She was dancing among tree branches
In the dark of night
In silence and solitude,
And the moonlight
Enhanced the beauty of her dance
Now and then, getting tired,
She would rest on a doorway
Hoping for the door to open
So she could enter,
and delight the host
That night, each door she tried was shut
In anticipation, | watched
her elegant dance
And her flying from door to door
Until she came to my door
Which was open
She fluttered towards me
And landed on my shoulder
Love surged through me
Outwardly, she resembled a butterfly
Yet, no one knew the reality of her being.
Alireza Nurbakhsh
Banbury, January 24, 2025
KUPU-KUPU
Kupu kupu itu menari diantara cabang- cabang
Di kegelapan malam
Dalam keheningan dan kesendirian
Dan sinar bulan,
Menambah keindahan tariannya
Pada saat kelelahan,
Kupu-kupu itu beristirahat didepan pintu masuk
Berharap pintu akan terbuka
Sehingga ia bisa masuk dan menghibur tuan rumah
Malam itu, setiap pintu tertutup
Penuh harapan, aku melihat keindahan tariannya yang anggun
Dan melihat kupu-kupu itu terbang dari pintu ke pintu
Hingga kupu-kupu itu tiba di pintu rumahku yang sedang terbuka
la mengipas sayapnya terbang kearahku
Dan hinggap di pundakku
Cinta bergelegak menelusuri jiwaku
Penampakan wujud luar dia seperti seekor kupu-kupu
Namun tidak ada seorangpun yang mengetahui wujud sejati keberadaannya
Alireza Nurbakhsh
Banbury, 24 Januari 2025