"Kekasihku" yang tercinta telah mendirikan tendanya di sekitar para pecintanya.
Aku menghabiskan hari hariku siang dan malam berputar putar mengeliling kediaman "Yang terkasih".
Aku tidak haus akan anggur, dan tak ada keinginnan untuk melupakan diri sendiri dengan anggur,
Tidak ada kemaun untuk sembahyang maupun untuk mengheningkan cipta.
Dan aku tidak sedang menuju ke Mekkah,
"Dia Yang Terkasih", telah menjadi kiblatku kemanapun aku menoleh.
"Yang Terkasih", mengisharatkanku untuk datang mendekat.
Tetapi kemudian " Yang Terkasih" menolak dengan komentar yang pedas dan menyakitkan.
Dipanggil ataupun diusir,
Setapakpun "Aku tidak akan pernah meninggalkan "" Sang Terkasih yang
Tercinta".
Para kekasih berputar putar menari penuh kegembiraan dalam tarian
"Kemanunggalan",
Aku, disamping diriku sendiri mendengar
Suara cinta dan kasih sayang yang bergema.
Saat "Yang Terkasih" menampakkan
Wajahnya yang cantik jelita,
Saat itu" Yang terkasih", " merebut" hatiku,
Tiada lagi sisa sisa tentang jati diriku,
Nama" Yang Terkasihlah" satu satunya mantraku.
Membicarakan Cinta dengan lidah yang masih beragam tidaklah adil bagi Cinta.
Menyadari hal tersebut, aku malu dengan usahaku yang sia sia ini.
Hati Nurbakhsh telah menjadi kediaman dan candi" Kekasih yang Tercinta",
Aku telah menemukan" Sang Kekasih
Tercinta "dilubuk hatiku,
Aku tidak perlu lagi mencari yang lainnya.
Alireza Nurbakhsh, Banbury, 21 Desember
2022.