Cintamu memenuhi hatiku dengan keributan, dan menjadikan hatiku penuh dengan keramain seperti burung
Walaupun aku dengan tiba tiba tertangkap dalam jeratmu
Aku senang bahwa engkau membiarkan aku terbang bebas kemanapun
Banyak yang cantik cantik di kota ini
Namun aku tidak pernah melihat yang secantik dan yang sejelita dirimu
Aku berdiri dalam doa
pada setiap hembusan nafasku,
Aku menggenggam wajahmu
Aku tidak mempunyai kiblat selain
Lengkungan alis mataku
Aku begitu menyatu dengan engkau siang dan malam
Sehingga membuatku tidak bisa erat maupun mesra dengan yang lainnya
Ketika aku engkau panggil keatas atapmu,
Yang mulia yang tiada tara harganya,
Aku mulai bernyanyi seperti
burung Derkuku, dimana?! dimana ? !
Cintamu telah membasahi hatiku dengan darah
Aku telah menjadi Juru Bicara pada sekolah cintaMu
Engkau menganugrahkan cahaya tanpa ikatan apapun
ataupun mengharapkan balasan apapun
Aku mendambakan hanya dirmu
Aku hanya memanggilmu –
Kemanapun aku pergi