MENCINTAI SANG YANG CANTIK JELITA

Written by

in

Puisi Spiritual

Aku tertawa dan menangis dalam cinta malam ini
Aku seperti angin musim Gugur yang kebingungan dan awan-awan yang menangis terisak di musim Semi

Kadang aku dimabukkan oleh wajah
Sang kekasih,
Musnah pada bibir dan ikal rambutnya
Pada waktu lain aku dipenuhi dengan rasa bahagia seperti burung yang sedang bernyanyi

Pejabat hukum memukulku dengan tongkat,
Memaksa aku untuk tidak mabuk lagi dan menegurku
"Apakah engkau tidak melihat bahwa aku adalah pejabat dan pembela hukum?"

Aku tidak ada pilihan,
Cintanya telah merampok hati dan agamaku
Aku membalas " Engkau tidak akan menderita apabila aku penuh kegembiraan dan hilang ingatan"

Aku tidak akan menyerahkan cinta, anggur dan kemabukan
Aku jatuh cinta pada Sang Yang Cantik
Jelita di negeri yang lembut karena mabuk

Selama ada kehidupan didalam tubuhku
Hatiku akan selalu bersama Sang Yang
Kekasih Tercinta
Cinta adalah agamaku, kepercayaanku adalah kepercayaan mereka yang mencintai

Wahai Sagi sang penyaji anggur, engkau dan aku terikat oleh sumpah yang sama
Tolonglah, berilah aku anggur segera!
Jangan ditunda.
Banyak yang ingin aku katakan,
Kasmaran membuatku terdiam.

Temanku : menunda berbuat kebajikan adalah tidak adil
Aku adalah tamumu hari ini
Jangan sampai cangkir ku kosong

Tanpa cahaya dari wajah jelita Sang
Yang Kekasih Tercinta,
Aku adalah gurun pasir tandus
Ketika Sang Dla menganugrahkan cahaya kepadaku
Aku adalah jalan di dalam taman, penuh dengan bunga mawar