Sajak Empat Baris Nomer 10

Written by

in

Sajak 4 Baris

Aku tidak akan pernah menapak jalan selain di jalan Cintamu

Aku tidak akan pernah duduk maupun berbicara tanpaMu

Apabila debu dari depan pintumu melekat pada wajahku

Aku tidak akan pernah membasuhnya, akan aku jadikan salep kolarium obat pencuci mata

Berapa lama engkau akan terperangkap dalam mimpi siangmu

Mimpi yang pada suatu hari nanti menjadi seseorang yang berkuasa di dunia ini
Mulailah menapak pada jalan
Kemanunggalan Cinta, karena

Pada suatu hari nanti engkau akan berubah menjadi debu seperti orang yang berlipat lipat banyak didepanmu

Setiap Saat khayalan kita memuja sebuah idola

Dan apabila idola itu hancur, maka idola baru diciptakan

Cinta itu seperti ramuan khayalan

Yang merubah khayalan dan pikiran kita menjadi emas

Penggoda hati membuat alasan,
Pada saat hati bergolak bergelora, hati terbakar dan meleleh
Pada saat itu, Sang Yang Kekasih beristirahat dengan nyamannya

Duh hati yang merana, inginkanlah apa yang diinginkan oleh Sang Yang Kekasih Tercinta

Kadang Dia membuatmu selalu haus, dan kadang Dia membawamu ke mata air.

Ketika engkau tidak lagi memiliki keberadaan akan jati dirimu,
Maka keberadaanmu akan tidak terbatas

Engkau akan menjadi sekutu Ruh dengan
Sagi Sang Penyaji Anggur di kedai minum kita

Apabila engkau menginginkan keberuntungan yang diberkati didunia ini
Berkiblatlah pada Cinta dan menetaplah di rumah yang tidak mementingkan diri sendiri