Sekali lagi, sebuah lagu dari para penyanyi telah membuat dadaku terbakar
Aku sepenuhnya terlena oleh nyanyiannya
Dan hatiku dipoles dengan cinta
Nalar mengira itu bisa membendung
Jalannya Cinta,
Namun cinta membakar nalar dalam api
Dan merubahnya menjadi abu
Cinta adalah Penakluk hati,
Komandan kekuasaan Sang Yang
Terkasih, Cinta mengibarkan benderanya dengan penuh kemegahan di alam hati
Setiap orang jatuh cinta pada wajah juru
Minuman,
Namun mereka hanya menonjolkan sudut pandangannya sendiri
Diantara pemuja anggur, tidak ada seorangpun benar benar mengetauimu siapa engkau sesungguhnya
Para pendosa yang tidak memiliki rasa takut, berkumpul di pusat perkumpulan para teman
Mereka yang memandang mataNya,
Hilang keberadaan jati dirinya dalam cinta
Aku bebas dari segala-galanya kecuali
Dia, Sang Yang Maha Tunggal
Dan penuh dengan ketenangan didalam mengingat Dia Sang Yang Maha Agung
Ratusan ribu syukur aku persembahkan kepada Sang Yang Maha Pengasih dan
Penyayang, karena aku telah dibebaskan dari semua keterikatan
Sungguh sayang, Nurbakhsh kini sendiri di tanah Cinta,
Walaupun demikian Sang Yang Terkasih yang Maha Elok selalu bersamaku, untuk menghiburku