Wahai, kegilaan ini, kekacauan di dalam hatiku!
Hatiku yang sedang kasmaran telah dilalap habis dalam apinya
Tertangkap seperti ditelan pusaran yang besar
Aku terus berputar disamodra hatiku
Tidak ada jalan kedepan tidak pula jalan kembali kebelakang
Aku pasrah pada nasibku,
Itulah jalan dalam hatiku
“Hentikanlah kegilaan ini!”
Akalku meminta.
Bagaimana mungkin!
Akal tidak tau tentang Cintaku dan pergolakan di dalam hatiku
Wahai Sang Yang Kekasih Tercinta,
kasihanilah jiwaku yang lelah ini
Berjalan di JalanMu, hatiku basah oleh darah
Duh Gusti, duka adalah hatiku
Engkau menjarah keberadaanku, namun aku tidak takut
Wahai Sang Yang Terkasih, datanglah,
Saksikan keberanian dan ketenangan di hatiku
Nurbakhsh, untuk apa tangisan itu? — Cukup!
Sang yang Terkasih yang engkau cintai
pasti bersemayam dihatimu
Alireza Nurbakhsh — London, 11 Juli 2023


