Puisi Spiritual
Semoga hidupku terkorbankan untuk manisnya gula bibirmu
Semoga hati dan jiwaku selama lamanya terpikat kepadaMu
Malam dan siang para pencintamu kumpul bersama
Berjaga jaga, mabuk dengan harapan untuk melihatmu
Bagaimana mungkin aku ingat diriku sendiri
Ketika aku menggenggam juwitanya wajahMu
Hatiku terendam dalam kerinduan kepadamu
Aku berharap bisa menciummu lagi
Engkau mencintai aku, tetapi dalam kehinaan
Aku duduk terperanggah bingung akan rencana dan gerakanmu
Burung bulbul muncul dari dunia marifat
Menyanyikan pesan indah darimu
Engkau menganugrahkan cahaya dan menerangi dunia
Aku telah menjadi pembelimu dengan segala keberadaanku