Wahai sahabat,
Sang Yang Terkasih hadir bagai cahaya bulan
Ia sudah lama tidur penuh kenyamanan, kemudian bangkit dari pembaringannya
Manis dan anggun,
Hadir dari belakang cadar
Ia keluar dari celah celah,
lengkungan alisnya bagaikan kubah
Ia bagaikan pohon cemara yang melambai
Penuh candaan dengan seratus kegenitan
Melihat kecantikannya,
Hatiku terbang tanpa kendali
Jiwaku terjun
kedalam lautan kebingungan
Mencari jejaknya.
Beruntung, aku diselamatkan dari pusaran
Dengan kasih sayang dan keanggunannya
Seratus pola muncul
dari bentuknya yang indah
Akalku berkeping dan aku
Tersesat dalam keajaiban.
Ia melihat hati yang terpesona ini
dengan cinta
Dan matanya yang memabukkan
Menuangkan aliran anggur merah terbaik yang murni
Para teman dan pendamping kita
semua kasmaran
Mereka penuh kebahagiaan dengan cintanya
Dia Sang Yang Kekasih
menganugrahkan cahaya saat dia muncul laksana cahaya bulan
Alireza Nurbakhsh — Banbury, 25 Agustus 2025


