Kekasihku yang sedang kehilangan akal karena anggur
Meninggalkan kedai minum hari ini,
Hatiku, gila karena cinta, pergi mengikuti dia
Wajahnya adalah api yang membara
Dan hatiku yang bergelora
Melihat bara api berkobar kobar
Secepatnya medekatinya dengan semangat seperti ngengat
Badannya, indah seperti bulan, tersembunyi dipekatnya malam.
Ketika purnama muncul
Para wasis dan waskita, pertapa dan pe dita kehilangan hatinya
Pertapa menjadi terpesona oleh mata memabukkan bunga Narsis,
Dia mencuci jubah kesalehannya dengan minuman anggur – betapa dia benar benar kehilangan ingatan
ketika dia meninggalkan dirinya sendiri!
Aku menghabiskan hidupku membangun rumah kebijaksanaan
Tiba tiba tiupan dunia fana datang
Dan rumah kebijaksanaanku lenyap seketika
Setelah aku cium bibirnya yang basah oleh anggur,
Jiwaku, mengantung pada sehelai rambut,
Membiarkan pergi dengan penuh berterima kasih
Saat kehilangan ingatan karena anggur
Nurbakhsh berkata kepada seorang kekasih
"Hidupku telah aku habiskan dengan mencintai wajah kekasihku yang jelita".
Alireza Nurbakhsh,
London, 1 Nopember 2024