Wahai penyaji anggur jiwaku, jangan tuangkan apapun kecuali anggur cinta
Dan ijinkanlah tempat tidurku hanya berada disampingmu
Bawalah aku ke kedai minum dan tuangkanlah anggur yang paling ampuh
Yang Merah dan pahit rasanya- jangan tawarkan aku buku-buku dan ceramah- ceramah
Walaupun apabila pada suatu saat nanti akal dan kecederdasanku yang ikut campur tangan akan menjadi subuah pertanyakan,
Abaikanlah aku dan jangan menjawab apapun
Aku tidak kuat bertahan terpisah darimu di dunia ini
Janganlah menghukumku ataupun marah apabila aku memanggilmu
Aku berhenti berbicara untuk duduk didekatmu
Namun engkau pergi lagi- janganlah membuatku dalam penderitaan dan kesengsaraan
Engkau adalah air bagi kehidupanku
Kesegaran kecantikan yang abadi
Aku datang kepadamu dengan bibir yang kering, janganlah menunjukkan khayalan tentang lautan kepadaku
Semalam dalam perjalanan menuju kedai
Minum,
Sang Yang Terkasih menganugrahkan cahaya dan berkata kepadaku:
Wahai Sagi, penyaji anggur jiwaku, jangan menuangkan apapun namun hanya' anggur cinta '