Sumber air memancarkan air kelangit atas dengan tampilannya yang indah
Airnya kemudian menyirami bunga ditaman taman dan tanah di bumi
Aku hanyalah setetes air, Linglung dan bingung oleh karenamu
Cahayamu bersinar padaku dan membawaku keatas dan tidak terbatas
Dulu aku hidup segai sebuah gelembung didadamu
Lalu, kau terbangkan aku ke kerajaan langit dan kubah langit
Dalam perjalanan, cintamu berkembang dalam hatiku
Aku menghilang sedikit demi sedikit
Hinggga engkau menjelma hadir sepenuhnya
Setiap orang sibuk dengan dirinya sendiri
Dan memanjatkan doa doa pemujaan namamu yang sakral.
Namun aku melihat disana,
Hanya satu didunia wujud
Engkau mengusirku dari surga dan dari dunia dibawahnya
Engkau berkata kepadaku untuk pergi dan tingal dengan penuh kebahagiaan diatas busa lautan
Bagimu, untuk menganugrahkan cahaya kepadaku,
Harus tidak ada sisa sisa apapun tentang jati diriku
Engkau adalah sumber air: aku hanyalah setetes dalam cinta