Hatiku bergelora melihat wajahnya yang cantik mempesona Hati melanggar sumpahnya sendiri akan ketenangan Aku menjadi budak cinta dan pemuja anggur dari bibirnya yang merah delima.
Dari seruputan yang pertama, Aku terpuruk, bingung, kehilangan kesadaran, kesana kemari, dan kehilangan akal.
Saat menjelang pagi, aromaNya tercium menyegarkan jiwaku Aku lupa tentang diriku sendiri dan segala galanya.
Aku adalah seorang Kekasih aku tidak ada pilihan selain menanggung kekerasannya Hatiku telah berlutut dibawah pedang kepedihan cinta sejak dari mulainya waktu. Kekuatan cinta dan kegilaan menyerang hatiku Dan gelombang rambutnya adalah tentara yang membendung jalan pikiran ku.
Senalam, pembunuh para kekasih dan pecinta- Guru kita- memberikan ceramah dalam pertemuan sebagai berikut Siapa yang berteman dengan cinta Akan dibebaskan dari kayalan dan angan angan kosong.
Nurbakhsh dengarkan panggilan San Yang Terkasih dari setiap atom di hatimu Dan Nurbakhsh meletus seperti balon menjadi satu dengan samodra.