Aku tidak akan pernah menapak jalan selain di jalan Cintamu
Aku tidak akan pernah duduk maupun berbicara tanpaMu
Apabila debu dari depan pintumu melekat pada wajahku
Aku tidak akan pernah membasuhnya, akan aku jadikan salep kolarium obat pencuci mata
Berapa lama engkau akan terperangkap dalam mimpi siangmu
Mimpi yang pada suatu hari nanti menjadi seseorang yang berkuasa di dunia ini
Mulailah menapak pada jalan
Kemanunggalan Cinta, karena
Pada suatu hari nanti engkau akan berubah menjadi debu seperti orang yang berlipat lipat banyak didepanmu
Setiap Saat khayalan kita memuja sebuah idola
Dan apabila idola itu hancur, maka idola baru diciptakan
Cinta itu seperti ramuan khayalan
Yang merubah khayalan dan pikiran kita menjadi emas
Penggoda hati membuat alasan,
Pada saat hati bergolak bergelora, hati terbakar dan meleleh
Pada saat itu, Sang Yang Kekasih beristirahat dengan nyamannya
Duh hati yang merana, inginkanlah apa yang diinginkan oleh Sang Yang Kekasih Tercinta
Kadang Dia membuatmu selalu haus, dan kadang Dia membawamu ke mata air.
Ketika engkau tidak lagi memiliki keberadaan akan jati dirimu,
Maka keberadaanmu akan tidak terbatas
Engkau akan menjadi sekutu Ruh dengan
Sagi Sang Penyaji Anggur di kedai minum kita
Apabila engkau menginginkan keberuntungan yang diberkati didunia ini
Berkiblatlah pada Cinta dan menetaplah di rumah yang tidak mementingkan diri sendiri