Terbiasa Dengan Cinta

Written by

in

Puisi Spiritual

Aku terbiasa dengan cintamu,
Aku tidak mengetahui selain itu.
Aku tidak akan menanyakan 'akal' tentang berita baru,
la tidak menyadari apa yang benar benar nyata itu.

"Mengapa engkau berbicara tentang rambut ikal mayang milik kekasihku wahai temanku yang menawan" ?.

Aku terpaku pada matamu yang membuatku lupa ingatan,
Mataku tidak akan mengembara lagi pada pandangan yang lain lainnya.

Mereka yang mengembara di dunia fana mengikuti hatinya,
Cintamu memanggilku.
Aku tidak akan takut akan bahaya yang mungkin datang.
Pensucianku dengan air dari perjamuan deberkati dan biberkahi oleh Sang Yang
Begawan, Majus yang Tertinggi.
Aku tidak akan lagi mengikuti kyai siapapun dan dimanapun.

Hati dan jiwaku telah termakan api kepedihan dan keterpisahan denganmu.
Aku tidak akan lagi pergi kemanapun tanpa dengan kekasihku yang penggoda.

Jangan bertanya tentang ajaran tarekat suluk purba.
Karena dalam hidup yang hanya beberapa hari ini,
Hanya engkau arti dan tujuan hidupku.
Aku tidak akan mengikuti lembaran lembaran kosong.

Penganugrah surga nirwana telah membuat sumpah cinta dan pengabdian
"Aku tidak akan menyimpang dari jalan cintamu, walaupun sekejap saja".

Alireza Nurbakhsh, Banbury, 2 Desember
2023.