Pesta Kemanunggalan

Written by

in

Puisi Spiritual

Pesta" Kemanunggalan Jati".

Malam ini kekasih,
adalah malam dari kekasih untuk
Yang Terkasih.

Malam ini, marilah menari burputar putar seperti orang kehilangan kesadaran.

Malam ini,
Kita akan menari seperti orang kehilangan akal.
Kita menari di setiap sudut dan disetiap tempat.

Bayangan keindahan dan kecantikan wajah Sang Dia yang terkasih, tergambar dan terlihat di bebukitan dan di rerumputan.

Kita terpesona oleh kelembutan gelombang aroma dalam rempah rempah,
dan kelembutan gelombang wewangian dari kebun kebun bunga.

Dan kita berjalan terhuyung huyung dalam perjalanan dari wisma ke
"Kedai Kehancuran"

Saat para pemimpin agama menjaga sembahyang dan melafalkan doanya,
Kita menjaga " gelas anggur cinta kita ".

Didepan para penyaji di Kedai
Kehancuran,
Kita memuja Sang kekasih dengan lagu lagu pujaan nan ceria,
Saat kita mabuk dalam kemusnahan jatidiri.

Malam ini kekasih,.
Kita merayakan kehadiran Sang
Kekasih tercinta.

Sang Dia, kekasih kita adalah cahaya yang gemerlapnya luar biasa indahnya.

Dan kita menari berputar mengelilingi Sang Dia, Kekasih
Tercinta.
Seperti layaknya rengat yang mengelilingi cahaya apinya.

Belum pernah terjadi sebelumnya, dimana di dalam kota hati nurani terjeratasmara dan kemiskinan seperti yang kita alami.

Yang dengan penuh kesabaran, membiarkan terbakar oleh api asmara disaat dalam kehadiran
Sang Kekasih tercinta.

Namun, apapun jua.
Kita tidak akan pernah putus harapan didunia yang tidak setia ini.
Selama Sang Pemberi cahaya hati dan jiwa tetap merupakan harta pusaka yang mulia yang tiada tara harganya didalam " reruntuhan".