Manusia hidup dalam keberagaman,
Keberagaman dalam berpikir, berbudaya, dan tatanan susila.
Jalan itu lebih dari satu.
Untuk hidup,
Jalannya sebanyak jumlah manusia yang hidup.
Ada juga keberaragaman yang berbeda dari yang lainnya.
Yaitu kerbearagaman " Aku" dan " Kita":
"Mementingkan diri sendiri, rakus, dan keinginan untuk menjadi yang terkuat".
"Aku" dan "Kita" menjadikan orang bersikeras pada pendiriannya, pemikirannya, budayanya dan tingkah laku serta perbuatannya.
Awal mulanya dari perkataan : "Jalan pemikiranku dan pendapatku semua lebih baik dan lebih mendekat pada kebenaran".
Dan akhirnya berteriak :" Kalau ada yang berbeda pendapat dan pemikiran denganku,
maka mereka tidak berhak untuk hidup".
Kesatuan dan persatuan manusia,
Dilekatkan oleh rasa saling mencintai dan penerimaan apa adanya terhadap sesama manusia, serta kemauan untuk menolong satu sama lainnya.
Tanpa ada persatuan antar umat manusia,
Ke- akuan- dalam diri manusia akan membawa kehancuran.
Manusia menganggap bahwa, persatuan sesama manusia itu sendiri hanya dapat dicapai melalui permusuhan dengan yang lainnya.
"Kesatuan dan persatuan sukuku tergantung kepada kejatuhan sukumu".
Namun, musuh sebenarnya itu ada didalam diri kita sendiri.
Musuh kita bersembunyi namun musuh ini, penyebab dari semua perang dalam diri sendiri dan dengan yang lainnya.
Mungkin telah tiba saatnya,
Untuk umat manusia menapak di jalan menuju dunia " Kesatuan kebenaran
Sejati".
Yaitu melawan musuh yang ada didalam dirinya sendiri.
Dan membangun" Istana Persatuan Hati",
Yang dibangun dengan keberagaman agama?, pemikiran dan tata susila.
Mencintai sesama adalah satu satunya jalan untuk membelenggu dan mengalahkan musuh dari dalam diri sendiri.
Alireza Nurbakhsh, Los Angeles, 1 Juli
2024.