Aku pergi kekedai minum; penuh kebingungan, namun kemudian
Aku diberi kehidupan- memberikan anggur dari tangan Sang Yang Kekasih Tercinta
Aku menjadi pemegang rahasia cinta dan ahli wujud
Dan terbebaskan dari diriku sendiri, juga terbebaskan dengan segala kata kata
* * * * *
Aku kehilangan hatiku, dan dia Sang Yang Terkasih, memanggul hatiku dan pergi dengan tergesa gesa
Melawati wilayah para pecinta
Betapa mangagumkan bahwa, Sang Yang Kekasihku Tercinta yang bercahaya wajahnya
Memanggul hatiku yang iklas untuk bisa diketaui oleh siapapun saja
* * * * *
Aku mempersilahkan dan menyalami engkau saat engkau datang melalui pintu itu
Aku serahkan hatiku dan kuserahkan pula pengabdianku hanya untukmu
Bertahun tahun aku terlena dalam ilmu filsafat dan ilmu alam
Hinggq pada suatu ketika, mulai memperhatikan cinta dan mendengarkan kata katamu
* * * * *
Cintamu mengembalikan keremajaan jiwaku dalam setiap nafasku
Dengan daya KeagungaMu aku menjadi tidak terukur dan tidak terbatas
Menjadi terkenal ataupun tidak, tidak ada perbedaanya untukku
Selama cintaMu mengalir lumintu kedalam hati dan jiwaku
* * * * *
Aku mengikuti Guru gaib kedai kehancuran ke kedainya
Dan menjadi mabuk dan merusak anggurnya
Aku tidak mabuk dan sadar sepenuhnya, dan aku orang yang bijaksana – itu benar
Namun aku berakhir mengidap sakit cinta dan jadi orang gila
Alireza Nurbakhsh
London, 25 November 2024


