Kategori Puisi: Kisah Sufi

  • Manusia Seutuhnya 241003 160500

    Musim Gugur telah tiba, Bunga bunga Mawar di kebun kita melepaskan kelopaknya satu demi satu,

    Kelopak kelopak bunga jatuh ke tanah.

    Hari berikutnya, penjaga kebun bunga memotong ranting dan cabangnya, Dan ditumpuk diletakan diatas kelopak kelopak bunga yang jatuh.

    Semua bagain dari bunga Mawar terhampar di atas tanah, Sehingga bukan lagi sebuah kebun.bunga.

    Keseluruhan selalu lebih besar dari pada jumlah bagiannya.

    Begitu juga dengan manusia, Ketika dipangkas kebahagian dan cintanya, Seakan akan seperti badai angin ribut yang mencabik cabik badan seseorang dan melemparkan cabikan cabikan itu dengan sembarangan. Sayang sekali, bukan lagi manusia seutuhnya.

    Mempunyai telinga, mulut, hidung dan kaki tidak Sepenuhnya menjadikan manusia seutuhnya. Manusia seutuhnya adalah seseorang yang hatinya dipenuhi akan kehangatan cinta dan suka cita.

  • Mengenang Kekasih Yang Tiada Taranya

    Apakah engkau tau bahwa tanpamu aku tidak mempunyai berita baru Tidak ada api dalam hatiku, tidak ada semangat dan tidak ada kemauan

    Hatiku yang sedang kasmaran sudah tidak terhitung banyaknya berkata tentang cinta: Tetapi semua kata kata adalah milikmu, Aku tidak mempunyai keahlian maupun kepasihan.

    Dengan engkau disampingku, aku menepakkan sayapku dan terbang menuju ke kaisaran Tanpamu Duh' Sagi' penyaji anggur dihatiku, Aku tidak mempunyai bulu dan tidak mempunyai sayap

    Buah cintamu adalah manis gula dan manisan segala buah sajian para dewa (ambrosia) untuk jiwaku: Tanpamu aku tidak menghasilkan buah dikebun cinta dan kasih sayang

    Kekasihmu-Tatapan yang membinasakan- yang membawa cahaya di mata hatiku, Tanpa cahaya dari matamu aku tidak mempunyai penglihatan

    Aku dulunya api, dan abuku telah diberikan kepada angin Engkau telah menetap tinggal dalam hatiku dan sekarang tidak ada yang tersisa tentang keberadaanku

    Engkau berkata " Oh, engkau telah menjadi cahaya lilin yang menerangi semua hati !" Aku tidak mempunyai keberhasilan untuk diriku sendiri: Engkaulah yang menganugrahkan cahaya dalam jiwaku, Alireza Nurbakhsh London, 10 Desember 2024

  • Kisah Pertapa Sakti Dan Wanita Yang

    SEDANG "KASMARAN "

    Keadaan batin kita selalu bergejolak Pada suatu saat kita penuh dengan kegembiraan, Disaat lain kita dalam kesedihan

    Kebanyakan orang menyerah tidak berdaya kepada suara dari dalam batinnya

    Hanya bebera saja yang mengetaui dirinya sendiri

    Mereka yang mengetaui keadaan dirinya sendiri, Juga mengetaui Keadaan orang lain

    Mereka yang sadar pada keadaan" saat" ini Mereka juga yang mempunyai kesadaran akan keadaan batinnya sendiri Karena mereka berjalan dengan cinta dari Sang Yang Kekasih yang tercinta.

    Para kekasih dan pecinta menghabiskan waktunya dengan penuh kesadaran Sejak mereka menabur bibit cinta didalam hatinya

    Pada suatu hari, ada seorang pertapa yang beribadah dalam kesendirian, Dan menjaga sepenuhnya nafsu yang tidak bisa ditata dan dikendalikan dalam dirinya

    Dia selalu sibuk dengan " mengingat Tuhan' dalam kesendirian di pertapaannya Demi untuk mencapai kedekatan dan menjadi seseorang

    Dia menjadi bangga dengan tingkat pencapaian kebatinnya sendiri Dan berkata pada dirinya sendiri bawha sekarang dia seorang yang luar biasa dalam mengingat Sang Yang Gaib.

    'Sekarang aku tidak lagi melayani pikiran pikiran yang buruk didalam diriku sendiri Batinku terbilas bersih dan kata kataku tersucikan

    Keadaanku tidak pernah sebagus ini karena aku melakukan semedi terus menerus dan mendapatkan banyak pengalaman batin".

    Dia berpikir keheranan ketika seorang wanita datang dan mengetuk pintu, menggangu lamunannya

    "Siapa dirimu wahai tamuku"? Tanya sang pertapa "Aku datang dari dunia ketiada beradaan " wanita tersebut menjawab.

    "Bukalah pintu dan ijinkanlah aku masuk, duh engkau pertapa yang mulia, yang hanya melihat kebaikan dan tidak pernah mempunyai niat jahat.

    Kemudian wanita itu memasuki tempat pertapaan sambil bertanya:

    "Engkau yang selalu sadar akan pencapaian tingkat kebatinanmu Dan selalu menjaga perbuatanmu Engkau selalu sadar akan semua pemikiranmu, aku tau itu, namun bagaimana dengan " Cinta" ? Adakah cinta didalam dirimu? Apakah engkau sadar tentang isi hatimu?".

    "Aku tidak tau tentang apa yang ada didalam hatiku ", jawab pertapa itu Juga cinta tidak diperlukan untuk melakukan semedi".

    Karena aku waspada terus menerus, aku mengetaui bahwa aku tidak melihat ada kesalahan pada diriku sendiri".

    Wanita tersebut lalu menjawab," Tanpa cinta, engkau terpisahkan, Engkau melakukan penduaan, Yang membuatmu jauh dari Tuhan

    Pikiran yang buruk akan datang kepadamu itu pasti

    Yang akan membuatmu kehilangan akan dirimu sendiri dan pikiranmu

    Bagaimana engkau bisa melihat kemanunggalan dalam dirimu sendiri Apabila engkau tidak mempunyai seorang kekasih sebagai tambatan hatimu?.

    "Kemanunggalan " merupakan tujuan saat kita melakukan semedi: Tanpa cinta dan tanpa Sang Yang Kekasih Tercinta,. Itu hanyalah khayalan, itu hanyalah impian belaka

    Pertapa yang sakti menjadi tenggelam dalam pikirannya sendiri, Dan berkata pada diri sendiri : " Pengetauanku lebih baik dari pada pengertian wanita ini".

    Wanita ini tidak tau apapun tentang semediku dia juga tidak tau tingkat pencapain pengetauan batinku

    Aku lebih dekat dengan Kebenaran Sejati dan bukan dia. Karena aku telah memusatkan perhatianku kepada kebenaran Sejati sepenuhnya

    Aku terkenal di kota ini sebagai seseorang yang patuh kepada Tuhan Siapa perempuan ini, yang mengatakan bahwa aku salah selama ini?!

    Tiba tiba dia merasa malu pada pendapatnya sendiri Dan seketika itu juga dia melihat dirinya jatuh ke dalam perangkap hawa nafsunya sendiri Karena dia merasa lebih baik daripada yang lainnya

    Dimana pada kenyataannya, Seseorang harus meniadakan keberadaan dirinya: menjadi" bukan siapa siapa dan tidak ada apa apanya" dalam melangkah di Jalan Tuhan Dan bukannya merasa lebih

    Yang memusatkan pada dirinya sendiri berjalan di jalan yang salah

    Karena dia melihat dirinya sendiri lebih baik di segala galanya

    Kemudian pertapa sakti menoleh ke wanita tersebut dan berkata: " Duh Yang Mulia, engkau telah membuka jalanku dengan indahnya ".

    Dengan menunjukan kepadaku bahwa semua pikiran dan pendapatku selama ini adalah tidak benar

    Aku tidak menyadari bahwa semua itu sungguh melukai perasaan dan tidak baik Menganggap bahwa aku lebih baik dari engkau adalah tidak benar Itu adalah pendapatku yang salah

    Kesombongan adalah jalan kepalsuan, Mementingkan diri sendiri bukanlah cara manusia

    Engkau benar bahwa, cinta adalah dasar dari semua jalan, Dan Cinta itu menganugrahkan cahaya kepada kita seperti rembulan.