutnya yang ikal bergelombang dan memperlihatkan wajahnya kepadaku.

Kecuali Dia sendiri, aku hapus semuanya dan yang lainnya dari dalam hatiku.
Aku dibebaskan dari diriku sendiri, dan menjadi Dia pada akhirnya.

Dia yang memulai cinta kepadaku

Dan menuntunku di duniaNya ( Sang Yang
Tercinta )

Apabila sampai Dia menemukan aku dalam keraguan ataupun dalam keputus asaan

Dia datang kepintuku dan memanggilku dengan anggur cinta

Puisi Spiritual Nimatullahi297
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris 8 (lanjutan)

Walaupun, apabila manusia, dengan bantuan kecerdasan inteleknya, mengembara di angkasa
Dan bebas dari belenggu dunia, berdiam didunia kosmik luar angkasa
Mereka tidak akan terbebaskan dari kemarahan dan memikirkan kepentingan diri sendiri

Kecuali dia menjadi seperti Tuhan dan memilih Cinta

Wajahku merah merona dan sangat gembira karena anggur cinta

Terkutuklah, Kecerdasan intelek ku meluncur terbang jauh melampui batas waktu dan tempat

Sang Yang Kekasih Tercinta menampakkan
Jati dirinya kepada siapapun yang dikehendaki untuk dikukuhkan
Menyaksikan wajahNya yang bercahaya, hati kita berubah menjadi darah

Alireza Nurbakhsh,
Banbury, 24 September 2024

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi298
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer

DUA PULUH ENAM (26).

Mereka yang menyerahkan Aku" dan" Kami" dan berdiri dalam kebenaran sejati

Akan selalu bersatu dengan Sagi sang penyaji anggur dari Sang Yang Kekasih yang tiada bandingnya

Seperti lilin, mereka membakar diri untuk memberikan cahaya

Mengilhami mereka yang mencari kemurnian dan ketulusan sejati

Ko kk ko kk Xx

Engkau mengundang kami kedalam persemayamanmu
Dan kami menceritakan kepadamu apa yang telah engkau ketaui

Walaupun kelihatannya engkau sebagai kekasih

Namun sesungguhnya engkau adalah
Pecinta sejati, dan kami hanyalah orang orang yang kebingungan

Untuk hidup dalam ketulusan, pengabdian dan kemurnian

Untuk berserah diri kepada Sang Yang
Kekasih dengan penuh keiklasan

Pemabuk yang tersayang menasehatiku sebagai berikut

Puisi Spiritual Nimatullahi299
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer (lanjutan)

Dalam Cinta, jadilah seekor foniks, si burung api yang membumbung ke angkasa

Selama engkau terikat pada diri sendiri
Engkau tidak akan mencapai pada para pecinta yang sakit cinta

Jalan"kehilangan " tidak akan mengantarkanmu kepada mereka orang orang yang tercerahkan

Sampai dengan engkau merasakan, mengalami dan menjalani cinta abadi didalam kehidupan

Yang akan menghantarkanmu pada pencapaian tujuan dan bergabung dengan para rendan si pemabuk cinta

Memandang diri sendiri telah menjadi penutup dan penghalang bagi engkau dan aku

Jauh dari nafas cinta adalah suatu siksaan bagi engkau dan aku

Hingga sampai kita saling mencintai tanpa "
Engkau" dan " Aku"

Dengan demikian, kita akan memusnahkan ombak dan gelembung "
Engkau" dan " Aku"

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 27 Januari 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi300
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer 10

Aku tidak akan pernah menapak jalan selain di jalan Cintamu

Aku tidak akan pernah duduk maupun berbicara tanpaMu

Apabila debu dari depan pintumu melekat pada wajahku

Aku tidak akan pernah membasuhnya, akan aku jadikan salep kolarium obat pencuci mata

Berapa lama engkau akan terperangkap dalam mimpi siangmu

Mimpi yang pada suatu hari nanti menjadi seseorang yang berkuasa di dunia ini
Mulailah menapak pada jalan
Kemanunggalan Cinta, karena

Pada suatu hari nanti engkau akan berubah menjadi debu seperti orang yang berlipat lipat banyak didepanmu

Setiap Saat khayalan kita memuja sebuah idola

Dan apabila idola itu hancur, maka idola baru diciptakan

Cinta itu seperti ramuan khayalan

Yang merubah khayalan dan pikiran kita menjadi emas

Puisi Spiritual Nimatullahi301
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer 10 (lanjutan)

Penggoda hati membuat alasan,
Pada saat hati bergolak bergelora, hati terbakar dan meleleh
Pada saat itu, Sang Yang Kekasih beristirahat dengan nyamannya

Duh hati yang merana, inginkanlah apa yang diinginkan oleh Sang Yang Kekasih Tercinta

Kadang Dia membuatmu selalu haus, dan kadang Dia membawamu ke mata air.

Ketika engkau tidak lagi memiliki keberadaan akan jati dirimu,
Maka keberadaanmu akan tidak terbatas

Engkau akan menjadi sekutu Ruh dengan
Sagi Sang Penyaji Anggur di kedai minum kita

Apabila engkau menginginkan keberuntungan yang diberkati didunia ini
Berkiblatlah pada Cinta dan menetaplah di rumah yang tidak mementingkan diri sendiri

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 30 September 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi302
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Dua Belas

Perlihatkanlah wajahmu yang mempesona untuk menggoda hatiku

Lepaskanlah ikal rambutmu untuk menaklukkan aku, dari kepala hingga ke jempol kaki

Ketika cintamu berkilau di hatiku siang dan malam

Aku tidak kwatir tentang apapun. Kekasihku tercinta, ambilah segala yang kumiliki

Kk kk kk Kk

Adalah ikatan cinta dan kasih sayang, diantara engkau dan aku,

Yang mana sangat halus seperti ruhMu dan ruhku
Apabila kita tidak melaksanakan cinta didunia yang tua ini

Maka kematian kita akan datang dengan cepat

Kk kk kk Xx

Ketika aku dibawa,
Terpanah asmara seperti majnun,
Ke tempat persemayamanmu

Aku akan datang dengan hati yang terpesona

Puisi Spiritual Nimatullahi303
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Dua Belas (lanjutan)

Saat waktu seperti itu, Aku akan tidak mempunyai kekwatiran apapun di kepalaku

Jika aku dibawa kesana dalam keadaan mabuk asmara, wajahku merah merona karena anggur cinta
Kk Kk kk Xx

Aku menyaksikan dengan mataku, namun aku tidak melihatMu

Aku memanggilMu dalam pikiranku, namun aku tidak memanggilmu

Dengarlah ini, akhir dari semua usahaku

Kk Xx Kk Kk

Aku akan hidup dan termakan cintaMu malam ini

Aku akan membuat hatiku berkobar dengan memikirkanMu ? Malam ini

Aku meminum habis anggur asmara yang kau tawarkan kepadaku dari saat hari pertama
Dan aku masih mabuk asmara dari anggur cintaMu malam itu

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 7 October 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi304
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Dua Puluh

Pusatkan hanya kepada Sang Yang Kekasih
Tercinta, disetiap nafasmu

Temanilah para pemabuk dan sebuah cawan anggur

Berbuatlah kebajikan dan layanilah setiap orang dengan cinta

Ikuti aliran kepercayaan apa saja yang engkau inginkanlah
asalkan engkau tidak menyakiti seseorangpun

Xx Xx Xx Xx Xx

Dia Sang Kekasih, hadir hanya pada saat aku memohon ampun dan bertobat atas pamrihku untuk diriku sendiri
Hatiku menjadi kasmaran, ketika memandang wajahnya yang cantik jelita mempesona

Aku mencoba memegangnya dalam pelukanku

Namun dia mendorongku dan tertawa

Sekarang aku hanya bisa memegang
Kekasihku hanya didalam mimpi

Xx Xx Xx Xx Xx

Kita melihat kasih sayang yang tak terbatas dari mata bunga narsis Sang Yang Terkasih

Kita menerima ciuman Sang Yang Kekasih dari bibirnya yang merah delima

Puisi Spiritual Nimatullahi305
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Dua Puluh (lanjutan)

Meskipun seorang Raja didunia debu ini

Tanpa kemurahan rahmat dari Keberadaan
Sang Yang Terkasih, kita semua miskin dan tiada berdaya

Xx Xx Xx Xx Xx

Ingatlah Sang Yang Kekasih secara terus menerus, dan jagalah untuk selalu tetap bergelora

Dan tariklah nafasmu, bersama Sang Yang
Kekasih, dan wanginya cinta abadi

Alihkanlah dirimu dari tengah tengah

Hinggg Sang Yang Kekasih menganugrahkan cahaya kemurnian dihati dan jiwamu

Xx Xx Xx Xx Xx

Apabila engkau ingin dihormati oleh orang lain
Atau bila engkau berharap orang orang tidak menemukan kesalahan yang banyak pada dirimu

Jangan pernah melukai mereka dan jangan pernah mematahkan hati mereka

Dan engkau akan menemukan, bahwa, didalam hati, mereka mendoakan kebaikan kepadamu

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 14 November 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi306
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Empat Belas

Ketika hatiku memeluk perwujudtan keberadaanmu yang mempesona, Itu akan berpusat pada cintamu sekali lagi

Bibirmu yang merah delima, dongeng tentang Suling (ney) dan lagu lagu dari kecapi(lute)

Akan menjadikan jiwaku muda kembali dan akan membawa kegembiraan lagi

Kk Kk Kk Kk

Jalan kita adalah persahabatan dan tidak mencari kemarahan

Jangan mencari kebencian dan kebodohan maupun menyakiti orang

Kebencian dan ketidak sukaan menggelapkan hati

Kedalam batinmu, jangan mencari sesuatu apapun kecuali cinta dan kasih sayang

Kk ko kk Xx

Carilah kesucian dan cinta yang bercahaya didalan dadamu

Carilah hati yang penuh kehati hatian dan kemurahan seperti Sang Maha Pemurah

Apabila engkau ingin memanen bunga dari keinginnanmu

Carilah awal dan akhir dari segala galanya didalam dirimu sendiri

Puisi Spiritual Nimatullahi307
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Empat Belas (lanjutan)

Ko kk ko kk Xx
Apabila engkau membebaskan dirimu dari semua khayalan, engkau akan terbebaskan dari dirimu sendiri

Apabila engkau membebaskan dirimu dari logika, alasan dan pertanyaan

Engkau akan bernafas dalam cinta, disetiap saat dan disetiap tempat

Engkau akan meninggalkan nafsu mementingkan diri sendiri ketika engkau membebaskan dirimu dari semua keterikatanmu pada saat jiwamu menyatu dengan batinmu

KK ko Kk Xx

Gunung akan lebur saat tenggelam dalam air

Matahari bersinar, kemudian pergi tidur selama lamanya

Rostam, Raja yang tak terkalahkan
Dikalahkan oleh kehilangan anak laki lakinya
Sohraab pada akhirnya

Bahagialah dalam hidup, dan jangan menghilangkan penghargaan kepada seseorang yang engkau cintai

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 16 Oktober 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi308
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Enam Belas

Kita berkelana mencari Sang Yang Kekasih di
Candi Majuz,

Kita pergi dengan penuh semangat ke tempat wilayah pemuja anggur

Dia Sang Yang Terkasih, memberi seteguk anggur Asmara

Kitapun tersesat saat datang, dan bingung saat pergi

Xx Xx Xx Xx Xx

Penggoda hatiku adalah seperti api yang membara

Dia Sang Yang Terkasih menyalakan kembali percikan api ketika memasuki hatiku
Dia Sang Yang Terkasih tidak akan mengijinkan aku sibuk dengan diriku sendiri walaupun hanya sekejap saja

Dia Sang Yang Terkasih, mengisi pikiranku dengan gelora semangat dari awal

Xx kk Kk Xx Xx

Mari datanglah,
Ke Kedai Kehancuran dengan jalan Cinta dan
Kasih Sayang

Datanglah, keluarlah dari dirimu sendiri dan dari khayalanmu

Apabila engkau tidak mau melihat keburukan di dunia ini

Puisi Spiritual Nimatullahi309
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Enam Belas (lanjutan)

Datanglah dan duduklah, dan bertatap mukalah dengan Sagi Sang Penyaji anggur dari Sang Yang Sangat Berharga
Apabila engkau ingin mencapai apa yang kau idam idamkan dihatimu dalam hidup

Dan hidup dengan hati yang penuh kegembiraan serta bebas dari ketakutan

Selalu berpikirlah tentang Keanggunan Sang
Penggoda Hati

Sehingga disetiap desah nafasmu, pikiranmu tenggelam dalam Cinta

Kk Kk KK kk Xx

Oh' Sang Yang Kekasih Tercinta, masuklah dan Perlihatkanlah wajahmu yang cantik jelita

Dan beberkanlah rahasia yang tersembunyi
Orang orang berbicara tentang Engkau dengan khayalan mereka sendiri

Sudah saatnya Engkau menampakkan diriMu sendiri duh Kekasihku.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 25 October 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi310
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Lima Belas

Mereka bilang dulu ada " Big bang", mereka berkata dulu tidak ada Tuhan

Dulu tidak ada tempat maupun waktu karena sejak saat itu tidak ada perubahan

Pada saat awal, dulu itu hanya ada cinta

Tidak ada apapun hanya Sang Yang Maha
Pengasih Tercinta

Kk Xx Kk Kk

Bangun dan datanglah kepintu Sang Yang
Kekasih

Apabila engkau kesana, pastikanlah hatimu dalam keadaan tersadar

Ketika engkau berubah menjadi abu, angin secepatnya akan menerbangkanmu jauh

Pergilah untuk bertemu dengan Sang Yang
Kekasih, sebelum engkau menjadi abu

Kk Xx Xx Xx Xx

Sebagai manusia, kita harus berjalan dijalan kebenaran

Dan harus berjalan dengan cinta dan harapan yang tidak pernah padam

Puisi Spiritual Nimatullahi311
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Lima Belas (lanjutan)

Berapa lama engkau akan duduk menunggu untuk Sang Yang Kekasih datang kepadamu?

Berjalanlah di Jalan Lurus, karena itu sebenarnya tujuan kita

Xx Xx Xx Xx Xx
Engkau bukan setetes air, buanglah dirimu ke samodra

Dirikanlah Tenda Cinta dan jadikanlah rumahmu

Apabila engkau tidak yakin dimana untuk mengistirahatkan badanmu

Pilihlah tempat dimanapun Sang Yang
Kekasih berkenan

Kk Kk Xx Xx Xx

Untuk bisa mencapai Sang Yang Kekasih
Tercinta, aku menawarkan apapun yang Dia kehendaki

Tetapi sedihnya , aku menyadari bahwa Sang
Yang Kekasih telah menolak dengan kerasnya
Namun, paling tidak, dia mengatakan kepadaku bahwa

Siapapun yang menginginkan Aku, pertama tama harus melepaskan keberadaan jati dirinya sendiri

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 20 October 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi312
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Sebelas

Hatiku terikat dengan ikal rambutmu, apa yang bisa aku lakukan?.

Saat menatap wajahmu, aku telah menghancurkan setiap pertobatanku
Apa yang bisa aku lakukan?.

Aku tidak peduli pada siapapun namun hanya
Engkau satu satunya

Cintamu telah membuatku gila dan mabuk asmara, apa yang bisa aku lakukan?

Kk kk kk Xx

Bangun dan tataplah wajahnya yang kecantikannya tiada bandingannya

Alisnya adalah- lengkung doa - Yang Seperti bulan sabit.

Apabila engkau tidak bisa menyentuh Sang
Kekasih

Bayangkanlah dan peluklah bentuknya yang mempesona didalam sebuah mimpi

Dalam pengabdian, menanyakan adalah sesuatu yang tidak masuk akal

Apabila menginginkan Sang Yang Kekasih, berbicara " Kitai ' dan " Engkau " adalah tidak masuk akal

Hidup nyaman, dan pengembara yang mabuk tergila gila ? Sungguh tidak masuk akal

Puisi Spiritual Nimatullahi313
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Sebelas (lanjutan)

Tanpa penderitaan ketika menghadapi
Keagungan Cinta? Tidak masuk akal

Kk kk Xx
Kejahatan dan keburukan, kecantikan dan kebaikan

Semua empat tersebut adalah datang dari
Satu kesatuan kebenaran yang sama

Ketika tidak ada lagi " Aku" dan "Engkau " didunia ini

Dimana buruk, baik dan jelek? bahkan dimana kecantikan yang anggun?

Kk kk kk

Pada suatu saat engkau menyuruhku pergi
Sesaat kemudian engkau memanggilku untuk mendekatimu

Duh Engkau Sang Jiwa dunia, Duh engkau teman anugrah yang lama

Apapun yang engkau lakukan, engkau tau bahwa aku ini hanya milikmu.

Alireza Nurbakhsh,
Banbury, 3 Oktober 2024

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi314
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Tiga Belas

Apa yang dapat dilakukan oleh sebuah hati kalau bukan Jatuh Cinta dan menjadi bingung karenanya?

Apa yang bisa dilakukan oleh sebuah hati tanpa seorang kekasih dan kiblat
KemurnianNya ?

Jika kekayaan dari seratus dunia dianugrahkan kepadamu?

Apa yang dapat kau perbuat dengan hatimu apabila dianugrahi segala berkat, apabila hatimu tidak ada cinta ?.

Kk Kk kk Xx

Rajinlah dalam.mencari nafkah hidup dan jangan suka menganggur
Apapun yang engkau lakukan janganlah menjadi penyebab kesengsaraan dan kesusahan bagi orang lain

Jangan meragukan dan kwatir pada masa depan dan pada sesuatu yang belum terjadi, jangan memusatkan pandanganmu pada keburukan didunia ini

Kecantikan dapat ditemui dimana saja, jangan pernah mengabaikan kenyataan ini

Kk kk kk Kk

Aku pergi menuju ke pintuNya, Dia berkata "
Apakah engkau benar elang yang setia?

Puisi Spiritual Nimatullahi315
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomer Tiga Belas (lanjutan)

Aku menjawab , benar ini Aku, pemujamu kekasih dan seorang kepercayaanmu

Apabila engkau benar benar kasmaran denganku
Engkau akan datang terbang kepadaku tanpa kata kata

Kk kk xXx

Dikatakan bahwa, kematian itu benar ada, demikian juga kehidupan

Yang berarti bahwa tidak ada jalan keluar untuk kedua arah tersebut

Walaupun kedatangan dan kepergian kita merupakan sesuatu yang biasa

Namun hanya satu penyelamatan. Cinta.

Walaupun aku tertarik kepada kecantikan wajahnya
Dan hidupku terikat pada ikal rambutnya
Juga benar bahwa gulungan rambut panjang
Sang Yang Kekasih Tercinta adalah tongkat polo kepedihan dan kesengsaraan

Dan hatiku mencari untuk menjadi bolaNya

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 13 Oktober 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi316
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomor 8

Cinta ini bersemayam dihatiku

Anugrah dari Sang Yang Gaib adalah obat penyembuh

Kegilaan akan cinta dilautan keberadaan

Adalah merupakan awal dan akhirku

Pertama tama, Dia menangkapku dengan ikal rambut talinya

Kemudian Dia melepaskan ikatan rambutnya yang ikal bergelombang dan memperlihatkan wajahnya kepadaku.

Kecuali Dia sendiri, aku hapus semuanya dan yang lainnya dari dalam hatiku.
Aku dibebaskan dari diriku sendiri, dan menjadi Dia pada akhirnya.

Dia yang memulai cinta kepadaku

Dan menuntunku di duniaNya ( Sang Yang
Tercinta )

Apabila sampai Dia menemukan aku dalam keraguan ataupun dalam keputus asaan

Dia datang kepintuku dan memanggilku dengan anggur cinta

Puisi Spiritual Nimatullahi317
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sajak Empat Baris Nomor 8 (lanjutan)

Walaupun, apabila manusia, dengan bantuan kecerdasan inteleknya, mengembara di angkasa
Dan bebas dari belenggu dunia, berdiam didunia kosmik luar angkasa
Mereka tidak akan terbebaskan dari kemarahan dan memikirkan kepentingan diri sendiri

Kecuali dia menjadi seperti Tuhan dan memilih Cinta

Wajahku merah merona dan sangat gembira karena anggur cinta

Terkutuklah, Kecerdasan intelek ku meluncur terbang jauh melampui batas waktu dan tempat

Sang Yang Kekasih Tercinta menampakkan
Jati dirinya kepada siapapun yang dikehendaki untuk dikukuhkan
Menyaksikan wajahNya yang bercahaya, hati kita berubah menjadi darah

Alireza Nurbakhsh,
Banbury, 24 September 2024

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi318
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Setelah Engkau Dan Aku

Setelah kita tiada,
Bintang-bintang akan tetap bersinar,
Lautan, takkan lupa pasang sSurutnya, dan angin akan membawakan lagunya melalui dedaunan seperti sebelumnya

Kematian,
Sebagai tirai terakhir kehidupan,
Dalam keheningannya berteriak:
Apapun yang kita harapkan untuk dicari esok hari, maupun apa yang kita lupakan kemarin, tidak ada artinya lagi.
Untuk hidup
Dalam mimpi masa lalu dan masa depan
Adalah bagaikan memegang koin tanpa kemurnian, yang tiada harganya

Hidup adalah
Berdetak hanya pada saat ini -
Dalam nafas cinta.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 29 Oktober 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi319
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sumpah Dan Janji Cinta

Terikat oleh rambut panjang Sang Yang
Kekasih
Aku terbebaskan dari pemujaan terhadap diriku sendiri
Sagi" Penyaji Anggur " tuangkan anggur kepadaku dan tunjukkan rahasia akan keberadaan

"Dalam lingkaran cinta dan kasih sayang, menyombongkan diri adalah suatu penghujatan ",
Kata Guru Wali Pemandu orang orang yang sedang kasmaran mabuk cinta di tempat kami berkumpul

Kekasih Tercinta, yang seindah bulan purnama, duduk di kedai minum
Memegang Secawan Anggur, kehadiraNya dirasakan diseluruh tempat

Dengarkan apa yang dikatakan dan ketahuilah,
Saat engkau duduk bersama" Teman"
Engkau tidak berada diruangan lagi

Dalam Jalan Cinta, engkau akan dibebaskan dari dirimu sendiri
Ketika engkau mengabaikan dirimu sendiri
Engkau akan dibebaskan oleh cintanya

Puisi Spiritual Nimatullahi320
Divani Nurbakhsh: Sajak Asmara Empat Baris

Sumpah Dan Janji Cinta (lanjutan)

Mengapa keraguan ini masih ada?
Minum dan habiskan anggur milik Sang
Kekasih
Apabila engkau telah membuat janji dan sumpah Cinta kepada Sang Yang
Kekasih yang Maha Indah
Demi untuk menjaga pemberi cahaya jiwa - jiwa untuk terus bersinar padaku dengan cinta
Aku mengikat diriku dengan rambut panjang Sang Yang Kekasih yang
Sempurna
Dalam pemujaan cinta dan kebahagian tiada tara

Alireza Nurbakhsh
Banbury, 9 September 2025
Diterjemahkan oleh
Anna San Taylor
London 26 September 2025

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi321

Kumpulan Kisah tentang Sufi

21 kisah

322
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Cerita Tentang Seorang Laki Laki

YANG BURUK SIFAT DAN PERANGAINYA DAN GURU ROHANI YANG BERWAWASAN DAN MUMPUNI

Pada suatu ketika, ada seorang yang sangat mementingkan diri sendiri, tidak punya teman dan hidup dalam kesepian

Kelakuan buruk adalah cara hidupnya dan wataknya

la tidak melihat apapun kecuali keburukan la tidak mempunyai rasa cinta dan kasih sayang maupun persahabatan

la hanya melihat segala sesuatu dari ukuran ketidak baikkan Pada siapa saja yang pernah bertemu dengan dia Orang orang akan lari dari dia secepat angin Dan hanya mempunyai kesan yang tidak baik tentangnya

Dia terperangkap sendirian dalam penjara yang dibuatnya sendiri selama beberapa tahun lamanya Dan merasa sangat sedih serta merasa tidak berguna

Hingga pada suatu hari dia berkata pada dirinya sendiri, Mementingkan diri sendiri adalah bukan tujuan hidup ini: lalu apa tujuan hidupku ini?.

"Aku harus menapak mengikuti arah jalan keruhanian ", akhirnya dia berkata pada dirinya sendiri

Puisi Spiritual Nimatullahi323
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Cerita Tentang Seorang Laki Laki (lanjutan)

"Aku harus menemukan satu jalan keruhanian yang menuju kepada kebenaran sejati dan menjadikan ku seorang yang tulus Apa gunanya hidup apabila tiada harganya, Selalu terperangkap dalam kelalain dan kepentingan diri sendiri"?!

Kemudian dia mulai mencari jalan kebenaran sejati dan menjajagi jalan keruhanian

Lelaki yang memusatkan dirinya sendiri itu mengemban tekat Untuk mencari guru ruhaninya

Akhirnya seorang guru ruhani yang berwawasan dan mumpuni bersimpangan di jalannya Dan melihat kesedihan yang disandang lelaki itu sebagai akibat dari sifat yang memusatkan pada dirinya sendiri

"Aku merasa sangat terganggu hanya dengan melihatmu!. Guru ruhani itu berkata kepada lelaki itu. "Engkau tidak melihat siapapun tetapi hanya dirimu sendiri , engkau tidak sadar, pasti engkau sedang tidur ". "Apakah engkau menginginkan untuk terbebaskan dari dirimu sendiri Dan untuk dihidupkan kembali dalam air kehidupan ?" Lelaki yang bersifat buruk dan yang gila pada dirinya sendiri itu menjawab, " Katakanlah kepadaku, bagaimana engkau bisa mengetaui perasaanku?"

"Keadaan batinmu kelihatan sangat nyata ", jawab Sang guru ruhani itu. "Aku membaca nafsumu seperti sebuah buku yang terbuka

Puisi Spiritual Nimatullahi324
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Cerita Tentang Seorang Laki Laki (lanjutan)

Aku tau bagaimana mengobati kepedihanmu Namun akan sulit untukmu, walaupun engkau menginginkan penyembuhan itu

Obatnya adalah mencintai yang lain, Tapi engkau tidak akan bisa, karena selama ini, nomer satu yang engkau cintai adalah dirimu sendiri

Bagaimana mungkin engkau akan bisa memberikan hatimu kepada seorang manusia Apabila yang engkau lihat hanya kejahatan dan kebodohannya

Untuk belajar di jalan hati dan cinta Engkau harus bepergian jauh tanpa batas dari dunia debu

Terimalah cinta tanpa prasangka: Jika seekor anjing memberikan cinta, Balaslah persahabatannya

Sebaiknya, carilah seekor anjing sebagai teman Saling menemani dan menjadi satu hati

Anjing itu akan mengajarimu cinta yang tanpa pamrih Yang akan merupakan bekal pada jalanmu dimasa depan

Dengan mengetahui bawha cinta seekor anjing itu tanpa mengharapkan imbalan dan balasan apapun Tidak seperti manasia, yang mana cinta itu kadang hanya sebuah pertukaran belaka

Disaat engkau bisa memahami apa dan bagaimana cinta itu dari seekor anjing Maka engkau akan bisa menghidupkan jiwamu sendiri dengan cinta pada sesama manusia

Puisi Spiritual Nimatullahi325
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Cerita Tentang Seorang Laki Laki (lanjutan)

Cintailah dan berbagi kasih sayang sebanyak mungkin kepada yang lain Belajarlah rendah hati dan welas asih Belajarlah untuk meninggalkan keberadaan jati dirimu sendiri

Mencintai adalah dasar utama kehidupan Hidup tanpa teman, seperti kematian Pilihlah persahabatan, dalam hidup yang pendek masanya ini Karena cinta yang meneranngi hati melimpahkan cahaya kehidupan

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaToronto, 28 September 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi326
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Cermin Kecaman Diri

“Orang yang mengetahui kesalahannya sendiri lebih dekat dengan kebenaran daripada orang yang melihat kesalahan orang lain.” — Bayazid Bastāmi

Sang profesor berdiri di hadapan para mahasiswanya, suaranya tenang dan penuh pertimbangan. "Mengkritik gagasan dalam mengejar kebenaran itu satu hal," katanya, "menyalahkan; mencari kesalahan orang-orang yang memegangnya itu hal yang berbeda. Yang pertama menuntun pada pemahaman, yang kedua pada kepahitan. Kita harus melakukan yang pertama jika kita ingin tumbuh dalam kebijaksanaan, dan menjauhi yang kedua, karena itu hanya melahirkan kesombongan dan permusuhan."

Kelas hening. Lalu Margaret mengangkat tangannya. "Profesor, kebanyakan orang tidak memisahkan ide mereka dari identitas mereka. Ketika Anda mengkritik ide mereka, mereka menganggapnya sebagai kritikan yang ditujukan kepada pribadinya, kemudian membalasnya. Lalu, apa yang harus dilakukan?"

Sang Profesor tersenyum tipis. "Menjadi manusia itu urusan yang rumit. Aku akan mengingatkan mereka bahwa aku hanya peduli pada kebenaran, bukan kepribadian mereka. Jika mereka tidak bisa membedakannya, aku akan berhenti berdebat. Tidak ada cahaya yang ditemukan dalam pertengkaran yang hanya memuaskan ego."

Puisi Spiritual Nimatullahi327
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Cermin Kecaman Diri (lanjutan)

Margaret mengangguk, tetapi merasa tidak yakin. Ia pernah mencoba ini dengan teman-temannya sebelumnya. Setiap diskusi berakhir dengan perasaan terluka dan keheningan yang panjang. Setiap kali, ia berkata pada dirinya sendiri bahwa ide-ide yang salah harus dilawan, bahkan dengan mengorbankan persahabatan. Namun, setelah setiap pertengkaran, rasa sakit masih terasa di dadanya—beban berat kesepian dan keraguan.

Tahun demi tahun berlalu. Pertanyaan itu tetap tak terjawab, hingga suatu sore memberinya pelajaran tak terduga. Dia sedang mengunjungi seorang teman ketika seorang wanita tua mengetuk pintu, bertanya dengan lembut apakah dia boleh memarkir mobilnya di luar sebentar.

"Sama sekali tidak!" bentak temannya. "Beraninya kau bertanya seperti itu!"

Wanita itu tersenyum, tak tergoyahkan. "Maafkan aku," katanya lembut. "Aku tidak bermaksud merepotkanmu."

Margaret menyaksikan dengan takjub saat wanita itu berjalan pergi dengan ketenangan yang sama anggunnya seperti saat ia datang. Rasa ingin tahu yang aneh muncul dalam dirinya. Ia pamit, bergegas keluar, dan menyusul orang asing itu. "Permisi," katanya, sedikit terengah-engah. "Bolehkah aku ikut denganmu dan membantumu mencari tempat parkir?"

Wanita itu menoleh dengan senyum tenang. "Tentu saja."

Puisi Spiritual Nimatullahi328
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Cermin Kecaman Diri (lanjutan)

Mereka berjalan bersama dalam diam untuk beberapa saat. Akhirnya Margaret berkata, "Aku kagum dengan ketenanganmu. Kau tidak tampak terganggu dengan nada bicara temanku yang kasar."

"Dia benar," jawab wanita itu lembut. "Aku memang mengganggunya. Kata-katanya mencerminkan perasaannya."

"Tapi bagaimana aku bisa tetap tenang jika diperlakukan tidak adil? Ketika orang-orang berbicara seperti itu kepadaku, aku merasa terluka selama berhari-hari." Kata Margaret.

Wanita itu menatapnya dengan tatapan lembut. "Ini buah dari latihan yang panjang," katanya. "Bertahun-tahun saya mengamati ego saya sendiri dan belajar untuk tidak menurutinya. Jika Anda ingin bertoleransi terhadap orang lain, mulailah dengan melihat diri Anda sendiri dengan jernih. Bersikaplah kritis terhadap reaksi Anda sendiri—bukan dengan amarah, tetapi dengan kesadaran. Ketika Anda belajar memaafkan kelemahan Anda sendiri, kesalahan orang lain tidak lagi mampu menyakiti Anda."

Puisi Spiritual Nimatullahi329
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Cermin Kecaman Diri (lanjutan)

Mereka sampai di mobilnya. Ia menoleh ke Margaret dengan pancaran tenang yang seolah melembutkan suasana di sekitarnya. "Ketika seseorang melemparkan api kepadamu," katanya, "Engkau boleh memilih menjadi kayu kering atau air. Jika engkau memilih api, api akan melahapmu, atau api itu akan mati di dalam dirimu jika engkau memilih air. Maka jadilah air." Wanita itu tersenyum, masuk ke mobilnya, dan melaju pergi. Sementara Margaret berdiri sendiri di tempat itu seolah-olah ada sesuatu dalam dirinya yang diam-diam berubah tempat.

Malam itu, ia mendapakan dirinya tidak memikirkan kata-kata perempuan itu, melainkan kehadirannya: tenang, tanpa rasa waspada, tanpa jejak kebencian. Seolah-olah ia telah bertemu seseorang yang hidup dalam ritme waktu yang berbeda.

Sejak hari itu, Margaret mulai mengarahkan kritiknya ke dalam dirinya sendiri dan mengamati gerak-gerik pikirannya, kejengkelan yang membumbung bagai asap, kesombongan tersembunyi yang terpendam karena merasa benar, dan sengatan penilaian yang cepat.

Perlahan-lahan, percakapannya melunak. Ia mengajukan lebih banyak pertanyaan, mendengarkan lebih lama, dan mendapati dirinya melihat bukan kesalahan, melainkan kisah—luka dan harapan—di balik perkataan orang lain.

Puisi Spiritual Nimatullahi330
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Cermin Kecaman Diri (lanjutan)

Yang mengejutkannya, orang-orang mulai mendengarkannya juga. Ketika ia sungguh-sungguh mencoba memahami, ia mendapati bahwa keyakinannya sendiri sering kali sirna. Di ruang yang ditinggalkan, sesuatu yang bercahaya mulai muncul—kejernihan yang tenang yang lahir dari belas kasih.

Bertahun-tahun kemudian, ketika dia sendiri menjadi profesor, dia sering mengatakan kepada para mahasiswanya: “Bersikaplah kritis, tetapi mulailah dari diri Anda sendiri. Orang yang menaklukkan ego tidak lagi berdebat untuk menang, tetapi untuk mengerti."

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 7 November 2025Kidung Asmarandana
Puisi Spiritual Nimatullahi331
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Di Antara Jajaran Para Pecinta

YANG KASMARAN Engkau pasti terpesona oleh cinta seorang wanita cantik dan menjadi seperti burung gila, terbang tinggi di angkasa karena merindukannya.

Engkau harus mengambil piala dari tangannya dan masyuk dalam asmara dengan kekasih hatimu itu

Orang yang berakal tidak akan pernah bisa memahami misteri cinta, Engkau harus menjadi teman bagi orang yang gila asmara sakral "Kita" dan "aku" adalah penghalang di jalannya. Engkau harus menjadi ketiadaan dan mengosongkan diri dari "aku" dan "kita".

Melihat rambutnya bukan untuk semua orang. Engkau harus terlebih dahulu bergabung dengan para pecinta yang terbakar api asmara sakral dan menjadi gila karenanya

Dia meminta kekasihnya segala- galanya, iman dan hati: Engkau harus mempertaruhkan hidupmu dalam cinta Nurbakhsh, dalam kegembiraan dan terbebas dari diri berkata: Kamu harus menjadi debu di bawah kaki keindahan yang bercahaya

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 30 Oktober 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi332
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Hati Yang Bergelora

Hatiku bergelora melihat wajahnya yang cantik mempesona Hati melanggar sumpahnya sendiri akan ketenangan Aku menjadi budak cinta dan pemuja anggur dari bibirnya yang merah delima.

Dari seruputan yang pertama, Aku terpuruk, bingung, kehilangan kesadaran, kesana kemari, dan kehilangan akal.

Saat menjelang pagi, aromaNya tercium menyegarkan jiwaku Aku lupa tentang diriku sendiri dan segala galanya.

Aku adalah seorang Kekasih aku tidak ada pilihan selain menanggung kekerasannya Hatiku telah berlutut dibawah pedang kepedihan cinta sejak dari mulainya waktu. Kekuatan cinta dan kegilaan menyerang hatiku Dan gelombang rambutnya adalah tentara yang membendung jalan pikiran ku.

Senalam, pembunuh para kekasih dan pecinta- Guru kita- memberikan ceramah dalam pertemuan sebagai berikut Siapa yang berteman dengan cinta Akan dibebaskan dari kayalan dan angan angan kosong.

Nurbakhsh dengarkan panggilan San Yang Terkasih dari setiap atom di hatimu Dan Nurbakhsh meletus seperti balon menjadi satu dengan samodra.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 4 Nopember 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi333
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Ibunda Parvaneh

Ibundaku, Parvaneh, baru berumur dua tahun saat ayahandanya wafat. Ibundanya, atau nenekku, berasal dari keluarga yang mempunyai hubungan sangat dekat dan berakar dengan Tarekat Tasawuf Nimatullahi. Dan Ibunda Parvaneh menjalani masa kecilnya hingga remaja di bawah asuhan yang terhormat Sheikh Munis.

Beliau, Sheikh Munis, yang wafat pada tahun 1953, selalu memanggil Parvaneh dengan nama kesayangannya yaitu Daneshvar. Nama yang akhirnya terus dipakai, sebagai suatu pengingat akan asal-usulnya.

Setelah menyelesaikan Sekolah Tingkat Atas, Ibuku Parvaneh menjadi guru setingkat Sekolah Dasar di Shiraz, Iran. Beliau masih sangat remaja, belum mencapai dua puluh tahun, saat Ayahandaku Dr. Javad Nurbakhsh ditunjuk sebagai Guru dan Sheikh pada Tarekat Tasawuf Nimatullahi. Beliau baru berumur dua puluh tujuh tahun saat itu. Dan pada saat yang sama beliau mengabdi sebagai dokter di sebuah rumah sakit yang terletak di Bam, Iran.

Puisi Spiritual Nimatullahi334
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Ibunda Parvaneh (lanjutan)

Mereka bertemu kembali saat memperingati 40 hari wafatnya almarhum Sheikh Munis yang terhormat. Pertemuan itu menandai tumbuhnya ikatan yang kuat dan dilanjutkan dengan pernikahan yang berlangsung hingga lebih dari lima puluh tahun. Perkawinan itu tidak sepenuhnya sebagai suatu kesatuan hidup bersama dari dua orang saja, namun juga sebuah tanggung jawab dan janji bersama kepada suatu perjalanan spiritual yang menghendaki pengabdian dan pengorbanan.

Pada akhirnya Ibunda Parvaneh mengundurkan diri dari profesinya sebagai guru, agar bisa membesarkan dan mengasuh putra-putrinya. Di samping itu, beliau juga berperan sebagai tuan rumah dalam menerima dan menjamu para tamu yang datang tanpa henti ke Khanigah dari seluruh dunia. Para tamu itu adalah mereka para pencari kebenaran sejati. Ibunda Parvaneh melayani tanpa lelah dan terus-menerus disertai harapan. Inilah kualitas kepribadian yang membuat siapa dirinya. Ketika ada seseorang sedang dalam kebimbangan, beliau memberikan harapan. Dari kata-kata dan tindakannya, beliau adalah perwujudan dari ketegaran dan keteguhan yang tidak tergoyahkan, dan tanpa ragu-ragu dalam tindakannya.

Puisi Spiritual Nimatullahi335
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Ibunda Parvaneh (lanjutan)

Cobaan yang paling berat adalah cobaan dalam hati. Beliau harus menyaksikan cinta suaminya dibagi dengan orang banyak, yaitu yang diberikan kepada para pengikutnya. Karena sebagai seorang Guru spiritual dan Sheikh, Ayahanda Dr. Javad Nurbakhsh adalah juga milik para Dervish dan Sufi yang mencari perhatian dan kasih sayangnya. Pada awalnya, sangatlah sulit untuk menerima kenyataan itu. Seiring dengan waktu, Ibunda Parvaneh menemukan cara melihat cinta dari sisi yang lain: bahwa cinta tidak menghilang saat dibagi-bagi untuk kebaikan, namun semakin menjadi berlipat ganda keberadaannya.

Saat itu, ada Bapak Khobari yang bertanggung jawab pada kegiatan Khanigah di Teheran. Beliau merupakan seseorang yang penting bagi Ibunda Parvaneh dalam menyadari keberadaan dan fungsi cinta pada Ayahanda Dr. Javad Nurbakhsh. Menyaksikan kesibukan dan kelelahan yang diderita Ibunda Parvaneh dalam melayani tamu yang tiada henti, Bapak Khobari sering mengirim anggota keluarganya untuk membantu melayani tamu, sehingga bisa ikut mengurangi beban kesibukan yang harus dilakukan oleh Ibunda Parvaneh di Khanigah.

Dari bantuan tenaga ini muncullah ikatan saling menghormati. Melalui Bapak Khobari, Ibunda Parvaneh belajar bahwa cinta dan pelayanan adalah bagaikan sebuah sungai: semakin berkembang, semakin besar arusnya, semakin lancar alirannya.

Puisi Spiritual Nimatullahi336
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Ibunda Parvaneh (lanjutan)

Tahun-tahun kehidupan selanjutnya, terutama sejak tinggal di United Kingdom atau Inggris Raya selama empat puluh tahun terakhir ini, Ibunda Parvaneh selalu ingat bahwa dirinya tidaklah hanya sebagai seorang istri dari Dr. Javad Nurbakhsh, Sheikh serta Guru spiritual Tarekat Tasawuf Nimatullahi, namun juga seorang pribadi yang memiliki kehadiran tersendiri dalam Khanigah.

Para tamu Khanigah berbicara tentang senyumnya yang meringankan beban mereka, kesabarannya dan ketenangannya, serta kelembutannya dalam memberikan dorongan semangat dan nasihat yang mengingatkan kita semua untuk tidak khawatir, karena semua akan berakhir dengan baik.

Ayahanda Dr. Javad Nurbakhsh suatu kali menyatakan tentang keteguhan dan ketegaran bahwa "Keteguhan dan ketegaran cinta kepada Tuhan di dalam jiwa seorang sufi adalah: apabila tidak ada sesuatu apapun yang mampu melekukkan sekecil apapun kejujuran di dalam hati Sufi kepada Tuhannya. Sedangkan ketegaran Sufi dalam menghadapi sesamanya adalah bahwa dia tidak pernah merasa tersinggung terhadap perlakuan yang tidak menyenangkan yang ditujukan kepadanya, namun membalasnya dengan kebajikan, kasih sayang dan kedermawanan."

Puisi Spiritual Nimatullahi337
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Ibunda Parvaneh (lanjutan)

Pernyataan itu sangat sempurna menggambarkan sifat Ibunda Parvaneh. Selama hidupku, aku belum pernah sekalipun menyaksikan Ibunda Parvaneh merasa terluka oleh mereka yang hanya memanfaatkan, ataupun tergoncang oleh mereka yang berbuat tidak baik kepadanya. Sebaliknya, beliau terus tetap menarik orang-orang ke jalan kelembutan dengan kebaikannya yang tak tergoyahkan dan dengan cinta yang tanpa syarat dan tak terbatas.

Kehidupan Ibunda Parvaneh tidak bisa ditangkap dalam satu kisah yang penuh drama. Bukan juga sebuah dongeng tentang wahyu yang datang dengan tiba-tiba. Ataupun tanda-tanda kebesaran yang datang sesaat.

Namun lebih pada kisah tentang api yang terus membara dan panasnya tidak terpadamkan selama lebih dari tujuh puluh tahun.

Walaupun pada usianya yang sembilan puluh dua tahun, Ibunda Parvaneh bangun setiap pagi dan dengan tekad yang tetap membara masih terus memberikan nasihat dan petunjuk bagi mereka yang sedang dalam kebingungan hidup di dunia.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaKidung Asmarandana
Puisi Spiritual Nimatullahi338
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kepastian Hati

Sebuah Kisah tentang Keraguan dan Persahabatan Oleh Dr. Alireza Nurbakhsh

Hampir sepanjang hidupnya, Ramin tinggal di bawah atap yang kokoh. Atap itu dibangun dari kepastian. Kepastian keyakinan, Kepastian penilaian, Kepastian arah.

Setiap pagi, ia bangun dengan mengetahui di mana posisinya dan ke mana tujuannya. Dunia terasa teratur. Tanah di bawah kakinya terasa kokoh. Bahkan keraguannya, ketika muncul, terkendali dengan rapi.

Kemudian ia bertemu dengan Joseph, dan retakan kecil muncul di atap. Joseph tidak bersuara keras, dan ia juga tidak berdebat dengan penuh semangat. la mengajukan pertanyaan lalu menunggu. la banyak membaca, sedikit berbicara, dan tampak tidak terganggu oleh ketidaktahuannya. Jika Ramin memberikan jawaban, Joseph memberikan jeda.

Awalnya, Ramin merasa hal ini meresahkan tetapi tidak berbahaya. Seiring waktu, retakan itu semakin melebar.

Selama berjalan-jalan panjang dan percakapan santai, Joseph berbicara tentang pikiran—bukan sebagai jendela menuju kebenaran, tetapi sebagai alat untuk bertahan hidup. Dia menunjukkan hal-hal kecil: bagaimana objek yang jauh tampak lebih dekat daripada sebenarnya, bagaimana rasa takut mempertajam persepsi bahkan ketika bahaya tidak ada.

Puisi Spiritual Nimatullahi339
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kepastian Hati (lanjutan)

Dia berhenti di jalan setapak. "Indera kita melebih-lebihkan," katanya. "Indera melindungi kita. Indera tidak mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi."

Malam itu, sambil terjaga, Ramin merasakan sesuatu yang asing—pusing samar, seolah-olah tanah di bawahnya telah bergeser. Tidak ada yang berubah, namun tidak ada yang terasa sepenuhnya kokoh.

Beberapa minggu berlalu. Joseph berbicara lebih sedikit, tetapi keheningan lebih berpengaruh daripada kata-kata. Ramin mulai memperhatikan betapa cepatnya pikirannya menuju kesimpulan, betapa mudahnya pikirannya mengisi kekosongan dengan kepastian.

Keyakinan muncul secara otomatis, seperti tarikan napas. Suatu malam, Joseph berkata, "Kau tak pernah keluar dari pikiranmu. Semua yang kau ketahui datang sudah terbentuk." Atapnya berderit. Ramin merasakan keraguan bukan sebagai sebuah ide, melainkan sebagai sebuah sensasi—rasa sesak di dada, kekosongan yang tenang tepat di bawah tulang rusuk. Kemudian, Joseph berbicara tentang benar dan salah—bukan dengan nada meremehkan, tetapi dengan lembut. Ia menyarankan bahwa nilai-nilai adalah kesepakatan, bukan absolut: bahwa dunia itu sendiri tidak mengeluarkan perintah apa pun. "Dunia ini bungkam," katanya. "Kitalah yang berbicara ke dalamnya."

Puisi Spiritual Nimatullahi340
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kepastian Hati (lanjutan)

Malam itu, atapnya runtuh. Ramin mendapati dirinya berdiri di udara terbuka. Tanpa tempat berlindung. Tanpa pijakan yang terasa aman. Dia mempertanyakan segalanya— keyakinan, pengetahuan, kewajiban— tetapi setiap jawaban lenyap segera setelah terbentuk. Dia mencoba hidup seperti ini, waspada dan skeptis, tetapi usaha itu membuatnya kelelahan. Dia meleset dari atap. la mencari sesuatu yang nyata —buku, diskusi, belajar disiplin ilmu tertentu— tetapi hanya menemukan lebih banyak pertanyaan.

Akhirnya, ia beralih ke anggur, salah mengira , dikira anggur bisa melupakan sebagai kelegaan. Awalnya anggur menghangatkan tubuhnya. Kemudian meredam kebisingan. Akhirnya, anggur menggantikan pikiran sepenuhnya. Joseph memperhatikan. "Ini bukan tempat berlindung," katanya suatu kali sambil menyentuh kaca. "Ini hanya tempat untuk melupakan." Ramin tersenyum tipis. "Melupakan saja sudah cukup." Bukan?

Puisi Spiritual Nimatullahi341
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kepastian Hati (lanjutan)

Suatu malam musim dingin, dingin yang menusuk dan tak kenal ampun, Ramin pingsan di jalan. Ketika ia terbangun, langit-langit di atasnya berwarna putih dan berdengung. Seorang dokter berbicara dengan lembut, tanpa emosi. Hatinya telah gagal berfungsi. Waktu telah menyempit. Joseph datang. "Kau datang," kata Ramin. Suaranya terdengar datar. "Tidak ada orang lain yang datang." Joseph duduk di sampingnya. "Aku di SINI." Ramin mengamatinya. "Kau meragukan segalanya," katanya. "Mengapa ini?" Joseph tidak langsung menjawab. Dia meletakkan tangannya di pagar tempat tidur dan menatap Ramin—bukan sebagai masalah, bukan sebagai pertanyaan. "Untuk hal-hal tertentu dalam hidup, kau tak butuh alasan," kata Joseph pelan. "Kau merasakannya sebelum memahaminya. Persahabatan adalah salah satunya. Cinta adalah yang lainnya."

Ramin merasakan kehangatan menjalar di dadanya—tak terduga, stabil. Bukan kelegaan. Bukan harapan. Sesuatu yang lebih tenang. "Kau telah merampas kepastianku," bisik Ramin. "Namun ini tetap ada." "Saya mempertanyakan atapnya," kata Joseph. "Bukan apa yang ada di bawahnya." Ramin mengulurkan tangannya. Tangannya gemetar. Joseph meraihnya tanpa ragu-ragu. Dunia tidak kembali pada maknanya. Kebenaran tidak menjadi jelas. Kematian tidak mundur.

Namun dalam keheningan di antara mereka, sesuatu tetap teguh. Dan Ramin memahaminya bukan dengan pikirannya, yang tidak lagi mampu memegang kepastian, tetapi dengan sesuatu yang lebih dalam bahwa ketika setiap keyakinan lenyap, kehadiran tetap ada.

Puisi Spiritual Nimatullahi342
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kepastian Hati (lanjutan)

Beberapa kepastian tidak dapat dibangun. Kepastian itu hanya dapat disentuh.

Alireza Nurbakhsh, London, 18 Desember 2025 Diterjemahkan ke bahasa Indonesia dari naskah aslinya dalam bahasa Inggris.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi343
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Para Sufi

CERMIN KECAMAN DIRI Oleh Dr. Alireza Nurbakhsh

“Orang yang mengetahui kesalahannya sendiri lebih dekat dengan kebenaran daripada orang yang melihat kesalahan orang lain.” - Bayazid Bastami

Sang profesor berdiri di hadapan para mahasiswanya, suaranya tenang dan penuh pertimbangan. "Mengkritik gagasan dalam mengejar kebenaran itu satu hal," katanya, "menyalahkan, mencari kesalahan orang-orang yang memegangnya itu hal yang berbeda. Yang pertama menuntun pada pemahaman, yang kedua pada kepahitan. Kita harus melakukan yang pertama jika kita ingin tumbuh dalam kebijaksanaan, dan menjauhi yang kedua, karena itu hanya melahirkan kesombongan dan permusuhan."

Kelas hening. lalu Margaret mengangkat tangannya. "Profesor, kebanyakan orang tidak memisahkan ide mereka dari identitas mereka. Ketika Anda mengkritik ide mereka, mereka menganggapnya sebagai kritikan yang ditujukan kepada pribadinya, kemudian membalas nya. Lalu, apa yang harus dilakukan?"

Sang Profesor tersenyum tipis. "Menjadi manusia itu urusan yang rumit. Aku akan mengingatkan mereka bahwa aku hanya peduli pada kebenaran, bukan kepribadian mereka. Jika mereka tidak bisa membedakannya, aku akan berhenti berdebat. Tidak ada cahaya yang ditemukan dalam pertengkaran yang hanya memuaskan ego."

Puisi Spiritual Nimatullahi344
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Para Sufi (lanjutan)

Margaret mengangguk, tetapi merasa tidak yakin. la pernah mencoba ini dengan teman- temannya sebelumnya. Setiap diskusi berakhir dengan perasaan terluka dan keheningan yang panjang. Setiap kali, ia berkata pada dirinya sendiri bahwa ide-ide yang salah harus dilawan, bahkan dengan mengorbankan persahabatan. Namun, setelah setiap pertengkaran, rasa sakit masih terasa di dadanya—beban berat kesepian dan keraguan.

Tahun demi tahun berlalu. Pertanyaan itu tetap tak terjawab, hingga suatu sore memberinya pelajaran tak terduga. Dia sedang mengunjungi seorang teman ketika seorang wanita tua mengetuk pintu, bertanya dengan lembut apakah dia boleh memarkir mobilnya di luar sebentar. "Sama sekali tidak!" bentak temannya. "Beraninya kau bertanya seperti itu!" Wanita itu tersenyum, tak tergoyahkan. "Maafkan aku," katanya lembut. "Aku tidak bermaksud merepotkanmu." Margaret menyaksikan dengan takjub saat wanita itu berjalan pergi dengan ketenangan yang sama anggunnya seperti saat ia datang. Rasa ingin tahu yang aneh muncul dalam dirinya. la pamit, bergegas keluar, dan menyusul orang asing itu. "Permisi," katanya, sedikit terengah- engah. "Bolehkah aku ikut denganmu dan membantumu mencari tempat parkir?" Wanita itu menoleh dengan senyum tenang. "Tentu saja."

Puisi Spiritual Nimatullahi345
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Para Sufi (lanjutan)

Mereka berjalan bersama dalam diam untuk beberapa saat. Akhirnya Margaret berkata, "Aku kagum dengan ketenanganmu. Kau tidak tampak terganggu dengan nada bicara temanku yang kasar." "Dia benar," jawab wanita itu lembut. "Aku memang mengganggunya. Kata-katanya mencerminkan perasaannya."

"Tapi bagaimana aku bisa tetap tenang jika diperlakukan tidak adil? Ketika orang-orang berbicara seperti itu kepadaku, aku merasa terluka selama berhari-hari." Kata Margaret.

Wanita itu menatapnya dengan tatapan lembut. "Ini buah dari latihan yang panjang," katanya. "Bertahun-tahun saya mengamati ego saya sendiri dan belajar untuk tidak menurutinya. Jika Anda ingin bertoleransi terhadap orang lain, mulailah dengan melihat diri Anda sendiri dengan jernih. Bersikaplah kritis terhadap reaksi Anda sendiri— bukan dengan amarah, tetapi dengan kesadaran. Ketika Anda belajar memaafkan kelemahan Anda sendiri, kesalahan orang lain tidak lagi Mampu menyakiti Anda."

Puisi Spiritual Nimatullahi346
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Para Sufi (lanjutan)

Mereka sampai di mobilnya. Ia menoleh ke Margaret dengan pancaran tenang yang seolah melembutkan suasana di sekitarnya. "Ketika seseorang melemparkan api kepadamu," katanya, " Engkau boleh memilih menjadi kayu kering atau air. Jika engkau memilih api, api akan melahapmu, atau api itu akan mati di dalam dirimu jika engkau memilih air. Maka Jadilah air." Wanita itu tersenyum, masuk ke mobilnya, dan melaju pergi. Sementara Margaret berdiri di sendiri di tempat itu seolah-olah ada sesuatu dalam dirinya yang diam-diam berubah tempat.

Malam itu, ia mendapakan dirinya tidak memikirkan kata-kata perempuan itu, melainkan kehadirannya: tenang, tanpa rasa waspada, tanpa jejak kebencian. Seolah-olah ia telah bertemu seseorang yang hidup dalam ritme waktu yang berbeda.

Sejak hari itu, Margaret mulai mengarahkan kritiknya ke dalam dirinya sendiri dan mengamati gerak-gerik pikirannya, kejengkelan yang membumbung bagai asap, kesombongan tersembunyi yang terpendam karena merasa benar, dan sengatan penilaian yang cepat.

Perlahan-lahan, percakapannya melunak. la mengajukan lebih banyak pertanyaan, mendengarkan lebih lama, dan mendapati dirinya melihat bukan kesalahan, melainkan kisah—luka dan harapan—di balik perkataan orang lain.

Puisi Spiritual Nimatullahi347
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Para Sufi (lanjutan)

Yang mengejutkannya, orang-orang mulai mendengarkannya juga. Ketika ia sungguh-sungguh mencoba memahami, ia mendapati bahwa keyakinannya sendiri sering kali sirna. Di ruang yang ditinggalkan, sesuatu yang bercahaya mulai muncul— kejernihan yang tenang yang lahir dari belas kasih.

Bertahun-tahun kemudian, ketika dia sendiri menjadi profesor, dia sering mengatakan kepada para mahasiswanya: “Bersikaplah kritis, tetapi mulailah dari diri Anda sendiri. Orang yang menaklukkan ego tidak lagi berdebat untuk menang, tetapi untuk mengerti."

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 7 November 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi348
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Pertapa Sakti Dan Wanita Yang

SEDANG "KASMARAN "

Keadaan batin kita selalu bergejolak Pada suatu saat kita penuh dengan kegembiraan, Disaat lain kita dalam kesedihan

Kebanyakan orang menyerah tidak berdaya kepada suara dari dalam batinnya

Hanya bebera saja yang mengetaui dirinya sendiri

Mereka yang mengetaui keadaan dirinya sendiri, Juga mengetaui Keadaan orang lain

Mereka yang sadar pada keadaan" saat" ini Mereka juga yang mempunyai kesadaran akan keadaan batinnya sendiri Karena mereka berjalan dengan cinta dari Sang Yang Kekasih yang tercinta.

Para kekasih dan pecinta menghabiskan waktunya dengan penuh kesadaran Sejak mereka menabur bibit cinta didalam hatinya

Pada suatu hari, ada seorang pertapa yang beribadah dalam kesendirian, Dan menjaga sepenuhnya nafsu yang tidak bisa ditata dan dikendalikan dalam dirinya

Dia selalu sibuk dengan " mengingat Tuhan' dalam kesendirian di pertapaannya Demi untuk mencapai kedekatan dan menjadi seseorang

Puisi Spiritual Nimatullahi349
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Pertapa Sakti Dan Wanita Yang (lanjutan)

Dia menjadi bangga dengan tingkat pencapaian kebatinnya sendiri Dan berkata pada dirinya sendiri bawha sekarang dia seorang yang luar biasa dalam mengingat Sang Yang Gaib.

'Sekarang aku tidak lagi melayani pikiran pikiran yang buruk didalam diriku sendiri Batinku terbilas bersih dan kata kataku tersucikan

Keadaanku tidak pernah sebagus ini karena aku melakukan semedi terus menerus dan mendapatkan banyak pengalaman batin".

Dia berpikir keheranan ketika seorang wanita datang dan mengetuk pintu, menggangu lamunannya

"Siapa dirimu wahai tamuku"? Tanya sang pertapa "Aku datang dari dunia ketiada beradaan " wanita tersebut menjawab.

"Bukalah pintu dan ijinkanlah aku masuk, duh engkau pertapa yang mulia, yang hanya melihat kebaikan dan tidak pernah mempunyai niat jahat.

Kemudian wanita itu memasuki tempat pertapaan sambil bertanya:

"Engkau yang selalu sadar akan pencapaian tingkat kebatinanmu Dan selalu menjaga perbuatanmu Engkau selalu sadar akan semua pemikiranmu, aku tau itu, namun bagaimana dengan " Cinta" ? Adakah cinta didalam dirimu? Apakah engkau sadar tentang isi hatimu?".

Puisi Spiritual Nimatullahi350
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Pertapa Sakti Dan Wanita Yang (lanjutan)

"Aku tidak tau tentang apa yang ada didalam hatiku ", jawab pertapa itu Juga cinta tidak diperlukan untuk melakukan semedi".

Karena aku waspada terus menerus, aku mengetaui bahwa aku tidak melihat ada kesalahan pada diriku sendiri".

Wanita tersebut lalu menjawab," Tanpa cinta, engkau terpisahkan, Engkau melakukan penduaan, Yang membuatmu jauh dari Tuhan

Pikiran yang buruk akan datang kepadamu itu pasti

Yang akan membuatmu kehilangan akan dirimu sendiri dan pikiranmu

Bagaimana engkau bisa melihat kemanunggalan dalam dirimu sendiri Apabila engkau tidak mempunyai seorang kekasih sebagai tambatan hatimu?.

"Kemanunggalan " merupakan tujuan saat kita melakukan semedi: Tanpa cinta dan tanpa Sang Yang Kekasih Tercinta,. Itu hanyalah khayalan, itu hanyalah impian belaka

Pertapa yang sakti menjadi tenggelam dalam pikirannya sendiri, Dan berkata pada diri sendiri : " Pengetauanku lebih baik dari pada pengertian wanita ini".

Wanita ini tidak tau apapun tentang semediku dia juga tidak tau tingkat pencapain pengetauan batinku

Puisi Spiritual Nimatullahi351
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Pertapa Sakti Dan Wanita Yang (lanjutan)

Aku lebih dekat dengan Kebenaran Sejati dan bukan dia. Karena aku telah memusatkan perhatianku kepada kebenaran Sejati sepenuhnya

Aku terkenal di kota ini sebagai seseorang yang patuh kepada Tuhan Siapa perempuan ini, yang mengatakan bahwa aku salah selama ini?!

Tiba tiba dia merasa malu pada pendapatnya sendiri Dan seketika itu juga dia melihat dirinya jatuh ke dalam perangkap hawa nafsunya sendiri Karena dia merasa lebih baik daripada yang lainnya

Dimana pada kenyataannya, Seseorang harus meniadakan keberadaan dirinya: menjadi" bukan siapa siapa dan tidak ada apa apanya" dalam melangkah di Jalan Tuhan Dan bukannya merasa lebih

Yang memusatkan pada dirinya sendiri berjalan di jalan yang salah

Karena dia melihat dirinya sendiri lebih baik di segala galanya

Kemudian pertapa sakti menoleh ke wanita tersebut dan berkata: " Duh Yang Mulia, engkau telah membuka jalanku dengan indahnya ".

Dengan menunjukan kepadaku bahwa semua pikiran dan pendapatku selama ini adalah tidak benar

Aku tidak menyadari bahwa semua itu sungguh melukai perasaan dan tidak baik Menganggap bahwa aku lebih baik dari engkau adalah tidak benar Itu adalah pendapatku yang salah

Puisi Spiritual Nimatullahi352
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Pertapa Sakti Dan Wanita Yang (lanjutan)

Kesombongan adalah jalan kepalsuan, Mementingkan diri sendiri bukanlah cara manusia

Engkau benar bahwa, cinta adalah dasar dari semua jalan, Dan Cinta itu menganugrahkan cahaya kepada kita seperti rembulan.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaNew York, 13 October 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi353
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh

KERAGUAN DENGAN SEORANG KEKASIH DAN SANG YANG TERKASIH

Beberapa waktu yang lalu, ada seorang yang sedang sakit cinta Yang melimpah dalam cinta dan pengabdian Dan tidak pernah menemui bencana maupun perselisihan

la mengosongkan tentang jati dirinya Dan seluruh hidupnya sepenuhnya terisi hanya oleh Sang Yang Kekasih Tercinta Mengingat dan menyebutkan namaNya terus menerus

Dia asing terhadap wacana alasan dan agama Cinta Sang Yang Kekasih kepadanya Telah merupakan zat keyakinannya

Ketidak hadiran akan jati dirinya sendiri adalah merupakan pokok dasar mencintai: Hilang musnah, menyatu dengan Sang Yang Kekasih dan mencintai dengan tulus iklas

Pada suatu hari, seorang cendekiawan yang penuh keyakinan akan ilmunya Tiba dari tanah asing

Cendekiawan ini telah belajar tentang kearifan dari seorang guru yang ahli Dan ia mencoba mencerahkan jiwanya sendiri dengan cahaya kearifan

la menoleh kedalam dirinya sendiri Dan merenung dalam - dalam Merenungkan tentang dunia keberadaan adalah menjadi pekerjaannya

Puisi Spiritual Nimatullahi354
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh (lanjutan)

Dia sadar akan dirinya sendiri Bahwa dia mengamati jiwanya sendiri dengan penuh ketelitian Seperti seorang dokter jiwa Pada suatu hari, ia bertemu Seorang Kekasih yang sedang sakit asmara Yang luruh punah jati dirinya, dilanda cinta, dan jiwa yang kebingungan

Si cendekiawan bertanya kepada pecinta, mengapa dia kelihatnnya sangat kacau. "Mengapa engkau tidak sadar akan dirimu se diri dan sepertinya engkau dalam kebingungan?", ia bertanya.

"O' teman, Tidak ada apapun pada diriku ini Kecuali Kekasih yang Tercinta ", jawab si pecinta itu

"Kemanapun aku melihat, yang tampak hanyalah Sang Yang Kekasih Tercinta Aku mabuk tergila-gila dilanda cinta ini.

Cendekiawan menjawab " Itu adalah jalan ketergantungan Dan sebuah pendekatan pada keremajaan yang belum matang"

"Kekasihmu sekarang masih hidup, Namun, saat dia meninggal dunia, Hatimu akan terendam dalam darah

Engkau akan menanggung kesepian dan kepedihan, kata cendekiawan itu Dan menanyakan" Dimana kekasihmu ?"

Engkau membuang waktumu, lebih baik pergilah mencari ilmu pengetauan yang berguna untuk hidup, lanjut cendekiawan itu.

Puisi Spiritual Nimatullahi355
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh (lanjutan)

Cinta tidak membawa apapun, tetapi hanya sakit kepala dan kesedihan belaka Pendeknya, orang yang engkau cintai akan merampok hidupmu

Hiasilah hidupmu dengan kebijaksanaan Yang akan membersihkan dan menjernihkan pikiranmu

Hilangnya jati dirimu dalam cinta adalah ketidakberdayaan Dan ketiadaan akan dirimu adalah mati yang mendadak", Cendekiawan itu melanjutkan petuahnya

Mengetaui cendikiawan itu berkotbah tanpa henti, Sang Pecinta minta maaf dan berkata bahwa ia harus pergi segera

"Sang Yang Kekasihku Tercinta baru saja meninggalkan rumah, Aku harus berburu- buru pulang Aku telah bertaruh hati dan jiwaku untuk cinta

Kata kata dan pembicaraan adalah kosong seperti angin Pecinta adalah seseorang yang telah melemparkan jiwa dan raganya kedalam api cinta", kata yang Pecinta.

Cendikiawan berkata "Dimana sekarang Kekasihmu itu? Tuhan menjadi saksiku bahwa Betapa aku ingin bertemu dengan kekasihmu

Maksud cendekiawan itu adalah untuk memberikan petuah kepada kekasihnya pecinta Tentang pokok pokok kearifan yang tinggi Disertai alasan dan penjabaran tentang kedua-duanya, baik yang tersembunyi Maupun yang kasat mata

Puisi Spiritual Nimatullahi356
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh (lanjutan)

Pecinta menjawab, "Kalau begitu, Ikutilah aku kesana Dan tunggulah hingga engkau dipanggil"

Pecinta dan cendikiawan alhi pemikir itu berjalan tergesa gesa seperti orang gila, Melalui bentangan daratan yang kering menuju tempat dimana Sang Yang Kekasih itu bersemayam

Malam tiba, saatnya untuk istirahat dan tidur, Cendikiawan itu langsung memilih tempat untuk menggeletakkan kepalanya

Menatap kelangit, ia melihat bintang yang lebih bersinar dari bintang yang lainnya

Tiba tiba dia melihat gambaran ibunya, Bintang itu mirip seperti wajah ibunya

Mengingat ibunya dipadang pasir membuatnya bersedih Kenangan akan cinta ibunya memberinya kepedihan

Saat menjelang pagi, kedua orang tersebut melanjutkan perjalanannya Menuju ke kota dimana Sang Yang Kekasih itu berdiam

Akhirnya mereka tiba ditujuan, Dan Sang Yang Kekasih muncul dipintu "Siapa yang menemanimu wahai temanku terkasih ?", Sang Kekasih bertanya

"Dia seorang cendekiawan dari tanah seberang", Jawab pecinta itu

Puisi Spiritual Nimatullahi357
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh (lanjutan)

Pecinta itu bertekuk lutut bersujud dan mencium kaki Sang Yang Terkasih

Orang yang penuh kearifan itu pelan merayap kesudut dengan penuh kebingungan

" Tentang apa sebenarnya semua yang kau bicarakan ?" Suatu kali yang pecinta bertanya kepada cendikiawan Namun lelaki pemikir itu menjawab " Pertama tama, terangkanlah siapa dirimu ". Sang pecinta menunjuk keatas "Apa yang engau lihat dilangit saat itu ?"

"Engkau melihat ibumu pada sebuah bintang dan kenangan akan cintanya membuatmu sedih?".

Si pemikir itu mulai gemetar dalam kebingungan la kehilangan akal sehatnya dan menangis tersedu-sedu

"Itu adalah rahasia !" Kata cendekiawan itu "Bagaimana engkau tau apa yang dipikirkan oleh orang lain?"

Aku tidak mengatakan kepada siapapun tentang hal itu, dan tidak seorangpun pernah mendengar dari ku sendiri?"

"Apa yang muncul dalam pikiran orang yang punya akal Bukanlah suatu rahasia bagi orang yang punya hati", jawab sang pecinta

Puisi Spiritual Nimatullahi358
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Pertemuan Seorang Yang Penuh (lanjutan)

"Pergi dan belajarlah tentang rahasia cinta, Anak Muda Karena kepandaian akalmu akan membuatmu selalu ragu-ragu Apa yang ada didalam cinta, terbaring terbuka untuk kita

Dan hatimu akan menyimpan beberapa rahasia

Pengetauan seorang Kekasih adalah tidak terbatas Bagaimana mungkin akal bisa mencapai pengetauan yang tinggi tidak terbatas?"

Mendengarkan kata kata tersebut, cendekiawan itu semakin kagum " Cinta adalah Rahasia Gaib purbakala". "Aku tidak tau Rahasia Gaib cinta Tuhan ini Aku tidak melihat cinta itu, maupun kesucian dalam diriku

Walaupun aku mengikuti jalan akal dan pemikiran, Mulai saat ini, aku tidak akan merendahkan kekuatan cinta lagi"

Setelah berkata begitu, cendekiawan itu mencium kaki Sang Kekasih Dan pulang kembali kerumah dan kenegaranya

Mengetaui bahwa Cinta adalah Pemberi Cahaya kepada kita Tanpa Cinta didalam jiwamu, engkau tidak akan pernah tau siapa dirimu yang sejati

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 14 September 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi359
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Seorang Yang Telah

PERGI DAN LAINNYA YANG MASIH TINGGAL.

OLEH : DR. ALIREZA NURBAKHSH

Kehidupan setiap orang yang lahir di dunia ini pasti akan berakhir dengan kematian.

Sejak lahir, seseorang bergegas seperti angin menuju ketiadaan Tidak ada jalan alternatif yang bisa diambil

Tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkan kematian. Tanpa pemberitahuan, ia datang membawa kita ke pada kehampaan Tak seorang pun kembali dari sisi lain untuk memberi tahu kita apa yang akan terjadi

Tak seorang pun kembali dari sisi lain dengan berita tentang apa yang terjadi, dari mana kematian berasal, atau misteri-misterinya.

Manusia tidak tahu apa-apa tentang misteri kematian. Mereka sibuk bekerja dan sibuk mencari nafkah.

Ketika orang yang dicintai meninggal dunia orang-orang akan berkata bahwa hidupnya singkat Mereka akan menanyakan detail tentang meninggalnya teman mereka. Pertanyaan mereka menyembunyikan ketakutan akan akhir hidup mereka sendiri.

Puisi Spiritual Nimatullahi360
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Seorang Yang Telah (lanjutan)

Mengapa kita merasa kehilangan ketika kematian tiba? Dan yang lebih mendasar lagi, mengapa kita hidup di dunia ini?

Tiga sahabat karib selalu bersama Waktu berlalu, dan harapan mereka terpenuhi. Ketiganya adalah sahabat dan orang kepercayaan satu sama lain, dan mereka memiliki hati yang sama. Mereka merasa puas dengan kebersamaan mereka. Tiba-tiba keberuntungan berpihak pada salah satu dari mereka. Pertama, dia jatuh sakit, dan semangatnya retak. Dia menghabiskan beberapa hari dalam demam dan kelelahan. Lalu, dia meninggalkan tempat tinggalnya di bumi.

Dua teman setia lainnya duduk di samping ranjang kematiannya, Dan meratapinya dengan kesedihan dan air mata.

Salah satu dari keduanya menjadi marah dan meratap. Kesedihan yang dibawa kehidupan - ia tidak puas dengan nasibnya: "Lihatlah betapa kejamnya permainan kehidupan yang dimainkan terhadap kita, Membawanya pergi dari sini seperti Ini! Tidak ada gunanya datang ke dunia ini. Tidak ada gunanya kita meninggalkannya. Apa gunanya semua penderitaan dan malapetaka dalam perjalanan ini? Ujungnya adalah kematian, dan tujuannya tak diketahui.

Kita akan menjadi debu dan berakhir sebagai bejana tanah liat. Jika kita menginginkan keabadian, kita tidak lebih dari sekedar pengemis. Kita akan menjadi debu di jalan yang dilalui orang. Siapa yang akan ada di sana untuk mengenal kita dan menanyakan kabar kita? Dia menangis tersedu-sedu sambil mengeluh tentang temannya yang telah tiada.

Puisi Spiritual Nimatullahi361
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Seorang Yang Telah (lanjutan)

Teman yang lain mendengarkan dengan baik. Karena dia juga sedang dalam kekacauan karena perpisahan dengan temannya. Dia berkata, "Saya tahu engkau sedang dalam kesedihan dan kesakitan karena kehilangan teman baik kita, seorang pria yang baik. Tapi pernahkah engkau mendengar pria baik hati itu mengeluh? Dia selalu bahagia dan puas sepanjang jalan kehidupannya. Pandangan hidupnya berbeda dari pandanganmu, dan apa yang engkau pikirkan tentang kematian.

Suatu hari dia berbicara kepadaku tentang apa yang penting baginya, mengatakan bahwa dia telah menemukan apa yang dia cari di dunia ini. Dia berkata, 'Ketika aku jatuh pada pedang kematian hanya akan ada kegembiraan dalam lungsin dan pakan ku Aku hidup dalam persahabatan dengan sepenuh hatiku . Aku merasakan cinta dengan tubuh dan jiwaku

Jika engkau bertanya kepada saya apakah saya ingin kembali setelah kehidupan ini? Aku ingin kembali, meski mengetahui semua masalah hidup, Aku akan menjawab ya, tentu saja, dengan penuh kerinduan dan kesenangan Selama pintu cinta dan kasih sayang masih terbuka.

Maka hentikan ratapan ini, karena dia hidup dalam cinta. Namanya tercatat dalam kitab cinta. Mengapa harus ada ratapan?

Itulah kematian, jika seseorang menyerahkan hidup tanpa pernah mencintai.

Karena seorang pencinta akan merasa puas, dan akan hidup selamanya

Puisi Spiritual Nimatullahi362
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah Seorang Yang Telah (lanjutan)

Alireza Nurbakhsh Banbury, 18 Oktober 2025

Catatan: Lungsin adalah benang dasar yang dilentakkan horizontal pada alat tenun. Pakan adalah benang yang dimasukkan secara melintang kedalam benang lungsin saat melakukan penenunan.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi363
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah tentang Pelajaran Cinta Sejati

Kisah tentang seorang pengasih yang mengajarkan tentang "Cinta sejati", yaitu cinta suci murni yang tak bersyarat kepada para kekasih.

Pada suatu hari, yang belum lama berlalu, ada seorang pria, seorang pecinta sejati, dan juga seorang pelayan kemanusiaan. Dia adalah seorang dokter yang mumpuni dan penuh pengabdian terhadap tugasnya.

Melayani seluruh warga masyarakat siang dan malam tanpa pamrih. Dan mengobati segala penyakit tanpa mengharapkan imbalan dari pasiennya dan tidak pula untuk mencari nafkah untuk dirinya. Dia adalah seorang dokter yang sejati yang melayani dengan seluruh jiwa raganya. Dia menyembuhkan segala penyakit dan segala kelainan, tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun juga. Hidupnya adalah untuk melayani kemanusiaan, dan bukan untuk mencari keuntungan pribadi.

Pada suatu hari, datang seseorang yang sangat kekurangan dan papa dalam hidupnya. Dikucilkan oleh semua orang. Ditolak oleh dunia dan akhirat. Tetapi dokter yang pengasih tersebut merawat dan mengobati penyakit orang miskin yang terkucilkan itu, dengan ramuan obat-obatan yang akhirnya bisa menyembuhkan penyakit badan dan hatinya.

Puisi Spiritual Nimatullahi364
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah tentang Pelajaran Cinta Sejati (lanjutan)

Setelah terobati, si miskin yang papa tersebut pulang kembali ke rumahnya, dan dalam perjalanan pulang hatinya dipenuhi dengan perasaan cinta yang luar biasa kepada dokter yang telah mengobatinya. Ketika tiba di rumah, dia merasakan cinta yang tiada tara dalam hatinya kepada dokter yang pengasih itu. Karena tidak bisa menahan kegelisahan hatinya lagi, si miskin yang telah terobati tersebut lari kembali secepatnya untuk menemui dokter yang telah menyembuhkannya.

Si miskin menemukan dokter itu sedang berada di ruangan pribadinya. Dia mengatakan kepada dokter yang penuh kasih sayang itu bahwa dia telah jatuh cinta.

"Hamba jatuh cinta kepada perangaimu. Oh engkau yang sangat beruntung. Gandenglah tangan hamba dan berkenanlah kiranya untuk menjadi pemandu hamba. Hamba ingin menjadi manusia seutuhnya dan bukan manusia yang mementingkan diri sendiri."

Orang miskin yang telah terobati tersebut selanjutnya tinggal dan bekerja bersama dokter yang pengasih itu dalam ketenteraman beberapa saat, karena sang dokter telah menganggap orang miskin yang papa tersebut menjadi teman terkasihnya.

Hingga pada suatu hari dokter yang pengasih mengatakan kepada temannya itu bahwa dia bukan pecinta yang sejati, karena cintanya hanya di lahir saja dan tidak merasuk dalam hatinya. Beberapa hari berlalu dengan tenteram, hanya berakhir saat dokter yang pengasih itu ingin menguji kedalaman cinta temannya tersebut.

Puisi Spiritual Nimatullahi365
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah tentang Pelajaran Cinta Sejati (lanjutan)

Dokter pengasih ini mengatakan bahwa temannya itu adalah pecinta sebatas lahiriah dan cintanya tidak sampai ke kedalaman batiniah. Cinta seperti itu adalah cinta yang mementingkan diri sendiri dan menguntungkan diri sendiri, karena didorong oleh nafsu untuk mencari kepentingan diri sendiri. Cintanya muncul karena adanya keinginan untuk memuaskan diri sendiri. Cinta dari kekasih yang sempurna adalah cinta yang tiada bersyarat kepada kekasihnya. Bagaimana mungkin orang yang malas dan manja memahami tentang "Cinta dari Sang Yang Pencinta"?

Dengan berair mata, orang miskin yang mengaku sebagai pecinta menjawab bahwa cintanya adalah cinta tulus ikhlas lahir dan batin. Setelah kejadian itu, hari kembali berlalu dengan tenteram.

Sampai dengan saat dokter yang pengasih itu memberikan cobaan terhadap pecintanya yang papa itu. Sejak bertemu hingga saat itu, dia tidak pernah mengatakan siapa dirinya dan tidak membuka jati dirinya. Dia tidak pernah memperlihatkan siapa dirinya, maupun menampakkan apa yang ada di dalam hatinya, dari mana asal-usulnya serta watak yang dimiliki sebenarnya. Pecinta yang miskin itu sepertinya sangat mencintai dokter yang pengasih itu. Tetapi dalam kenyataannya, dia jatuh cinta kepada khayalannya sendiri tentang dokter yang mengobatinya itu, dan bukan jati diri dokter itu sendiri.

Puisi Spiritual Nimatullahi366
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah tentang Pelajaran Cinta Sejati (lanjutan)

Selanjutnya, guna mengetahui kekurangan dan kelemahan cinta yang dikatakan hanya untuk dirinya, dokter penolong yang pengasih itu melakukan cobaan kepada pecintanya. Pertama, dengan menunjukkan sikap yang berlawanan terhadap apapun keinginan dan harapan pecintanya, demi mencari dan mengetahui kelemahan dan kekurangan cinta dari pecintanya. Kedua, apapun yang dikatakan oleh pecintanya, dokter penolong itu selalu menantang dan melawan. Bahkan dia tidak mau mendengarkan apapun yang dikatakan, diinginkan dan diharapkan oleh pecintanya. Pada suatu saat dia mencaci pecintanya dengan kata-kata penghinaan di depan umum. Di lain waktu sang dokter mengabaikan pecintanya dan menghindarinya sama sekali.

Perlahan-lahan pecinta yang papa ini kehilangan hasrat keinginan dan bersikap dingin terhadap dokter penolongnya. Pecinta yang papa ini semakin hari berubah menjadi pucat dan hatinya dipenuhi dengan kepedihan. Dia menyangka bahwa dokter penolongnya akan menghabisi nyawanya. Apabila demikian, bagaimana mungkin pertemanan akan bisa dilanjutkan? Akhirnya, pecinta yang papa itu memutuskan bahwa tiba saatnya untuk meninggalkan dokter penolongnya dan pulang kembali ke rumahnya, kembali kepada kesepiannya sendiri. Kemudian dia mengepak barangnya dan pergi tanpa meninggalkan pesan dan tanpa pamit.

Walaupun dokter penolong itu tahu akan perubahan sikap pecintanya yang menjadi pemurung, menarik diri, serta dingin, namun dia selalu berdoa kepada Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, semoga pecinta yang ditolongnya itu diberi anugrah cinta yang sejati.

Puisi Spiritual Nimatullahi367
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah tentang Pelajaran Cinta Sejati (lanjutan)

Beberapa bulan telah berlalu sejak perpisahan antara pria yang malang dan penolongnya, tidak ada berita apapun darinya. Pada suatu hari, orang yang papa dan malang itu tiba-tiba jatuh sakit, terkapar di atas lantai menangis dalam kesedihan. Dan tak ada seorangpun merawatnya.

Dokter yang ditinggalkan pria malang itu mendapat berita tentang penyakitnya. Karena kemurahan hatinya, dokter pengasih itu dengan tergesa-gesa melakukan perjalanan untuk menjemput temannya itu. Temannya yang malang itu dibawa pulang ke rumahnya untuk dirawat dalam duka dan larannya.

Dokter terkasih itu merawat temannya yang malang beberapa tahun lamanya dan selalu menjaga di sampingnya meskipun dia sangat sibuk dengan beban pekerjaan sehari-harinya. Dalam perawatannya, orang yang malang yang sedang sakit itu terus-menerus mencaci maki dan menyumpahi dokter yang telah merawat dan menyembuhkannya itu. Walaupun demikian, dokter yang pengasih itu tetap merawat dan menjaganya siang dan malam di sampingnya dengan kesabaran dan kasih sayang.

Hingga pada suatu hari, saat sedang mengerang kesakitan, orang yang papa itu terjatuh dan luka parah. Dan waktunya habis untuk orang yang malang itu. Ajal menjemputnya.

Pada saat nyawanya meregang, dia membuka matanya dan melihat dokter yang pernah dicintainya duduk di samping tempat tidurnya.

Puisi Spiritual Nimatullahi368
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Kisah tentang Pelajaran Cinta Sejati (lanjutan)

"Bagaimana keadaanmu, temanku?" tanya dokter yang pengasih itu kepada orang yang papa itu.

"Hamba tidak ingin yang lainnya, hamba hanya ingin dirimu," jawab orang miskin papa yang sedang meregang nyawa itu. "Engkau telah mengajariku tentang cinta yang tanpa bersyarat. Dan yang telah menyalakan cahaya untukku yang dalam kegelapan."

Setelah mengatakan itu, orang yang papa itu menghembuskan nafasnya yang penghabisan dengan penuh kebahagiaan. Dan berjalan menuju api cinta didampingi oleh teman terkasihnya di sampingnya.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 1 September 2023Kidung Asmarandana
Puisi Spiritual Nimatullahi369
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Manusia Seutuhnya 241003 160500

Musim Gugur telah tiba, Bunga bunga Mawar di kebun kita melepaskan kelopaknya satu demi satu,

Kelopak kelopak bunga jatuh ke tanah.

Hari berikutnya, penjaga kebun bunga memotong ranting dan cabangnya, Dan ditumpuk diletakan diatas kelopak kelopak bunga yang jatuh.

Semua bagain dari bunga Mawar terhampar di atas tanah, Sehingga bukan lagi sebuah kebun.bunga.

Keseluruhan selalu lebih besar dari pada jumlah bagiannya.

Begitu juga dengan manusia, Ketika dipangkas kebahagian dan cintanya, Seakan akan seperti badai angin ribut yang mencabik cabik badan seseorang dan melemparkan cabikan cabikan itu dengan sembarangan. Sayang sekali, bukan lagi manusia seutuhnya.

Mempunyai telinga, mulut, hidung dan kaki tidak Sepenuhnya menjadikan manusia seutuhnya. Manusia seutuhnya adalah seseorang yang hatinya dipenuhi akan kehangatan cinta dan suka cita.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 3 September 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi370
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Mengenang Kekasih Yang Tiada Taranya

Apakah engkau tau bahwa tanpamu aku tidak mempunyai berita baru Tidak ada api dalam hatiku, tidak ada semangat dan tidak ada kemauan

Hatiku yang sedang kasmaran sudah tidak terhitung banyaknya berkata tentang cinta: Tetapi semua kata kata adalah milikmu, Aku tidak mempunyai keahlian maupun kepasihan.

Dengan engkau disampingku, aku menepakkan sayapku dan terbang menuju ke kaisaran Tanpamu Duh' Sagi' penyaji anggur dihatiku, Aku tidak mempunyai bulu dan tidak mempunyai sayap

Buah cintamu adalah manis gula dan manisan segala buah sajian para dewa (ambrosia) untuk jiwaku: Tanpamu aku tidak menghasilkan buah dikebun cinta dan kasih sayang

Kekasihmu-Tatapan yang membinasakan- yang membawa cahaya di mata hatiku, Tanpa cahaya dari matamu aku tidak mempunyai penglihatan

Aku dulunya api, dan abuku telah diberikan kepada angin Engkau telah menetap tinggal dalam hatiku dan sekarang tidak ada yang tersisa tentang keberadaanku

Puisi Spiritual Nimatullahi371
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Mengenang Kekasih Yang Tiada Taranya (lanjutan)

Engkau berkata " Oh, engkau telah menjadi cahaya lilin yang menerangi semua hati !" Aku tidak mempunyai keberhasilan untuk diriku sendiri: Engkaulah yang menganugrahkan cahaya dalam jiwaku, Alireza Nurbakhsh London, 10 Desember 2024

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi372
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Oalandar

"GURU MANUNGGALING JATI "

Dahulu, ada seorang Oalandar, "dia adalah pengembara cinta dan guru Manunggaling Jati" yang tidak mempunyai kediaman, selalu mengembara

Yang selalu bernyanyi sambil berjalan Marilah temanku, kita menjalankan cinta dengan tulus dan sepenuh hati Dan bangunlah untuk menolong sesamu dengan penuh keiklasan

Dia mempunyai suara yang hangat Mengingatkanku kepada seorang darvish yang berkelana dimasa kecilku

Dia membawa tas kulit dan berkelana dari tempat satu ke tempat lainnya Dia mengilhami siapa saja dengan suaranya yang penuh kasih sayang Aku berkata kepadanya, Apa yang kau nyanyikan adalah indah, tetapi Itu tentang cinta dan kasih sayang kepada sesama lainnya Dan apabila berbicara tentang mereka yang hatinya murni, Aku adalah seorang pencari kebenaran sejati Tetapi engkau berbicara hanya tentang keindahan budi pekerti dan kasih sayang yang lumintu tiada henti

Puisi Spiritual Nimatullahi373
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Oalandar (lanjutan)

Dia menjawab, engkau tidak waras , wujud yang berakal, Ketika aku berbicara tentang cinta Aku mencari kebenaran sejati dalam wujud yang lain lainya Kebenaran sejati dari para pecinta adalah Satu Mereka melihat semuanya sebagai satu kesatuan Dan satu untuk semuanya Kemudian dia melanjutkan dengan lagunya Kita menyadari akan arti kehidupan Ketika kita membakar pamrih kita yang mementingkan diri sendiri kepada obor kebenaran dan kebajikan Dan menyerahkan cahaya diri untuk mencerahkan yang lainnya

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 1 Nopember 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi374
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Penari yang Mempesona

Pada tahun 1960-an ketika jiwa-jiwa gelisah orang Amerika menengok ke Arah Timur (Timur Tengah dan Asia) untuk mencari arti kehidupan, Alex, seorang penari dari Iowa, memusatkan perhatiannya pada dunia mistik kuno.

Ia masih segar lulus dari Juilliard. Juilliard adalah sebuah akademi Seni Drama paling terkenal dan terhormat di New York, Amerika Serikat. Dan Alex merindukan yang lebih dari tepukan tangan dan penataan tari. Ia menginginkan "wahyu".

Istanbul adalah gerbang awal perjalanannya. Kemudian dia membayangkan ke Iran, lebih jauh lagi ke Afghanistan lalu ke India - tempat-tempat dimana nama nama tersebut gemerlap di dunia mistik dengan janji janji indah.

Malam pertama di kota Istanbul, Alex berjalan-jalan di Pasar Besar Istanbul yang udaranya beraroma rempah rempah dan bayangan masjid masa lalu dengan suara adzan bergema di sepanjang gang gang pasar besar itu.

Pada suatu sore, Ia menghadiri upacara Mehlevi, dia berharap akan menyaksikan suatu pertunjukan aneh dan asing baginya, namun apa yang dilihat sangat mengejutkan dirinya hingga ke tulang sumsum.

Puisi Spiritual Nimatullahi375
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Penari yang Mempesona (lanjutan)

Gerakan berputar para Dervish bukanlah suatu pertunjukan, namun adalah sebuah doa. Bukan suatu tontonan namun suatu "penyerahan diri dan keikhlasan". Suara dari suling mengisi ruangan bagaikan nafas dari dunia lain. Pada setiap putaran gerakan tari, Alex melihat sekilas keabadian. Tatanan tariannya tidak lagi berbentuk, namun menjadi jalan menuju ketidakterbatasan. Bertekad untuk mempelajari tarian lebih lanjut, Alex mencari tahu tentang para Dervish penari dan minta untuk bisa ikut mereka untuk belajar menari.

Para Dervish akhirnya membawa Alex ke tempat mereka tinggal yang disebut "Tekke" di Turki, dan menghadap Sheikh.

"Jalan ini bukan tentang menari. Namun tentang "Tuhan" dan tentang "Pengabdian"." Kata Sheikh saat Alex berdiri di depannya. Penuh keinginan untuk mengetahui lebih lanjut Alex menyatakan kesediaannya untuk mematuhi segala peraturan.

Sheikh, pemimpin Tekke tersebut menerima Alex sebagai muridnya dan menerangkan tentang makna jubah yang dipakai. Jas warna hitam yang melambangkan keterikatan pada dunia yang harus ditinggalkan, sedangkan rok warna putih bermakna untuk pembalut egoisme atau pembalut pemusatan pada kepentingan diri sendiri, topi yang tinggi melambangkan batu nisan kita sendiri, dan gerakan "berputar" dalam tarian Sufi adalah bermakna "Sufi sudah meninggalkan dunia fana, sebelum kematian itu datang padanya".

Puisi Spiritual Nimatullahi376
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Penari yang Mempesona (lanjutan)

Namun hati Alex belum siap untuk mati.. Ia mempelajari teknik-teknik tarian Sufi, namun menolak untuk rendah diri. Bangun pagi-pagi memasak sarapan untuk para Dervish, saudara seperguruannya di Tekke terasa sangat membosankan. Alex merasa bahwa mencuci piring dan membersihkan dapur adalah suatu pekerjaan yang hina baginya yang merupakan penari terkenal di New York. Walaupun demikian ia tetap diam. Tetapi dalam hatinya tetap berkata "Aku lahir untuk menjadi penari di setiap panggung pertunjukan dan bukan bekerja di dapur".

Dalam beberapa bulan Alex telah menguasai semua teknik tarian "Whirling Dervish", Badannya berputar dengan sempurna, putaran baliknya sangat indah, kekuatan dan ketahanan tubuhnya tidak ada yang menandingi.

Para penonton terpesona melihatnya saat penampilannya di upacara untuk umum. Namun saat ia berdiri dengan sapu di tangan dan tangannya menyangga baki makanan, kegelisahannya semakin memuncak. Dia merindukan pengakuan dan kemasyuran, bukan ketidakjelasan. Akhirnya dia meninggalkan perkumpulan Sufi itu dengan alasan adanya kepentingan keluarga yang harus dihadiri.

Sheikh melepaskan Alex dengan pesan bahwa "Ketika engkau menari berputar, biarkanlah hatimu menjadi "Pusat". Hanya dengan demikian maka putaranmu dapat memeluk seluruh ciptaan di dunia dengan cinta". Ingatlah bahwa Pengabdian adalah akar dari cinta. Dan tanpa cinta tarian Sufi kosong tanpa Jiwa.

Puisi Spiritual Nimatullahi377
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Penari yang Mempesona (lanjutan)

Sekembalinya ke New York, Alex mementaskan "Sufi Dance The Whirling Dervish", "Tarian Sufi Dervish yang Berputar", penonton pun terpesona dan kritikus memujinya sebagai penari Sufi yang mengagumkan. Ketenarannya melambung ke angkasa, namun lingkarannya kosong dan gerakannya tanpa arah. Tepuk tangan yang meriah di teater, tidak mampu menggemakan keheningan Tekke.

Setelah pementasan tarian Sufi selesai, dalam acara Tanya Jawab, seorang laki-laki tua berdiri dan bertanya "Katakanlah, di mana engkau mempelajari tarian Sufi yang engkau pentaskan tadi ?", katanya. "Di Istanbul", jawab Alex dengan bangga. "Tarian Whirling Dervish ini saya pelajari selama tiga bulan. Dan aku berhasil menguasai teknik-teknik tariannya dengan sempurna", kembali Alex menjawab.

"Sufi bukanlah suatu cara untuk menguasai teknik, namun menyerahkan diri kepada Kebenaran. Tarian Sufi atau "Whirling Dervish" adalah tarian untuk menghilangkan jati diri kita sendiri dan menyerahkan diri kepada Kebenaran Sejati". "Ketika engkau berputar, engkau mengangkat tangan kananmu ke atas, itu untuk menerima berkah dan anugrah dari Tuhan yang Maha Agung. Tangan kirimu menunjuk ke bawah: Bumi, ini untuk menyampaikan berkah dan anugrah untuk semua ciptaan". "Anugrah dan berkah apa yang telah engkau berikan selama ini ?" Kata orang tua itu kembali.

Puisi Spiritual Nimatullahi378
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Penari yang Mempesona (lanjutan)

Beberapa saat Alex tersendat. Ia tertawa sinis dan menjawab "Bagiku yang paling penting adalah menguasai tarian Sufi Whirling Dervish. Sisanya - memberi makan orang miskin, menjadi pelayan di dapur semua adalah tidak bermakna. Hidupku terlalu berharga untuk melakukan itu semua".

Mendengar kata-kata Alex, tiba-tiba aula pertunjukan itu menjadi sunyi. Penonton melihat kejadian itu sebagai yang diceritakan oleh Rumi : Tentang Serigala yang masuk ke tong cat.

Terbungkus dalam warna pinjaman, serigala itu berdiri dengan bangganya di antara para binatang. Seakan-akan dirinya telah berubah menjadi seekor burung Merak.

Namun ketika ia membuka mulut bersuara, yang keluar dan yang terdengar adalah raungan serigala.

Sama dengan Alex, tariannya menakjubkan siapapun yang melihatnya, namun hatinya tetap tidak tersentuh. Dan para penonton mengerti bahwa, walaupun tariannya adalah Whirling Dervish, namun tarian itu hanya sebuah sajian pertunjukan pentas belaka yang tidak mengandung makna apapun. Bagaikan gambar sebuah lingkaran yang kosong di tengahnya.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh Anna San TaylorLondon, 22 September 2025Kidung Asmarandana
Puisi Spiritual Nimatullahi379
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Qalandar: Guru Manunggaling Jati

Dahulu, ada seorang Qalandar, "dia adalah pengembara cinta dan guru Manunggaling Jati" yang tidak mempunyai kediaman, selalu mengembara.

Yang selalu bernyanyi sambil berjalan: Marilah temanku, kita menjalankan cinta dengan tulus dan sepenuh hati. Dan bangunlah untuk menolong sesamu dengan penuh keiklasan.

Dia mempunyai suara yang hangat. Mengingatkanku kepada seorang darvish yang berkelana dimasa kecilku.

Dia membawa tas kulit dan berkelana dari tempat satu ke tempat lainnya. Dia mengilhami siapa saja dengan suaranya yang penuh kasih sayang.

Aku berkata kepadanya, Apa yang kau nyanyikan adalah indah, tetapi itu tentang cinta dan kasih sayang kepada sesama lainnya. Dan apabila berbicara tentang mereka yang hatinya murni, aku adalah seorang pencari kebenaran sejati. Tetapi engkau berbicara hanya tentang keindahan budi pekerti dan kasih sayang yang lumintu tiada henti.

Dia menjawab, engkau tidak waras, wujud yang berakal. Ketika aku berbicara tentang cinta, aku mencari kebenaran sejati dalam wujud yang lain lainya. Kebenaran sejati dari para pecinta adalah Satu. Mereka melihat semuanya sebagai satu kesatuan, dan satu untuk semuanya.

Puisi Spiritual Nimatullahi380
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Qalandar: Guru Manunggaling Jati (lanjutan)

Kemudian dia melanjutkan dengan lagunya: Kita menyadari akan arti kehidupan, ketika kita membakar pamrih kita yang mementingkan diri sendiri kepada obor kebenaran dan kebajikan, dan menyerahkan cahaya diri untuk mencerahkan yang lainnya.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 1 November 2024Kidung Asmarandana
Puisi Spiritual Nimatullahi381
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Sang Ahli Gaib Guru Majus

Sang Ahli gaib guru Majus menyantapku dalam apinya hingga aku terbakar sepenuhnya. Sehingga aku tidak sadar akan diriku sendiri Dan tidak tau apapun kecuali Cinta

Kekasihku tercinta berkata kepadaku tentang Kecantikan Pemberian Tuhan Sehingga cinta menjadi suasana batinku dan semua yang aku ucapkan.

Pendakwah agama berbicara hanya tentang kemarahan Tuhan, Karena hanya sifat inilah yang dapat mereka lihat, Aku kehilangan hatiku, Aku hanya membaca buku tentang keanggunannya.

Sejak dari pertama saat aku melihat mata bunga Narsisnya yang memabukan Aku membuat sumpah pengabdian Dan itu tercetak dalam jiwaku

Sagi Sang Penyaji anggur, pergi ke bejana tempat penyimpanan anggur Dan memanggilku untuk berada disebelahnya Seluruh jiwaku dan seluruh ragaku dipadamkan oleh cinta.

Di dalam kedai asmara, aku pasrahkan diriku kepada Kekasihku yang penuh kebajikan Dia melucuti segala galanya yang ada padaku Dengan panah dari matanya

Aku menghabiskan hidupku sebagai abdi Sang Ahli Gaib Guru Majus, Beliau menganugrahkan Cahaya kepadaku di candi api hatiku.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 10 Oktober 2024
Puisi Spiritual Nimatullahi382
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Sebuah Pendekatan Baru (1)

Sebuah Pendekatan Baru Aku datang untuk mengaduk cinta didalam hati dan jiwa Untuk membasuh bersih pola pemikiran diri sendiri dan membawa cinta kedalam hati

Aku datang untuk menyebarkan persahabatan, seperti hujan bunga mawar untuk menciptakan pendekatan baru Yang akan menyegarkan jiwa.

Walaupun hanya ada keindahan yang terlihat hanya melalui mata Tuhan. Aku akan melihatnya bagus walaupun kelihatannya keburukan dimana saja.

Aku harus melarang akal didalam pikiran dengan seteguk anggur Dan membuat keributan di kedai minuman dengan Kekasihku Yang tiada tara harganya disampingku.

Aku akan membuat para kekasih hilang ingatan dengan cinta yang tiada terbatas Dan membuat orang yang suka berpikir lupa akan dirinya sendiri dan penuh dengan gairah cinta

Apapun yang kau lihat adalah kebenaran sejati penampakan wajah Sang Yang Kekasih: Aku datang untuk mengubah setetes air menjadi Samodra Dengan cinta dari Sang Yang Tercinta yang tiada bandingan dan persamaannya

Puisi Spiritual Nimatullahi383
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Sebuah Pendekatan Baru (1) (lanjutan)

Aku memberikan cahaya kepada seluruh dunia hanya karena kemurahan dan cinta dari Sang Yang Kekasih Tercinta.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaWashington DC, 28 October 2023
Puisi Spiritual Nimatullahi384
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Suara Sapi dalam Pikiran

Winona tinggal di pinggir kota, di sebuah kabin di tempat di mana hutan bertemu dengan sungai. Orang-orang bilang dia adalah orang yang aneh. Dia membuat perhiasan perak, jarang bicara, dan terkadang duduk berjam-jam di tepi air tanpa bergerak.

Anak-anak berbisik bahwa dia bisa berbicara dengan binatang. Orang dewasa lebih suka menyebutnya eksentrik—tidak berbahaya, meski agak tidak biasa sebagaimana orang umum bersikap.

Ketika seseorang dari Lingkaran Meditasi "Still Waters" (Air Tenang) mengundangnya untuk bergabung dengan sesi Minggu mereka, ia hanya tersenyum.

"Sangat membantu," kata wanita dari "Still Water" yang duduk bersama seorang pemandu. "Guru kami, Maya, telah mencapai ketenangan yang luar biasa." Katanya lagi.

Minggu itu, Winona muncul di tengah para peserta meditasi "Still Water". Bertelanjang kaki, rambutnya diikat longgar. Ruangan itu hangat dengan cahaya lilin, dan aroma bunga lavender mengisi udara. Kelompok itu duduk mengelilingi Maya, yang sikapnya tenang serta tampak percaya diri. Seperti seseorang yang telah lama dihormati oleh orang lain.

Puisi Spiritual Nimatullahi385
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Suara Sapi dalam Pikiran (lanjutan)

"Tutup matamu," kata Maya lembut. "Tarik napas... tahan... dan lepaskan. Rasakan keheningan di dalam kehampaan total." Kata-katanya melayang bagai lagu pengantar tidur di seberang ruangan.

Untuk sesaat, hanya terdengar suara napas samar-samar, dengungan lembut ventilasi udara, dan derit lantai.

Tiba-tiba Winona membuka mulutnya dan menghembuskan napas pelan, sambil berkata: "Moooooo" dengan mata terbelalak.

Seseorang terkesiap. Bahu Maya menegang, ketenangannya buyar. Namun dia mencoba menahan terus tetap bermeditasi agak cukup lama. Agar semua orang bisa merasakan ketenangan yang dicari.

Ketika sesi berakhir, seorang pria menyerang Winona. "Kenapa kau lakukan itu? Kau merusak seluruh meditasimu."

Suara Winona terdengar lembut saat berkata "Aku hanya mengulang apa yang kudengar." Sambil menatap langsung ke arah Maya.

"Kau bicara tentang ketenangan, tapi pikiranmu melayang di padang rumput. Kau sedang memikirkan seekor sapi." Kembali kata Winona dengan lembut.

Kelompok itu tertawa, malu. Wajah Maya memerah. "Itu konyol. Tidak mungkin."

Puisi Spiritual Nimatullahi386
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Suara Sapi dalam Pikiran (lanjutan)

Winona mengangkat bahu sambil berkata. "Ketika pikiran mengembara, keheningan pun ikut mengembara." Semua diam dan tak seorang pun menjawab.

Namun malam itu, sendirian di apartemennya, Maya teringat—sapi yang dilihatnya di jalan masuk pagi itu. Kibasan ekornya yang malas, dan rasa nyaman yang aneh yang ditimbulkannya. Ia telah membawa ingatan tentang sapi itu ke lorong pikirannya tanpa menyadarinya.

Minggu berikutnya, sebelum memimpin meditasi, Maya menundukkan kepalanya ke tempat kosong di mana Winona duduk minggu lalu. Sebagai rasa hormat dan penghargaan akan kemampuan batinnya.

"Ayo kita mulai," katanya pelan. "Dan kalau ada sapi yang terlintas di pikiranmu, biarkan dia lewat sebelum kau menutup gerbang."

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaBanbury, 3 Oktober 2025Kidung Asmarandana
Puisi Spiritual Nimatullahi387
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Sumpah Seorang Pembersih Jalan

Kota itu tak pernah tidur. Siang hari jalanannya macet total, trotoarnya berdenyut oleh kerumunan orang yang berdesakan, dan malam harinya bergemuruh dengan neon, musik, dan derap tubuh yang gelisah.

Namun ketika bar-bar tutup dan tawa mereda, keheningan pun menyelimuti—kecuali derit sapu. Ia selalu ada di sana, sang pembersih jalan. Seorang pria biasa, berjanggut putih, selalu tersenyum. Setiap malam ia mendorong sapunya menyusuri jalan panjang, menyapu sampah menjadi tumpukan-tumpukan kecil dan membawanya ke tempat sampah di sudut jalan.

Tidak seorang pun tahu kapan ia mulai. Bagi kebanyakan orang, itu hanya bagian dari latar belakang seperti tiang lampu atau toko-toko yang tutup. Tetapi bagi mereka yang memperhatikan, ia adalah orang dengan kegigihan yang aneh.

Puisi Spiritual Nimatullahi388
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Sumpah Seorang Pembersih Jalan (lanjutan)

Kota itu menghasilkan lebih banyak sampah daripada yang bisa disapu oleh satu orang. Setiap malam, tumpukan sampah baru menggantikan tumpukan sampah yang telah ia bersihkan. Pekerjaan itu tak ada habisnya, dan bagi banyak orang itu tampak sia-sia. Tetangga bercanda tentangnya. Orang yang lewat mengejeknya: "Untuk apa menyapu? Truk sampah akan datang juga." Bahkan para pemilik toko, yang diam-diam mendapat manfaat dari usahanya, menggelengkan kepala dan bergumam, "Dia pasti gila." Tetapi pria itu tidak pernah menjawab. Sapunya bergerak dengan mantap, setia, seolah-olah setiap botol, setiap bungkus, setiap puntung rokok adalah penting semua.

Puisi Spiritual Nimatullahi389
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Sumpah Seorang Pembersih Jalan (lanjutan)

Suatu malam, seorang pejalan kaki berhenti. Ia seorang pemuda yang sedang berjalan pulang, dan ia tersentuh oleh dedikasi petugas kebersihan yang tenang. Ia bertanya: "Mengapa kau menyia-nyiakan dirimu untuk ini? Tidakkah kau lihat, ini sia-sia? Kau bisa menyapu selama seribu tahun dan jalanan takkan pernah bersih. Kota ini akan menguburmu di tempat sampah jauh sebelum kau menang." Petugas kebersihan itu berhenti sejenak. Ia bersandar pada sapunya dan berkata: "Kau lihat sampah. Aku lihat sebuah sumpah. Ada satu yang kucintai. Dia berkata padaku: 'Jika kau bisa membuat jalan yang cukup bersih untuk kulalui tanpa tersandung, aku akan datang padamu.' Aku sudah berjanji kepadanya. Aku bersumpah akan melakukan apa yang dia minta. Dan aku tidak akan berbohong ataupun berdusta dalam cinta. Jadi aku menyapu, malam demi malam. Jika suatu hari jalan itu bersih, dia akan kembali". Apabila kematian datang terlebih dahulu, biarlah datang. Paling tidak aku akan mati dalam sumpahku."

Terkadang, meskipun tak seorang pun memperhatikan, pria itu berhenti dan memandang ke ujung jalan. Dan di sana, di tempat cahaya lampu menghilang dalam kegelapan, ia merasa telah melihatnya. Sesosok yang menunggu di ujung jalan, diam dan sabar, seolah-olah ia akan melangkah maju jika saja jalan itu bersih.

Orang-orang menyebutnya bodoh, orang yang terbuang sia-sia. Namun, ia tahu sesuatu yang tidak mereka ketahui: bahwa cinta bukanlah tentang kemenangan, bukan tentang kesuksesan, melainkan tentang pengabdian.

Puisi Spiritual Nimatullahi390
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Sumpah Seorang Pembersih Jalan (lanjutan)

Pengkhianatan terhadap sumpahnya berarti pengkhianatan terhadap dirinya sendiri. Dan ia tetap begitu—sosok penyendiri dengan sapu terbang, kekasihnya selamanya tak menentu, sumpahnya tak tergoyahkan.

Dalam jerih payahnya yang tak berujung dan mustahil, ia mengungkapkan apa yang tak dapat dilihat orang lain: bahwa pengabdian itu sendiri, yang tak ternoda oleh hasil, adalah bentuk cinta yang paling murni.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 25 September 2025Kidung Asmarandana
Puisi Spiritual Nimatullahi391
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Ujian Hati

Udara di khanigah tak hanya terasa berat, tetapi juga bergetar, seolah dinding-dindingnya sendiri menahan napas. Para darwis bergerak gelisah, mata mereka saling melirik dengan bingung. Sesuatu yang tak terpikirkan telah memutus lingkaran itu.

Seorang pria yang telah menapaki jalan tersebut selama lebih dari tiga puluh tahun, seorang murid yang diangkat ke tingkat syekh, telah menyatakan bahwa sang guru palsu. Dengan suara yang dipertajam oleh keyakinan, ia mengumumkan bahwa hanya dirinyalah pemandu sejati, bahwa mimpi dan meditasinya mengungkapkan jalan yang sejati, dan bahwa ajaran sang guru yang telah diikuti selama dua puluh tahun hanyalah tabir.

Sang guru, dengan kesabaran dan kasih sayang, pertama-tama memanggilnya secara pribadi. Beliau berbicara dengan lembut, mengingatkannya akan jerat ego. Kemudian sang guru mengutus para darwis senior, sahabat karib selama bertahun-tahun, untuk memohon kepadanya. Namun kata-kata mereka jatuh bagai air di atas batu. Sang syekh tetap teguh. Baginya, pemberontakan ini bukanlah pengkhianatan melainkan keselamatan, tugasnya untuk menyelamatkan para pencari dari kesalahan.

Puisi Spiritual Nimatullahi392
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Ujian Hati (lanjutan)

Beberapa orang berkumpul di sekitarnya, bukan demi kebenaran, melainkan demi janji: iming-iming kekuasaan, kedudukan, dan kekayaan. Setiap kali utusan sang guru berusaha membujuknya, para sahabat ini menenggelamkan suara mereka, menyuburkan ilusi sang syekh dan mengobarkan api kesombongannya. Akhirnya, sang guru melepaskannya. Syekh pemberontak itu pun pergi, membawa serta beberapa pengikutnya.

Berita menyebar bagai api: seorang pria yang dihormati selama puluhan tahun, yang dipercaya mengajar, telah memisahkan diri. Bisik-bisik memenuhi para khanigah. Beberapa ragu: jika sang guru benar-benar seorang pembimbing, mungkinkah ini terjadi? Yang lain bersikeras: sang guru telah melihatnya sejak awal. Ia membiarkannya agar kebenaran terungkap.

Sang guru sendiri tetap diam. Ia tak mengucapkan sepatah kata pun yang menghakimi, tak ada kepahitan, tak ada kesedihan. Demi sopan santun, tak seorang pun darwis menyebut nama sang syekh di hadapannya. Namun, luka itu masih membekas di hati banyak orang.

Puisi Spiritual Nimatullahi393
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Ujian Hati (lanjutan)

Pada suatu sore di musim panas, di pusat Sufi di pedesaan Inggris, keheningan pecah. Sang guru duduk di antara sekelompok pencari ilmu yang datang dari berbagai negeri. Di antara mereka terdapat seorang darwis tua dari Teheran, yang sudah lebih dari dua puluh tahun tidak bertemu dengannya. Sang guru menyapanya dengan hangat dan bertanya tentang para darwis di Iran. Lelaki itu menjawab dengan penuh semangat, namun di balik kata-katanya tersimpan pertanyaan lain: akankah sang guru akhirnya berbicara tentang sang syekh?

Namun sang guru tidak melakukan itu. Alih-alih, setelah jeda sejenak, ia membuka buku catatannya, menulis dalam diam untuk waktu yang lama, lalu mendongak. "Apa lagi?" tanyanya lembut.

Undangannya jelas. Hati sang darwis bergetar.

"Guru," katanya akhirnya, "masih banyak yang bingung. Bagaimana mungkin seseorang yang telah mengabdikan tiga puluh lima tahun di jalan-Mu, yang telah mencapai maqam syekh, mengkhianati-Mu?"

Sang guru tersenyum.

"Sahabatku, tak ada pangkat dan tak ada lama pengabdian yang dapat melindungi kita dari ego. Hingga napas terakhir, ego menunggu di ambang pintu. Hanya hati yang dipenuhi cinta Tuhan yang dapat menghalanginya masuk."

Puisi Spiritual Nimatullahi394
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Ujian Hati (lanjutan)

Sang darwis mendesak lebih jauh. "Seandainya Guru tahu dari awal bahwa orang ini suatu hari akan menentang Guru, apakah Guru masih akan menerimanya ke dalam tarekat?"

"Tanpa ragu," kata sang guru. "Karena mereka yang datang diutus oleh Tuhan, dan mereka yang pergi diambil oleh Tuhan. Tugasku bukanlah menentukan nasib mereka, melainkan melayani mereka sebaik mungkin. Aku tidak meminta apa pun dari mereka yang mengaku mencari kebenaran."

Sang darwis menundukkan pandangannya. "Tapi Guru, apakah Anda tidak berharap dia tidak melakukan apa yang telah diperbuatnya?"

Sang guru terdiam sejenak, lalu berkata, "Tentu saja aku menginginkannya. Kepergiannya menyebabkan kebingungan dan kepedihan bagi banyak orang. Namun, tanpa pengkhianatan, bagaimana kita bisa mengenal kesetiaan? Tanpa kepalsuan, bagaimana kita bisa merasakan kebenaran? Perbuatannya menjadi cermin yang harus dicerminkan setiap darwis untuk melihat ke dalam jiwanya sendiri, untuk memutuskan mana yang nyata dan mana yang ilusi. Jalan ini tak lain hanyalah ujian hati, penyingkapan ego yang terus-menerus."

Sang darwis menggigil gemetar mendengar jawaban tersebut, dan berkata, "Betapa hal ini sungguh menakutkan. Guru, jangan pernah tinggalkan aku. Semoga cahaya-Mu senantiasa menyinariku."

Sang guru tertawa.

Puisi Spiritual Nimatullahi395
Kumpulan Kisah tentang Sufi

Ujian Hati (lanjutan)

"Selama cinta masih hidup di hatimu," katanya, "kamu tidak akan pernah ditinggalkan."

Nimatullahi Sufi OrderDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 29 September 2025Kidung Asmarandana
Puisi Spiritual Nimatullahi396

Lainnya

2 puisi

397
Lainnya

HATI YANG BERGELORA

Alireza Nurbakhsh, Banbury, 4 November 2024

Hatiku bergelora melihat wajahnya yang cantik mempesona
Hati melanggar sumpahnya sendiri akan ketenangan
Aku menjadi budak cinta dan pemuja anggur dari bibirnya yang merah delima.

Dari seruputan yang pertama, Aku terpuruk, bingung, kehilangan kesadaran, kesana kemari, dan kehilangan akal.

Saat menjelang pagi, aromaNya tercium menyegarkan jiwaku
Aku lupa tentang diriku sendiri dan segala galanya.

Aku adalah seorang Kekasih aku tidak ada pilihan selain menanggung kekerasannya
Hatiku telah berlutut dibawah pedang kepedihan cinta sejak dari mulainya waktu.

Kekuatan cinta dan kegilaan menyerang hatiku
Dan gelombang rambutnya adalah tentara yang membendung jalan pikiran ku.

Senalam, pembunuh para kekasih dan pecinta- Guru kita- memberikan ceramah dalam pertemuan sebagai berikut :
Siapa yang berteman dengan cinta
Akan dibebaskan dari kayalan dan angan angan kosong.

Nurbakhsh dengarkan panggilan San Yang Terkasih dari setiap atom di hatimu
Dan Nurbakhsh meletus seperti balon menjadi satu dengan samodra.

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri Yuwana
Puisi Spiritual Nimatullahi398
Lainnya

Kisah Para Sufi

CERMIN KECAMAN DIRI
Oleh Dr. Alireza Nurbakhsh

“Orang yang mengetahui kesalahannya sendiri lebih dekat dengan kebenaran daripada orang yang melihat kesalahan orang lain.”
- Bayazid Bastami

Sang profesor berdiri di hadapan para mahasiswanya, suaranya tenang dan penuh pertimbangan.
"Mengkritik gagasan dalam mengejar kebenaran itu satu hal," katanya, "menyalahkan, mencari kesalahan orang-orang yang memegangnya itu hal yang berbeda.
Yang pertama menuntun pada pemahaman, yang kedua pada kepahitan. Kita harus melakukan yang pertama jika kita ingin tumbuh dalam kebijaksanaan, dan menjauhi yang kedua, karena itu hanya melahirkan kesombongan dan permusuhan."

Kelas hening. lalu Margaret mengangkat tangannya. "Profesor, kebanyakan orang tidak memisahkan ide mereka dari identitas mereka. Ketika Anda mengkritik ide mereka, mereka menganggapnya sebagai kritikan yang ditujukan kepada pribadinya, kemudian membalas nya. Lalu, apa yang harus dilakukan?"

Sang Profesor tersenyum tipis.
"Menjadi manusia itu urusan yang rumit. Aku akan mengingatkan mereka bahwa aku hanya peduli pada kebenaran, bukan kepribadian mereka. Jika mereka tidak bisa membedakannya, aku akan berhenti berdebat. Tidak ada cahaya yang ditemukan dalam pertengkaran yang hanya memuaskan ego."

Puisi Spiritual Nimatullahi399
Lainnya

Kisah Para Sufi (lanjutan)

Margaret mengangguk, tetapi merasa tidak yakin. la pernah mencoba ini dengan teman- temannya sebelumnya. Setiap diskusi berakhir dengan perasaan terluka dan keheningan yang panjang. Setiap kali, ia berkata pada dirinya sendiri bahwa ide-ide yang salah harus dilawan, bahkan dengan mengorbankan persahabatan.
Namun, setelah setiap pertengkaran, rasa sakit masih terasa di dadanya—beban berat kesepian dan keraguan.

Tahun demi tahun berlalu.
Pertanyaan itu tetap tak terjawab, hingga suatu sore memberinya pelajaran tak terduga.
Dia sedang mengunjungi seorang teman ketika seorang wanita tua mengetuk pintu, bertanya dengan lembut apakah dia boleh memarkir mobilnya di luar sebentar.
"Sama sekali tidak!" bentak temannya. "Beraninya kau bertanya seperti itu!"
Wanita itu tersenyum, tak tergoyahkan. "Maafkan aku," katanya lembut. "Aku tidak bermaksud merepotkanmu."
Margaret menyaksikan dengan takjub saat wanita itu berjalan pergi dengan ketenangan yang sama anggunnya seperti saat ia datang.
Rasa ingin tahu yang aneh muncul dalam dirinya. la pamit, bergegas keluar, dan menyusul orang asing itu.
"Permisi," katanya, sedikit terengah- engah. "Bolehkah aku ikut denganmu dan membantumu mencari tempat parkir?"
Wanita itu menoleh dengan senyum tenang. "Tentu saja."

Puisi Spiritual Nimatullahi400
Lainnya

Kisah Para Sufi (lanjutan)

Mereka berjalan bersama dalam diam untuk beberapa saat. Akhirnya
Margaret berkata, "Aku kagum dengan ketenanganmu. Kau tidak tampak terganggu dengan nada bicara temanku yang kasar."
"Dia benar," jawab wanita itu lembut. "Aku memang mengganggunya. Kata-katanya mencerminkan perasaannya."

"Tapi bagaimana aku bisa tetap tenang jika diperlakukan tidak adil?
Ketika orang-orang berbicara seperti itu kepadaku, aku merasa terluka selama berhari-hari." Kata
Margaret.

Wanita itu menatapnya dengan tatapan lembut. "Ini buah dari latihan yang panjang," katanya.
"Bertahun-tahun saya mengamati ego saya sendiri dan belajar untuk tidak menurutinya. Jika Anda ingin bertoleransi terhadap orang lain, mulailah dengan melihat diri Anda sendiri dengan jernih. Bersikaplah kritis terhadap reaksi Anda sendiri— bukan dengan amarah, tetapi dengan kesadaran. Ketika Anda belajar memaafkan kelemahan Anda sendiri, kesalahan orang lain tidak lagi Mampu menyakiti Anda."

Mereka sampai di mobilnya. Ia menoleh ke Margaret dengan pancaran tenang yang seolah melembutkan suasana di sekitarnya.
"Ketika seseorang melemparkan api kepadamu," katanya, " Engkau boleh memilih menjadi kayu kering atau air. Jika engkau memilih api, api akan melahapmu, atau api itu akan mati di dalam dirimu jika engkau memilih air. Maka Jadilah air."
Wanita itu tersenyum, masuk ke mobilnya, dan melaju pergi.
Sementara Margaret berdiri di sendiri di tempat itu seolah-olah ada sesuatu dalam dirinya yang diam-diam berubah tempat.

Puisi Spiritual Nimatullahi401
Lainnya

Kisah Para Sufi (lanjutan)

Malam itu, ia mendapakan dirinya tidak memikirkan kata-kata perempuan itu, melainkan kehadirannya: tenang, tanpa rasa waspada, tanpa jejak kebencian.
Seolah-olah ia telah bertemu seseorang yang hidup dalam ritme waktu yang berbeda.

Sejak hari itu, Margaret mulai mengarahkan kritiknya ke dalam dirinya sendiri dan mengamati gerak-gerik pikirannya, kejengkelan yang membumbung bagai asap, kesombongan tersembunyi yang terpendam karena merasa benar, dan sengatan penilaian yang cepat.

Perlahan-lahan, percakapannya melunak. la mengajukan lebih banyak pertanyaan, mendengarkan lebih lama, dan mendapati dirinya melihat bukan kesalahan, melainkan kisah—luka dan harapan—di balik perkataan orang lain.

Yang mengejutkannya, orang-orang mulai mendengarkannya juga.
Ketika ia sungguh-sungguh mencoba memahami, ia mendapati bahwa keyakinannya sendiri sering kali sirna. Di ruang yang ditinggalkan, sesuatu yang bercahaya mulai muncul— kejernihan yang tenang yang lahir dari belas kasih.

Bertahun-tahun kemudian, ketika dia sendiri menjadi profesor, dia sering mengatakan kepada para mahasiswanya:
“Bersikaplah kritis, tetapi mulailah dari diri Anda sendiri. Orang yang menaklukkan ego tidak lagi berdebat untuk menang,
tetapi untuk mengerti."

Dr. Alireza NurbakhshDiterjemahkan oleh R.ay San Gayatri Putri YuwanaLondon, 7 November 2025
Puisi Spiritual Nimatullahi402
Halaman Keterangan

Halaman Keterangan

Kata-kata Rahasia dalam Puisi Spiritual dalam Sufisme

Sajak spiritual dalam buku ini menggunakan kata-kata simbol yang menjadi ciri khas sajak spiritual dalam Sufisme. Apabila dibaca tanpa mengetahui arti simbol dalam kata-kata kunci yang digunakan dalam setiap sajak atau puisi spiritual ini, maka kita akan menemukan seolah-olah kita membaca puisi karangan pemabuk yang sedang mabuk berat sehingga hilang kesadaran akan keadaan sekitarnya. Itulah persepsi pertama yang kita dapat saat membaca puisi spiritual dalam Sufisme. Dengan persepsi tersebut, kita hanya sampai pada pemahaman lahiriah, atau sebagaimana apa adanya yang terbaca.

Namun itulah gambaran yang sebenarnya keadaan batin para Sufi pemabuk cinta: keadaan saat sedang dalam kemanunggalan rasa yang indahnya luar biasa sehingga para Sufi kehilangan kesadarannya, di mana keadaan itu hampir tidak mungkin untuk digambarkan.

Dengan menggunakan kata-kata yang digunakan sehari-hari sebagai lambang-lambang yang menggambarkan pengalaman batin saat sakral para Sufi, maka pengalaman batin itu bisa dibagikan kepada para Sufi lainnya. Hal ini juga merupakan suatu referensi dan pedoman dalam perjalanan spiritual.

Puisi Spiritual Nimatullahi403
Halaman Keterangan

Buku ini menggambarkan pengalaman spiritual sang penulis dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebagai seorang pemabuk cinta: kasmaran kepada Sang Yang Penciptanya. Sebagaimana disebutkan di atas, penggunaan simbol melalui kata-kata sehari-hari yang kita gunakan diperlukan untuk mempermudah penyampaian pengalaman batin yang dialami para Sufi dalam perjalanan cinta spiritual mereka. Demikian pula dalam kumpulan puisi spiritual Asmarandana ini.

Ada beberapa kata rahasia yang menjadi kunci pembuka untuk bisa memahami dan mengerti arti sebenarnya dari kumpulan puisi spiritual dalam buku ini. Dengan memahami kata-kata rahasia yang disamarkan dengan kata-kata yang biasa kita pergunakan dalam percakapan sehari-hari, maka kita akan bisa mengerti isi sebenarnya puisi-puisi spiritual karangan Dr. Alireza Nurbakhsh dalam kumpulan puisi spiritual Asmarandana.

Di sini akan kami sampaikan beberapa kata rahasia yang merupakan simbol belaka. Kata-kata ini mengandung arti lain yang merupakan kata rahasia yang menjadi kunci dalam membaca sajak spiritual dalam Sufisme.

Puisi Spiritual Nimatullahi404
Halaman Keterangan

Mengingat kesakralan setiap puisi spiritual dalam Sufisme, terutama dalam kumpulan puisi yang tercantum dalam buku ini, maka untuk bisa mendalami arti sebenarnya yang dikandung dalam puisi spiritual dalam buku ini, ketajaman indra dan kehalusan perasaan serta kebersihan hati nurani menjadi syarat utama dalam membaca puisi spiritual dalam Sufisme, terutama dalam kumpulan puisi spiritual Asmarandana ini.

Kata-kata rahasia dalam sajak spiritual di dalam Sufisme di antaranya sebagai berikut:

Puisi Spiritual Nimatullahi405
Halaman Keterangan
  1. Kedai Minum — Tempat pertemuan para Sufi untuk melakukan ibadah bersama dan belajar bersama. Kegiatan yang dilakukan di antaranya meditasi, doa bersama, serta pengkajian moral dan spiritual sehari-hari. Dalam bahasa Parsi tempat ini disebut Khaniqah. Dalam bahasa Jawa disebut padepokan atau perguruan.
  2. Anggur Merah — Cinta sakral yang datangnya dari Tuhan yang Maha Sakral, sehingga siapa pun yang meminumnya akan mabuk cinta dan hilang kesadarannya.
  3. Saqi (Penyaji Anggur) — Guru spiritual. Hanya Saqi, sang penyaji anggur, yang mampu membantu para Sufi untuk tetap lumintu atau terus-menerus menjalani laku spiritual selama hidupnya. Karena guru dan pemandu spiritual yang sejati akan selalu meluruskan perjalanan spiritual yang dilakukan para Sufi dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan menjaga selalu menjalani kehidupan dalam jalan kebenaran di bawah petunjuk sang guru dan pemandu spiritual, maka cinta sakral akan terus tetap membara dalam hati para Sufi.
  4. Rambut Panjang Ikal — Cobaan yang datang dalam kehidupan sehari-hari yang melambangkan keanekaragaman dan kerumitan dalam kehidupan, sehingga perlunya mencari Yang Maha Tunggal untuk mencapai kebahagiaan abadi.
  5. Lirikan Mata — Saat Tuhan berkehendak, tiada satu pun yang mampu menolak.
  6. Alis yang Melengkung seperti Busur Panah — Melambangkan keindahan yang terbentang di setiap waktu dan tempat yang dapat dilihat dengan panca indra.
  7. Yang Maha Terkasih — Melambangkan Tuhan itu sendiri.
  8. Bunga Mawar Merah — Melambangkan kesempurnaan keindahan cinta sakral.
  9. Burung Nightingale — Melambangkan kerinduan yang dirasakan dalam jiwa para Sufi.
  10. Kaca — Melambangkan nurani para Sufi pelaku perjalanan spiritual.
  11. Gelas dan Cangkir — Melambangkan hati para Sufi.
Puisi Spiritual Nimatullahi406