Kategori Puisi: Puisi Spiritual

  • WAKTU BERLALU

    Habiskan waktumu dengan seorang kekasih hati: dunia ini akan berlalu.
    Hidup yang sangat berharga ini sangat singkat dan akan bebas berlalu
    Dan tidak dapat engkau tahan.

    Engkau habiskan waktumu hilang dalam wacana dan pemikiran
    Berapa lama engkau akan berkhayal tentang ini dan itu ?

    Waktu akan terus berlanjut tanpa engkau dan aku,
    Seperti karavan rombongan pedagang, hari-hari dan malam-malam kita, akan berlalu

    Apabila engkau menghabiskan waktumu disini, didunia ini tanpa kekasih,
    Sangat pasti bahwa, itu merupakan suatu kerugian bagimu

    Waktunya untuk anggur , kegairahan dan kegilaan dalam cinta,
    Carilah Sang Yang Kekasih Sejati,
    Waktu terbang dengan cepat .l

    Duhai' rambut ikal mayang yang indah dan wajah yang cantik menawan,
    Semua itu adalah rahasia gaib tersembunyi
    Yang tidak akan diperlihatkan hanya dengan ceramah dan wacana

    Hati kita adalah Candi Api CintaNya
    Ada sebuah luka bakar yang tetap tersembunyi

    Sang Yang Kekasih menganugrahkan cahaya pada hatiku yang lelah
    Cahaya yang tidak dapat diuraikan dengan kata- kata dan tidak mungkin untuk dibayangkan

  • Pencarian

    Seseorang seharusnya tidak hanya duduk diam
    Namun harus memulai suatu pencarian
    Di-kedalaman lautan sanubari
    Di-kedalaman terdalam akan keberadaan
    Dimana Mutiara yang berharga ditemukan

    Kebenaran sejati ada disana
    Kecantikan ada disana
    Cinta ada disana

    Satu diperlukan untuk menjadi penyelam

    Sungai yang mengalir
    Ombak lautan
    Angin sumilir dihutan kayu
    Jangkrik jangkrik yang berisik
    dan nyanyian burung kenari
    Semua memanggilmu
    Mereka semua berteriak
    "Bangun!".

    Berhentilah menatap pada kekosongan
    Tidak ada hal baru akan ditemukan hanya dengan diam saja
    Rawa-rawa pada akhirnya akan kering
    Bangun dan bangkitlah
    Perjalananmu yang tanpa akhir,
    Dan memulai pada suatu pencarian

    Alireza Nurbakhsh
    London, 16 Januari, 2025

  • The Wine-Seller Master

    left the mosgue for the tavern last night

    When Iwashed my cloak in wine, the master toasted, “to your health!”

    The fire-worshiper sagi gave me fire

    She said, “burn away your self-existence, your talents, your reasoning, and your sobriety”

    “Abandon belief and unbelief, choose love above all

    Although grace and help from her is necessary, exert yourself in attaining to her love”
    “Not unless you abandon yourself to love, will you become alive like the friend

    And be the light of hearts and the source of passion and fervor”

    “Bring ardor to hearts, make a commotion of love in the world

    Before death overtakes you and says “be silent”

    As long as you have any breath left in your life

    Keep the ring of her love in your ear, and your hand of devotion stretched out”

    have no other concern in the world except the love for the beloved

    The gracious wine-seller master bestows light on me

    Alireza Nurbakhsh

    Banbury, January 19, 2025

    GURU AHLI PENJUAL ANGGUR
    Semalam, Aku meninggalkan masjid dan pergi kekedai minum

    Ketika aku membasuh jubahku dengan anggur,
    Guru ahli penjual anggur bersulang kepadaku " Untuk Kesejahteraanmu".

    Sagi yang penyaji anggur penyembah api memhidangkan api kepadaku

    Sang Sagi berkata" Bakarlah musnah keberadaan jati-dirimu, bakatmu, pemikiran dan penalaranmu, serta ketemtramanmu

    Tinggalkan kepercayaan dan ketidak percayaan, pilihlah cinta diatas segalanya

    Walaupun berkah dan pertolongan dari Sang
    Maha Kasih sangat diperlukan, namun berusahalah untuk mendapatkan cintaNya

    Terkecuali engkau meninggalkan dirimu sendiri demi cinta, engkau akan hidup seperti
    “teman”.

    Dan menjadi cahaya para hati, menjadi sumber semangat dan hasrat cinta

    Bawalah gairah cinta didalam hati, dan buatlah keramaian cinta di dunia,

    Sebelum kematian menghampirimu dan berkata" Diamlah".

    Selama nafas masih tinggal dalam hidupmu

    Jagalah cincin cintaNya ditelingamu dan bentangkan lebar- lebar tangan pengabdianmu

    Aku tidak peduli akan apapun di dunia ini, kecuali mencintai Sang Yang Kekasih Tercinta

    Guru Ahli penjual Anggur yang Maha anggun menganugrahkan cahaya kepadaku

    Alireza Nurbakhsh
    Banbury, 19 Januari, 2025

  • Apakah Engkau Tau?

    Apakah Engkau tau?
    bahwa dalam kerinduanku kepadaMu,
    Aku kebingungan karena Engkau?
    Bahwa aku mencintaiMu dan aku adalah milikMu?

    Apakah Engkau tau?
    bahwa aku menghabiskan hari hariku menanyakan tentang Engkau kemanapun aku pergi?

    Apakah Engkau tau ?
    bahwa selama aku masih hidup,
    Aku akan melaksanakan dengan sepenuh hati semua perintahMu
    Dan menepati sumpahku kepadaMu

    Apakah Engkau tau?
    bahwa, ketika aku melihatMu,
    Aku merasa sangat bahagia dan musnah semua kepedihan di dalam hatiku

    Apakah Engkau tau?
    bahwa dimanapun aku berada
    Menjadi tamuMu membuatku senang dan puas karena cukup segala-galanya

    Apakah Engkau tau?
    Aku Engkau berikan kepada angin
    Dan menghancurkanku dengan gelombang rambutMu

    Apakah Engkau tau?
    Aku terbakar habis seperti lilin
    Dan akan memberikan cahaya penerangan
    Selama aku menjadi kekasihMu

  • Pembebasan

    Badai gemuruh ditengah keributan malam
    Hembusan angin keras menabrak daun pintu ku
    Pesan kemarahan,
    Kemurkaan dan kekerasan akan waktu serta tempat

    Didalam Lolongan angin
    Suara pecah, kacau dan tidak berujung pangkal
    Keluhan sedih
    Dan tangisan kepedihan dari orang yang ditinggalkan

    Dengan tangan yang gemetar,
    ku buka pintu
    Seorang laki-laki berdiri diseberang
    la dari suku " yang lain "
    Aku sebagai suku" Kita",
    Tanpa sadar melangkah mundur
    Tuhannya penuh dengan kemarahan dan dendam Tuhanku penuh kasih sayang
    Dia lebih suka bebas berkehendak- Aku lebih cenderung pada tekad dan niat
    Dia terbenam dalam penjelmaan baru-
    Sedangkan aku menginginkan pemusnahan kepribadianku didalam kemutlakan
    Warna kulitnya berbeda
    Di telingaku, cerita tentang sukunya kedengarannya sungguh tidak nyaman

    Aku melangkah kesamping dan dia masuk
    Di dalam hati nuraniku, aku mendengar suara" berbaik hatilah kepadanya '.
    Dia baru menyadari bahwa aku datang dari
    'Suku Kita' suku yang berbeda dengannya
    Aku membaca keraguan dan kebingungan di matanya

    Mata kami terkunci dalam tatapan
    Tiba-tiba dari matanya yang terdalam
    Aku menemukan persahabatan dan merasakan kebaikan hatinya
    Aku menyadari bahwa dia adalah sama denganku, dan aku sama dengan dia
    Bahwa kami berdua adalah dari suku yang sama
    Suku manusia

  • Kerinduan

    Api dari matamu yang memabukkan
    Telah menelanku sepenuhnya

    Dalam kegelisihan mendorong dan menarik cintatamu
    Aku kehilangan hatiku
    Lihatlah- aku telah membasuh tanganku sendiri
    Untuk bisa melihat dan memandangmu

    Dimana-mana kecantikan tidak terhitung
    Mereka datang dan pergi
    Mataku terus berjaga-jaga
    Aku menghitung setiap nafas- menunggumu

    Bara api cinta untuk wajahmu yang jelita
    Telah menyalakan hati dan pikiranku
    Untuk membakar segala sesuatunya selain engkau
    Apabila wajah surgawimu
    Muncul di depan mataku
    Buah dari segala sesuatu yang aku lakukan seumur hidupku dan tujuan dari setiap nafasku
    Akan terwujud sebagai berkat dan anugrah darimu

    Wahai kecantikan yang menawan hati
    Engkau tau sepenuhnya bahwa
    Aku tidak mempunyai nafsu maupun keinginan apapun
    Selain memandangmu

  • Perayaan Tahun Baru Para Kekasih

    Duhai" penyembuh sakit asmara, sekarang adalah perayaan tahun baru,
    Penuh hingar bingar karena api cintaMu,
    Kami memutari apiMu seperti ngengat

    Demi Cintamu, kami harus terbebaskan dari penjara penalaran yang sombong
    Dengan penuh rasa syukur memasuki majelis pertemuan para pecinta yang gila cinta

    Kita akan minum anggur semerah delima seperti para pemabuk,
    Dan kau hidupkan kembali seperti bunga tulip, seperti pohon-pohon cemara dan padang rumput
    Dengan nafas kehidupan baru
    Orang- oramg yang berakal sibuk dengan perdebatan dan wacana,
    Dan para pemuka agama sibuk bercerita dan berkotbah
    Namun kita telah memilih sudut kedai
    MINUM
    Menemani para pecinta yang gila cinta

    Tertegun akan kecantikan wajahMu,
    Aku berputar seperti gilingan
    RambutMu yang acak-acakan telah menjadi kediamanku
    Rumah bagi semua pengembara

    "Berkat dan Rahmat Baru" dari Sang
    Yang Terkasih, tiba pada setiap hembusan nafas dijiwa kita
    Kita adalah para musafir yang berjalan pada Jalan Cinta Sang Yang Terkasih yang sejati
    Kita yang asing pada diri kita sendiri
    Seperti pemberi cahaya pada para pecinta
    Terbebaskan dari semua kepercayaan dan ketidak percayaan
    Melangkahlah setapak keluar dari dirimu sendiri,
    Dan engkau akan tiba di pertemuan para yang terbebaskan

  • Anggur Cinta

    Wahai penyaji anggur jiwaku, jangan tuangkan apapun kecuali anggur cinta
    Dan ijinkanlah tempat tidurku hanya berada disampingmu

    Bawalah aku ke kedai minum dan tuangkanlah anggur yang paling ampuh
    Yang Merah dan pahit rasanya- jangan tawarkan aku buku-buku dan ceramah- ceramah

    Walaupun apabila pada suatu saat nanti akal dan kecederdasanku yang ikut campur tangan akan menjadi subuah pertanyakan,
    Abaikanlah aku dan jangan menjawab apapun

    Aku tidak kuat bertahan terpisah darimu di dunia ini
    Janganlah menghukumku ataupun marah apabila aku memanggilmu
    Aku berhenti berbicara untuk duduk didekatmu
    Namun engkau pergi lagi- janganlah membuatku dalam penderitaan dan kesengsaraan

    Engkau adalah air bagi kehidupanku
    Kesegaran kecantikan yang abadi
    Aku datang kepadamu dengan bibir yang kering, janganlah menunjukkan khayalan tentang lautan kepadaku

    Semalam dalam perjalanan menuju kedai
    Minum,
    Sang Yang Terkasih menganugrahkan cahaya dan berkata kepadaku:
    Wahai Sagi, penyaji anggur jiwaku, jangan menuangkan apapun namun hanya' anggur cinta '

  • Kemurnian Hati

    Bagi para musafir , pengembara cinta agar hati dipenuhi dengan cinta,
    Kemurnian menjadi sarat utama untuk tiba di wilayah cinta Sang Yang Terkasih
    Dan pemandu spiritualpun diperlukan.

    Jalan mencapai Cinta Sang Yang Terkasih,
    Penuh dengan bahaya dan jebakan,
    Pada jalan " menghilangkan kepentingan diri sendiri" yang sangat menantang,
    Kesetiaan yang tanpa batas sangatlah diperlukan

    Kepada siapapun yang berkeinginan untuk mencintai semua mahkluk dan seluruh ciptaan Tuhan,
    Hati yang penuh dengan cinta dan kerinduan akan Sang Yang Terkasih sangatlah diperlukan
    Untuk melihat Matahari bersinar sebagai pengejawantahan keindahan Sang Yang
    Terkasih– Kekasih hati, Yang murni dan lemah lembut– Penggairah hatipun diperlukan

    Apabila ada yang berkeinginan untuk minum anggur bermangkuk mangkuk di kedai minum,
    Kemesraan dengan wajah jelita sang ahli saji : Sagi pun diperlukan

    Untuk ditangkap oleh tali laso rambut ikal
    -Sang Yang Kekasih yang anggun,
    Belitan pada plintiran rambut panjang
    Sang Yang Terkasih pun diperlukan

    Untuk memberikan cahaya di hati para pecinta,
    Pada setiap hembusan nafas, dengan hati yang penuh luka, Keiklasan
    dan ketulusan hati sangatlah diperlukan

  • Pencerahan

    SANG AHLI SAJI: SAOI

    Bangun, dan bawalah anggur – Cukup sudah dengan pengasingan diri yang
    Muram

    Marilah bergembira seperti gembiranya para pemabuk cinta dan gairahnya para pecinta

    Di pertemuan para terbebaskan dari diri sendiri,
    Cinta selalu ditampilkan dengan sepenuhnya
    Keburukan tidak mempunyai tempat dalam kehadiran keindahan

    Sagij ahli saji, memasuki kedai minum dengan semangkuk anggur
    Dia datang seperti cemara yang anggun
    Meluncur dengan kecantikan yang menawan

    Ratusan rahasia gaib purbakala terpampang pada mataNya
    Dia menelanjangi kerakusan dan sifat mementingkan diri sendiri, milik mereka yang masih sadar, belum mabuk akan cinta

    Setiap ikalan rambutNya,
    Adalah jerat bagi para pecinta yang penuh semangat
    CintaNya telah menciptakan keributan dikedai minum

    Ketika Dia membuka bibirnya untuk berbicara,
    Kata-katanya yang semanis madu merampok ratusan,
    mereka yang berakal, pendiam dan penuh ketenangan
    Tidak ada Kekasih didunia ini yang seperti
    Sagi : "Ahli saji " di kedai minum
    Yang menganugrahkan cahaya tanpa imbalan apapun,
    Karena sifat kemurahanNya belaka dan tanpa mengharapkan apapun