Kekasihku penjual anggur naik kuda di malam hari
Untuk merampas hatiku dan agamaku
Dia memberiku secangkir anggur dari guci
Keramat
Dan membuat ku meminumnya karena cinta akan kecantikannya
Aku benar benar mabuk berat karena cinta
Dan tidak mempunyai kepedulian tentang zaman kita
Aku tidak melihat diriku sendiri aku melihat dia satu satunya wujud yang ada
Tampak dalam segala bentuk dan wajah
Dia adalah kemanunggalan dari dua duanya kekasih dan Yang Terkasih
Yang jatuh cinta selamanya kepada dirinya sendiri
Siapa yang percaya pada pernyataan ini
Bahwa dalam cinta seorang pecinta adalah alasan belaka ?.
Tidak hanya Kekasih maupun yang dikasihi, bahkan cinta sekalipun
Tetap berada dalam lautan kasih karunia yang tiada batasnya
Nurbakhsh, mengapa masih terus bicara tentang cinta Sang Yang Kekasih
Ketika keberadaanmu tidak lebih tidak kurang hanyalah sebatas penalaran dan dongeng belaka?