SANG AHLI SAJI: SAOI
Bangun, dan bawalah anggur – Cukup sudah dengan pengasingan diri yang
Muram
Marilah bergembira seperti gembiranya para pemabuk cinta dan gairahnya para pecinta
Di pertemuan para terbebaskan dari diri sendiri,
Cinta selalu ditampilkan dengan sepenuhnya
Keburukan tidak mempunyai tempat dalam kehadiran keindahan
Sagij ahli saji, memasuki kedai minum dengan semangkuk anggur
Dia datang seperti cemara yang anggun
Meluncur dengan kecantikan yang menawan
Ratusan rahasia gaib purbakala terpampang pada mataNya
Dia menelanjangi kerakusan dan sifat mementingkan diri sendiri, milik mereka yang masih sadar, belum mabuk akan cinta
Setiap ikalan rambutNya,
Adalah jerat bagi para pecinta yang penuh semangat
CintaNya telah menciptakan keributan dikedai minum
Ketika Dia membuka bibirnya untuk berbicara,
Kata-katanya yang semanis madu merampok ratusan,
mereka yang berakal, pendiam dan penuh ketenangan
Tidak ada Kekasih didunia ini yang seperti
Sagi : "Ahli saji " di kedai minum
Yang menganugrahkan cahaya tanpa imbalan apapun,
Karena sifat kemurahanNya belaka dan tanpa mengharapkan apapun