Napas demi napas, aku memasuki kedai tadi malam,
Cangkir demi cangkir,
dia menuangkan anggur cemerlang untukku
Di dalam cawan lain,
terbakarlah api yang ganas;
Berkali-kali aku meminum api itu,
sebuah ritual kuno
Dengan satu ciuman manis, dia mencuri hatiku dan keyakinanku,
dan dia mengunci jalanku.
Selangkah demi selangkah aku mencicipi anggur manisnya.
Doa sang guru Majusi,
kebaikan sang kekasih —
Cepat-cepat
aku sampai di pelataran agung
Di atas takhta cinta,
aku melihat kekasihku,
dia yang cantik jelita tak terbatas,
tak terbatas — dia bagaikan taman abadi
Aku melarikan diri dari diriku sendiri
dan melanjutkan perjalanan dengan langkah yang Bebas, sangat bebas,
melalui tatapan belas kasih dan cahayaNya
Mengapa ragu,
bila Nurbakhsh — seorang pengembara dan pencinta cinta —
Mati dan mati dalam cinta —
dengan kepastian,
di setiap saat?
Alireza Nurbakhsh — Banbury, 3 November 2025


