Kategori Puisi: Puisi Spiritual

  • Manusia Seutuhnya 241003 160500

    Musim Gugur telah tiba,
    Bunga bunga Mawar di kebun kita melepaskan kelopaknya satu demi satu,

    Kelopak kelopak bunga jatuh ke tanah.

    Hari berikutnya, penjaga kebun bunga memotong ranting dan cabangnya,
    Dan ditumpuk diletakan diatas kelopak kelopak bunga yang jatuh.

    Semua bagain dari bunga Mawar terhampar di atas tanah,
    Sehingga bukan lagi sebuah kebun.bunga.

    Keseluruhan selalu lebih besar dari pada jumlah bagiannya.

    Begitu juga dengan manusia,
    Ketika dipangkas kebahagian dan cintanya,
    Seakan akan seperti badai angin ribut yang mencabik cabik badan seseorang dan melemparkan cabikan cabikan itu dengan sembarangan.
    Sayang sekali, bukan lagi manusia seutuhnya.

    Mempunyai telinga, mulut, hidung dan kaki tidak Sepenuhnya menjadikan manusia seutuhnya.
    Manusia seutuhnya adalah seseorang yang hatinya dipenuhi akan kehangatan cinta dan suka cita.

  • Pesta Kemanunggalan

    Pesta" Kemanunggalan Jati".

    Malam ini kekasih,
    adalah malam dari kekasih untuk
    Yang Terkasih.

    Malam ini, marilah menari burputar putar seperti orang kehilangan kesadaran.

    Malam ini,
    Kita akan menari seperti orang kehilangan akal.
    Kita menari di setiap sudut dan disetiap tempat.

    Bayangan keindahan dan kecantikan wajah Sang Dia yang terkasih, tergambar dan terlihat di bebukitan dan di rerumputan.

    Kita terpesona oleh kelembutan gelombang aroma dalam rempah rempah,
    dan kelembutan gelombang wewangian dari kebun kebun bunga.

    Dan kita berjalan terhuyung huyung dalam perjalanan dari wisma ke
    "Kedai Kehancuran"

    Saat para pemimpin agama menjaga sembahyang dan melafalkan doanya,
    Kita menjaga " gelas anggur cinta kita ".

    Didepan para penyaji di Kedai
    Kehancuran,
    Kita memuja Sang kekasih dengan lagu lagu pujaan nan ceria,
    Saat kita mabuk dalam kemusnahan jatidiri.

    Malam ini kekasih,.
    Kita merayakan kehadiran Sang
    Kekasih tercinta.

    Sang Dia, kekasih kita adalah cahaya yang gemerlapnya luar biasa indahnya.

    Dan kita menari berputar mengelilingi Sang Dia, Kekasih
    Tercinta.
    Seperti layaknya rengat yang mengelilingi cahaya apinya.

    Belum pernah terjadi sebelumnya, dimana di dalam kota hati nurani terjeratasmara dan kemiskinan seperti yang kita alami.

    Yang dengan penuh kesabaran, membiarkan terbakar oleh api asmara disaat dalam kehadiran
    Sang Kekasih tercinta.

    Namun, apapun jua.
    Kita tidak akan pernah putus harapan didunia yang tidak setia ini.
    Selama Sang Pemberi cahaya hati dan jiwa tetap merupakan harta pusaka yang mulia yang tiada tara harganya didalam " reruntuhan".

  • Sekilastatapan

    Tatapan kilat dari Bulan yang menumpahkan darah,
    Menjadikan surga yang berputar terbakar dari ujung ke ujung

    Tatapan sekilas mencari para kekasih dimanapun berada,
    Untuk menjerat dan mengikat mereka dengan pesonanya.

    Dia tidak akan mengatakan " Aku adalah
    Tuanmu dan engkau adalah budakku".
    Dia tidak akan menanyakan kepercayaan dan tingkat keyakinanmu.

    Dia tidak akan menjadikan engkau ketakutan akan pembalasan,
    Ataupun berbicara tentang surga, sungai sungai dan tempat pembuangan.
    Dia mencari sebuah hati yang telah dirias dengan cinta kepada "Sang Yang Kekasih
    Tercinta".
    Hati yang halus merah merekah.

    Ketika tatapan yang sekilas merasuki hati walaupun hanya sesaat,
    Seketika itu juga, hati dipenuhi dengan cinta dari Sang Yang Tercinta.

    Dengan setiap hembusan nafas, " Sang
    Juwita" penumpah darah, menghapus semua kasanah yang ada selain " diri Sang
    Juwita "itu sendiri dalam pikiran kita.
    Dan menganugrahkan cahaya didalam jiwa kita.
    Alireza Nurbakhsh, Banbury, 26 Januari

  • Terbakar Habis, Meleleh Lenyap

    Cinta adalah suatu jalan yang penuh dengan tanjakan naik dan turun.
    Siapapun yang menapak pada jalan tersebut akan terbakar habis dan lenyap meleleh.

    Apabila seseorang yang sedang jatuh cinta dan kasmaran melihat dirinya dan kekasihnya, maka Sang Yang cinta akan bersembunyi dan akan sulit untuk didapat.

    Celaan dari yang lain adalah beban yang dibawa terus oleh pecinta yang tulus,
    Yang telah mengkosongkan jati dirinya dan penuh dengan kerinduan dan keinginan yang kuat.

    Rahasia yang tersembunyi didalam hati dari yang pemurah hati,
    Sebaikny hanya diutarakan kepada kekasih yang kita serahkan hati kita kepadanya.

    Wajah yang menggambarkan kualitas hati yang sedang kasmaran,
    Sangat sulit untuk dijelaskan-
    Ini benar merupakan cerita yang panjang

    Saat fajar, Pemilik Kedai asmara
    berkata kepadaku," Mengertilah yang satu ini : Bahwa segala sesuatu selain cinta adalah maya atau tidak nyata."

    Ketika Dia menganugrahkan cahaya,
    Jangan menyalahkan dia yang kehilangan akal.
    Kehilangan akalnya adalah anugrah dari
    Sang Kekasih Tercinta,
    Dan itu lebih baik dari pada doa ritual.

  • Terbiasa Dengan Cinta

    Aku terbiasa dengan cintamu,
    Aku tidak mengetahui selain itu.
    Aku tidak akan menanyakan 'akal' tentang berita baru,
    la tidak menyadari apa yang benar benar nyata itu.

    "Mengapa engkau berbicara tentang rambut ikal mayang milik kekasihku wahai temanku yang menawan" ?.

    Aku terpaku pada matamu yang membuatku lupa ingatan,
    Mataku tidak akan mengembara lagi pada pandangan yang lain lainnya.

    Mereka yang mengembara di dunia fana mengikuti hatinya,
    Cintamu memanggilku.
    Aku tidak akan takut akan bahaya yang mungkin datang.
    Pensucianku dengan air dari perjamuan deberkati dan biberkahi oleh Sang Yang
    Begawan, Majus yang Tertinggi.
    Aku tidak akan lagi mengikuti kyai siapapun dan dimanapun.

    Hati dan jiwaku telah termakan api kepedihan dan keterpisahan denganmu.
    Aku tidak akan lagi pergi kemanapun tanpa dengan kekasihku yang penggoda.

    Jangan bertanya tentang ajaran tarekat suluk purba.
    Karena dalam hidup yang hanya beberapa hari ini,
    Hanya engkau arti dan tujuan hidupku.
    Aku tidak akan mengikuti lembaran lembaran kosong.

    Penganugrah surga nirwana telah membuat sumpah cinta dan pengabdian
    "Aku tidak akan menyimpang dari jalan cintamu, walaupun sekejap saja".

    Alireza Nurbakhsh, Banbury, 2 Desember
    2023.

  • Bawalah Aku Pergi I 241001 204723

    Duh Sagi, penyaji anggur,
    Tuangkanlah anggur dan buatlah aku melupakan ke" Akuan" dan " kekitaan',
    Berikanlah kepedihan asmara dan ijinkanlah aku tinggal di pertapaan ajaib dengan hati yang gembira.

    Duh Sang kekasihku tercinta,
    Aku terjerat dalam libatan ikal rambutmu.
    Bukalah jaringan . rambutmu dan bebaskanlah aku,
    Sehingga aku bisa bebas menjadi milikmu.

    Oh penyanyi, bagaimana kalau nada nada ceria dari petikan Saz ' dan kecapi?.
    Tolong tumbangkanlah segala kekwatiran,
    Dan anugrahkanlah kebahagiaan serta semangat api gelora jiwa.

    Cintamu adalah berita yang mengembirakan dimanapun hadirnya,
    Oh angin pagi yang sumilir,
    Bawalah cerita tentang Sheerin untuk
    Farhad.

    Walaupun semua tidak akan menjadi buruan Sang kekasih,
    Satu saat biarkanlah burung hati menangkap mata sang pemburu lagi dan lagi.

    Mata Sang Kekasih yang sedang dalam khayali,
    Meninggalkan hatiku dalam kehancuran.
    Oh teman, berdoalah,
    Katakanlah kepada Sang Kekasih tercinta,
    Untuk menghentikan wahana yang tak tertahankan beratnya.

    Saat kehilangan kesadaran,
    Nurbakhsh berkata kepada kekasihnya yang tercinta: " Bukalah penutup wajahMu, dan buatlah aku melupakan segala galanya kecuali CintaMu".

    Alireza Nurbakhsh
    Banbury
    8 Februari 2023

  • Tidak Ada Yang Lainnya

    Janji kesetiaan kita terhadap cinta berarti bahwa kita tidak tau siapapun namun hanya Yang
    Kekasih Tercinta.

    Kecuali Jalan setapak menuju rumah San Yang Terkasih dan Jalan lurus menuju Yang yang tercinta,
    Kita tidak tau jalan yang lainnya.

    Tanpa kepura puraan dan kesolehan palsu, dirumah para pemabuk cinta, kami semua kehilangan kesadaran.
    Tidak mengetaui apapun tentang ketenangan dalam kesadaran.

    Didalam pura " Sang Api Asmara!', kita kehilangan kesadaran
    setelah minum anggur asmara yang disajikan oleh penyaji anggur asmara.yang sangat berharga.

    Didalam pura Yang Api Asmara"..
    Kita selalu bahagia,
    Kita tidak pernah tau akan kesusahan maupun kesedihan dan kesengsaraan.

    Walaupun kita telah berusaha keras melangkah dijalan lurus menuju kemanunggalan dengan Sang
    Juwita Tunggal.

    Namun kita mengerti bahwa tidak ada jalan lain kecuali metalui jalan kasih sayang dan kebajikannya yang mulialah untuk bisa manunggal jati dengan Sang Yang juwita tunggal.

    Siang dan malam kita selalu ditemani oleh Sang pengoda hati yang Mempesona.

    Kita mengosongkan diri sendiri dari segala pengetauan,
    Tidak tau apapun kecuali pengetauan tentang " Sang yang mempesona".

    Segala apapun yang ada diseluruh dunia adalah bukti bukti kecantikan wajah Sang Yang Tercinta.
    Tidak ada lagi yang bisa kita sampaikan. Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.

    Apapaun cahaya yang telah dianugrahkan kepada cakrawala dan seluruh mahkluk hidup, kita tidak perduli.

    Kita hanya peduli pada keindahan cahayaNya yang laksana cahaya matahari menerangi dunia

    Kecuali keindahan cahaya matahari jati dirinya, kita tidak tau cahaya lainnya.

    Oleh Dr. Alireza Nurbakhsh, San
    Diego- USA,9 Juli 2024.

  • Berputar Di Hati

    "Kekasihku" yang tercinta telah mendirikan tendanya di sekitar para pecintanya.
    Aku menghabiskan hari hariku siang dan malam berputar putar mengeliling kediaman "Yang terkasih".

    Aku tidak haus akan anggur, dan tak ada keinginnan untuk melupakan diri sendiri dengan anggur,
    Tidak ada kemaun untuk sembahyang maupun untuk mengheningkan cipta.
    Dan aku tidak sedang menuju ke Mekkah,
    "Dia Yang Terkasih", telah menjadi kiblatku kemanapun aku menoleh.

    "Yang Terkasih", mengisharatkanku untuk datang mendekat.
    Tetapi kemudian " Yang Terkasih" menolak dengan komentar yang pedas dan menyakitkan.
    Dipanggil ataupun diusir,
    Setapakpun "Aku tidak akan pernah meninggalkan "" Sang Terkasih yang
    Tercinta".

    Para kekasih berputar putar menari penuh kegembiraan dalam tarian
    "Kemanunggalan",
    Aku, disamping diriku sendiri mendengar
    Suara cinta dan kasih sayang yang bergema.

    Saat "Yang Terkasih" menampakkan
    Wajahnya yang cantik jelita,
    Saat itu" Yang terkasih", " merebut" hatiku,
    Tiada lagi sisa sisa tentang jati diriku,
    Nama" Yang Terkasihlah" satu satunya mantraku.

    Membicarakan Cinta dengan lidah yang masih beragam tidaklah adil bagi Cinta.
    Menyadari hal tersebut, aku malu dengan usahaku yang sia sia ini.

    Hati Nurbakhsh telah menjadi kediaman dan candi" Kekasih yang Tercinta",
    Aku telah menemukan" Sang Kekasih
    Tercinta "dilubuk hatiku,
    Aku tidak perlu lagi mencari yang lainnya.

    Alireza Nurbakhsh, Banbury, 21 Desember
    2022.

  • Wajah Teman

    Apabila Sang penyaji arak memperbolehkan aku masuk lagi,
    Aku, akan seperti penyembah berhala,
    Yang kehilangan keberadaan jati diri di telapak kakiNya.
    Tujuanku menuju kedai asmara adalah untuk menyatakan sumpah
    Untuk mengabdi kepada Yang
    Terkasih dan berjanji akan memusatkan hatiku hanya kepada
    "Wajah "Sang Kekasih tercinta.
    Memusatkan pandanganku hanya tertuju untuk wajah Temanku.
    Aku akan menghilangkan segala peminkiran lainnya didalam hatiku.
    Sampai dengan " Cinta" kembali memerintahkan seluruh hati dan jiwa.

    Mabuk dikarenakan " Cinta".
    Aku akan mencium wajahnya yang rupawan dan cantik jelita.
    Bibirnya yang semerah delima, akan menjadi awal dan akhirku.
    Aku adalah burung yang mempersilahkan cinta untuk datang.
    Aku akan meninggalkan sarang keberadaanku.
    Dan menggapai hanya kepada dunia
    Sang Kekasih Tercinta.
    Aku akan hidup dan bernafas dalam cinta.
    Keintimanku dengan Sang Yang
    Kekasih Tercinta adalah keintiman seruling dengan pemainnya yang memberikan nafasnya.
    Apabila Sang Penyaji arak , karena kemurahannya, menganugrahkan kembali cahaya kepadaku,
    Aku akan menempatkan diriku di kaki Sang Kekasih tercinta.

    Alireza Nurbakhsh
    Banbury,20 Juni 2022.

  • Bersatu Dalam Keberagaman

    Manusia hidup dalam keberagaman,
    Keberagaman dalam berpikir, berbudaya, dan tatanan susila.

    Jalan itu lebih dari satu.
    Untuk hidup,
    Jalannya sebanyak jumlah manusia yang hidup.

    Ada juga keberaragaman yang berbeda dari yang lainnya.
    Yaitu kerbearagaman " Aku" dan " Kita":
    "Mementingkan diri sendiri, rakus, dan keinginan untuk menjadi yang terkuat".

    "Aku" dan "Kita" menjadikan orang bersikeras pada pendiriannya, pemikirannya, budayanya dan tingkah laku serta perbuatannya.
    Awal mulanya dari perkataan : "Jalan pemikiranku dan pendapatku semua lebih baik dan lebih mendekat pada kebenaran".

    Dan akhirnya berteriak :" Kalau ada yang berbeda pendapat dan pemikiran denganku,
    maka mereka tidak berhak untuk hidup".

    Kesatuan dan persatuan manusia,
    Dilekatkan oleh rasa saling mencintai dan penerimaan apa adanya terhadap sesama manusia, serta kemauan untuk menolong satu sama lainnya.

    Tanpa ada persatuan antar umat manusia,
    Ke- akuan- dalam diri manusia akan membawa kehancuran.

    Manusia menganggap bahwa, persatuan sesama manusia itu sendiri hanya dapat dicapai melalui permusuhan dengan yang lainnya.
    "Kesatuan dan persatuan sukuku tergantung kepada kejatuhan sukumu".

    Namun, musuh sebenarnya itu ada didalam diri kita sendiri.
    Musuh kita bersembunyi namun musuh ini, penyebab dari semua perang dalam diri sendiri dan dengan yang lainnya.

    Mungkin telah tiba saatnya,
    Untuk umat manusia menapak di jalan menuju dunia " Kesatuan kebenaran
    Sejati".

    Yaitu melawan musuh yang ada didalam dirinya sendiri.
    Dan membangun" Istana Persatuan Hati",
    Yang dibangun dengan keberagaman agama?, pemikiran dan tata susila.
    Mencintai sesama adalah satu satunya jalan untuk membelenggu dan mengalahkan musuh dari dalam diri sendiri.

    Alireza Nurbakhsh, Los Angeles, 1 Juli
    2024.