Penjual Anggur Terkasih

Written by

in

Puisi Spiritual

Kekasihku penjual anggur naik kuda di malam hari
Untuk merampas hatiku dan agamaku

Dia memberiku secangkir anggur dari guci
Keramat
Dan membuat ku meminumnya karena cinta akan kecantikannya

Aku benar benar mabuk berat karena cinta
Dan tidak mempunyai kepedulian tentang zaman kita

Aku tidak melihat diriku sendiri aku melihat dia satu satunya wujud yang ada
Tampak dalam segala bentuk dan wajah

Dia adalah kemanunggalan dari dua duanya kekasih dan Yang Terkasih
Yang jatuh cinta selamanya kepada dirinya sendiri

Siapa yang percaya pada pernyataan ini
Bahwa dalam cinta seorang pecinta adalah alasan belaka ?.

Tidak hanya Kekasih maupun yang dikasihi, bahkan cinta sekalipun
Tetap berada dalam lautan kasih karunia yang tiada batasnya

Nurbakhsh, mengapa masih terus bicara tentang cinta Sang Yang Kekasih
Ketika keberadaanmu tidak lebih tidak kurang hanyalah sebatas penalaran dan dongeng belaka?