Sajak Empat Baris Nomer Lima Belas

Written by

in

Sajak 4 Baris

Mereka bilang dulu ada " Big bang", mereka berkata dulu tidak ada Tuhan

Dulu tidak ada tempat maupun waktu karena sejak saat itu tidak ada perubahan

Pada saat awal, dulu itu hanya ada cinta

Tidak ada apapun hanya Sang Yang Maha
Pengasih Tercinta

Kk Xx Kk Kk

Bangun dan datanglah kepintu Sang Yang
Kekasih

Apabila engkau kesana, pastikanlah hatimu dalam keadaan tersadar

Ketika engkau berubah menjadi abu, angin secepatnya akan menerbangkanmu jauh

Pergilah untuk bertemu dengan Sang Yang
Kekasih, sebelum engkau menjadi abu

Kk Xx Xx Xx Xx

Sebagai manusia, kita harus berjalan dijalan kebenaran

Dan harus berjalan dengan cinta dan harapan yang tidak pernah padam

Berapa lama engkau akan duduk menunggu untuk Sang Yang Kekasih datang kepadamu?

Berjalanlah di Jalan Lurus, karena itu sebenarnya tujuan kita

Xx Xx Xx Xx Xx
Engkau bukan setetes air, buanglah dirimu ke samodra

Dirikanlah Tenda Cinta dan jadikanlah rumahmu

Apabila engkau tidak yakin dimana untuk mengistirahatkan badanmu

Pilihlah tempat dimanapun Sang Yang
Kekasih berkenan

Kk Kk Xx Xx Xx

Untuk bisa mencapai Sang Yang Kekasih
Tercinta, aku menawarkan apapun yang Dia kehendaki

Tetapi sedihnya , aku menyadari bahwa Sang
Yang Kekasih telah menolak dengan kerasnya
Namun, paling tidak, dia mengatakan kepadaku bahwa

Siapapun yang menginginkan Aku, pertama tama harus melepaskan keberadaan jati dirinya sendiri