Pembebasan

Written by

in

Puisi Spiritual

Badai gemuruh ditengah keributan malam
Hembusan angin keras menabrak daun pintu ku
Pesan kemarahan,
Kemurkaan dan kekerasan akan waktu serta tempat

Didalam Lolongan angin
Suara pecah, kacau dan tidak berujung pangkal
Keluhan sedih
Dan tangisan kepedihan dari orang yang ditinggalkan

Dengan tangan yang gemetar,
ku buka pintu
Seorang laki-laki berdiri diseberang
la dari suku " yang lain "
Aku sebagai suku" Kita",
Tanpa sadar melangkah mundur
Tuhannya penuh dengan kemarahan dan dendam Tuhanku penuh kasih sayang
Dia lebih suka bebas berkehendak- Aku lebih cenderung pada tekad dan niat
Dia terbenam dalam penjelmaan baru-
Sedangkan aku menginginkan pemusnahan kepribadianku didalam kemutlakan
Warna kulitnya berbeda
Di telingaku, cerita tentang sukunya kedengarannya sungguh tidak nyaman

Aku melangkah kesamping dan dia masuk
Di dalam hati nuraniku, aku mendengar suara" berbaik hatilah kepadanya '.
Dia baru menyadari bahwa aku datang dari
'Suku Kita' suku yang berbeda dengannya
Aku membaca keraguan dan kebingungan di matanya

Mata kami terkunci dalam tatapan
Tiba-tiba dari matanya yang terdalam
Aku menemukan persahabatan dan merasakan kebaikan hatinya
Aku menyadari bahwa dia adalah sama denganku, dan aku sama dengan dia
Bahwa kami berdua adalah dari suku yang sama
Suku manusia