Buah Cinta

Written by

in

Puisi Spiritual

Semalam,
Di wilayahnya kedai minum,
Aku mengalami pertemuan yang sangat luar biasa.
Aku melihat wajah yang sangat cantik jelita dan aku jatuh cinta seratus kali dan selamanya.

Sangat beruntung mereka yang hidup dan nafasnya hanya untuk Sang Kekasih yang tercinta dan yang tiada bandingnya.

Siapapun yang memegang dengan sia sia harapan untuk bersatu dengannya, hidup dalam ketidak tauan akan wajahnya yang gaib.

Kedai Minum menghargai dan menghormatiku, karena cintaku kepadaMu.
Itu adalah buah dari kesulitan yang bertahun tahun..
Walaupun pengawas dan penguji yang mementingkan diri sendiri menunjuk kekuranganku,
Kesalahan penilaiannya disebabkan oleh matanya yang melihat hanya pada diri sendiri.

Saat melihatku, Guru Besar Majuz menyambutku dengan gembira dan berkata" Mari masuklah, Kekasihmu ada di dalam rumah".

Nurbakhsh telah tenggelam dalam lautan kehancuran,
Sebaliknya, semua saingannya takut akan gencarnya hantaman ombak, terjebak di pantai.

Alireza Nurbakhsh,
Banbury
22 Februari 2023.