Ijinkanlah aku duduk denganMu, berhadapan saling bertatap muka, sebentar saja
Dan untuk memetik bunga mawar merah dari taman wajahMu yang indah menawan
Untuk menggantungkan hatiku pada sebuah gulungan ikal rambutMu
Dan menjaga rahasia gaib akan cinta
Seseorang yang sangat berharga dimataMu
Untuk minum anggur merah yang jernih dari bibirMu yang merah delima
Dan untuk menghancurkan- keberadaan jati diriku dengan kapak yang runcing
Seperti Farhad,
Duhai' Shireen kekasih hatiku, Sang
Yang Cantik Manis pujaanku
Aku tidak percaya pada apapun selain dua buah lengkung busur alisMu
Berapa lamakah engkau akan terus menanyakan tentang kepercayaanku kepadaMu ?
Denganmu, aku membubung terbang ke
Surga yang tertinggi
Tanpa Rahmat dan kasih sayangMu, aku akan menderita dan miskin kemanapun aku pergi
Wahai inti dari kemabukanku di dunia ini
Walaupun aku tidak sesuatu apapun,
Namun bersamaMu aku lebih agung dari hidup itu sendiri
Setiap saat, atas kedermawananMu,
Engkau menganugrahkan cahaya kepadaku
Aku tidak akan menetap dimanapun kecuali di debu pintu rumahMu.