Malam datang kembali,
Dan aku kembali membuka pagiku dengan mengucapkan "Tobatku".
Dengan rasa syukur,
Aku menuju bejana dan mengangkat
Cawan sebagai persembahan puji syukurku.
Aku bersyukur bahwa cintaNya telah menduduki hatiku siang dan malam.
Kuterima dengan tulus: yang baik, yang buruk, yang tua dan yang muda dan semua yang ada di dunia ini.
Takdir menghamparkan permadani"
Kemusnahan diri" pada setiap orang.
Aku akan menghabiskan waktuku yang pendek ini dengan penuh kegembiraan dan
Cinta setulusnya hanya untuk" Kekasihku yang Tercinta".
Orang biasa dan pada umumnya mungkin akan bertanya dengan mengejek" Apa bukti tanda cintamu?".
"Api yang menyala terus menerus dalam hatiku" adalah bukti cintaku, dan
"Selama aku musnah terbakar
oleh panasnya api itu".
Dalam perjamuan para kekasih,
Guru penuntun kami berkata dengan sejujurnya dan tulus:" Aku tidak bisa menjabarkan cinta dengan kata kata".
Apabila tetua kedai nelihatku dengan penuh kasih sayang,
Beliau akan membuka mata hatiku,
Untuk menyangga kecantikan Sang Yang
Terkasih Tercinta.
Dia, Sang Yang Terkasih Tercinta adalah
Cahaya Kosmos,
Menganugrahkan cahaya dengan terangnya kepada siapa saja tanpa pengecualian.
Atas dasar Kasih dan sayangNya" serta kemurahanNya semata,
Aku menjadi cahaya dalam perkumpulan
Ini.
Alireza Nurbakhsh, Banbury, 2 Februari
2024.