Kidung Asmarandana

Kumpulan puisi spiritual dan kisah tentang Sufi

MANUSIA SEUTUHNYA

Musim Gugur telah tiba,
Bunga bunga Mawar di kebun kita melepaskan kelopaknya satu demi satu,

Kelopak kelopak bunga jatuh ke tanah.

Hari berikutnya, penjaga kebun bunga memotong ranting dan cabangnya,
Dan ditumpuk diletakan diatas kelopak kelopak bunga yang jatuh.

Semua bagain dari bunga Mawar terhampar di atas tanah,
Sehingga bukan lagi sebuah kebun bunga.

Keseluruhan selalu lebih besar dari pada jumlah bagiannya.

Begitu juga dengan manusia,
Ketika dipangkas kebahagian dan cintanya,
Seakan akan seperti badai angin ribut yang mencabik cabik badan seseorang dan melemparkan cabikan cabikan itu dengan sembarangan.
Sayang sekali, bukan lagi manusia seutuhnya.

Mempunyai telinga, mulut, hidung dan kaki tidak Sepenuhnya menjadikan manusia seutuhnya.
Manusia seutuhnya adalah seseorang yang hatinya dipenuhi akan kehangatan cinta dan suka cita.

Alireza Nurbakhsh — London, 3 September 2024

Related posts